Sampang, 15/5 (Media Madura) – Belasan warga dari Desa Tambak, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, malam ini pukul 21.00 WIB Senin (15/5/2017), mendatangi Rumah Dinas Pendopo Wakil Bupati Sampang di Jalan Trunojoyo.

Warga ingin bertemu langsung dengan Fadhilah Budiono untuk meminta agar pelaksanaan Pilkades serentak di Desa Tambak yang akan digelar pada Selasa (16/5/2017) besok ditunda.

“Kami ingin memberikan informasi kalau pelaksanaan pilkades di Desa Tambak dilakukan penundaan sampai menunggu putusan ingkrah di PTUN,” kata Bili kuasa hukum Mustoyib bakal calon kades yang dinyatakan gugur saat penyeleksian, Senin.

Bili menuturkan, Mustoyib saat ini tengah menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Surabaya terkait penyeleksian nama bakal calon kades tidak transparan alias cacat hukum.

Menuturnya, jika nantinya hasil gugatan tersebut ingkrah di PTUN, maka diminta pelaksanaan pilkades di Desa Tambak kembali diulang.

“Kita juga sudah memberikan bukti gugatan itu kepada Fadhilah Budiono,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono, mengaku tetap akan melaksanakan pelaksanaan pilkades serentak. Hal itu disebabkan sudah sesuai jadwal dan ketetapan pemerintah.

“Dengan apapaun alasannya pelaksanaan pilkades tetap harus digelar besok, silahkan proses hukum tetap laksanakan,” ujar Fadhilah di hadapan warga.

Diketahui sebelumnya, dalam aturannya jika terdapat 7 nama balon kades maka 2 diantaranya dinyatakan gugur dan tersisa 5 nama balon kades. Dua nama itu nampaknya menimpa kepada putra Desa Tambak yakni Mustoyib tak lain balon kades pertahana, serta Abd Malik.

Berikut urutan dan hasil uji tes ke-7 balon Kades. Ahmad Nuryadi (Yayan) dengan skor 63,27; Fathurrozi skor 56,50; Ali Mustofa 53,30; Moh Faruq skor 49,23; Alan Kaisan 48,70; Mustoyib 38,72; Abd Malik 37,05.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan