Pamekasan, 8/5 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera mencurahkan kekecewaannya saat timnya bermain imbang kontra Perseru Serui. Dia menegaskan akan melakukan evaluasi pada timnya.

Laskar Sape Kerrab sempat terlihat bakal meraih poin penuh di kandangnya sendiri, Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Senin (8/5/2017) malam. Madura United unggul lebih dulu lewat gol Peter Odemwingie sebelum dibalas Mariando Dio Unok Uropmabin.

“Kita akan bicara, kita akan evaluasi lagi. Tapi yang nomor satu, masyarakat Madura suka pemain yang fight,” kata Gomes.

Pelatih asal Brasil itu menganggap, upaya Perseru Serui untuk merusak permainan anak asuhnya cukup sukses. Meski hal itu dilakukan secara negatif.

“Mereka (pemain Perseru.red) sering jatuh tanpa alasan. Bikin pemain kita emosional,” sesalnya.

Harusnya, Fabiano Beltrame dkk. tidak terpancing ulah pemain lawan di lapangan. Akibatnya, sejumlah peluang gagal berbuah gol lantaran timnya kurang sabar dalam penyelesaian akhir.

“Kita tidak pernah berhenti berjuang untuk mencetak gol. Pemain Madura United seharusnya lebih sabar finishing touch,” ucap Gomes.

Tercatat, dua kali Madura United gagal mendapat hasil maksimal saat tampil di markas sendiri. Hal itu diakui sendiri oleh Gomes.

“Dua kali kita gagal memberikan kemenangan untuk masyarakat Madura. Terutama Pamekasan. Dan, dua pertandingan di kandang belum mendapat sentuhan untuk mencetak gol lebih banyak. Jadi kita harus lihat ke depan lagi,” tuturnya.

Kendati tidak meraih hasil maksimal, semangat tim besutannya diminta tidak surut. Tetap kerja keras dan berjuang di setiap laga. Sebab, baginya hal itu menjadi poin plus menatap kompetisi yang masih panjang.

“Pemain Madura United punya fight dan spirit bagus, yang tidak boleh hilang, apalagi kompetisi masih panjang,” tandas Gomes.

Selanjutnya, Madura United akan bertandang ke markas Arema FC pada pekan keenam Liga 1, pada 14 Mei mendatang.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan