Sumenep, 15/5 (Media Madura) – Suprak (48) dan Bunawi (45), warga Dusun Apal, Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Pulau Kengean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terlibat carok, Minggu (14/5/2017).

Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh polisi ke keduanya, peristiwa cekcok mulut dan berujung penganiayaan terjadi dipicu karena persoalan hutang piutang.

“Hasil pemeriksaan kami, penganiayaan itu terjadi karena persolan hutang piutang,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Senin (15/5/2017).

Suwardi menceritakan, peristiwa bermula pada hari Minggu, (14/5/2017) sekitar Pukul 12.00 WIB, tersangka datang ke rumah Suprak tujuannya untuk bicara empat mata. 

Namun, Bunawi hanya ditemui oleh Jatima (45), istri korban, karena saat itu Suprak sedang bepergian dan belum kembali.

“Istrinya bilang kalau suaminya sedang tidak ada alias bepergian. Tapi pelaku mengaku tetap akan menunggu hingga korban datang,” paparnya.

Baru sekitar Pukul 17.30 WIB Suprak tiba di rumahnya, saat itulah peristiwa penganiayaan kemudian terjadi setelah sesaat diawali cekcok mulut. 

“Pelaku diduga kalap dan langsung sabet korban dengan menggunakan parang. Akibatnya, korban mengalami luka bacok di bagian leher belakang,” jelasnya.

Lalu usai melakukan penganiayaan, pelaku langsung melarikan diri, sementara korban dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan medis.

“Untuk pelaku masih dalam pengejaran petugas, sementara korban masih dirawat di Puskesmas,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan