Beranda blog Halaman 986

Rawan Konflik, Polres Sampang Siapkan 2.320 Personel Pengamanan Pilkades

0

Sampang, 15/5 (Media Madura) – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang II di 31 Desa di Kabupaten Sampang yang akan digelar pada Selasa 16 Mei besok, aparat gabungan melakukan apel gelar pasukan di lapangan Wijaya Kusuma, Senin (15/5/2017) pukul 14.30 WIB.

Untuk pengamanan Pilkades, Polres Sampang menyiapkan sebanyak 2.320 personel gabungan, diantaranya melibatkan 1.870 anggota Polri dan 450 anggota TNI.

Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono saat menjadi inspektur upacara gelar pasukan mengatakan, pemilihan Pilkades serentak tersebut berpotensi menimbulkan berbagai ancaman dan kerawanan. Sehingga hal itu perlu mendapatkan perhatian dan atisipasi bersama.

“Tapi alhamdulilah melihat kesiapan pengamanan ini yakin pelaksanaan pilkades akan berjalan aman dan terkendali. Yang dianggap rawan seperti di kawasan Birem Kedungdung, Ragung Pangarengan, Bire Timur Sokobanah, dan Omben,” kata Fadhilah.

Dia menuturkan, potensi kerawanan dalam pelaksanaan Pilkades itu dikarenakan sebelumnya telah terjadi tarik menarik kepentingan hingga terjadi permainan perjudian. Bahkan, saat ini pengamanan pilkades lebih ditingkatkan karena mengacu pada pengalaman kerawanan pilkades pada gelombang pertama. Sehingga tiap TPS nanti diterjunkan 2 kompi pengamanan.

“Karena pengalaman pilkades kemarin, makanya lebih ditingkatkan pengamanan agar tidak kecolongan lagi,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar melalui Kabag Ops Kompol Syaiful Anam, menambahkan dari 2.320 personel pengamanan akan tersebar di 31 Desa di 11 Kecamatan Kabupaten Sampang.

Selain itu, pihaknya sudah memetakan titik kerawanan desa mulai dari rawan dengan 11 Desa, sangat rawan ada 11 Desa, dan aman ada 9 Desa. Penempatan pengamanan untuk kategori Desa aman ada 10 polisi, Desa rawan dengan 30 polisi, dan Desa sangat rawan diterjunkan 45 polisi.

“Kita melihat klasifikasi kerawanan desa itu akan menerjunkan 1 kompi Brimob Polda Jatim. Antisipasi perjudian di pilkades, kami juga sudah membentuk tim gabungan sebanyak 15 personel dari Polres Sampang,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Yuk, Tengok Posisi Klub Madura di Klasemen Sementara Liga 2

0

Sumenep, 15/5 (Media Madura) – Sudah empat pekan Liga 2 Indonesia bergulir sejak kick off 19 April lalu, semua klub peserta juga sudah merasakan panasnya pertandingan. 

Dari pertandingan tersebut, hasil masing-masing tim beragam, ada yang meraih hasil positif, ada yang negatif, ada pula yang tampil biasa dengan sederet hasil seri.

Lalu, bagaimana dengan tim-tim asal Pulau Madura? Bagaimana hasil pertandingannya? Dan dimana posisi tim pulau garam di klasemen sementara? 

Seperti yang sudah diketahui, ada tiga klub asal Madura yang kini berkiprah di kasta kedua Liga Indonesia, yaitu Persepam Madura Utama (PMU), Perssu Real Madura dan tim pendatang baru Madura FC. 

– Persepam MU

Tergabung di grup 5, Persepam MU sudah menjalani empat kali pertandingan, dari laga tersebut, Laskar Sape Ngamok hanya menang sekali, imbang sekali dan kalah dua kali.

Berkat hasil tersebut, PMU kini berada di urutan 7 klasemen sementara grup 5 dengan raihan 4 poin atau hanya berjarak satu garis dengan juru kunci yang ditempati PSBK Blitar.

Sedangkan diatas PMU, secara berurutan ada Persinga Ngawi, Persebaya Surabaya, Persatu Tuban, PSIM Yogjakarta, Martapura FC dan Madiun Putra memimpin klasemen. 

– Perssu Sumenep

Tim ini baru menjalani tiga kali laga, dan hasilnya terbilang cukup buruk, karena sudah mengalami dua kali kekalahan dan hanya satu kali meraih hasil seri sekali.

Alhasil, dengan hasil minus tersebut Perssu hanya mengantongi satu poin dan menghuni dasar klasemen sementara grup 6.

Diatasnya masing-masing ditempati PSBK Kota, Persida Sidoarjo, Persewangi Banyuwangi, Persik Kediri, Kalteng Putra dan PSMP Mojokerto di pucuk klasemen.

– Madura FC

Tim terakhir ini memiliki posisi lebih baik, meski kalah di pertandingan terakhir, Madura FC kini bertengger di runner up klasemen sementara grup 7 dengan 5 poin, hasil dari sekali menang, dua kali imbang dan satu kali kalah. 

Madura FC hanya diungguli Persekam Metro FC dengan raihan 6 poin, sedangkan tim dibawahnya masing-masing berurutan Persekap Pasuruan, Celebest FC, Semeru FC, PS Sumbawa dan PS Badung di dasar klasemen. 

Itulah posisi klub asal Madura di klasemen sementara masing-masing grup, namun itu masih hasil dari tiga dan empat laga, perjalanan kontestasi Liga 2 masih panjang, sehingga hasil ini belum dapat dijadikan gambaran klasemen akhir. 

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

DPRD Sampang Resmi Usulkan Pemberhentian Bupati A Fannan Hasib

Sampang, 15/5 (Media Madura) – Rapat Paripurna DPRD Sampang untuk pengambilan keputusan usulan pemberhentian Bupati Sampang KH A Fannan Hasib, resmi digelar pada Senin (15/5/2017) pukul 11.25 WIB.

Kini, DPRD mengusulkan pemberhentian A Fannan Hasib yang berhalangan tetap atau meninggal dunia itu kepada Kementerian Dalam Negeri melalui Gubernur Jawa Timur.

Berdasarkan laporan Sekwan DPRD Sampang, rapat paripurna acara pengumuman pengusulan pemberhentian Bupati Sampang dan pengangkatan wakil bupati menjadi bupati tersebut dihadiri sebanyak 28 anggota dari 45 anggota.

“Ada 28 anggota dewan hadir rapat paripurna dan tidak hadir ada 17 anggota, sesuai tata tertib dewan maka rapat memenuhi kourum,” jelas Plt Sekwan DPRD Sampang Rachim Mawardi saat membacakan laporan.

Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah, mengatakan usai menggelar rapat paripurna tersebut saat ini dewan masih menunggu surat keputusan dari Kemendagri melalui Gubernur Jatim.

“Kita rapatkan dulu pengumuman pengusulan pemberhentian Bupati ini setelah itu kita tunggu ditindaklanjut kepada Kemendagri,” katanya.

Imam menyampaikan, keputusan DPRD pemberhentian Bupati sesuai amanah UU Nomor 23 Tahun 2014 dan usulan Wakil Bupati menjadi Bupati UU Nomor 10 Tahun 2016.

Sementara itu, Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono, mengaku pasrah dan menunggu keputusan Kemendagri melalui Gubernur Jatim terkait pengusulan pemberhentian bupati dan pengangkatan wakil bupati menjadi bupati.

“Saya hanya diam saja diusulkan seperti ini, terima apa adanya sebagai Plt,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Bupati Pamekasan Tinjau Pelaksanaan USN SD

Pamekasan, 15/5 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Achmad Syafii, meninjau palaksanaan Ujian Sekolah Nasional (USN), Senin (15/5/2017) pagi.

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan itu meninjau dua sekolah yakni Sekolah Dasar Negeri (SDN) Teja Barat I dan SDN Tlanakan.

“Kami hanya ingin mengetahui secara langsung pelaksanaan USN di beberapa sekolah,” kata Bupati Pamekasan, Achmad Syafii.

Mantan anggota DPR RI itu menambahkan, dalam pelaksanaan USN itu, berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun.

“Alhamdulillah tidak ada kendala apapun,” tambah Syafii.

Pada kesempatan itu, Syafii didampingi Komandan Kodim 0826 Pamekasan, Letkol Inv. Nuryanto, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Moch Tarsun dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Lukmanul Hakim.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tanggap Darurat Bencana Alam Diperpanjang

Pamekasan, 16/5 (Media Madura) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur memperpanjang masa tanggap darurat bencana alam, yang sebelumnya ditetapkan berakhir pada tanggal 30 April 2017.

Kepala BPBD Pemkab Pamekasan, Akmalul Firdaus menjelaskan, perpanjangan masa tanggap darurat dilakukan karena pada bulan Mei hingga Juni diperkirakan berpotensi masih turun hujan, mengingat cuaca saat ini masih belum stabil dan masih dimungkinkan terjadinya bencana.

“Untuk status tanggap darurat atau siaga darurat itu sudah berakhir 30 April, namun diperpanjang dua bulan,” katanya, Senin (15/5/2017).

Perpanjangan masa tanggap darurat atau siaga darurat bencana itu dengan adanya dasar prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Gesofisika (BMKG) Juanda Surabaya.

“Tanggap darurat bencana untuk wilayah Pamekasan ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya berbagai bencana sebagaimana yang terjadi selama ini,” tambah Firdaus.

Adapun bencana yang patut diwaspadai antara lain terjadinya longsor, banjir dan angin kencang dibeberapa kawasan rawan bencana. Seperti ambruknya tebing sungai dan jembatan di wilayah pantura, tepatnya di Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Menanti Kiprah Forwapar Sumenep

0

Sumenep, 15/5 (Media Madura) – Forum Wartawan Pariwisata Indonesia (Forwapar) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur resmi dikukuhkan, kemarin (14/5/2017) yang ditempatkan di Pantai Wisata Lombang. 

Sejumlah wartawan dari lintas media cetak, elektronik, televisi dan online tergabung didalamnya, mulai dari media berskala lokal hingga media nasional.

Pengukuhan sendiri digelar dengan cukup meriah, yaitu dengan menampilkan musik tradisional Saronen dan seni Pencak Silat khas masyarakat Sumenep.

“Dengan adanya Forwapar ini, kami ingin selangkah lebih maju dalam mempromosikan destinasi wisata Sumenep,” ungkap wartawan senior sekaligus penggagas terbentuknya Forwapar Sumenep, Moh. Rifa’i. 

Menurutnya, melalui wadah Forwapar, wartawan tidak hanya dapat berkontribusi lewat publikasi tulisan, tapi juga menjembatani kepentingan wisata pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. 

“Karena Forwapar terkoneksi langsung dengan Forwapar pusat yang berada dibawah Kementerian Pariwisata RI, maka wartawan yang tergabung dapat berbuat labih dari sekedar menulis,” tuturnya. 

Sehingga, dengan adanya Forwapar, Ketua PWI itu berharap, Forwapar akan semakin mempermudah jaringan dalam mempromosikan kekayaan-kekayaan wisata di Sumenep ke ranah Nasional bahkan Internasional. 

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi memberi apresiasi atas terbentuknya Forwapar di Sumenep, bahkan orang nomor dua di Sumenep berharap Forwapar bisa membantu Pemerintah Daerah dalam pengembangan potensi wisata.

Dia juga berharap, adanya Forwapar dapat mensukseskan program pemerintah daerah, yakni tahun kunjungan wisata atau Visit Sumenep Year 2018.

“Memang harus ada dukungan dari para insan pers dalam memajukan wisata di Sumenep, karena tanpa insan pers, Pemerintah Daerah seperti macan ompong. Akan tetapi, dengan adanya keterlibatan insan pers yang tergabung dalam Forwapar ini, maka saya yakin program Visit Sumenep Year’s 2018 akan sukses,” kata Fauzi usai mengukuhkan anggota Forwapar.

Lebih dari itu, pihaknya sangat terkesan dengan tempat yang dipilih sebagai lokasi pengukuhan, yaitu Pantai Wisata Lombang, Kecamatan Batang-batang.

Hal itu membuktikan jika insan pers yang tergabung di Forwapar benar-benar peduli dengan objek wisata yang ada di Sumenep, yang selama ini menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini bukti nyata, jika wartawan yang tergabung dalam Forwapar benar-benar peduli terhadap objek wisata,” pungkasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Sumenep Jadi Tuan Rumah Forum Silaturrahmi Keraton se Nusantara 2018

Sumenep, 15/5 (Media Madura) – Langkah Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur untuk membranding Sumenep sebagai daerah yang masih memiliki kraton bakal mendapat jalan mulus.

Pasalnya, Kabupaten paling timur Pulau Madura ini ditunjuk menjadi tuan rumah Forum Silaturrahmi Keraton se Nusantara (KSKN) pada tahun 2018 mendatang. 

Bupati Sumenep, A Busyro Karim juga sudah menyatakan kesiapannya didepan para Sultan dan Raja pada FSKN di Bandung kemarin.

“Alhamdulillah, setelah FSKN digelar di Bandung, maka tahun depan akan ditempatkan di Sumenep, kesiapannya kami juga sudah disampaikan Bapak Bupati diacara FSKN di Bandung,” kata Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Senin (15/5/2017).

Fauzi mengatakan, dengan menjadi tuan rumah FSKN, maka Sumenep semakin berpeluang mempromosikan program visit year 2018.

“Jika para Raja dan Sultan berkumpul di Sumenep, otomatis kita akan tunjukkan banyak hal, kita akan perlihatkan keyayaan Sumenep, tidak hanya sebatas kraton, tapi ada seni budaya dan yang lainnya,” ungkapnya. 

Untuk diketahui, FKSN merupakan kegiatan rutin sebagai ajang silaturrahni anatara para Raja dan Sultan se Nusantara. Terakhir, FSKN digelar di Bandung, Jawa Barat. 

Disana, salah satu kegiatannya berupa pawai seni budaya yang digelar di Jalan Asia-Afrika Kota Bandung, Sabtu (13/5/2017) siang.

Kegiatan tersebut sebagai bagian dari acara Musyawarah Agung Ke-III dan Festival Keraton Masyarakat Adat Asia Tenggara IV/2017 yang berlangsung sejak tanggal 12-14 Mei.

Sedikitnya, 250 peserta yang hadir dalam FSKN tersebut. Mereka para sultan dan raja dari Sumatera hingga Papua. 

Bahkan, karnaval tidak hanya melibatkan keraton atau kerajaan di Indonesia, tapi dari beberapa negara Asean, Asia, dan Afrika.

“Dengan menjadi tuan rumah FSKN, maka tak terbantahkan lagi bahwa Sumenep sebagai daerah yang masih memiliki Keraton di Jawa Timur,” pungkas Fauzi.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Paripurna Pemberhentian Bupati Sampang Digelar

Sampang, 15/5 (Media Madura) – Rapat Paripurna DPRD Sampang untuk pengambilan keputusan usulan pemberhentian Bupati Sampang KH A Fannan Hasib yang digelar, hari ini Senin (15/5/2017) mulai dipersiapkan.

Pantuan di lapangan, pukul 10.30 WIB beberapa pejabat OPD, Camat, serta anggota dewan mulai hadir di ruang Graha Paripurna DPRD Sampang.

Berdasarkan laporan Sekwan DPRD Sampang, yang rapat paripurna dewan akan dihadiri sebanyak 45 anggota DPRD Sampang. “Insaallah akan hadir semua dewan, tapi belum saya baca laporan selanjutnya,” singkat Plt Sekwan DPRD Sampang Rochim Mawardi, Senin.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Ngeri! Cekcok Masalah Hutang Piutang, Dua Warga Sumenep Terlibat Carok

0

Sumenep, 15/5 (Media Madura) – Suprak (48) dan Bunawi (45), warga Dusun Apal, Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Pulau Kengean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terlibat carok, Minggu (14/5/2017).

Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh polisi ke keduanya, peristiwa cekcok mulut dan berujung penganiayaan terjadi dipicu karena persoalan hutang piutang.

“Hasil pemeriksaan kami, penganiayaan itu terjadi karena persolan hutang piutang,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Senin (15/5/2017).

Suwardi menceritakan, peristiwa bermula pada hari Minggu, (14/5/2017) sekitar Pukul 12.00 WIB, tersangka datang ke rumah Suprak tujuannya untuk bicara empat mata. 

Namun, Bunawi hanya ditemui oleh Jatima (45), istri korban, karena saat itu Suprak sedang bepergian dan belum kembali.

“Istrinya bilang kalau suaminya sedang tidak ada alias bepergian. Tapi pelaku mengaku tetap akan menunggu hingga korban datang,” paparnya.

Baru sekitar Pukul 17.30 WIB Suprak tiba di rumahnya, saat itulah peristiwa penganiayaan kemudian terjadi setelah sesaat diawali cekcok mulut. 

“Pelaku diduga kalap dan langsung sabet korban dengan menggunakan parang. Akibatnya, korban mengalami luka bacok di bagian leher belakang,” jelasnya.

Lalu usai melakukan penganiayaan, pelaku langsung melarikan diri, sementara korban dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan medis.

“Untuk pelaku masih dalam pengejaran petugas, sementara korban masih dirawat di Puskesmas,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Begini Reaksi Presiden Madura United Soal Penalti Arema

0

Pamekasan, 15/5 (Media Madura) – Pertemuan antara Arema FC dengan Madura United selalu menyisakan persoalan. Terbaru, kepemimpinan wasit Asep Yandis disoroti.

Kubu Laskar Sape Kerrab kecewa dengan keputusan wasit Asep Yandis yang dinilai telah memberikan keuntungan untuk Singo Edan.

Madura United menilai wasit asal Karawan itu memberikan keuntungan untuk Arema dengan menghadiahi penalti. Sementara protes dari pemain Madura United sama sekali tak digubris.

Keunggulan Madura United pun menjadi percuma karena Arema mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Cristian Gomzales di menit ke-71 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (14/5/2018).

“Situasi di lapangan pertandingan malam ini kurang mengenakan. Memang banyak penafsiran dari keputusan wasit dalam memberikan hadiah penalti. Selamat, karena pertandingan bisa selesai,” kata Presiden Klub, Achsanul Qosasi yang hadir langsung ke Kanjuruhan, Minggu.

AQ sapaan akrabnya seolah membuka luka lama. Di mana kejadian serupa pernah terjadi di markas Singo Edan. Yakni, pada putaran kedua turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 lalu. Kini terjadi lagi untuk kali kedua di Kanjuruhan.

“Dan terjadi lagi begini. Madura United tidak boleh menang di stadion ini (Kanjuruhan.red). Selamat atas selesainya pertandingan ini,” ujarnya.

Laga sempat diwarnai mogok pemain. Sebab keputusan wasit yang menunjuk titik putih diprotes pemain Madura United. Penalti diberikan, karena wasit menganggap Peter Odemwingie sengaja melanggar bek Arema Arthur Cunha di babak kedua.

“Pemain terpaksa kami panggil untuk menenangkan suasana yang terlihat panas. Mereka harus ditenangkan agar bisa melanjutkan pertandingan,” tegasnya.

Di satu sisi, AQ bangga dengan semangat juang tim besutan Gomes De Oliviera. Utamanya, penampilan marquee player, Peter Osaze Odemwingie. Meski tidak mencetak gol, namun Odemwingie punya peran besar lahirnya gol Dane Milovanovic.

“Marquee player kedua tim yang bertanding tadi, sama-sama hebat dan menunjukkan kelasnya. Peter Odimwingie marquee player Madura United terus menunjukkan performa dengan sangat baik,” tandas AQ.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi