Pamekasan, 15/5 (Media Madura) – Hasil imbang kontra Arema FC belum sepenuhnya bisa dienyahkan dari ingatan pemain Madura United. Buktinya, gelandang mereka, Asep Berlian mengaku kecewa berat dengan kinerja wasit.

Pemain asal Bogor ini menyebut hasil tersebut tak adil karena dipengaruhi oleh kepemimpinan wasit yang terkesan berat sebelah.

Madura United gagal menang gara-gara sebuah penalti kontroversial. Penalti tersebut juga mengacaukan segalanya dalam pertandingan yang bergulir di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (14/5/2017) kemarin.

Penalti tersebut diberikan oleh wasit Asep Yandis karena menilai Peter Odemwinhgie melanggar Arthur Cunha di kotak terlarang. Padahal, dalam tayangan ulang Arthur Cunha mengganggu pergerakan Odemwingie yang coba lakukan clearance. Aksi Arthur dinilai berbau diving.

Untuk mendapatkan keadilan, Fabiano Beltrame dan kawan-kawan melakukan protes keras, menganggap itu bukan sebuah pelanggaran yang harus berbuah penalti bagi Arema. Namun, wasit tak menghiraukan.

“Cukup kecewa dengan keputusan wasit,” kata Asep yang dijuluki ‘Gattoso’ Madura United itu.

Bahkan, Asep menegaskan, jika penalti itu tak harusnya terjadi. “Tapi apa boleh buat, kita hanya dapat satu poin,” imbuhnya bernada kesal.

Asep mengaku sangat bangga dengan perjuangan rekan setimnya, walaupun hasil akhir harus berbagi poin dengan Singo Edan setelah 90 menit bermain imbang 1-1.

“Kita tetap bersyukur dengan apa yang kita raih sekarang. Kita semua sudah bekerja keras di lapangan,” tandas Asep.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan