Pamekasan, 15/5 (Media Madura) – Zaimul Arifin (28) warga Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyatakan ada bisnis prostitusi di daerahnya. Atau wilayah Pamekasan bagian pantai utara (Pantura).

Aktifis pemerhati sosial dan lingkungan itu menyatakan bahwa tempat bisnis esek–esek tersebut sampai sekarang keberadaannya sangat meresahkan sekitar, apalagi menjelang Ramadan.

“Saya sangat prihatin melihat kondisi sosial masyarakat, moral masyarakat pantura mengalami kemerosotan. Salah satu penyebabnya yaitu keberadaan tempat prostitusi,” katanya, Senin (15/5/2017).

Tempat perbuatan terlarang itu, tambah Zaim, kesohor sejak puluhan tahun yang lalu. Akan tetapi tetap bertahan meskipun beberapa kali dilakukan pembubaran, pembongkaran, bahkan pembakaran oleh warga.

”Kami berhasil menginvestigasi, semuanya ada empat, dua tempat di wilayah utara Pamekasan sisanya di kabupaten tetangga yaitu wilayah utara Sumenep,” terangnya.

Menurutnya, para pria hidung belang yang kerap meluapkan nafsunya di lokalisasi wilayah pantura itu adalah sopir truk, kuli bangunan dan kuli batu. Perempuan yang bekerja di lokalisasi rata–rata dari luar Madura.

”Harganya terjangkau. Ada yang tidak sampai seratus ribu,” beber Zaim.

Selama ini, ujar dia, lokalisasi dimaksud sulit terjaring razia aparat penegak hukum. Ia khawatir tempat itu dilindungi oknum aparat penegak hukum dan blater.

”Saya berharap polisi bergerak dan melakukan tindakan karena prostitusi meresahkan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan