Sampang, 13/6 (Media Madura) – Banyak Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Kota Sampang tak layak pakai seperti berkarat dan tak berfungsi. Salah satunya, PJU di kawasan Jalan Makboel Kelurahan Polagan Kecamatan Kota Sampang.

Masyarakat sekitar resah karena lampu pemerintah tersebut kerap mati di malam hari yang seharusnya menerangi pemukiman warga. Padahal, selama ini PJU merupakan wewenang Dinas Perhubungan Sampang mempunyai dana sebesar Rp 9.252.360.000 diperuntukkan sebagai program pengelolaan dan pengembangan.

“Kadang di malam hari mati dan di siang hari hidup, kenapa tidak ada perawatan hingga dibiarkan begini. Nah, kemana anggaran Rp 9,2 miliar itu kok gak jelas peruntukannya,” ucap Aziz warga Kelurahan Polagan, Selasa (13/7/2017).

Terpisah, Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishub Sampang Eko Heriyanto, mengakui jika dana Rp 9,2 miliar itu menjadi program di tahun 2017. Dari dana Rp 9.252.360.000 untuk tiga kegiatan. Diantaranya, untuk penambahan PJU senilai Rp 1.400.000.000, pemeliharaan PJU Rp 952.360.000, dan penyediaan jasa rekening PJU mencapai Rp 6.900.000.000.

“Kalau penambahan PJU masih dalam perencanaan. Ada lima paket penambahan PJU di empat kecamatan. Yakni, Kecamatan Sampang, Pangarengan, Sreseh, dan Tambelangan. Penambahan PJU ada yang PL ada yang lelang. Sekarang masih menunggu hasil perencanaan dari konsultan perencana tuntas dulu,” kata Eko.

Dia menyebutkan, penambahan PJU di Kecamatan Pangarengan dianggarkan Rp 180 juta, Tambelangan Rp 200 juta, dan Sreseh Rp 180 juta. Sementara untuk Kecamatan Sampang terdapat dua lokasi yang direncanakan. Yakni, Jalan Makboel Rp 320 juta, dan penambahan PJU di daerah rawan banjir Rp 380 juta. Totalnya Rp 1.260.000.000 dan tersisa Rp 140 juta.

”Sisa anggaran kami gunakan untuk gaji pegawai dan biaya konsultan perencana serta konsultan pengawas. Masa perencanaan kemungkinan tuntas setelah Lebaran,” ujarnya.

Ditanya anggaran sebesar Rp 952.360.000 sebagai dana pemeliharaan. Eko terkesan enggan menjelaskan secara detail. Dia tidak memberikan keterangan mengenai penggunaan anggaran dan lokasi PJU yang mendapat pemeliharaan.

Tak hanya itu, ia juga enggan menjelaskan perincian penggunaan anggaran. Dia berkelit ada banyak item yang dianggarkan dalam kegiatan pemeliharaan PJU.

Sedangkan, kegiatan rekening PJU senilai Rp 6.900.000.000 untuk membayar tagihan listrik kepada PLN. Pembayaran rekening listrik sekitar Rp 200 juta per bulan.

”Naik turun, sesuai dengan pemakaian di lapangan. Rekening listrik PJU ini juga termasuk traffic light,” terangnya.

Tahun depan mungkin ada penambahan. Sebab, di ruas jalan kabupaten yang terletak di Kecamatan Pangarengan dan Omben terdapat penambahan PJU yang dibangun BPWS.

”Saat ini rekening listrik masih dibayar BPWS. Tapi, tahun depan sudah menjadi tanggung jawab kami untuk membayarnya,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan