Sumenep, 13/6 (Media Madura) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar pasar murah yang ditempatkan di lima titik eks Pembantu Bupati.

“Untuk di Kecamatan Kota, memang kita pusatkan di depan Kantor Disparbudpora atau depan museum,” kata Bupati Sumenep, A Busyro Karim.

Dia mengatakan, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, dibulan terakhir, kelompok bahan makanan mengalami inflasi tertinggi yaitu sebesar 1,89 persen, dan Sumenep melampaui Provinsi dan Nasional.

Sehingga, untuk mengantisipasi inflasi tersebut inflasi lebih besar di bulan berikutnya, Pemkab mengadakan pasar murah sembako, terlebih saat ini menjelang lebaran.

“Tujuannya kan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang tidak mampu dalam memenuhi kebutuhannya di bulan ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri. Jadi, saya berharap ini tepat sasaran,” terangnya.

Pantauan mediamadura.com di lokasi, tak butuh waktu lama pasar tersebut langsung ramai, tak lama setelah dibuka, warga pada berdatangan menyerbu stan-stan yang sudah berjejer. 

Dengan potongan harga 25 persen tetapi kualitas dan kuantitasnya sama, otomatis kegiatan tahunan itu menjadi jujukan warga, baik mereka yang sudah pegang kupon maupun yang tidak. 

Sembako yang dijual di pasar murah tersebut diantaranya, beras jenis ikan paus seharga Rp 37 ribu per 5 kilogram, minyak goreng Sania Rp 10 ribu per kilogram, gula pasir Rp 10 ribu per kilogam dan sirup Marjan seharga Rp 14 ribu per botol.

“Yang jelas sangat senang mas ada pasar murah seperti ini, sangat membantu buat kami,” kata Dewi, salah seorang warga yang datang ke lokasi. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan