Pamekasan, 9/5 (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur didemo oleh belasan warga Selasa (9/5/2017) siang, lantaran Beras Sejahtera (Rastra) sudah empat bulan ngendon alias tidak dicairkan.

Salah satu orator aksi, Iklal menyampaikan, rastra yang menjadi hak warga miskin terhitung sejak bulan Januari hingga April, bahkan sudah memasuki bulan Mei, tidak pernah cair tanpa ada kejelasan.

“Kemana beras itu padahal itu sudah hak masyarakat, kemana Pemkab dalam hal ini Bagian Perekonomian kok membiarkan kondisi ini terjadi,” teriaknya.

Jangan-jangan, kata Iklal, Pemkab memang sengaja mengulur-ulur waktu tentang distribusi rastra tersebut semata-mata untuk mendapatkan keuntungan. Dengan cara penebusan diropel selama empat bulan atau bahkan lima bulan sehingga yang turun ke masyarakat bisa hanya satu bulan.

“Kalau nanti kualitasnya jelek, lagi-lagi rakyat miskin yang menjadi korban, Kalau diropel (ditebus sekaligus), apakah Pemkab akan menjamin kualitas beras yang ada di gudang bulog bagus,” tandasnya.

Iklal menuding Pemkab tidak serius dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. Sebab, persoalan rastra yang menyangkut hajat orang miskin diabaikan.

Sementara Kabag Perekonomian Pemkab Pamekasan, Basri Yulianto menegaskan, keterlambatan distribusi rastra itu lantaran peraturan, petunjuk pelaksanaan (juklak) maupun petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat baru turun. Sehingga dirinya tidak serta merta langsung mendistribusikan Rastra, khawatir salah sasaran.

“Akhir Februari itu hanya pagu rastra saja yang turun, sementara DPM (Daftar Penerima Manfaat), juklak dan juknisnya baru turun April. Jadi, tidak bisa langsung dicairkan, ” jawabnya di depan pendemo.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan