Sumenep, 9/5 (Media Madura) – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A Busyro Karim menanggapi santai soal banyaknya destinasi wisata yang ternyata belum memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

TDUP merupakan bukti tanda daftar yang wajib dimiliki oleh berbagai jenis usaha yang berkaitan dengan sektor pariwisata, seperti usaha jasa perjalanan wisata, dan penyediaan akomodasi.

Selain itu, jasa penyediaan makanan dan minuman, jasa pramuwisata, penyelenggaraan pertemuan, dan beberapa usaha lainnya termasuk kawasan destinasi wisata.

“Yang pertama, kita sepakati dulu bahwa Visit Year 2018 adalah awal dari program menggalakkan pariwisata di Sumenep, Lombok saja butuh bertahun-tahun untuk seperti sekarang ini,” jawab Busyro, Selasa (9/5/2017).

Sehingga kata Busyro, pihaknya masih proses membenahi segala sesuatu yang berkaitan dengan pariwisata, termasuk kelengakapan administrasi seperti TDUP. 

“Yang pasti semua masukan kita tampung, dan semua proses persiapan juga kita jalani, segala sesuatu kan butuh waktu,” tukasnya singkat. 

Seperti diberitakan, sejumlah wisata di Sumenep, termasuk destinasi unggulan pemerintah ternyata belum mengantongi TDUP, seperti Gili Labak dan wisata kesehatan Giliyang. 

Sejauh ini, baru satu tempat wisata yang yang sudah punya TDUP, mulai mengurus, yaitu Bukit Tinggi yang dikeloa swasta dan Pantai Sembilan, yang informasinya pantai tersebut akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan