Beranda blog Halaman 984

Polisi Tetapkan Tersangka Delapan Pegawai Disperdagprin hanya Jadi Tahanan Kota

Sampang, 2/6 (Media Madura) – Penyidik Polres Sampang menetapkan delapan pegawai Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Kabupaten Sampang sebagai tersangka dugaan korupsi manipulasi karcis hewan sapi di Pasar Margalela. Meski demikian, delapan pegawai itu statusnya menjadi tersangka tahanan kota atau wajib lapor.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sampang Ajun Komisaris Polisi Hery Kusnanto, mengatakan penetapan tersangka setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup hasil operasi tangkap tangan (OTT) di Pasar Hewan Margalela Jalan Syamsul Arifin Kelurahan Polagan Kecamatan Kota Sampang, pada Kamis (1/6/2017) kemarin sekitar pukul 10.00 WIB.

Mereka adalah, Sukandar merupakan kordinator pasar hewan, Munawir, Abu Yamin, Surjanto, Taufik Rochman, Suradi, Fathorrosi, dan Atnawi.

Delapan tersangka itu dikenakan pasal 5 ayat 2 jo pasal 12A Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 sebagimana perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman maksimal 3 tahun penjara.

“Dari delapan tersangka ini terdapat tiga PNS yaitu Sukandar, Munawir, dan Atnawi. Sisanya ini tenaga honorer. Mereka masih tahanan kota karena tuntutannya dibawah 5 tahun dan penyidik sambil meminta keterangan kebeberapa pihak,” kata Hery saat press release di Mapolres Sampang, Jumat (2/6/2017).

Menurutnya, modus yang digunakan tersangka yakni dengan memanipulasi karcis masuk pasar hewan, sehingga jumlah uang yang diterima tidak sesuai dengan karcis yang terjual. Untuk satu karcis hewan seharga Rp10.000 sesuai aturan Pemkab Sampang.

Target Pasar Margalela per hari ada 750 ekor dengan uang senilai Rp 7.500.000. Namun, adanya praktik dugaan korupsi manipulasi karcis tersebut hanya bisa menyetor sebanyak 116 ekor atau Rp1.160.000.

“Jadi misalkan ada sepuluh hewan sapi yang masuk ke pasar, para pedagang atau pemilik sapi disuruh bayar semua, tapi karcis retribusinya tidak diberikan dan hanya dirobek empat atau lima karcis, belum lagi sapi yang diluar dan tidak ditarik retibusi. Nah untuk sisa lebihnya itu masuk kantong pribadi. Sehingga ini negara dirugikan,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan berupa uang total sebesar Rp 4.695.000 didapatkan dari tersangka Munawir ada Rp 2.875.000 yang berjaga di pintu utara pasar dan tersangka Sukandar Rp 1.820.000 berjaga di pintu selatan. Serta tiga bandel karcis hewan, hingga catatan kertas hewan sapi yang belum dilakukan penarikan retribusi.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Harga Cabai Rawit di Sumenep Terjun Bebas

Sumenep, 2/6 (Media Madura) – Harga cabai kecil biasa di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur turun drastis. 

Pekan lalu, harga cabai kecil masih Rp 55 ribu per kg, tapi saat ini turun menjadi Rp 30 ribu per kg.

Selain itu, harga cabai merah besar juga mengalami penuturunan, dari semula Rp 24 ribu, turun menjadi Rp 20 ribu per kg.

“Penyebab turunnya cabai ini karena stok lebih cabe lebih banyak dari permintaan,” terang Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Sumenep, Sukaris, Jumat (2/6/2017).

Sementara komoditas lain yang juga turun harga, antara lain bawang putih, sebelumnya Rp 45 ribu per kg, sekarang Rp 40 ribu per kg. 

“Tapi bawang merah justru naik, dari Rp 24 ribu per kg menjadi Rp 27 ribu,” sambung Sukaris.

Sedangkan komoditas yang terpantau stabil adalah beras Ir 64 medium Rp 9.500 per kg, Ir desa Rp 8.500 per kg, gula pasir dalam negeri Rp 12.5 ribu, dan minyak goreng curah Rp 12 ribu per kg.

Lalu, daging sapi murni juga tetap Rp 110 ribu, daging ayam broiler Rp 32 ribu, ayam kampung Rp 70 ribu, telur ayam petelur Rp 22 ribu, telur ayam kampung Rp 38.400 per kg.

“Mentega curah juga stabil yakni Rp 21 ribu, Kol/kubis Rp 6 ribu, kentang Rp 15 ribu, tomat Rp9 ribu, wortel Rp 17 ribu, bunciz Rp 8 ribu, dan kelapa Rp 5 ribu per buah,” pungkasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Ditinggal Asyhar, Sekda Pamekasan Kembali Dijabat Plt

Pamekasan, 2/6 (Media Madura) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur kembali dijabat Pelaksana Tugas (Plt) setelah ditinggal Asyhar karena pensiun.

Bupati Pamekasan Achmad Syafii menunjuk Mohamad Alwi yang saat ini menjabat Asisten I bidang Pemerintahan sebagai Plt Sekda.

“Ya terhitung dari kemarin atau per 1 Juni saya dipercaya menjadi Plt Sekda,” kata Alwi, Jumat (2/5/2017).

Menurut Alwi, dirinya menjabat sebagai Sekda sementara sudah ketiga kalinya, terhitung sejak Sekda Alwi Bieq melaksanakan ibadah haji.

“Ibarat pemain bola, saya adalah pemain cadangannya,” guyonnya.

Mantan Kepala Dispendukcapil Pamekasan itu pertama kali menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) sewaktu Sekda Alwi Bieq melaksanakan ibadah haji ke mekkah. Kedua, waktu masa transisi pergantian Alwi Bieq ke Sekda Asyhar.

“Ketiga sekarang, jabatan sampingan ini sampai ada Sekda Devinitif melalui lelang,” tutup Alwi.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Pemain Cadangan Madura United Buktikan Kualitasnya

0

Pamekasan, 2/6 (Media Madura) – Madura United berhasil melanjutkan tren positif dan dalam 7 laga belum terkalahkan.

Menjamu Persegres Gresik United pada pekan ke-9 Liga 1, Kamis (1/6/2017) malam, Laskar Sape Kerrab menang tipis 3-2 dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan.

Dua di antara tiga gol Madura United dilesakkan oleh pemain-pemain yang minim kesempatan bermain di musim ini. Mereka adalah Fandi Eko Utomo, dan penyerang asing, Boubacar Sanogo.

Bagi Sanogo, turun sebagai starter melawan Laskar Joko Samudro-julukan-Gresik United adalah partai pertamanya sepanjang Liga 1. Delapan laga sebelumnya, mantan penyerang timnas Pantai Gading itu hanya tampil sebagai pemain cadangan.

Menilai penampilan dua pemain yang menjadi pahlawan kemenangan timnya, pelatih Gomes De Oliviera tidak segan memberi pujian. Dia merasa beruntung memiliki skuad yang terus menujukkan kualitas terbaiknya.
“Mereka memang pantas berada di sini,” kata pelatih asal Brasil ini kepada media usai pertandingan di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Kamis malam.

Gomes mengaku, tak sedikit pun menaruh keraguan terhadap keduanya, karena dipasang sebagai starter. Buktinya, mereka menjawab kepercayaan dirinya dengan sama-sama menyumbang satu gol untuk kemenangan timnya.

“Sebelumya saya yakin Fandi akan tampil baik, Sanogo sangat semangat berlatih, makanya saya tidak ragu kepada keduanya,” pungkas Gomes.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Kalahkan Gresik United, Madura United Melejit ke Posisi Dua Klasemen

0

Bangkalan, 1/6 (Media Madura) – Madura United berhasil meraup poin penuh setelah menundukkan tamunya, Persegres Gresik United dengan skor 3-2. Dengan kemenangan ini, Laskar Sape Kerrab menggeser Persipura Jayapura di posisi dua klasemen dengan 16 poin.

Pertandingan pekan kesembilan Liga 1 tersebut dihelat di Stadion Gelora Bangkalan, Kamis (1/6/2017) malam. Tiga gol Madura United dicetak, Boubacar Sanogo, Fandi Eko Utomo, dan Bayu Gatra, sedangkan dua gol Gresik United diborong Arsyad Yusgiantoro.

Madura United tampil sangat dominan dalam penguasaan bola di babak pertama. Tim tamu Persegres Gresik United dikurung di wilayah sendiri, dan menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan balik.

Madura United tak membutuhkan waktu lama merobek gawang Gresik United. Boubacar Sanogo membuat gol di menit ke-12. Gol berawal dari tendangan bebas Slamet Nurcahyo.

Sanogo kembali mengancam gawang Gresik United di menit ke-13. Tapi, kiper Gresik United berada di posisi yang tepat untuk menepis tembakan Sanogo.

Di menit ke-17 Madura United sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0, melalui Fandi Eko Utomo. Fandi memanfaatkan bola muntah kiper Gresik United setelah sukses menepis eksekusi penalti Dane Milovanovic.

Namun, Gresik United mampu memperkecil ketertinggalan di menit ke-19. Lewat serangan balik, Arsyad Yusgiantoro dengan mudah menceploskan bola ke gawang setelah melewati lini belakang hingga kiper Madura United, Panggih Prio.

Di menit ke-21, giliran Slamet Nurcahyo nyaris menggentarkan jala gawang lawan. Andai tembakannya tidak membentur tiang gawang Gresik United. Skor 2-1 menyudahi babak pertama.

Di babak kedua, laga sempat terhenti beberapa menit lantaran adanya lemparan roll paper dari suporter tuan rumah ke tengah lapangan. Suporter melakukan itu, sebagai selebrasi perayaan ulang tahun K-conk Mania ke-8.

Setelah ratusan roll paper berhasil dibersihkan, pertandingan pun dilanjutkan kembali. Laga terlihat berimbang dibanding di babak pertama. Di babak kedua. Laskar Joko Samudro berhasil keluar dari tekanan tim tuan rumah.

Bahkan, Gresik United terus melancarkan serangan dan beberapa kali menciptakan ancamam ke gawang Madura United. Tapi, belum membuahkan gol.

Namun, keasyikan menyerang Gresik United membuat leluasa tuan rumah melancarkan serangan balik cepat dan saporadis. Hasilnya di menit ke-58, anak asuh Gomes De Oliviera memperlebar keunggulannya menjadi 3-1. Gol tersebut tercipta berkat aksi individu Bayu Gatra.

Arsyad Yusgiantoro kembali mampu mempertipis ketertinggal timnya dari Madura United. Pemain Gresik United memang gagal mengeksekusi penalti, tapi bola tepisan Panggih jatuh ke kaki Arsyad sehingga diteruskan menjadi gol di menit ke-74.

Tak ada lagi gol tambahan dari kedua tim hingga babak kedua usai. Pertadingan selesai dengan skor 3-2 untuk Madura United, sehingga berhak meraih tiga poin. Bagi Gresik United kekalahan ini membuatnya betah di dasar klasamen.

Susunan pemain:

Madura United – Panggih Prio Sembodho (PG); Eriyanto, Fachruddin Aryanto, Fabiano Beltrame, Rizky Dwi Febrianto, Dane Milovanovic, Fandi Eko Utomo, Slamet Nurcahyo, Bayu Gatra, Engelberd Sani, Boubacar Sanogo.

Pelatih: Gomes De Oliveira

Persegres Gresik United – Fitrul Dwi Rustapa (PG); Jeki Arisandi, Herwin Tri Saputra, Husni Mubarok, Achmad Faris, Mohammad Said, Andre Putra Wibowo, Dave Mustaine, Komarudin, Arsyad Yusgiantoro, Patrick da Silva.

Pelatih: Hanafi

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Pemkab Sampang Masih Betah Raih Predikat WDP

Sampang, 1/6 (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, nampaknya masih betah mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2016 dari BPK.

Seperti diungkapkan Wakil Ketua I DPRD Sampang Fauzan Adima. Ia menilai, diraihnya predikat WDP karena kinerja pemerintah eksekutif perlu dievaluasi. Sebab, berdasarkan pemaparan yang diberikan oleh Ketua BPK perwakilan Jatim, bahwa Kabupaten Sampang tidak mempunyai manajemen yang bagus. Sehingga perlu adanya kerjasama yang baik, termasuk yang menjadi akar yakni SKPD dan TAPD.

“Sampang kembali meraih predikat WDP, kenapa bukan WTP, masak tiap tahun mendapatkan itu-itu saja (WDP-red),” kata Fauzan, Kamis (1/6/2017).

Fauzan mengatakan, pemeriksaan dan audit oleh BPK dilaksanakan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). Antara lain meliputi pemeriksaan atas laporan keuangan, pemeriksaan kinerja meliputi atas aspek ekonomi, aspek efisiensi, dan aspek efektivitas dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu, yaitu pemeriksaan yang tidak termasuk dalam pemeriksaan keuangan dan pemeriksan kinerja.

Dirinya meminta agar masing-masing OPD untuk meningkatkan kinerja dan saling koordinasi mulai dari tingkat eksekutif hingga legislatif. Mengingat, diraihnya predikat WDP merupakan cambuk kebobrokan kinerja pemerintah selama ini.

Menanggapi hal itu, Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono mengaku akan terus meningkatkan kinerja demi kemajuan Sampang ke depan. Apalagi, selama sisa waktu kepemimpinannya, ia terus getol memberikan terobosan baru demi pembangunan Sampang.

“Setiap hari khususnya waktu upacara hari Senin itu, selalu diberikan motivasi kinerja agar bisa bekerja semaksimal mungkin termasuk di sektor bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” tegasnya.

Fadhilah berharap, nantinya Pemkab Sampang diyakini bisa meraih predikat WTP untuk wujud komitmen, tekad, semangat, dan kerja sama serta kerja keras dari seluruh jajaran DPRD, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menciptakan sistem pegelolaan keuangan dan aset yang mumpuni.

Sekedar diketahui, beberapa tahun terakhir Pemkab Sampang masih selalu mendapatkan predikat WDP. Untuk itu demi mendapatkan predikat WTP perlu mempertimbangkan tingkat kesesuaian dengan standar akutansi, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Upacara Hari Pancasila Tak Diminati Pejabat Sampang

Sampang, 1/6 (Media Madura) – Upara memperingati Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni digelar di seluruh penjuru nusantara. Tak terkecuali, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Namun sayangnya, upacara peringatan pancasila kali ini nampaknya tidak diminati oleh ratusan pejabat di lingkungan Pemkab Sampang. Sebab, sebanyak 100 abdi negara di Sampang tidak hadir pada pelaksanaan upacara di halaman depan kantor Pemerintah Kabupaten Sampang, Kamis (1/6/2017) pagi.

Kabag Humas Pemkab Sampang Yulis Juwaidi menjelaskan pihaknya mencatat ada sekitar 100 pejabat eselon III yang tidak hadir tanpa keterangan. Padahal sehari sebelum pelaksanaan pihaknya sudah mengirimkan surat undangan ke kantornya masing-masing.

“Yang tidak hadir itu ada yang jabatannya sekretaris, kabid dan ada juga beberapa camat,” ungkapnya.

Sementara Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut, kemungkinan hal itu terjadi karena baru pertama kali dilaksanakan.

“Hari Senin depan akan kami panggil dan kami ingatkan untuk meningkatkan kedisiplinan, ya gak enaknya itu 1 Juni diliburkan yang mepet dengan hari Jumat dan Sabtu,” ucapnya.

Disamping itu Fadhilah sangat mengapresiasi pemikiran Presiden Joko Widodo untuk mengembalikan nilai-nilai Pancasila ke hati masyarakat Indonesia sehingga bisa mengendalikan diri dan sikap nasionalismenya tinggi.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Polres Sampang Kembali Tangkap 8 Pejabat Diduga Lakukan Pungli

Sampang, 1/6 (Media Madura) – Setelah berhasil mengamankan 11 pejabat di lingkungan Pemkab Sampang terkait pungli proses perijinan. Terbaru, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sampang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap delapan orang terkait dengan dugaan pungutan liar pengelolaan lahan parkir di Pasar Margalela, Kamis (1/6/2017) pukul 10.00 WIB.

Ke-8 orang itu, 6 diantaranya pegawai dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagprin) Sampang.

“Iya benar, ada delapan orang yang kena OTT,” ucap Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto saat ditemui dikantornya, Kamis (1//6/2017).

Hery menuturkan, saat ini pihaknya belum memberikan keterangan rinci perihal OTT tersebut. Sebab, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap oelapan orang itu.

“Kita masih memeriksa sekarang, lebih lanjutnya tunggu Kapolres saja,” tutupnya.

Terpisah, Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar membenarkan informasi jajarannya melakukan OTT terhadap enam dari delapan orang diantaranya merupakan pejabat di Pemkab Sampang.

“Iya betul, tadi dilakukan OTT,” katanya dibalik pesan singkat.

Pantuan mediamadura.com, selang waktu 2 jam proses penangkapan delapan orang itu, tepat pukul 12.00 WIB Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Wahyu Prihartono langsung mendatangi Mapolres Sampang dan masuk dirungan Satreskrim Polres Sampang untuk menemui AKP Hary Kusnanto.

Saat dikonfirmasi, ia enggan menanggapi bawahannya yang terkena OTT. “Mohon maaf mas, sementara ini no coment dulu, ada 6 orang Disperindagprin yang diperiksa itu,” singkatnya meninggalkan pertanyaan wartawan.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

8 Kebiasaan yang Dapat Merusak Kesehatan

0

Media Madura – Mengubah kebiasaan sehari-hari kita tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada kebiasaan, yang tidak kita sadari, berdampak negatif pada tubuh kita. Bahkan ada kebiasaan yag kita anggap baik, padahal buruk bagi kesehatan kita.

Media Madura telah merangkumnya merujuk pada Bright Side. Berikut, 8 kebiasaan sehari-hai yang dapat merusak kesehatan kita.

1. Menahan bersin

Saat kita menutup mulut dan menutup hidung kita dalam upaya mencegah bersin, tekanan intrakranial kita meningkat secara signifikan. Aliran darah ke otak kita terganggu, dan pembuluh darah dan jaringan saraf kita dikompres. Hal ini dapat menyebabkan sakit kepala, kerusakan pembuluh darah, dan bahkan masalah pendengaran. Jangan pernah mencegah bersin.

2. Menggunakan parfum

Bahan sintetis sering digunakan untuk membuat parfum untuk menghasilkan aroma yang lebih kuat dan lebih murah dari minyak alami. Zat ini bisa menyebabkan pusing, mual, dan kantuk. Zat itu juga membuat mata, tenggorokan dan kulit mengalami iritasi. Lebih baik kita mengganti parfum dengan minyak esensial atau memakai parfum di ruang yang saluran udaranya baik.

3. Main HP sebelum tidur

Cahaya buatan pada malam hari menekan produksi hormon melatonin yang mengatur tidur dan terjaga. Melatonin rendah bisa mengakibatkan depresi, kanker, obesitas, penyakit jantung dan sistem kekebalan tubuh yang rapuh. Jadi tidur lebih awal adalah pilihan yang wajar untuk meningkatkan kesehatan Anda.

4. Menyimpan makanan dalam wadah plastik

Banyak kotak plastik mengandung zat kimia buatan, seperti phthalate dan bisphenol, yang membantu mempertahankan fleksibilitasnya. Jika disimpan dalam waktu lama di kotak plastik, zat semacam itu bisa meresap ke dalam makanan.

Ini adalah ide yang jauh lebih baik untuk menyimpan makanan dalam wadah yang terbuat dari bahan kaca, stainless steel, atau keramik. Perhatikan juga simbol-simbol di plastik, karena itu informasi bermanfaat tentang penggunaannya.

5. Menyikat gigi tepat setelah makan

Dokter gigi telah lama menyarankan agar Anda menyikat gigi minimal 30 menit setelah makan. Jika memungkinkan, satu jam lebih baik lagi. Makanan dan minuman – terutama yang sangat asam – berpengaruh pada enamel gigi dan juga lapisan di bawahnya (dentin). Gerakan sikat gigi Anda mendorong asam lebih dalam dan lebih dekat ke dentin. Hal ini dapat menyebabkan sensitivitas ekstrim dan kerusakan email gigi.

6. Sering menggunakan sabun antibakteri

Sejumlah besar bakteri bermanfaat hidup di permukaan kulit kita, berperan dalam melindungi tubuh kita. Jika kita menggunakan sabun antibakteri terlalu sering, akhirnya kita mensterilkan tangan kita, yang pada gilirannya menciptakan peluang bagi bakteri berbahaya untuk masuk ke tubuh kita. Ahli dermatologi merekomendasikan penggunaan sabun antibakteri untuk luka, goresan, dan grazes. Jangan menggunakannya untuk mencuci tangan lebih dari dua kali seminggu.

7. Memakai jeans ketat

Meski modis, jeans ketat terus menekan kulit dan ujung saraf Anda. Hal ini menyebabkan perasaan ketidaknyamanan terus-menerus yang dapat menyebabkan masalah pada sistem saraf. Seolah-olah itu persoalan sepele, berkurangnya aliran udara ke kaki Anda bisa menyebabkan gatal dan geli, dan akhirnya membuat kaki Anda menjadi mati rasa.

8. Minum jus segar

Tidak semua orang tahu bahwa jus buah segar diperas untuk Anda hanya dalam jumlah kecil. Dalam kasus penyakit tertentu, jus bahkan dapat menyebabkan kerusakan serius pada tubuh Anda.

Misalnya, jus anggur tidak disarankan bagi mereka yang kelebihan berat badan atau yang menderita diabetes. Apalagi, jus alergennya kuat. Anda harus berhati-hati memberikannya kepada anak-anak: berikan hanya sejumlah kecil, dan sebisa mungkin, konsultasikan dengan dokter sebelumnya.

Source: Bright Side

Bupati Pamekasan dalam Waktu Dekat akan Lantik Kadisdik Baru

0

Pamekasan, 16/5 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Achmad Syafii, dalam waktu dekat akan melantik kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) yang baru.

Dikatakan oleh Syafii, pihaknya sudah menentukan pilihan dan telah mengantongi nama calon orang yang akan menahkodai disdik tersebut.

“Dalam waktu dekat akan dilantik, satu atau dua hari lah,” katanya, Selasa (16/5/2017).

Sayangnya orang nomor satu di lingkungan pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasan itu, belum bisa memberikan nama ataupun inisial.

“Publik bersabarlah menunggu proses yang sedang berjalan. Wong sudah dilakukan seleksi,” tambah Syafii.

Selain berpatokan pada hasil rekomendasi tim seleksi (Timsel) juga sudah mendengarkan Inspirasi rakyat, Kepala-kepala Sekolah, guru, anggota DPRD, utamanya Tokoh Pendidikan yang ada di Pamekasan

“Dalam proses menuju final kami banyak melakukan pertimbangan selain berkordinasi dengan timsel, juga mendengar aspirasi rakyat, semua kepala sekolah dan guru,” tutupnya.

Pihaknya berharap siapapun yang akan memimpin disdik bisa melanjutkan tugas sesuai dengan aturan yang sudah ada, sehingga sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.

Untuk diketahui, calon kadisdik yang lolos seleksi ada tiga. Ketiga calon itu adalah, Moch Tarsun yang sebelumnya Kabid Dikmen sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Disdik, Prama Jaya Kabid Pendidikan Dasar, dan Khairul Hidayat Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Setda Pamekasan.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi