Beranda blog Halaman 973

Madura United Huni Grup B Liga 1 U-19

0

Pamekasan, 15/6 (Media Madura) – Berdasarkan hasil manager meeting yang digelar di The Lane Hotel Jakarta, Rabu (14/6/2017) kemarin, kompetisi Liga 1 U-19 resmi bergulir pada 8 Juli mendatang. Tercatat ada 18 tim peserta dalam kompetisi tersebut.

Ke-18 tim peserta itu terbagi ke dalam tiga grup. Masing-masing grup berisi enam tim.

Grup A – Semen Padang U-19, Sriwijaya FC U-19, Persija Jakarta U-19, Persib Bandung U-19. PS TNI U-19, Bhayangkara FC U-19.

Grup B – Parsela Lamongan U-19, Madura United U-19, Arema FC U-19,Perserges Gresik United U-19,Bali United U-19, Barito Putera U-19.

Grup C – Borneo FC U-19, MItra Kukar U-19, Persiba Balikpapan U-19, PSM Makassar U-19, Perseru Serui U-19, Persipura Jayapura U-19.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Bupati Sumenep Tegas Larang Mobil Dinas Dipakai untuk Mudik Lebaran

Sumenep, 15/6 (Media Madura) – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A Busyro Karim tegas melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan mobil dinas untuk mudik dan balik lebaran.

“Sesuai aturan, ASN tidak boleh memakai mobil dinas untuk mudik,” tegas Busyro, Kamis (15/6/2017).

Menurut dia, larangan menggunakan mobil dinas untuk kepentingan pribadi sydah diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 87/2005.

Dalam peraturan menteri itu diatur, penggunaan kendaraan dinas hanya boleh dilakukan untuk menunjang tugas pokok dan fungsi pejabat yang dipercayakan kendaraan tersebut, dan hanya pada jam kerja.

Dengan begitu, apabila diketahui ada ASN yang nekat menggunakan mobil dinas untuk mudik dan balik lebaran, maka akan mendapatkan sanksi tegas.

“Kalau ada pegawai yang ketahuan menggunakan mobil dinas, sudah akan kami tindak secara tegas,” ancamnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Cekcok Pilkades, Wilayah Sokobanah Mencekam, Satu Warga Tewas

0

Sampang, 14/6 (Media Madura) – Suasana setelah pelantikan Kades terpilih di Pendopo Bupati Sampang tadi pagi pukul 09.00 WIB Rabu (14/6/2017), diyakini belum tentu kondusif. Sebab, dilaporkan telah terjadi cekcok persoalan pelaksanaan Pilkades antar pendukung Cakades.

Informasi diterima mediamadura.com, Rabu pukul 19.00 WIB terjadi penganiayaan berujung pembacokan di Desa Bire Timur Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang. Lantaran, dari pendukung Cakades terlibat perang mulut antar pendukung lainnya.

Penganiayaan itu berujung satu nyawa melayang. Peristiwa itu menimpa Sahral (45) warga Desa Bire Timur, Kecamatan Sokobanah. Ia tewas diduga akibat satu peluru pistol menembus bagian tubuhnya.

Sebelum tewas, korban sempat perang mulut dengan Sipute (40). Sipute merupakan pendukung Kades terpilih Fathorahman. Ia menganiaya karena mendapat sebetan bacok dari Sahral.

Tak mau kalah, pelaku mengeluarkan senjata api yang dimilikinya. Dugaan sementara keduanya cekcok masalah pelaksanaan Pilkades yang digelar pada 16 Mei lalu karena terindikasi terjadi kecurangan.

“Sahral ini pendukung Kades yang kalah (Muzaki-red), mungkin karena suasana masih panas setelah Kades terpilih Fathorahman dilantik tadi pagi. Sedangkan Sipute tak lain adiknya Fathor,” ujar Didik warga Kecamatan Sokobanah, Rabu (14/6/2017).

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Sokobanah AKP Pujiono, belum bisa memberikan keterangan. “Maaf mas masih repot, tunggu sebentar,” tutupnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Fadhilah Warning Kades Sampang Soal BPK Akan Turba ke Desa

Sampang, 14/6 (Media Madura) – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sampang Fadhilah Budiono mewanti-wanti setiap Kepala Desa untuk lebih waspada dalam mengelola keuangan di pemerintahan desa.

Alasan itu dikarenakan dalam waktu dekat Badan Pemeriksa Keuangan (BKP) Perwakilan Jawa Timur berencana melakukan sidak dengan turun kebawah di masing-masing desa se Kabupaten Sampang.

“Insyaallah BPK akan turun ke lapangan pada bulan Oktober mendatang, makanya semua kades agar pengelolaan ADD dan DD digunakan sebagaimana mestinya,” ucap Fadhilah usai pelantikan 31 Kades terpilih di Pendopo Bupati Sampang, Rabu (14/6/2017).

Tak hanya itu, ia berpesan kepada kades lama untuk tetap membina dan menjaga kondusifitas desa. Begitu pun kades terpilih agar sama-sama merangkul demi menjalin tali persaudaraan bersama.

“Dan kepada mereka yang kemarin kalah dalam pilkades itu ya dirangkul, diajak bareng-bareng jangan dimusuhi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Sampang Abdullah Hidayat, mendukung penuh imbuan Plt Bupati terkait rencana kedatangan tim BPK dalam memantau pelaksanaan ADD dan DD.

“Ya terpenting kita sudah bekerja sesuai prosedur, kalau benar ngapain mau takut. Imbauan itu bagus terutama kades yang baru ini agar terus berkoordinasi baik pendamping desa maupun pihak terkait dalam merealisasikan anggaran karena ini uang negara,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

DAK Rp 14 Miliar Tak Tersentuh Bagi Sekolah Rusak Berat

Sampang, 14/6 (Media Madura) – Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 digelontarkan di Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. Tak tanggung-tanggung, pagu anggaran itu sebesar Rp 14 miliar. Salah satunya diperuntukkan bagi kegiatan fisik seperti rehab sedang dan berat pembangunan ruang kelas.

Sayangnya, serapan anggaran DAK dengan anggaran miliar itu disinyalir tak tepat sasaran. Sebab, masih ada keberadaan lembaga sekolah yang rusak berat hingga kondisinya mengancam keselamatan siswa. Seperti di SDN Kotah II beralamat di Desa Kotah Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang.

Sedangkan, sekolah yang masih cukup bagus dan layak mendapat rehab sedang dan berat pembangunan ruang kelas seperti di SDN Banyuayar II di Jalan Mutiara Kelurahan Banyuanyar Kecamatan Kota Sampang.

“Sekolah ini tidak dapat rehab ruang kelas sekolah, hanya di tahun 2015 saja, tapi sekarang kembali rusak karena faktor alam dan belum dapat lagi,” terang Musyawaman salah satu guru SDN Kotak II Jrengik, Rabu (14/6/2017),

Dirinya menuturkan, sementara ini sebanyak 140 siswanya terpaksa dipindah ke ruang kelas yang masih bisa digunakan. Mengingat, dua gedung sekolah itu rusak berat hingga mengancam keselamatan siswa saat mengikuti kegiatan belajar berlangsung.

“Dipindah ke ruang kelas satunya, dan disini ruang kelasnya digabung dengan SMP 1 Atap Jrengik,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Arief Budiansor, mengaku bahwa lembaga sekolah di SDN Kotah II tersebut mendapat bantuan rehab yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) 2017.

“Kayaknya dapat rehab tahun ini, cuman bukan dari DAK melainkan DAU, jadi tinggal lembaga sekolah saja menunjuk pihak ketiga atau rekanan yang mengerjakan itu,” singkatnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Serapan Dana Rp 14 Miliar Dinas Pendidikan Sampang Nol Persen

Sampang, 14/6 (Media Madura) – Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Arief Budiansor, mengungkapkan di tahun 2017 ini dinasnya mendapat jatah anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 14 Miliar. Pagu anggaran itu untuk tiga kegiatan.

Diantaranya, penambahan ruang kelas baru (RKB) dengan dana sebesar Rp 1 miliar, rehab sedang dan berat pembangunan ruang kelas sebesar Rp 7 miliar, pengadaan buku dan alat tulis siswa sebesar Rp 6 miliar.

“Kita dapat DAK 2017 sebesar Rp 14 miliar dengan tiga kegiatan,” ujar Arief ditemui di kantornya, Rabu (14/6/2017).

Arief menuturkan, dari total pagu anggaran tersebut saat ini masih berkutat di tahap perencanaan. Diyakini akan tuntas sebelum batas waktu selama 30 Juni mendatang.

“Sudah siap diluncurkan anggaran itu, tapi untuk kegiatan non fisik masih perencanaan dan belum dilelang,” katanya.

Dia menyampaikan, kegiatan penambahan RKB sebesar Rp 1 miliar itu akan dilaksanakan di 8 lembaga SD. Namun sayangnya, ia belum bisa merinci lembaga mana saja termasuk beberapa paket di masing-masing lembaga penerima. Sedangkan, kegiatan rehab sedang dan berat akan diterima dengan 42 lembaga serta sudah menandatangani MoU dengan lembaga tersebut.

“Nama lembaga tidak tahu. Yang jelas setiap lembaga maksimal dapat 3 paket,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Praktisi Pendidikan Hingga DPR di Pamekasan Tolak Penerapan Full Day School

0

Pamekasan, 14/6 (Media Madura) – Praktisi Pendidikan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur tolak penerapan full day school.

Dikatakan oleh salah satu Dosen STAIN Pawekasan, Dr Atiqullah. M.Pd., Rencana kebijakan pemerintah melalui Kemendikbud tersebut, sangat memberatkan bagi masyarakat pesantren, karena akan mengganggu terhadap program pendidikan agama dan keagamaan yang telah eksis di masyarakat.

“Sebaiknya Mendikbud tidak perlu memadatkan kegiatan pendidikan dalam waktu 5 hari sekolah karena alasan berlibur bersama orang tua. Perlu dipahami bersama bahwa pendidikan itu adalah proses transformasi pengetahuan dan penanaman nilai-nilai (karakter) anak-anak bangsa,” katanya, Rabu (14/6/2017).

Hal senada dikatakan oleh Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail. Menurut dia, mayoritas masyarakat di Madura tidak hanya menempuh pendidikan formal. Melainkan juga bersekolah di madrasah diniyah (madin) pada sore hari.

”Kalau kemudian sekolah sehari penuh dari pukul 07.00–16.00, maka banyak anak didik yang tidak bisa sekolah diniyah,” ungkapnyaa.

Ismail menambahkan, di Madura, madin sangat berarti bagi masyarakat, karena melalui pendidikan keagamaan itulah, karakter anak didik dibentuk.

“Madin tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga akhlak, budaya, moral, dan agama. Sementata madrasah diniyah itu dilaksanakan mulai pukul 14.00–17.00,” tegasnya.

Sementara itu anggota DPR RI, Dr KH Kholilurrahman, mengatakan kebijakan full day school yang disampaikan menteri pendidikan dan kebudayaan, Muhajir tersebut saat ini masih menuai kontroversial di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya adalah pelaksanaan madrasah diniyah tidak mendapat waktu, sehingga kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah.

“Ada masyarakat yang sudah siap dan ada yang tidak siap melaksanakan full day school ini. Makanya pemerintah harus mengkaji ulang,” pintanya.

Kebijakan full day school dimaksud adalah siswa masuk ke sekolah mulai pukul 07.00 hingga pukul 15.00 WIB dengan lima hari aktif. Sementara hari Sabtu dan Minggu diliburkan.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Sore Ini Persepam MU Gelar Uji Coba Lawan Perssu

0

Pamekasan, 14/6 (Media Madura) – Persepam Madura Utama (Persepam MU) akan menjalani uji coba kontra Perssu Real Madura di Stadion A Yani Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu, (14/6/2017) sore.

Uji coba itu merupakan kali pertama dilakukan tim berjuluk Sape Ngamok di bulan Ramadan.

“Rencana ini sudah lama diagendakan, cuma baru dapat kepastian dan direalisasikan,” kata media officer Persepam MU Fauzi Ahmad.

Sementara Pelatih Persepam MU, Rudy William Keltjes mengatakan anak asuhnya sudah lama tidak melakukan serangkaian pertandingan pasca libur panjang Ramadan.

“Uji coba dibutuhkan sebelum kembali masuk ke kompetisi,” katanya.

Selain untuk kembali menyatukan feeling Fauzan Jamal dan kawan-kawan, uji coba kontra Perssu tersebut untuk mempraktikkan hasil latihan selama Ramadan.

“Kami tetap latihan di bulan Ramadan. Anak-anak tetap semangat seperti biasanya,” tambah Rudy.

Pada pertandingan yang akan berlangsung sore hari nanti, Opa Rudy, sapaan akrab Rudy William Keltjes, meminta anak asuhnya tampil lepas dan fokus. “Kami cuma minta anak-anak untuk fokus dan menjalani instruksi,” tutup pelatih berdarah Belanda Madura itu.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Kholilurrahman Masih Sembunyikan Nama Cawabupnya

Pamekasan, 14/6 (Media Madura) – Dr KH Kholilurrahman bertekad mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur periode 2018-2022, namun ia masih enggan menyebut nama Calon Wakil Bupati (Cawabup) yang akan mendampinginya.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, nama-nama itu sudah ia kontongi hanya saja saat ini dalam proses survey.

“Sudah ada beberapa nama sebagai Cawabup cuma rahasia karena masih diteropong,” kata Kholil, Rabu (14/6/2017).

Dari sekian nama-nama itu tambah Kholil, semuanya diajukan oleh masyarakat, terkait siapa yang akan mendampinginya, dirinya sudah memasrahkan kepada masyarakat, pastinya, satu nama terkuat yang akan dimunculkan.

“Terkait dengan wakil, saya tetap kembali berdasarkan atas kemauan masyarakat, dari beberapa nama-nama yang sedang diajukan, memang sudah ada satu nama yang terkuat,” tambahnya.

Kholilurrahman bertekad maju atas permintaan masyarakat serta trend positif survey yang menunjukkan dirinya berada diurutan pertama, bahkan ia sudah mendapat persetujuan dari beberapa tokoh masyarakat.

“Hasil survey saya nomor satu, dan saya tambah yakin karena didukung oleh beberapa Ulama,” tutup Mantan Bupati 2009-2013 itu.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Odemwingie Pulang Kampung

0

Pamekasan, 14/6 (Media Madura) – Marquee player Madura United, Peter Osaze Odemwingie dipastikan tidak akan terlihat dalam sesi latihan Laskar Sape Kerrab. Odemwingie memutuskan pulang kampung ke negaranya.

“Peter Odimwingie menyampaikan permohonan izin, karena akan pulang ke negaranya,” ucap Manajer Madura United, Haruna Soemitro.

Dengan demikian, sesi latihan perdana Madura United yang rencananya digelar, Kamis (15/6/2017) besok usai menjalani jatah libur selama 2 hari pasca melibas Semen Padang, tanpa sang marquee player. Sementara, pemain lain diminta kembali tepat waktu.

“Bagi pemain lain yang masih di Indonesia tidak ada alasan lain untuk tidak ikut latihan, kecuali alasan kemanusiaan,” tegas Haruna.

Para pemain diminta kembali mengikuti sesi latihan, Kamis besok, karena petinggi klub tidak memberikan kebijakan adanya libur panjang bagi Fabiano Beltrame dkk. jelang Lebaran. Latihan, imbuh Haruna, berlangsung hingga 22 Juni mendatang.

“Liburnya setelah 22 Juni. Mereka harus sudah gabung kembali dengan tim tanggal 1 Juli,” ucapnya.
Tanggal 1 Juli sudah harus bergabung, karena persiapan Madura United melakoni pekan ke-12 Liga 1 menghadapi tuan rumah, Borneo FC, 4 Juli mendatang.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi