Pamekasan, 9/5 (Media Madura) – Komisi I, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) menemukan tower atau menara telekomonikasi tidak membayar pajak.

Tower telekomonikasi itu berada di jalan Bahagia, tepatnya di selatan Panti Asuhan Muhammadiyah, Ismail Ketua Komisi I mengatakan, tower tersebut diketahui sudah sekitar lima tahun tidak menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemkab.

“Tower ini sejak tahun 2012 tidak sama sekali bayar pajak, ini bukti kebobrokan pengusaha provieder,” tegasnya, Selasa (9/5/2017).

Oleh karena itu, mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan itu meminta, agar pihak-pihak terkait segera menyelesaikannya mengingat keberadaan itu sangat merugikan, bahkan pemilik tower itu tidak pernah bayar uang sewa pada pemilik lahan.

“Hari ini juga kami panggil dari perijinan biar ada kejelasan siapa yang bersalah, kalau memang tidak bayar pajak silahkan disegel,” tambah Ismail.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Perizinan, Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPMPTSP) Pamekasan, Sunarto mengatakan, perusahaan provieder tersebut memang sudah lama tidak bayar pajak, bahkan dirinya sudah mengirim surat peringatan (SP) satu hingga SP tiga.

“Pemiliknya sudah kami beri SP tiga, sementara saat ini masih dalam tahap koordinasi, kemarin sudah ada pertemuan awal,” katanya.

Adapun nominal pajak yang harus masuk pada Pemkab dihitung permeter, sehingga jika dinominalkan mencapai Rp 30 juta perbulan.

“Kalau tidak ada iktikad baik, kami akan buat pelajaran, paling tidak ditutup sementara,” tegas Narto sapaan akrabnya Sunarto.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan