Beranda blog Halaman 985

Kedatangan Wisata Manca, Keraton Sumenep Suguhkan Tarian “Beto Cenneng”

0

Sumenep, 16/5 (Media Madura) – Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali kedatangan rombongan wisatawan manca negara, Selasa (16/5/2017). Ini merupakan yang keempat kalinya di tahun 2017 ini. 

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) Sumenep, total wisman sebanyak 130 orang, namun yang turun ke daratan hanya 30 orang. 

“Sedangkan seratus orang lainnya bertahan di kapal pesiar di Kalianget, mereka menikmati cuaca panas laut Madura,” kata Sofiyanto. 

Sejumlah destinasi rencananya akan dikunjungi oleh wisman dari beberapa negara yang mayoritas dari Belanda tersebut. 

“Rombongan yang turun (dari kapal pesiar) selain mengunjungi Keraton dan museum, rencananya akan ke Masjid Jamik, setelah itu kembali ke kapal dan akan ke Pantai Sembilan,” terangnya. 

Pantauan media ini, saat mengunjungi keraton, puluhan wisman langsung disambut dengan pengalungan selendang batik dan diiringi musik tradisional khas Sumenep. Selain itu, mereka juga disuguhi tarian “Beto Cenneng”.

Tarian Beto Cenneng merupakan salah satu tarian khas daerah Sumenep. Selain tarian Moang Sangkal yang kerap dipertunjukkan, Beto Cenneng pun beberapa kali dibuat suguhan hiburan saat wisata manca datang ke Sumenep.

Penulis: Rosy 
Editor: Ahmadi

Karo Ops Polda Jatim Pantau Pilkades Sampang

Sampang, 16/5 (Media Madura) – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 31 Desa Kabupaten Sampang yang digelar hari ini, Selasa (16/5/2017), mendapat pantuan langsung dari Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim).

Dalam pelaksanaannya, Karo Ops Polda Jatim Kombes Pol Heri Sitompul, ikut memantau jalannya pilkades secara serentak gelombang II. Pemantuan dilakukan untuk memastikan kondisi jalannya pilkades berlangsung aman dan lancar.

“Ya memang benar Karo Ops Polda Jatim Kombel Pol Heri Sitompul mantau pilkades serentak di Sampang,” ujar Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar dibalik telepon, Selasa.

Tofik menuturkan, Kombes Pol Heri Sitompul memantau dua wilayah yakni pilkades di Desa Gunung Maddah Kecamatan Kota Sampang dan Desa Birem Kecamatan Tambelangan. Lokasi tersebut hingga kini suasana masih relatif kondusif.

Sekedar diketahui, kedatangan Karo Ops Polda Jatim Kombes Pol Heri Sitompul ke Sampang dengan naik helikopter dan turun di lapangan Wijaya Kusuma pukul 07.00 WIB tadi pagi.

Ia langsung menuju memantau di Desa Gunung Maddah dengan didampingilangsung Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Resmi! Madura United Jamu PS TNI di SGB

0

Pamekasan, 16/5 (Media Madura) – Madura United resmi menjamu PS TNI dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Madura, Jawa Timur, pada Jumat (19/5/2017 mendatang.

Penggawa Laskar Sape Kerrab terpaksa harus pindah home base karena kandang mereka di Pamekasan, yakni Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) sedang dalam perbaikan.

Sementara terkait penggunaan SGB sendiri, manajemen Madura United sudah mendapat izin dari pemerintah kabupaten melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Bangkalan.

“Menindaklanjuti surat saudara tanggal, 10 Mei 2017 nomor O46/PT.PBMB/GTLI/V/2017, perihal surat peminjaman Stadion Gelora Bangkalan Kabupaten Bangkalan, pada prinsipnya kami tidak keberatan untuk dipergunakan pada pertandingan Madura United versus PS TNI,” tulis surat tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pamekasan akan menutup sementara aktivitas di SGRP. SGRP selama ini menjadi home base Madura United mengarungi Liga 1.

Perbaikan stadion berlangsung hingga 19 Mei, berupa perawatan dan pemeliharaan rumput top drissing dan levelling.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Sumenep Tempati Peringkat 5 Kunjungan Wisata di Jawa Timur

0

Sumenep, 16/5 (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur percaya diri geliat wisata di daerah setempat sudah kelihatan menusul didengungkannya program Visit Year 2018.

Bahkan Pemkab mengklaim, peringkat kunjungan wisata di Sumenep tahun ini sudah melesat ke posisi 5 dari 38 Kabupaten/ Kota di Jawa Timur. 

“Sekatang wisata Sumenep sudah diperhitungkan lho ya, di Jawa Timur kunjungan wisatad Sumenep sudah berada di peringkat lima,” klain Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Selasa (16/5/2018).

Menurut orang nomor dua di Sumenep ini, melesatnya jumlah kunjungan wisata tidak lepas dari potensi yang memang dimiliki Sumenep.

“Sumenep punya segalanya, wisata alam, wisata religi, wisata budaya dan wisata bahari, kita memiliki Keraton dan Asta Tinggi, Gili Labak, Gili Iyang dan yang lainnya,” ujarnya.

Saat ini, kata Fauzi, kunjungan wisata Sumenep hanya kalah ke Kota Surabaya diposisi teratas, lalu Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Banyuwangi.

“Nah, kedepan kita kita akan kejar nih posisi satu melalui Visit Sumenep Year 2018,” selorohnya. 

Sementara itu, berdasarkan data di Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora), wisatawan yang datang ke Sumenep pada 2015 sebanyak 626.338 orang, terdiri dari 626.921 wisatawan domistik dan 417 wisman.

Sedangkan pada tahun 2016 kemarin, data wisatawan mengalami kenaikan menjadi 855.946 orang, terdiri dari 854.614 wisatawan domestik dan 1.332 wisman.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Simak, Bakal Ada Operasi Petasan di Sumenep

Sumenep, 16/5 (Media Madura) – Operasi petasan akan gencar dilakukan Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjelang bulan Ramadhan hingga usai lebaran.

Tujuannya untuk mengantisipasi peredaran barang berbahaya tersebut yang biasanya marak beredar menjelang Ramadhan sampai dengan perayaan Idul Fitri.

“Perlu diketahui oleh masyarakat, bahwa petasan itu berbahaya dan dilarang, oleh karenanya kita akan adakan operasi petasan,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora melalui Kasubag Humas, AKP Suwardi.

Suwardi menjelaskan, operasi petasan akan digelar sejak menjelang Ramadhan di beberapa tempat yang disinyalir menjadi pusat pembuatan atau menjual petasan.

“Apabila diketahui dan terbukti, pembuat dan penjual petasan akan kami tindak, soal dipenjara atau tidak, bergantung bahan apa yang digunakan, karena ada kriteria khusus bahan yang dijadikan petasan melanggar peraturan,” jelasnya. 

Hasil inventarisasi pihaknya, wilayah yang terindikasi rawan peredaran petasan adalah di seputar Kecamatan Kota. Namun begitu, tidak menutup kemungkinan di wilayah kecamatan lain berpotensi sama.

“Maka dari itu, kami akan terus berkoordinasi dengan semua Polsek yang ada di Sumenep, agar intens melakukan pengawasan, kami tidak ingin petasan beredar bebas, karena jelas-jelas membahayakan terhadap keselamatan manusia,” terangnya.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan, agar masyarakat di wilayah hukum Sumenep tidak bermain-main dengan petasan yang berbahan peledak berbahaya, karna kalau terungkap akan berurusan dengan polisi. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Fadhilah Budiono Didatangi Warga Tambak Omben

Sampang, 15/5 (Media Madura) – Belasan warga dari Desa Tambak, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, malam ini pukul 21.00 WIB Senin (15/5/2017), mendatangi Rumah Dinas Pendopo Wakil Bupati Sampang di Jalan Trunojoyo.

Warga ingin bertemu langsung dengan Fadhilah Budiono untuk meminta agar pelaksanaan Pilkades serentak di Desa Tambak yang akan digelar pada Selasa (16/5/2017) besok ditunda.

“Kami ingin memberikan informasi kalau pelaksanaan pilkades di Desa Tambak dilakukan penundaan sampai menunggu putusan ingkrah di PTUN,” kata Bili kuasa hukum Mustoyib bakal calon kades yang dinyatakan gugur saat penyeleksian, Senin.

Bili menuturkan, Mustoyib saat ini tengah menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Surabaya terkait penyeleksian nama bakal calon kades tidak transparan alias cacat hukum.

Menuturnya, jika nantinya hasil gugatan tersebut ingkrah di PTUN, maka diminta pelaksanaan pilkades di Desa Tambak kembali diulang.

“Kita juga sudah memberikan bukti gugatan itu kepada Fadhilah Budiono,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono, mengaku tetap akan melaksanakan pelaksanaan pilkades serentak. Hal itu disebabkan sudah sesuai jadwal dan ketetapan pemerintah.

“Dengan apapaun alasannya pelaksanaan pilkades tetap harus digelar besok, silahkan proses hukum tetap laksanakan,” ujar Fadhilah di hadapan warga.

Diketahui sebelumnya, dalam aturannya jika terdapat 7 nama balon kades maka 2 diantaranya dinyatakan gugur dan tersisa 5 nama balon kades. Dua nama itu nampaknya menimpa kepada putra Desa Tambak yakni Mustoyib tak lain balon kades pertahana, serta Abd Malik.

Berikut urutan dan hasil uji tes ke-7 balon Kades. Ahmad Nuryadi (Yayan) dengan skor 63,27; Fathurrozi skor 56,50; Ali Mustofa 53,30; Moh Faruq skor 49,23; Alan Kaisan 48,70; Mustoyib 38,72; Abd Malik 37,05.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Berdalih

0

Oleh : Esa Arif As

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, berdalih berarti mencari-cari alasan untuk membenarkan suatu perbuatan. Sering kita jumpai orang-orang yang biasa berdalih terhadap setiap tindakannya, tak terkecuali para petinggi di negeri ini yang mengumbar dalih, bahkan dalihnya tidak sahih dan justru menunjukkan ketidak pintarannya.

Berdalih barangkali telah menjadi naluri setiap insan, tetapi yang membedakan adalah kualitas dalihnya, apakah bermuara pada keilmuan dan kejujuran atau bersumbu pada kebohongan dan ketamakan kekuasaan. Celakanya dalam kehidupan sosial berbangsa dan bernegara kita, telah dikuasai oleh pendalih yang ulung, yang mampu menyamarkan antara dalih yang haq dan yang batil. Kondisi ini memaksa kita untuk menjadi individu yang cerdas, alim dalam hal dalih, sehingga dengan mudah mengidentifikasi arah dan tujuan sebuah dalih.

Maling yang kedapatan mencuri akan berdalih hanya meminjam. Tetapi yang perlu dipahami adalah motivasinya, latar belakang dan fakta-fakta tentang pencuri ini, sehingga kita tidak perlu mendengarkan dalihnya untuk mengetahui apakah ia mencuri atau hanya meminjam. Demikian juga dengan pejabat negara yang membuat kebijakan salah dan menyengsarakan rakyat, tetapi justru dalihnya untuk kesejahteraan rakyat. Maka rakyat perlu memandang dalih itu secara komprehensif dan dalam konteks yang ilmiah.

Di masa kejayaan Majapahit dibawah pimpinan Sri Rajasa Jayawardhana atau Raden Wijaya, Ronggolawe yang merupakan tokoh penting di balik berdirinya kerajaan terbesar di Nusantara ini, justru dibunuh oleh sahabatnya sendiri Kebo Anabrang atas perintah raja, dengan dalih putera Arya Wiraraja ini memberontak, padahal Ronggolawe pernah berperang bersama, berjuangan bersama dengan Raden Wijaya. Hingga saat ini dalih pembunuhan terhadap Ronggolawe ini masih sangat kontroversial dan debatable. Untuk menguliti kebenaran sejarah tentang dalih pemberontakan pahlawan bagi masyarakat Tuban ini, membutuhkan pisau analisa yang tajam, meminjam kata Feni Rose, setajam silet.

Demikian pula pada dalih konflik yang baru-baru ini terjadi di Indonesia yang melibatkan petinggi negara, ormas-ormas Islam, tokoh-tokoh kelas wahid di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja ini. Konflik ini telah mengahbiskan hampir seluruh energi bangsa dan mendapat sorotan dari bangsa lain, yakni kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Cahya Purnama atau Ahok. Dalam kasus ini kita bisa melihat dalih-dalih berserakan di lorong-lorong gelap pemikiran yang absurd, lantaran hukum telah bercampur politik dan dicemari isu sara, sehingga menjadi fenomena sosial yang serupa gado-gado. Pada teorinya, gado-gado yang dimakan dalam kondisi panas dan pedas akan menghasilkan keringat dan air mata di saat yang bersamaan.

Dalam konflik ini, sejak awal, seharusnya negara tampil perkasa dan bijaksana, berdiri di singgasana kemegahan wewenangnya yang kerajaannya melindungi setiap golongan, mengarahkan dalih-dalih yang liar agar berputar pada porosnya dan bersikap adil. Tetapi justru yang terjadi negara seolah tak punya kuasa, anak-anak bangsa seolah dibiarkan bertikai seperti tak punya ayah yang bisa menjadi juru damai. Bangsa ini telah babak belur dan mengalami luka cukup parah yang penyembuhannya membutuhkan waktu yang cukup panjang, sementara mereka yang mengadu domba dan dalang yang menciptakan konflik ini tertawa lepas. Kita telah kehilangan sosok pemimpin yang negarawan. Kenegarawanan kita permata yang hilang (Sam Abede Pareno, 2016).

72 tahun bangsa Indonesia merdeka dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan landasan Undang-Undang dasar 1945 dan Pancasila sebagai Ideologinya. Jika begitu, untuk apa bertikai lalu mencari dalih-dalih yang justru menggiring Peradaban Bangsa ini menuju kemunduran.

* Penulis adalah pemerhati sosial.

Asep Berlian Kecewakan Wasit yang ‘Berat Sebelah’ pada Arema

0

Pamekasan, 15/5 (Media Madura) – Hasil imbang kontra Arema FC belum sepenuhnya bisa dienyahkan dari ingatan pemain Madura United. Buktinya, gelandang mereka, Asep Berlian mengaku kecewa berat dengan kinerja wasit.

Pemain asal Bogor ini menyebut hasil tersebut tak adil karena dipengaruhi oleh kepemimpinan wasit yang terkesan berat sebelah.

Madura United gagal menang gara-gara sebuah penalti kontroversial. Penalti tersebut juga mengacaukan segalanya dalam pertandingan yang bergulir di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (14/5/2017) kemarin.

Penalti tersebut diberikan oleh wasit Asep Yandis karena menilai Peter Odemwinhgie melanggar Arthur Cunha di kotak terlarang. Padahal, dalam tayangan ulang Arthur Cunha mengganggu pergerakan Odemwingie yang coba lakukan clearance. Aksi Arthur dinilai berbau diving.

Untuk mendapatkan keadilan, Fabiano Beltrame dan kawan-kawan melakukan protes keras, menganggap itu bukan sebuah pelanggaran yang harus berbuah penalti bagi Arema. Namun, wasit tak menghiraukan.

“Cukup kecewa dengan keputusan wasit,” kata Asep yang dijuluki ‘Gattoso’ Madura United itu.

Bahkan, Asep menegaskan, jika penalti itu tak harusnya terjadi. “Tapi apa boleh buat, kita hanya dapat satu poin,” imbuhnya bernada kesal.

Asep mengaku sangat bangga dengan perjuangan rekan setimnya, walaupun hasil akhir harus berbagi poin dengan Singo Edan setelah 90 menit bermain imbang 1-1.

“Kita tetap bersyukur dengan apa yang kita raih sekarang. Kita semua sudah bekerja keras di lapangan,” tandas Asep.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Warga Sebut Ada Bisnis Prostitusi di Pamekasan Wilayah Utara

0

Pamekasan, 15/5 (Media Madura) – Zaimul Arifin (28) warga Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyatakan ada bisnis prostitusi di daerahnya. Atau wilayah Pamekasan bagian pantai utara (Pantura).

Aktifis pemerhati sosial dan lingkungan itu menyatakan bahwa tempat bisnis esek–esek tersebut sampai sekarang keberadaannya sangat meresahkan sekitar, apalagi menjelang Ramadan.

“Saya sangat prihatin melihat kondisi sosial masyarakat, moral masyarakat pantura mengalami kemerosotan. Salah satu penyebabnya yaitu keberadaan tempat prostitusi,” katanya, Senin (15/5/2017).

Tempat perbuatan terlarang itu, tambah Zaim, kesohor sejak puluhan tahun yang lalu. Akan tetapi tetap bertahan meskipun beberapa kali dilakukan pembubaran, pembongkaran, bahkan pembakaran oleh warga.

”Kami berhasil menginvestigasi, semuanya ada empat, dua tempat di wilayah utara Pamekasan sisanya di kabupaten tetangga yaitu wilayah utara Sumenep,” terangnya.

Menurutnya, para pria hidung belang yang kerap meluapkan nafsunya di lokalisasi wilayah pantura itu adalah sopir truk, kuli bangunan dan kuli batu. Perempuan yang bekerja di lokalisasi rata–rata dari luar Madura.

”Harganya terjangkau. Ada yang tidak sampai seratus ribu,” beber Zaim.

Selama ini, ujar dia, lokalisasi dimaksud sulit terjaring razia aparat penegak hukum. Ia khawatir tempat itu dilindungi oknum aparat penegak hukum dan blater.

”Saya berharap polisi bergerak dan melakukan tindakan karena prostitusi meresahkan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

DPRD Pamekasan Gelar Paripurna Rekomendasi Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun 2016

Pamekasan, 15/5 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan menggelar rapat paripurna istimewa, tentang penyelenggaraan rekomendasi atas penyelenggaraan pemerintah daerah tahun 2016.

Ketua DPRD Pamekasan, Halili mengatakan, dalam rapat paripurna tersebut DPRD memberikan rekomendasi dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintah daerah tahun 2016, sebagai bentuk evaluasi terhadap beberapa Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) selama tahun 2016.

“Paripurna istimewa ini juga sebagai bahan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintah dan program kerja pemerintah daerah pada tahun selanjutnya,” katanya usai memimpin rapat, Senin (15/5/2017) siang.

Setelah diparipurnakan, tambah politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, penyerahan keputusan DPRD tentang rekomendasi DPRD terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2016 yang sudah tertulis itu diserahkan pada pimpinan daerah yakni Bupati Pamekasan Achmad Syafii.

“Rekomendasi secara tertulis langsung diserahkan pada Pak Bupati, biar dikaji dan disampaikan pada anak buahnya,” tambah Halili.

Paripurna tersebut merupakan tindak lanjut rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ), yang diatur dalam peraturan pemerintah (PP) nomor 3 tahun 2007, salah satu isinya bupati diwajibkan menyampaikan LKPJ, dan harus diserahkan kepada DPRD paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir. Kemudian berkas LKPJ tersebut dibahas di tingkat internal Komisi, Fraksi, dan kembali diparipurnakan dengan paripurna pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap LKPJ.

“Setelah tahapan itu kami lakukan maka kembali digelar paripurna jawaban bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi,” urai Halili.

Setelah jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi-fraksi diparipurnakan, maka digelar rapat konsultasi pimpinan DPRD dengan fraksi-fraksi, yaitu merumuskan rekomendasi kepada bupati untuk perbaikan pelaksanaan pemerintahan kedepan.

“Terakhir sekarang yaitu paripurna istimewa pembacaan sekaligus penyampaian rekomendasi kepada bupati tentang perbaikan penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun selanjutnya,” tutup Halili.

Reporter: Rifqi
Editor : Zainol