Pamekasan, 13/6 (Media Madura) – Liga Santri Nusantara (LSN) ke-3 tahun 2017 region Madura kembali akan digelar di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Koordinator LSN Region Madura, Taufiqurrahman mengatakan, terkait penyelenggaraan LSN Region Madura, belum bisa dipastikan waktunya. Karena tahapan bimbingan tekhnis (Bimtek) untuk masing-masing koordinator region dan panitia pelaksana (Panpel) se-Indonesia, baru akan dilaksanakan mulai tanggal 14-17 Juni 2017 di Jakarta.

“Usai Bimtek nanti baru diketahui kapan kick off LSN di semua region se-Indonesia,” katanya, Selasa (13/6/2017).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Rabithah Ma’ahid al Islami (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu akan melibatkan 1.024 pesantren se-Indonesia.

“Pertandingan sepak bola usia 17 tahun antar pondok pesantren se-Indonesia ini akan melibatkan sebanyak 1.024 pesantren termasuk di Madura,” terang pria yang juga menjabat Ketua Lembaga Kajian dan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Pamekasan itu.

LSN akan semakin menyemarakkan persepakbolaan di Madura dimana segmentasinya adalah pondok pesantren. Diharapkan, dari pesantren lahir pemain-pemain muda berbakat yang bisa bersaing di level pemain profesional dan klub profesional.

“LSN tahun kemarin membuktikan bahwa pesepak bola dari pesantren juga bisa bersaing karena pelatih U-19 Indra Sjafrie melirik tiga pemain jebolan LSN saat seleksi,” tutup Taufiqurrahman.

Di Madura, saat ini klub profesional sudah ada empat yakni Madura United di Liga 1, Persepam Madura Utama, Perssu Real Madura dan Madura FC yang ketiganya berada di Liga 2. Para klub tersebut diharapkan pula melihat talenta-talenta muda berbakat dari pesantren yang bisa bermain bola secara profesional.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan