Beranda blog Halaman 992

BREAKING NEWS: Kecelakaan Karambol Terjadi di Pamekasan

0

Pamekasan, 10/5 (Media Madura) – Kecelakaan karambol terjadi di Dusun Pacanan, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (10/5/2017) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Kecelakaan karambol tersebut melibatkan tiga kendaraan, mobil Daihatsu Ayla bernomor polisi (nopol) L 1989 FQ, Honda Kirana nopol X 2907-64, dan motor Honda Supra X nopol 2907. Kondisi mobil nyungsep ke parit dan sepeda motor rusak cukup parah.

“Penyebabnya karena ada mobil carri, sementara mobil ini (Ayla) dalam kecepatan tinggi,” kata Supriadi Anggota TNI Kodim 0826 Pamekasan.

Sementara petugas dari kepolisian resor (Pokres) Pamekasan Unit Laka Lantas sedang melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Korban saat ini sudah dilarikan ke puskesmas Talang,” tutup Supriadi.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Sebut Haruna dan Odemwingie Punya Hubungan Spesial, Agennya Komentar Mengejutkan

0

Pamekasan, 10/5 (Media Madura) – Manajer Madura United, Haruna Soemitro membeberkan hubungan baik dirinya dengan salah satu pemainnya, Peter Osaze Odemwingie.

Odemwingie diboyong Madura United dengan status marquee player. Dia dikontrak satu musim. Namun, Odemwingie sudah duduk sebagai top skor sementara hingga pekan kelima Liga 1 dengan torehan 4 golnya. Padahal, pertama kali bermain di Indonesia.

Bukan cuma itu, penampilan gemilangnya juga punya peran besar membawa Laskar Sape Kerrab bertengger di lima besar klasemen. Haruna mengatakan, sangat bersyukur Madura United mendapat jasa mantan penyerang Stoke City itu.

“Saya bersyukur Peter (Odemwingie) datang, karena niat dia ingin membantu tim ini,” terang Haruna.

Hal yang paling membuat Haruna senang dari Odemwingie, Odemwingie tidak pernah melontarkan nada komplin kepada manajemen, baik di dalam lapangan maupun luar lapangan. Walaupun statusnya pemain bintang Eropa.

“Peter bukan tergolong pemain crewet dan rewel, sehingga tidak ada statemen dari Peter hingga hari ini itu nadanya komplin,” jelasnya.

Selain itu, Haruna juga bercerita tentang kedekatannya dengan Odemwingie di luar lapangan. Haruna menyebut, Odemwingie sangat menikmati rumah barunya di Indonesia, utamanya di Madura United.

“Itulah yang membuat proses adaptasinya dia cepat. Karena dia menikmati. Menikmati hidup di sini dan menikmati hidup dengan kita,” ujarnya.

Terkait makanan, imbuhnya, Odemwingie tidak mengeluh. Segala menu makanan yang ada di Indonesia disukai. Termasuk makanan-makanan pedas. Hanya saja, tatkala ingin bermain tidak makan pedas.

“Dia ini hidup hampir di semua benua. Hidup di Rusia lama, di Nigeria lama, di Inggris lama, di Perancis lama. Di mana taste di Indonesia dengan taste yang pernah dia alami itu sama,” tuturnya lagi.

Haruna menambahkan, Odemwingie menganggap makanan Indonesia tidak jauh beda dengan makanan di India dan Timur Tengah. “Dia suka makanan pedas, tapi kalau pertandingan dia tidak makan yang pedas-pedas,” urainya.

Selain tegas, Haruna dikenal sangat dekat dengan seluruh pemain Madura United. Termasuk, Odemwinge. Bahkan, saking dekatnya dirinya dengan Odemwingie dimaknai lain oleh agen Odemwingie.

“Bahkan, agennya dia (Odemwingie.red) bertanya. Eh Haruna, kenapa dia senyum dan hepi sekali sama kamu, apakah kamu guy?. Bukan, karena saya merasa bahwa sejak dia datang, saya memberikan yang terbaik untuk dia,” kata Haruna.

Selama tinggal di Indonesia, pihak manajemen sangat memperhatikan kelayakan hidup Odemwingie dari segi fasilitas. Kendati begitu, kata Haruna, Odemwingie tak meminta macam-macam dan hanya memastikan keluarganya bisa tinggal dengan nyaman.

“Dia sekarang tinggal di rumah kontrakan (bukan di apartemen lagi). Karena istrinya dan ketiga anaknya mau datang pertengahan bulan Mei. Jadi dia prepare betul untuk keluarganya, apalagi anaknya masih kecil-kecil. Jadi dia harus pilih rumah yang halamannya luas,” pungkasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Hari Pertama Operasi Patuh Semeru 2017, Polres Sumenep Panen Tilangan

Sumenep, 9/5 (Media Madura) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur panen tilangan di hari pertama Operasi Patuh Semeru 2017, Selasa (9/5/2017).

Operasi yang dipusatkan di jalan protokol atau jalan Trunojoyo Kota Sumenep tersebut, polisi menindak lebih dari 200 pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.

“Di hari pertama kegiatan operasi ini, ada 200 lebih pengendara yang kita tilang,” terang Kanit Tur Jawali Satlantas Polres Sumenep, Iptu Rizal Nukra Wijaya, Selasa (9/5/2017).

Mereka yang ditilang, kata Rizal, rata-rata pengendara roda 2 dan pelanggarannya tidak memiliki surat-surat berkendara lengkap.

“Ada juga yang tidak menyalakan lampu dan tidak melengkapi motor dengan atribut wajib, terutama spion,” tambahnya.

Sebelum itu, saat gelar apel pasukan, Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora menyampaikan, bahwa Operasi Patuh Semeru 2017 akan berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 9 sampai 22 Mei 2017.

Operasi dilakukan berkaitan dengan permasalahan bidang lalu lintas yang semakin berkembang dengan cepat dan dinamis, hal ini disebabkan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk yang semakin hari semakin bertambah.

Kata Pinora, operasi akan diprioritaskan pada pelanggaran pada marka jalan, rambu–rambu lalu lintas, persyaratan kelengkapan kendaraan, pemakaian helm yang sesuai aturan, muatan bukan pada tempatnya atau over load serta pelanggaran yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

“Hal itu menjadi bagian target kami untuk mengurangi data kecelakaan lalu lintas,” ujar Pinora.

Sementara itu, data jumlah kecelakaan lalu lintas pada operasi patuh tahun 2016 lalu yakni sebanyak 2.542 kejadian, mengalami peningkatan 132 ajian atau 5% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebanyak 2.410 kejadian.

“Oleh sebab itu, agar tahun ini menurun, kegiatan akan dilaksanakan merata di wilayah hukum Polres Sumenep, baik di Kawasan Tertib Lalu-lintas (KTL) maupun di blackspot area,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tak Lunas BPIH, Puluhan CJH Sampang Gagal Berangkat Tahun 2017

Sampang, 9/5 (Media Madura) – Hampir seratus calon jemaah haji (CJH) di Kabupaten Sampang belum melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap pertama yang berakhir 5 Mei 2017.

Dari kuota sebanyak 640 CJH, baru 539 CJH reguler yang sudah melunasi BPIH ditambah 7 jamaah cadangan sehingga masih tersisa 94 kursi kosong di CJH reguler. 

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sampang Syamsuri menjelaskan, para CJH yang masuk tahap pertama tetapi tidak bisa melunasi BPIH maka dipastikan tidak akan berangkat tahun ini ke tanah suci Mekkah.

Sebab pelunasan BPIH tahap kedua yang akan dibuka dari tanggal 22 Mei sampai 10 Juni mendatang diprioritaskan untuk CJH kelompok lanjut usia (lansia) dan jemaah penggabungan suami-istri dan anak kandung. 

“CJH yang tidak bisa melunasi BPIH tahap pertama itu karena beberapa faktor seperti meninggal dunia dan ada yang karena belum mampu dananya,” terangnya, Selasa (9/5/2017). 

Syamsuri menyebutkan, BPIH tahun 2017 untuk embarkasi Surabaya sebesar Rp 35.666.250. Para jemaah dapat melakukan pelunasan ke Bank penerima setoran haji (BPS) yang ditunjuk Kemenag.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

113 Bidan Sampang Terima SK CPNS, Firman : Ini Pertama di Jatim

Sampang, 9/5 (Media Madura) – Penerimaan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi 113 bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Sampang dilakukan di pendopo wakil bupati, Selasa (9/5/2017) pagi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang Firman Pria Abadi, menjelaskan Kabupaten Sampang merupakan daerah pertama di Jawa Timur yang menyerahkan SK CPNS untuk bidan PTT itu.

“Ini pertama di Jatim dalam penyerahan SK CPNS, yang daerah lain masih belum,” ujar Firman kepada wartawan, Selasa (9/5/2017).

Ia mengatakan untuk menjadi PNS mereka membutuhkan waktu sekitar dua tahun lagi, karena masih ada beberapa proses yang harus dilalui seperti diklat prajabatan. 

“Mengenai penempatannya sesuai desa awal mereka bertugas,” ucapnya. 

Menurut Firman, dari jumlah awalnya 117 orang, namun ada 4 bidan yang tidak lulus karena faktor usia lebih dari 35 tahun. Namun, pihaknya akan tetap memperjuangkan melalui kontrak daerah.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Pasca Lawan Perseru, Madura United Dilarang Gunakan SGRP, Ini Alasannya…

0

Pamekasan, 9/5 (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur akan menutup sementara segala aktivitas di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP).

“Bersama ini disampaikan dengan hormat bahwa perawatan dan pemeliharaan rumput lapangan barupa top dressing dan levelling pada pereode waktu dari tanggal 12 sampai 19 Mei,” kata Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pamekasan, Muhamad.

Itu artinya, selama perawatan berlangsung, Madura United dilarang menggunakan stadion sebagai tempat latihan mereka.

Surat larangan penggunaaan stadion pun telah disampaikan kepada manajemen Madura United per hari ini, 9 Mei 2017.

Bukan cuma Madura United, Persepam Madura Utama dan Pamekasan FC yang kini berkompetisi di Liga 2 dan Liga 3 juga dilarang menggunakan stadion yang berlokasi di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan itu.

“Dimohon untuk tidak melakukan latihan pada periode tersebut,” ucap Muhamad.

Menurut Muhamad, hal itu dilakukan untuk mempertahankan mutu dan kualitas rumput stadion. Ditambah, tingginya frekuensi pertandingan resmi yang bergulir di stadion pelat merah tersebut.

“Diharapkan kebutuhan latihan kedepannya dapat dilakukan di luar Stadion Gelora Ratu Pemelingan,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Sidak, DPRD Pamekasan Temukan Tower Tidak Bayar Pajak

Pamekasan, 9/5 (Media Madura) – Komisi I, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) menemukan tower atau menara telekomonikasi tidak membayar pajak.

Tower telekomonikasi itu berada di jalan Bahagia, tepatnya di selatan Panti Asuhan Muhammadiyah, Ismail Ketua Komisi I mengatakan, tower tersebut diketahui sudah sekitar lima tahun tidak menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemkab.

“Tower ini sejak tahun 2012 tidak sama sekali bayar pajak, ini bukti kebobrokan pengusaha provieder,” tegasnya, Selasa (9/5/2017).

Oleh karena itu, mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan itu meminta, agar pihak-pihak terkait segera menyelesaikannya mengingat keberadaan itu sangat merugikan, bahkan pemilik tower itu tidak pernah bayar uang sewa pada pemilik lahan.

“Hari ini juga kami panggil dari perijinan biar ada kejelasan siapa yang bersalah, kalau memang tidak bayar pajak silahkan disegel,” tambah Ismail.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Perizinan, Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPMPTSP) Pamekasan, Sunarto mengatakan, perusahaan provieder tersebut memang sudah lama tidak bayar pajak, bahkan dirinya sudah mengirim surat peringatan (SP) satu hingga SP tiga.

“Pemiliknya sudah kami beri SP tiga, sementara saat ini masih dalam tahap koordinasi, kemarin sudah ada pertemuan awal,” katanya.

Adapun nominal pajak yang harus masuk pada Pemkab dihitung permeter, sehingga jika dinominalkan mencapai Rp 30 juta perbulan.

“Kalau tidak ada iktikad baik, kami akan buat pelajaran, paling tidak ditutup sementara,” tegas Narto sapaan akrabnya Sunarto.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Rastra Ngendon 4 Bulan, Pemkab Pamekasan Didemo Warga

Pamekasan, 9/5 (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur didemo oleh belasan warga Selasa (9/5/2017) siang, lantaran Beras Sejahtera (Rastra) sudah empat bulan ngendon alias tidak dicairkan.

Salah satu orator aksi, Iklal menyampaikan, rastra yang menjadi hak warga miskin terhitung sejak bulan Januari hingga April, bahkan sudah memasuki bulan Mei, tidak pernah cair tanpa ada kejelasan.

“Kemana beras itu padahal itu sudah hak masyarakat, kemana Pemkab dalam hal ini Bagian Perekonomian kok membiarkan kondisi ini terjadi,” teriaknya.

Jangan-jangan, kata Iklal, Pemkab memang sengaja mengulur-ulur waktu tentang distribusi rastra tersebut semata-mata untuk mendapatkan keuntungan. Dengan cara penebusan diropel selama empat bulan atau bahkan lima bulan sehingga yang turun ke masyarakat bisa hanya satu bulan.

“Kalau nanti kualitasnya jelek, lagi-lagi rakyat miskin yang menjadi korban, Kalau diropel (ditebus sekaligus), apakah Pemkab akan menjamin kualitas beras yang ada di gudang bulog bagus,” tandasnya.

Iklal menuding Pemkab tidak serius dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. Sebab, persoalan rastra yang menyangkut hajat orang miskin diabaikan.

Sementara Kabag Perekonomian Pemkab Pamekasan, Basri Yulianto menegaskan, keterlambatan distribusi rastra itu lantaran peraturan, petunjuk pelaksanaan (juklak) maupun petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat baru turun. Sehingga dirinya tidak serta merta langsung mendistribusikan Rastra, khawatir salah sasaran.

“Akhir Februari itu hanya pagu rastra saja yang turun, sementara DPM (Daftar Penerima Manfaat), juklak dan juknisnya baru turun April. Jadi, tidak bisa langsung dicairkan, ” jawabnya di depan pendemo.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Bupati Pamekasan Dukung Polisi Tertibkan Pengendara tak Patuh Rambu Lalin

Pamekasan, 9/7 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Achmad Syafii, mendukung langkah kepolisian untuk menertibkan pengendara yang tidak mematuhi rambu lalu lintas di jalan raya.

Hal itu disampaikan oleh orang nomor satu di lingkungan Penerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan usai mengikuti apel gelar pasukan dalam rangka operasi patuh semeru 2017 di Mapolres Pamekasan, jalan Stadion nomor 81.

“Kami pasti mendukung, siapapun yang tidak melengkapi persyaratan dalam berkendara langsung ditindak,” kata Syafii, Selasa (9/5/2017) usai apel.

Menurut Syafii, para pengendara harus mematuhi peraturan tersebut, karena awal dari kecelakaan berawal dari pelanggaran. apalagi saat ini mau menyambut bulan Ramadhan.

“Lengkapi kelengkapan diri seperti SIM, kendaraan standar atau safety riding-nya,” imbaunya.

Sementara Kapolres Pamekasan, AKBP Nowo Hadi Nogroho mengatakan, operasi patuh semeru 2017 itu akan dilakukan diberbagai titik, sesuai dengan kebutuhan tim.

“Untuk penempatan operasi ini di seluruh Kabupaten Pamekasan, tinggal mengatur titik-titiknya dan kebutuhan,” katanya singkat.

Pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2017 serentak digelar oleh seluruh jajaran polisi di Jawa Timur selama 14 hari ke depan, mulai hari ini Selasa (9/5/2017) hingga Senin (22/5/2017) mendatang.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Kodim 0826 Pamekasan Kedatangan Pusterad

Pamekasan, 9/5 (Media Madura) – Markas komando distrik militer (Kodim) 0826 Pamekasan, Madura, Jawa Timur kedatangan pejabat dari Pusat teritorial Angkatan Darat (Pusterad), Selasa (9/5/2017).

Kedatangan tentara berpangkat jendral itu mengisi asistensi teknis penyelenggaraan bakti TNI Kodim 0826 Pamekasan, Korem 084 Bhaskara Jaya, Kodam V Brawijaya tahun ajaran 2017.

Dalam kesempatan itu, Wakil Komandan Pusterad Brigjend TNI Joko Warsito mengatakan, di Bumi Gerbang Salam tahun depan memasuki tahun politik, sehingga ia meminta agar anggotanya tetap di posisi netral.

“Sebentar lagi Jawa Timur Pilkada termasuk di Pamekasan, oleh karenanya saya meminta agar TNI netral,” katanya.

Selain itu, Joko mengimbau agar korp baju loreng itu juga menjaga keamanan saat pemilihan berlangsung.

“TNI harus membuat pelaksanaan yang aman dan kondusif,” pintanya.

Dalam kegiatan tersebut hadir beberapa perwakilan mahasiswa Madura, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KH Muid, Perwakilan Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama dan beberapa Organisasi Kemasyarakatan lain.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi