Beranda blog Halaman 991

Hari Ini, Kapolda Jatim Silaturrahmi ke Kiai Sampang

Sampang, 10/5 (Media Madura) – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) Irjen Pol Machfud Arifin, hari ini pada Rabu (10/5/2017) sekitar pukul 13.30 WIB, tiba di Desa Gersempal Kecamatan Omben Kabupaten Sampang.

Kedatangan pimpinan tertinggi polisi di Jatim itu secara mendadak dalam rangka silaturrahmi bersama para ulama dan kiai. Turut hadir, Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono.

Pantuan di lapangan, pukul 13.18 WIB, Irjen Pol Machfud Arifin didampingi Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, naik helikopter Surya Air dengan nomor seri lambung PK-FGG dari Surabaya dan baru mendarat di halaman lapangan Desa Rapa Laok Omben.

Begitu turun dari helikopter, Kapolda bersama rombongan langsung menuju ke Ponpes Darul Ulum II AL-Wahidiyah Gersempal. Rencananya kegiatan yang berlangsung besok Kamis (11/5) itu dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo.

“Kita silaturahmi dari ponpes mau menggelar Haul Akbar, karena keterbatasan ini undangan banyak dalam waktu bersamaan sehingga menyempatkan hadir hari ini di sini (Gersempal),” kata Machfud Arifin didampingi Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar kepada wartawan, Rabu (10/5/2017).

Sebelum kedatangan Kapolda Jatim ke Sampang, jajaran keamanan dari Polres dan Kodim 0828 Sampang disiagakan di wilayah Kecamatan Omben.

“Ada 100 personel gabungan dari Polres dan Kodim untuk persiapan kedatangan Kapolda Jatim,” singkat Kabag Ops Polres Sampang Kompol Syaiful Anam.

Sementara itu, Sekjen Pengurus Pusat SITQON H Achmad Nuruddin Jc, menambahkan kegiatan di Ponpes Darul Ulum II Al-Wahidiyah Gersempal merupakan Haul Akbar Hadrotus Syekh KH Abd Wahid Khudzaifah dikemas dalam rangka Majlis Dzikir Masyayikh Thariqot Nagsyabandiyah Ahmadiyah Mudzhariyah Gersempal.

“Sekitar 15.000 ikhwan (jemaah) akan hadir di kegiatan ini untuk mempererat dan menyambung tali silaturahmi, diantaranya meliputi tapal kuda,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

31 JCH Sumenep Gagal Berangkat Tahun Ini

Sumenep, 10/5 (Media Madura) – Sebanyak 31 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dipastikan gagal berangkat haji tahun ini. Padahal mereka sudah ditetapkan masuk kuota haji tahun 2017.

Penyebabnya tiada lain, mereka tidak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sampai batas waktu yang ditetapkan yaitu tanggal 5 Mei 2017.

”Dari 513 orang yang masuk kuota, ada 31 JCH yang tidak berangkat tahun ini karena tidak melakukan pelunasan,” kata Kasi Haji dan Umroh Kemenag Sumenep Moh Rifai Hasyim saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (10/52017).

Kata Hasyim, dari informasi yang diterimanya, mereka tidak melunasi BPIH karena berbagai faktor, diantaranya karena ingin berangkat bersama keluarganya yang mendaftar belakangan, masalah ekonomi, dan ada pula yang meninggal dunia.

“Tapi tidak berarti mereka gagal, keberangkatan mereka hanya dan akan menjadi daftar tunggu tahun 2018 nanti,” paparnya.

Kemudian, mantan Kasi Pendma ini menerangkan, untuk JCH yang meninggal dunia, dipastikan tidak dapat digantikan kepada orang lain, termasuk istri atau anaknya.

”Karena mulai tahun ini tidak ada sistem pergantian jemaah calon haji. Kalau uangnya mau ditarik tidak apa-apa, dan jika mau digantikan pada yang lain harus daftar baru,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Madura United Tak Clean Sheet Lagi, Hermansyah Angkat Bicara

0

Pamekasan, 10 (Media Madura) – Madura United kebobolan satu gol saat bermain imbang 1-1 melawan Perseru Serui, Senin (8/5/2017) lalu. Sejauh ini gawang Laskar Sape Kerrab sudah kemasukan 5 gol hingga pekan kelima Liga 1.

Madura United hanya membukukan dua kali clean sheet. Saat menang 2-0 melawan Bali United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura, Minggu (16/4/2017), dan menang 1-0 kontra Persija Jakarta di Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (4/5/2017). Melawan Persela Lamongan, dan Mitra Kukar masing-masing kebobolan dua gol.

Dari empat penjaga gawang yang dimiliki Madura United musim ini, Herry Prasetyo selalu menjadi kiper utama pasukan Gomes De Oliviera di Liga 1. Sementara, Angga Saputra hanya dua kali main saat melawan Bali United, dan Persela Lamongan. Itu pun karena Herry Prasetyo absen cedera.

Kebobolan dengan jumlah 5 gol, tentu menjadi perhatian khusus Pelatih Kiper Madura United, Hermansyah. Selain lini belakang menjadi catatan, pertahanan paling terakhir yaitu kiper juga tidak luput dari sorotan.

Pelatih yang akrab disapa Jilpe atau Aseng itu berjanji bakal memberikan latihan ekstra kepada empat kipernya. Sebab, untuk menghasilkan kiper yang berkualitas butuh latihan yang keras.

“Karena tugas goal keeper (penjaga gawang) lebih berat bebannya,” katanya.

Hermasyah menilai, anak asuhnya masih sedikit bermasalah di lapangan. Utamanya ketika mendapat tekanan dari lawan. Kadang mereka kehilangan fokusnya. Untuk itu, fokus mereka harus segera dibenahi.

“Goal keeper konsentrasi harus lebih dari pemain lapangan. Sehingga fokus untuk melatih goal keeper penting sekali,” tutupnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Ilegal, WNA Asal Ukraina Ditangkap Imirasi Pamekasan

0

Pamekasan, 10/5 (Media Madura) – Empat Warga Negara Asing (WNA) berkewargaan Ukraina ditangkap petugas Imigrasi Kelas III Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (8/5/2017).

Kasi Lalintuskim Insarkom dan Wasdakim Imigrasi Pamekasan Redy Restuadi menjelaskan perihal penangkapan tersebut. Keempat WNA ditangkap di Desa Lobuk, kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep di salah satu perusaahan pengolahan batok kelapa.

“Penangkapannya itu dilakukan kemarin, kesalannya, waktu kita datangi, (keempat WNA itu) tidak bisa menunjukkan paspor,” kata Redy, Rabu (10/5/2017).

Kemudian, setelah mereka menunjukkan paspor, kata Redy, ternyata mereka tidak menggunakan visa kerja melainkan menggunakan bebas visa atau visa wisatawan.

“Ternyata ia punya paspor tapi ia menggunakan bebas visa bukan visa kerja,” terang pria asal Jakarta itu.

Saat ini keempat WNA tersebut tengah dilakukan pemeriksaan, untuk mengumpulkan bahan-bahan keterangan.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Pemkab Sumenep Kaget Peringkat Kemiskinan Duduki Urutan Buncit

Sumenep, 10/5 (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengaku kaget dengan peringkat kemiskinan Sumenep yang berada di urutan buncit.

Seperti diketahui, kemiskinan di Kabupaten paling timur Pulau Madura ini berada di nomor 35 dari 38 Kabupaten/ Kota se Jawa Timur. Bahkan pengangguran mencapai 20,49 persen.

“Aduh, saya kaget juga baru-baru ini ramai pemberitaan soal angka kemiskinan di Sumenep yang katanya ada di nomor 35,” ujar Sektetaris Daerah (Sekda) Sumenep, Hadi Soetarto, Rabu (10/5/2017).

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui indikator apa yang menyebabkan Sumenep berada di posisi yang memprihatinkan. 

“Katanya ada 14 indikator, tapi indikator yang mana yang anjlok kita belum tahu, sehingga menempatkan Sumenep di peringkat itu,” katanya heran. 

Oleh sebab itu, dia mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan mendesak untuk segera dicarikan indikator-indikator tersebut. 

“Kalau sudah diketahui, mungkin bisa kita intervensi dengan program-program, karena tahun-tahun sebelumnya tidak seperti ini,” tukasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Bupati Pamekasan Janji Tuntaskan PR di Sisa Kepeminpinannya

Pamekasan, 10/5 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Achmad Syafii berjanji akan menuntaskan dan memaksimalkan pekerjaan rumah (PR) di sisa kepemimpunannya.

Syafii mengakui, selama pasangan Achmad Syafii-Kholil Asyari (ASRI) memimpin, telah banyak melaksanakan berbagai program, di antaranya pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat kepada masyarakat Pamekasan.

“Tentunya masih ada kekurangan, namun di sisa kepemimpinan satu tahun ke depan ini, pembangunan yang belum terlaksana kita maksimalkan untuk dilaksanakan,” katanya, Rabu (10/5/2017).

Selama 4 tahun pemimpin, ada banyak prestasi yang disabet. Salah satunya program Intan Satu Saka (Inseminasi Buatan Satu Tahun Satu Kelahiran) di bawah naungan Dinas Peternakan.

“Program Intan Satu Saka kini sudah masuk 33 besar, dan akan mengikuti seleksi Internasional di Belanda. Program itu merupakan prestasi kita,” tambah Syafii.

“Semua prestasi itu kita persembahkan kepada masyarakat Pamekasan,” sambungnya.

Mantan Anggota DPR RI ini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya program selama empat tahun terakhir. Sehingga program yang dicanangkan berjalan sebagaimana mestinya.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Polisi Terlibat Kecelakaan Karambol Meninggal Dunia

0

Pamekasan, 10/5 (Media Madura) – Bripka Hasan Fauzi anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Galis, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pengendara Honda Kirana nopol X 2907-64, yang terlibat Kecelakaan krambol di Dusun Pacanan, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Rabu (10/5/2017) pagi sekitar pukul 06.00 WIB meninggal dunia.

Anggota korp berseragam coklat itu terlibat kecelakaan dengan mobil Daihatsu Ayla bernomor Polisi (Nopol) L 1989 FQ yang dikemudikan oleh Al Fakhrudin warga Griya Kebraon Utama Surabaya, sementara istrinya harus dirujuk dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martodirdjo.

“Hasan yang juga anggota Polsek Galis itu meninggal dunia di RSUD,” kata Anggota Polsek Larangan, Bripka Riskiawan.

Sementara korban yang lain, Suparni warga Desa Nyalabu Laok, pengendara motor Honda Supra X nopol M 3878 BG, juga dirujuk ke RSUD dr Slamet Martodirdjo, karena mengalami patah kaki kiri dan giginya rontok.

“Kedua motor ringsek. Sementara mobilnya juga rusak berat,” ucap Riski.

Adapun penyebab kecelakaan tersebut kata saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) karena ada mobil carry terlalu kanan dari arah barat, sementara Daihatsu Ayla bernomor Polisi L 1989 FQ yang di kemudikan Al Fakhrudin warga Griya Kebraon Utama Surabaya, melaju dari arah timur banting setir dan menabrak dua pengendara motor tersebut.

“Mobilnya dari salah satu perusahaan media cetak menurut pengakuan sopirnya,” kata Supriadi Anggota Koramil Larangan.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Desa Omben Terancam Tak Ikut Pilkades Serentak

Sampang, 10/5 (Media Madura) – Seminggu sebelum pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 16 Mei mendatang, tahapan Pilkades di Desa Omben, Kecamatan Omben, menjadi polemic. Bahkan terancam tidak ikut memeriahkan pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

Sehingga, kemarin (9/5) bertempat di aula tim anggaran Pemkab Sampang, tim pilkades Kabupaten melakukan ultimatum kepada pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk melanjutkan tahapan pilkades di Desa Omben.

”Kami hadirkan BPD, karena BPD mempunyai porsi untuk mengontrol P2KD,” ucap Kasi Aparatur Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sampang, AK Zaifullah usai menggelar rapat.

Pria yang akrab disapa Ipung itu menambahkan, pihak pemkab dengan tegas akan melakukan pemecatan kepada BPD maupun P2KD manakala tidak mau bekerja sebagai porsinya. Bahkan, dinilai menghambat dalam tahapan pilkades.

Kata Ipung, dari hasil rapat menyatakan bahwa pihak BPD meminta waktu sehari untuk melakukan konsolidasi kepada anggotanya dan kepada P2KD untuk melanjutkan tahapan pilkades.

”Nantinya BPD maupun P2KD yang tidak mau bekerja akan dipecat. Kemudian BPD yang mau bekerja membentuk P2KD yang baru (PAW),” tegasnya.

Terjadinya penundaan tahapan pilkades di desa itu karena adanya sebagian aspirasi masyarakat untuk menggantikan salah satu bacakades atas nama Ahmad Rifa’i Azis yang meninggal dunia. Namun hal itu tidak ada dalam aturan yang membolehkan.

”Tetap akan digelar, karena tahapan pilkades saat ini hanya tinggal selangkah lagi yakni penetapan Daftar pemilih sementara (DPS) menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT),” tandasnya.

Untuk diketahui, bakacalon yang ditetapkan sebelumnya yaitu berjumlah tiga orang diantaranya Ahmad Rifa’i Azis, Bahruddin dan Moh Romli. Karena Ahmad Rifa’i azis meninggal dunia, atas kesepakatan Panitia Pelaksana Pemilihan Kepala Desa (P2KD) setempat kemudian dilakukan penundaan.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Laka Maut di Sumenep, Guru Sukwan Tewas di TKP

0

Sumenep, 10/5 (Media Madura) – Seorang Guru sukwan tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah terlibat kecelakaan terjadi di jalan Desa Lalangon, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (10/5/2017) sekitar pukul 07.00 WIB.

Kecelakan hanya melibatkan dua orang, yaitu Mahrus (24), seorang guru sukwan asal Desa Banasare Kecamatan Rubaru dan Maulidi Wira Kusuma (27), seorang pegawai BPRS asal Desa Manding Daya Kecamatan Manding.

Kejadian bermula saat Mahrus yang mengendarai Honda Revo Nopol M 6235 VT melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan tinggi.

Namun saat mendahului Revo lain yang tidak diketahui pengendaranya, Mahrus tersenggol dan jatuh ke jalan sisi timur, dan saat bersamaan dari arah berlawanan muncul Vario bernopol M 4285 WC yang kendarai Maulidi.

“Karena cuaca lagi gerimis dan jalan agak licin, Maulidi kehilangan kendali dan menabrak Mahrus yang sudah dalam keadaan terjatuh,” terang Kabag. Humas Polres Sumenep, AKP. Suwardi, Rabu (10/5/2017).

Alhasil, cerita Suwardi, Mahrus langsung meninggal dunia ditempat kejadian dan tidak sempat dilarikan ke rumah sakit setelah dihantam sepeda motor milik Maulidi.

“Segala barang bukti di TKP sudah kami amankan, dan korban juga sudah kami evakuasi. Selanjutnya kami akan gelar olah TKP untuk mengidentifikasi kronologis sebenarnya,” tandas Suwardi. 

Penulis : Rosy
Editor : Arif

Kecelakaan Karambol Libatkan Anggota Polri

0

Pamekasan, 10/5 (Media Madura) – Kecelakaan karambol yang terjadi di Dusun Pacanan, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (10/5/2017) sekitar pukul 06.00 WIB itu, melibatkan anggota kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Dia adalah, Hasan Fauzi, warga Desa Montok, Larangan, berstatus anggota Polsek Galis, Pamekasan mengendarai kendaraan dinas jenis Honda Kirana nopol X 2907-64 beserta istrinya Siti Maimunah. Hasan mengalami patah tulang kaki.

Sementara satu korban lainnya bernama Suparni warga Desa Nyalabu Laok, ia mengendarai motor Honda Supra X 125 bernopol M 3878 BG, ia mengalami patah kaki kiri dan sebagian giginya rontok.

Diduga penyebab kecelakaan tersebut kata saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), karena ada mobil carry terlalu ke kanan dari arah barat, sementara Daihatsu Ayla bernomor Polisi L 1989 FQ yang dikemudikan Al Fakhrudin warga Griya Kebraon Utama Surabaya, melaju dari arah timur banting setir dan menabrak dua pengendara motor sekaligus.

“Mobilnya dari salah satu perusahaan media cetak menurut pengakuan sopirnya,” kata Supriadi, anggota Koramil Larangan, kepada mediamadura.com, Rabu (10/5/2017).

Sementara petugas dari kepolisian resor (Polres) Pamekasan Unit Laka Lantas sedang melakukan olah tempat kejadian perkara. Termasuk menghitung kerugian materi.

“Tidak ada korban jiwa, sementara Korban saat ini sudah dilarikan ke puskesmas Talang,” kata kanit Laka Lantas Polres Pamekasan, Ipda Tamzil Efendi.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol