Beranda blog Halaman 120

Mojopahit dan Soekarno di Mojokerto

0

Pamekasan, (Media Madura) – Mojokerto merupakan kota di mana kerajaan penakluk nusantara Mojopahit pernah berjaya, sekitar tahun 1293 hingga 1498 Masehi. Kerajaan ini berkuasa selama 205 tahun dengan melewati 11 generasi kekuasaan raja sejak didirikan pertama kali oleh Raden Wijaya hingga raja terakhirnya Girindrawardhana atau Brawijaya V.

Saat saya mengikuti city tour di Kota Mojokerto bersama seluruh anggota Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur, yang menggelar rapat kerja selama dua hari mulai Sabtu (18-19/06/2022) kemarin, di kota penuh sejarah ini, kami dibawa berkeliking ke sejumlah lokasi peninggalan dan jejak sejarah kebesaran kerajaan Mojopahit.

Pemandu wisata dari Diskominfo Kota Mojokerto Ribi memaparkan bagaimana sejarah kerajaan Mojopahit berjaya, hal itu dibuktikan dengan indahnya situs yang berdiri megah di sejumlah tempat, baik di Kabupaten Mojokerto maupun di Kota Mojokerto.

Situs tersebut, kata dia, berupa candi, senjata, relief dan berbagai peninggalan sejarah lainnya. “Tidak hanya situs dan peninggalan sejarah itu yang kami miliki, tetapi juga kebudayaan yang hingga saat ini tetap ada dan terpelihara dengan baik,” kata wanita berparas cantik di bus yang ditupangi para pemilik dan pemimpin redaksi media siber ini.

Kadiskominfo Kota Mojokerto Santi Ratnaning Tias yang ikut mendampingi city tour ini juga memaparkan, setidaknya terdapat 9 candi peninggalan kerajaan Mojopahit yang tersebar di Mojokerto, baik kota maupun kabupaten. Candi tersebut yakni Candi Kedaton, Candi Kesiman,Candi Jolotundo, Candi Bajang Ratu, Candi Brahu, Candi Wringin Lawang, Candi Tikus, Candi Jedong dan Candi Bangkal.

“Candi-candi tersebut ada di Kabupaten Mojokerto,” kata Ibu Kadis Ini.

Di kota Mojokerto yang kini dipimpin oleh Hj. Ika Puspitasari ini, kata dia, juga terdapat kolam peninggalan kerajaan Mojopahit yang sangat legendaris, yakni Kolam Segaran. Konon kolam ini aliran airnya tersambung dengan beberapa candi, melalui sistem irigasi bawah tanah. Hanya saja hal itu masih belum dilakukan penelitian lebih lanjut.

Selain menyusuri jejak sejarah kebesaran kerajaan Mojopahit, rombongan pengurus dan anggota AMSI Jatim juga diajak untuk melihat jejak sejarah di mana sang Proklamator RI, Soekarno pernah penempuh pendidikan.

Kami diajak ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Purwotengah di Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto. Pada zaman Belanda sekolah dengan arsitektur klasik ini bernama Inlandsche School.

Di sekolah dasar khusus anak warga peribumi yakni Sekolah Rakyat ‘Ongko Loro‘ ini, Koesno, panggillan kecil Soekarno mengenyam pendidikan dasar hingga kelas 4, tepatnya pada tahun 1907.  Saat naik ke tingkat lima, Sukarno kemudian dipindahkan oleh ayahnya ke Europesche Lagere School (ELS) agar lebih memiliki kualifikasi untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya.

ELS, saat ini adalah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kota Mojokerto yang berada di Jalan A Yani Kota Mojokerto. Kami juga berkesempatan berkunjung ke sekolah ini dan merasakan bagaimana suasana saat Soekarno bersekolah.

Kepala Sekolah SDN Purwotengah, Endang Pujiastutik mengatakan, Seokarno sekolah di tempat itu mulai kelas 2 hingga kelas 4. Hal itu berdasarkan catatan sejarah dan penelitian dari berbagai lliteratur yang ada.

“Soekarno sekolah di sini itu mulai kelas 2 hingga kelas 4,” katanya kepada sejumlah Pemimpin Redaksi media. Minggu (19/6/2022) pagi.

Menariknya, kelas di mana Soekarno bersekolah tetap dipelihara dengan baik, mulai arsitekturnya, bangku dan bahkan papan tulisnya merupakan papan peninggalan sejarah saat Soekarno kecil bersekolah.

“Papan ini awalnya tidak ada, tetapi kami temukan di dinding bangunan kelas yang dipugar, dan hingga saat ini kami jaga keasliannya,” katanya.

Bahkan, pada hari Minggu itu yang semestinya merupakan hari libur, kami disambut oleh guru dan sejumlah siswa yang mengenakan baju tempo dulu layaknya Soekarno saat bersekolah.

Sementara itu, Ketua AMSI Jatim, Dr Arief Rahman mengatakan, Kota Mojokerto mempunyai sejarah peradaban bangsa yang sangat kuat, di mana di kota tersebut pernah berdiri kerajaan besar yang ditakuti dunia.

“Mojokerto itu merupakan pusat kerajaan Mojopahit, di kota ini pernah hidup bangsa besar dengan peradaban besar. Bahkan kota ini pernah melahirkan pemimpin besar yakni Proklamator Negara Kesatuan Republik Indonesia, Soekarno,” katanya.

Dikatakan, kerajaan Mojopahit menjadi titik sentral dari berkuasanya kerajaan nusantara yang memiliki wilayah kekuasaan di kawasan Asia.

Arief menambahkan, pada zaman itu wilayah kekuasaan Majapahit melebih wilayah yang ada di Indonesia yang pada waktu masih dinamai Hindia Belanda.

“Majapahit dulu itu lebih besar dari itu. Karena itulah city tour kali ini adalah membangkitkan kembali semangat Majapahit. Kita ingin mengingatkan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bahwa dulu kita pernah menjadi pemain dalam kancah global. Ini agar menjadi semangat teman-teman AMSI, jadi  jangan punya mental inferior,” jelasnya.

Atas dasar itulah, akhirnya AMSI Jatim menggelar Raker tahun 2022 ini di Kota Mojokerto dengan mengusung spirit Mojopahit.(Arf/MM)

Sigit Priyono Dilantik sebagai Ketua PMI Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Sigit Priyono resmi menyandang jabatan baru sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur periode 2022-2027.

Sigit Priyono dan beberapa pengurus baru menjalani prosesi pelantikan di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, oleh Ketua PMI Jawa Timur, H. Imam Utomo, Senin (20/6/2022).

Dalam sambutannya, Sigit menyampaikan akan meminta arahan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam. Tujuannya, PMI Pamekasan semakin dicintai masyarakat.

Sigit Priyono merupakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dengan jabatan asisten 1 bidang pemerintahan dan umum, dia saat ini juga menjabat sebagai Plt. Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan.

Sigit Priyono menyampaikan, kehadiran pengurus PMI Jawa Timur menjadi motivasi tersendiri terhadap para pengurus PMI Pamekasan untuk menjalankan tugas kemanusiaan sesuai dengan himne PMI, mars PMI dan tujuh prinsip PMI yang semuanya tentang kemanusiaan.

“Tidak banyak yang ingin kami sampaikan, hanya memohon arahan kepada Bapak H. Imam Utomo sebagai Ketua PMI Jawa Timur, kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati bagaimana PMI Pamekasan dapat mencintai dan dicintai masyarakat,” tandasnya.

Dia berharap para pengurus dan relawan bisa melaksanakan tugas kemanusiaan dengan ikhlas demi pengabdian kepada bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). (Zainol/Arif)

Kick Off Liga Santri 2022, Wakil Bupati Pamekasan Terbangkan Balon Udara

0

Pamekasan, (Media Madura) – Pembukaan Liga Santri 2022 yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, dihadiri Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin, Senin (20/6/2022).

Sebelum kick off, pembukaan Liga Santri dimeriahkan dengan beberapa acara menarik oleh panitia. Termasuk, pelepasan balon udara yang dilakukan Wabup Fattah Jasin.

Saat melepaskan balon ke udara, Fattah Jasin didampingi Komandan Kodim 0826, Letkol Inf. Ubaidillah, serta pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Pamekasan.

Pelepasan balon udara menandai kick off Liga Santri 2022 merebutkan Piala KASAD dimulai. Usai terbangkan balon udara, Fattah Jasin menonton laga perdana hingga usai.

Tercatat ada 12 klub yang berlaga di Liga Santri 2022, dari berbagai Pondok Pesantren di Bumi Gerbang Salam.

Klub dari Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sumur Tengah Kecamatan Palengaan dan klub dari Pondok Pesantren Hidayatun Najah Desa Samiran Kecamatan Proppo membuka laga perdana Liga Santri 2022 di Pamekasan.

Bertajuk Liga Santri, bukan berarti sepi penonton. Semangat para penonton dari kalangan santri  mendukung tim jagoannya terlihat di beberapa tribun penonton.

Layaknya suporter yang sudah profesional, mereka bernyanyi, berteriak, berjoget memberi dukungan pada tim jagoannya dari atas tribun sepanjang laga berlangsung.

Komandan Kodim 0826 Pamekasan, Letkol Inf. Ubaidillah menitipkan pesan selama turnamen berlangsung. Yakni, semua klub dan pemian diminta menjunjung tinggi sportifitas.

Damdim Ubadillah menegaskan, Liga Santri digelar untuk menyaring bibit unggul dari kalangan santri. Selain, menjadi ajang silaturrahmi antar pondok pesantren di Pamekasan.

“Kami berharap pelaksanaan liga santri 2022 berjalan lancar tanpa kendala apapun. Kemudian yang lebih penting lagi, nanti muncul bibit pesepak bola profesional dari kalangan santri di Pamekasan,” pungkasnya. (Zainol/Arif)

Sejarah Kebesaran Bangsa di Mojokerto

0

Mojokerto – Di hari kedua, Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil)Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur menggelar agenda city tour. Tak banyak diketahui publik bila Kota Mojokerto menjadi tempat Presiden Soekarno saat kecil menuntut ilmu. Sekolah pendidikan dasar dan menengah Soekarno menjadi titik awal city tour peserta Rakerwil AMSI Jatim.

Tujuan pertama yakni di SDN Purwotengah yang terletak di Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto yang merupakan sekolah Koesno (panggilan kecil Soekarno). Semasa penjajahan Belanda disebut Inlandsche School atau sekolah khusus anak warga peribumi yakni Sekolah Rakyat ‘Ongko Loro’.

Diperkirakan, Soekarno belajar di sekolah rakyat ‘Ongko Loro’ pada 1909-1912 dari tingkat dua hingga empat. Saat naik ke tingkat lima, Sukarno kemudian dipindahkan oleh ayahnya ke Europesche Lagere School (ELS) agar lebih memiliki kualifikasi untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya.

ELS saat ini adalah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kota Mojokerto yang berada di Jalan A Yani Kota Mojokerto. Di kedua Sekolah tersebut, di halaman depan berdiri patung Soekarno yang posisinya lurus dengan pintu gerbang masuk sekolah.

Kepala Sekolah SDN Purwotengah, Endang Pujiastutik mengatakan, Soekarno pernah bersekolah di SDN Purwotengah yang dulunya memiliki nama Ongko Loro (Tweede Inlandsche School). “Soekarno sekolah di sini itu mulai kelas 2 hingga kelas 4,” ungkapnya, Minggu (19/6/2022).

Begitu kelas 5, Soekarno dipindahkan bapaknya di ELS (Europeesche Lagere School) yang saat ini merupakan SMPN 2 Kota Mojokerto. Pada tahun 1907, Soekarno kecil di Mojokerto namun, sang ayah masih di Sidoarjo.

Selain menyusuri jejak pendidikan Soekarno, rombongan juga diajak wisata sejarah ke peninggalan Kerajaan Majapahit. Kerajaan yang pernah mahsyur menjadi pemimpin kawasan di Asia.

Ketua AMSI Jatim, Dr Arief Rahman mengatakan, AMSI Jatim mengeksplor Kota Mojokerto melalui agenda city tour. “Mojokerto itu yang pertama, tidak lepas dari sejarah besar bangsa ini. Baik zaman Majapahit hingga kemerdekaan. Zaman Majapahit, Mojokerto tempat kota raja sebagai pusat pemerintahan,” urainya.

Kerajaan Majapahit menjadi titik sentral dari berkuasanya kerajaan nusantara yang memiliki wilayah kekuasaan di kawasan Asia. Arief menambahkan, bahwa pada zaman itu wilayah kekuasaan Majapahit melebih wilayah yang ada di Indonesia yang pada waktu masih dinamai Hindia Belanda.

“Majapahit dulu itu lebih besar dari itu. Karena itulah city tour kali ini adalah membangkitkan kembali semangat Majapahit. Kita ingin mengingatkan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bahwa dulu kita pernah menjadi pemain dalam kancah global. Ini agar menjadi semangat teman-teman AMSI, jadi  jangan punya mental inferior,” jelasnya.

Sejarah emas itu, menurutnya, harus membuat kita bangga dengan Indonesia, bangga dengan Jawa Timur. Soekarno lahir di Surabaya, sebagian sekolahnya berada di Mojokerto. SMA bersekolah di Surabaya, kemudian melanjutkan kuliah ke Bandung, di ITB.

“Kita ingin menunjukkan kepada teman-teman bahwa Kota Mojokerto ini mempunyai lokasi napak tilas Soekarno yang merupakan bapak bangsa, founding father Indonesia. Produsen sepatu di sini, banyak skala UMKM semua tapi dipesan oleh brand-brand besar, tujuan ekspor, inilah merupakan keinginan AMSI juga untuk ikut berkontribusi,” paparnya.

Ini dilakukan agar masyarakat tahu jika di Kota Mojokerto ternyata terdapat industri sepatu yang mutu kualitasnya internasional. Arief mencontohkan seperti bola piala dunia yang ternyata berasal dari produsen di Madiun. Kota Mojokerto pun memiliki berbagai macam produk yang bisa mengisi pasar internasional, tidak hanya pasar domestik saja.

“Kita ingin menapaktilasi kebesaran kerajaan Majapahit. Kebesaran founding fathers kita. Itu akan menjadi semangat tentunya buat teman-teman AMSI sebagai media siber. Karena media siber ini kan borderless, tidak ada batasnya gitu kan. Artinya orang dari seluruh dunia pun bisa mengakses informasi dari media siber,” tambahnya.

Oleh karena itu, AMSI Jatim mengambil Kota Mojokerto yang dulunya pusat Kerajaan Majapahit untuk memacu semangat. AMSI Jatim ingin menjadi pemain global meskipun dengan konten-konten lokal, bisa menciptakan konten-konten yang lebih mengeksplor budaya sendiri, eksplorasi peninggalan sejarah dan lainnya.

Selain mengunjungi SDN Purwotengah, rombongan mengunjungi SMPN 2 Kota Mojokerto dilanjutkan kunjungan ke workshop UMKM sepatu di Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. City tour dilanjutkan ke wisata peninggalan Kerajaan Majapahit di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Salah satunya ke Candi Tikus di Desa Temon.

Rangkaian city tour Rakerwil AMSI Jawa Timur 2022 ditutup dengan makan siang di Sambel Wader Cak Mat tepat di depan Kolam Segaran di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Mojokerto.

Selain didukung oleh Pemerintah Kota Mojokerto, Rakerwil AMSI Jawa Timur juga mendapatkan support dari PT HM Sampoerna, Tbk., Djarum Foundation, PT Petrokimia Gresik, Pelindo, Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel dan Grab Indonesia.(Rilis/Ams)

Bupati Pamekasan Lepas 417 JCH, Doakan Jadi Haji Mabrur dan Kembali Selamat

0

Pamekasan, (Media Madura) – Sebanyak 417 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur berangkat ke Tanah Suci Mekah untuk melaksanakan Rukun Islam kelima.

Pemberangkatan para tamu Allah itu masuk kelompok terbang (Kloter) 23, yang dilepas langsung oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, di Masjid Agung Asy Syuhada, Pamekasan, Minggu (19/6/2022).

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kami melepas para jamaah menuju tanah Suci Mekah,” kata Bupati Badrut Tamam dalam sambutannya.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Tamam itu juga mendoakan 417 JCH yang berangkat dari daerahnya menjadi haji yang mabrur dan dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat dan sehat.

“Mudah-mudahan jamaah haji Kabupaten Pamekasan lancar dan selamat dalam perjalanan, mudah-mudahan mabrur dalam ibadah, dan kita masyarakat Pamekasan, Forkopimda, para alim dan ulama mohon doanya semoga diberikan kesehatan oleh Allah,” tuturnya.

Mas Tamam merasa bersyukur tahun ini Pemerintah Arab Saudi memberikan izin kepada umat Islam dari belahan dunia untuk melaksanakan ibadah haji setelah dua tahun tertunda akibat pandemi Covid-19.

“Melaksanakan ibadah haji bukan tentang punya uang atau tidak punya uang. Tetapi kita memiliki keinginan, karena kita memiliki keinginan kemudian berdoa dan Allah menakdirkan kita untuk bisa melaksanakan ibadah haji,” ungkapnya.

Pantuan di lokasi, hadir dalam pemberangkatan para tamu Allah itu Kepolres Pamekasan AKBP Rogib Triyanto, Komandan Kodim 0829 Pamekasan, Letkol Inf. Ubaidillah, dan jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) lainnya. Selain itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Mawardi, serta para alim ulama.

““Saya secara pribadi menyampaikan selamat jalan, selamat menunaikan ibadah haji dan umroh, serta sowan kepada sayyidina Muhammad SAW,” pungkas Mas Tamam. (Zainol/Arif)

Menjaga Marwah Jurnalis ala Kapolres Sampang

0

Oleh : Abd Aziz

Kapolres Sampang AKBP Arman menyampaikan pernyataan yang pada intinya mengingikan agar jajarannya hanya melayani konfirmasi pekerja media massa yang telah dinyatakan kompeten oleh institusi berwenang, yakni Dewan Pers. Dengan demikian, wartawan yang bisa dilayani harus telah bersertifikat atau lulus uji kompetensi.

Selain wartawan/jurnalis yang juga menjadi perhatian kapolres adalah media. Orang nomor satu di institusi kepolisian ini menyebutkan, bahwa media massa harus terdata di Dewan Pers. “Jika tidak, maka tidak, maka tak usah dilayani. Tapi, kalau ada wartawan yang sesuai profesionalismenya mempunyai sertifikasi dan terdaftar di Dewan Pers tidak kalian layani, kalian yang salah” begitu pesan kapolres saat menemui sejumlah orang yang mengaku dari media pada 14 Juni 2022 di aula Mapolres Sampang, seperti dilansir sejumlah media.

Selama saya Kapolresnya, demikian lanjutan dari kutipan langsung di tiga media ini, saya perintahkan Kasi Humas untuk berkordinasi secara profesional ya, jadi yang dianggap media massa adalah yang terdaftar di Dewan Pers dan mempunyai sertifikasi sehingga tau kode etik jurnalistik.

Secara substansi, pesan yang terungkap dari berita di tiga media ini tidak jauh berbeda, ketentuan mengenai wartawan yang perlu dilayani institusi, dan media massa yang terdaftar di Dewan Pers.
Secara umum, sebenarnya tidak ada yang ‘aneh’ dari pernyataan Kapolres Sampang AKBP Arman yang meminta jajarannya hanya melayani wartawan/jurnalis yang telah kompeten dan dibuktikan dengan bukti telah memiliki kartu lulus uji kompetensi dari Dewan Pers, serta media tempat si wartawan bekerja harus terdaftar di Dewan Pers.

Acuan kepala kepolisian di Sampang ini jelas, yakni Pasal 15 ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Isinya menyebutkan, bahwa tujuan pemerintah membentuk Dewan Pers adalah untuk mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional.

Bukan Yang Pertama
Kebijakan memilih hanya melayani wartawan bersertifikat kompeten dan media yang terdaftar di Dewan Pers sebagaimana dilakukan Kapolres Sampang AKBP Arman sebenarnya bukan pertama. Jauh sebelum kapolres menyampaikan hal itu, klub sepakbola profesional, seperti Madura United, Persebaya Surabaya, Arema FC sudah menerapkan terlebih dahulu ketentuan itu.

Wartawan/jurnalis yang bisa mendapatkan izin dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk bisa meliput pertandingan adalah yang telah lulus uji kompetensi, serta media tempat si wartawan bekerja terdaftar di Dewan Pers.

Bagi PT LIB dan klub sepakbola profesional itu, legalitas kompetensi penting disamping adanya pengakuan secara administratif dari institusi berwenang, yakni Dewan Pers, meskipun secara substantif, tidak berarti pula bahwa yang belum berlabel kompeten, tidak memiliki kemampuan di bidang jurnalistik.

Dalam konteks ini, klub dan penyelenggaran kompetisi menyadari bahwa lebel dari institusi berwenang merupakan bagian dari penguatan identitas, sebagaimana label profesional di masing-masing klub yang berkompetisi.

Pilihan pada wartawan/ jurnalis beridentitas yang medianya mendapatkan pengakuan, terdata dan terverifikasi dari institusi berwenang yakni Dewan Pers, tentu merupakan pilihan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Penghargaan pada Profesi
Kebijakan Kapolres Sampang AKBP Arman yang meminta jajarannya hanya melayani media massa terverifikasi di Dewan Pers, serta wartawan yang kompeten di bidang jurnalistik sejatinya merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap profesi jurnalistik.
Ia menyadari bahwa jurnalis merupakan profesi mulia, dilindungi oleh undang-undang, dan mereka yang menekuni profesi tersebut merupakan orang-orang yang memang memiliki komitmen, rasa tanggungjawab untuk menjadi bagian penting dari pembangunan bangsa ini.

Kapolres nampaknya menyadari, bahwa seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak orang yang membuat media yang serupa dengan media massa, demi untuk kepentingan tertentu. Venomena media ini, seakan serupa dengan kasus dokter gigi dan tukang gigi. Memang beda di antara keduanya, akan tetapi, masyarakat umum yang belum memiliki pengetahui yang cukup, banyak yang memiliki persepsi sama, bahwa tukang gigi adalah dokter gigi.

Padahal antara keduanya jelas berbeda. Tukang pasang gigi hanya mendasarkan keterampilan yang dimilikinya atas pengalaman non-akademik, sedangka dokter gigi berbasis potensi akademik, dan pelatihan pendukung dari kalangan ahli di bidangnya. Dengan demikian, dokter gigi jelas lebih paham tentang prosedur, tata laksana dan tata nilai yang perlu dilakukan, termasuk kode etik dokter, tapi tukang pasang gigi belum tentu memahami hal itu.

Tidak fair rasanya, ketika menyamakan antara dokter gigi dengan tukang gigi, sebagaimana juga tdak fair menyamakan antara wartawan/jurnalis yang memang bekerja untuk media, berdasarkan kemampuan, keterampilan dan profesionalisme.

Memang setiap kebijakan yang berpihak kepada ketentuan dan kebenaran normatif, sering kali menimbulkan reaksi, apalagi bagi mereka yang terbiasa memanfaatkan peran wartawan/jurnalis dalam mengakses kepentingan tertentu. Pengelola media dan ‘jurnalis/wartawan’ yang terbiasa memancing di air keruh, tentu akan bereaksi, apalagi yang terbiasa berposisi ganda (‘ACDC’), semisal mengaku berprofesi jurnalis pada saat tertentu, sebagai kontraktor pada saat yang lain, atau pegiat lembaga sosial masyarakat pada momen yang berbeda juga, tentu tidak menguntungkan bagi kelompok ini.

Dukungan Dewan Pers
Namun demikian, kebijakan Kapolres Sampang AKBP Arman ini, justru mendapat dukungan Dewan Pers. Lembaga ini juga berharap semua pejabat publik memiliki sikap dan pandangan tentang keberadaan pers sebagaimana yang disampaikan Kapolres Sampang.

“Atas nama Dewan Pers, kami menyampaikan apresiasi pada Pak Kapolres. Beliau telah mendukung kebijakan tentang verifikasi perusahaan pers dan wartawan tersertifikasi serta berkompeten dari Dewan Pers di wilayah Sampang,” Ketua Dewan Pers, Prof Azyumardi Azra dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada media dan organisasi profesi wartawan yang menjadi konstituen Dewan Pers, Jumat (17/6/2022).

Kasus audiensi antara Kapolres Sampang dengan sebagian insan pers yang beredar luas dalam tayangan video dimana Kapolres AKBP Arman menegaskan hanya akan melayani pers yang telah terverifikasi dan terdata di Dewan Pers serta wartawan yang profesional pada 14 Juni 2022 di Mapolres Sampang dinilai sebagai bentuk komitmen dalam menjaga marwar pers dan profesi wartawan.
Prof Azyumardi Azra menyatakan, sikap Kapolres Sampang selayaknya bisa diikuti oleh kawan-kawan di lingkungan Polri maupun para pejabat publik di semua tingkatan, baik yang ada di pusat maupun daerah. “Dengan begitu pers dan jurnalis profesional bisa terus tumbuh dalam ekosistem pers nasional.

Sementara kawan-kawan insan pers yang belum tersertifikasi bisa teredukasi untuk menjadi kompeten dengan mengikuti program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang tidak dipungut biaya,” kata Prof Azra.

Sertifikasi jurnalis dan perusahaan pers menurutnya adalah prasyarat penting untuk meningkatkan kualitas jurnalisme dan pers di Indonesia. Bahkan, secara khusus Dewan Pers juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Kapolres Sampang.

* Disadur dari blog pribadi Abd Aziz di laman abdaziz.id.

Dewan Pers Dukung Pejabat Publik Soal Profesionalisme Pers

Media Madura — Dewan Pers mendukung pernyataan Kapolres Sampang (Jawa Timur), AKBP Arman SIK MSi, tentang profesionalisme pers. Dewan Pers juga berharap semua pejabat publik memiliki sikap dan pandangan tentang keberadaan pers sebagaimana yang disampaikan Kapolres Sampang. 

“Atas nama Dewan Pers, kami menyampaikan apresiasi pada Pak Kapolres. Beliau telah mendukung kebijakan tentang verifikasi perusahaan pers dan wartawan tersertifikasi serta berkompeten dari Dewan Pers di wilayah Sampang,” tutur Ketua Dewan Pers, Prof Azyumardi Azra, Jumat (17/6) di Jakarta. 

Kasus audiensi antara Kapolres Sampang dengan insan pers ini muncul dalam tayangan video di Youtube. Dalam potongan tayangan itu, Kapolres menegaskan hanya akan melayani pers yang telah terverifikasi dan terdata di Dewan Pers serta wartawan yang profesional. Pandangan Kapolres dalam audiensi pada 14 Juni 2022 di Mapolres Sampang itu sempat dipersoalkan oleh sebagian wartawan dalam audiensi tersebut.

Dewan Pers mengetahui kasus di Sampang itu setelah melihat tayangan video yang viral di media sosial tentang arahan kebijakan jajaran Polres Sampang dan kawan-kawan media di Sampang. Prof Azra menyatakan, sikap Kapolres Sampang selayaknya bisa diikuti oleh kawan-kawan di lingkungan Polri maupun para pejabat publik di semua tingkatan, baik yang ada di pusat maupun daerah. “Dengan begitu pers dan jurnalis profesional bisa terus tumbuh dalam ekosistem pers nasional. Sementara kawan-kawan insan pers yang belum tersertifikasi bisa teredukasi untuk menjadi kompeten dengan mengikuti program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang tidak dipungut biaya,” kata Prof Azra. Namun, bagi yang mampu, bisa juga mengikuti uji kompetensi yang diadakan lembaga uji yang diakui Dewan Pers.

Ia menambahkan, sertifikasi jurnalis dan perusahaan pers adalah prasyarat penting untuk meningkatkan kualitas jurnalisme dan pers di Indonesia. Secara khusus Dewan Pers juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Kapolres Sampang. 

Polres Sampang
Kapolres Sampang mengakui video viral tersebut tidak secara utuh disiarkan atau hanya sepotong-sepotong sehingga banyak yang menafsirkan sendiri-sendiri. “Bahkan ada yang merespon negatif, namun sebenarnya maksud kami pada saat pertemuan bersama beberapa awak media tersebut, kami berupaya serta mendorong rekan-rekan awak media atau wartawan/jurnalis, khususnya di Kabupaten Sampang untuk lebih profesional,’  ujar Arman pada Dewan Pers dalam komunikasi melalui pesan WhatsApp. 

Ia mengutarakan, tujuan kebijakan yang disampaikan itu salah satunya adalah agar media yang menjalankan tugasnya bisa terdaftar dan terverifikasi di Dewan Pers, serta wartawan atau jurnalis setidaknya sudah terverifikasi dan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Hal tersebut ia sampaikan berdasarkan pengalaman kerja dan masukan dari masyarakat tentang keberadaan pers. 
Dari cerita beberapa teman-teman wartawan, ungkap Arman, masih ada oknum yang mengaku sebagai wartawan namun tidak mencerminkan sikap wartawan yang profesional. Demikian juga produk yang dihasilkan juga tidak mencerminkan kualitas jurnalistik yang baik dan profesional. 

“Tentunya hal ini dapat berdampak buruk atau negatif bagi profesi wartawan itu sendiri. Jadi, kami tidak ada maksud lain apalagi menghalangi kebebasan pers. Maksud kami hanya mendukung insan pers dan komunitas pers agar lebih baik dan lebih profesional. Dengan begitu, masyarakat pun makin mencintai wartawan dan produk jurnalistiknya yang profesional untuk membangun bangsa dan negara,” papar Arman. *

Bupati Mas Tamam Semangati Desa Berkembang di Pamekasan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam memastikan sudah tidak ada lagi desa berstatus tertinggal di Bumi Gerbang Salam.

Kepastian tersebut, berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2021, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI.

Diketahui, Pamekasan memiliki 11 kelurahan dan 178 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Bupati Baddrut Tamam merinci, 5 desa merupakan desa mandiri, 40 desa maju, dan 133 desa berkembang.

Hal itu, Mas Tamam ungkapkan di hadapan seluruh kepala desa saat menggelar Pembekalan dan Pembinaan Kepala Desa, di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Kamis (16/6/2022) kemarin.

Pada pertemuan itu, Mas Tamam menyemangati para kepala desa, utamanya desa yang statusnya berkembang untuk menjadi desa maju.

“Tugas kita sekarang (kades, red) kalau desanya masuk yang berkembang, jangan berhenti di situ. Terus kembangkan agar bisa menjadi desa yang maju dan mandiri,” ungkapnya.

Dia berharap, pemerintah desa harus mengubah pola pikir lama yang orientasinya hanya untuk mendapat bantuan pemerintah sehingga rela memasukkan desanya sebagai desa tertinggal dengan tanpa melakukan inovasi, dan kreasi untuk kemajuan desanya.

Dikatakan, pihaknya akan memberikan reward bagi desa yang masuk kategori maju dan mandiri untuk mendorong mengubah pola pikir lama yang tidak produktif tersebut. Hal itu telah dilakukan sejak tahun 2021 dengan reward hingga Rp 500 juta untuk satu desa.

“Sekarang kita dorong reward Rp 250 juta dan Rp 500 juta untuk diberikan kepada desa yang maju. Desa Panempan tahun kemarin mendapat Rp 500 juta, maksud saya belajar ke Panempan bagaimana bisa dapat Rp 500 juta,” tandasnya.

Menurutnya, Panempan masuk dalam kategori desa mandiri dengan menejemen dan pengelolaan yang baik. Sehingga, Desa Panempan nantinya diharapkan bisa menjadi desa percontohan di Kabupaten Pamekasan.

“Tujuannya fastabiqul khairot, berlomba-lomba kita semua memberikan pelayanan, pengayoman, dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan yang lebih baik,” katanya.

Bupati dengan sederet prestasi ini menjelaskan, pemerintah desa bisa mendorong menjadi desa maju dan mandiri dengan melakukan program yang fokus pada satu hal. Misalnya di bidang kesehatan, masyarakat yang tidak tercover Kartu Indonesia Sehat, dan BPJS yang dibiayai APBD kabupaten di desa tersebut bisa dicover dengan dana desa.

“Langsung bilang kepada masyarakat, kalau saya jadi kepala desa tidak ada masyarakat yang tidak dilayani dan tidak mendapatkan BPJS. Itu top kalau bisa begitu,” jelasnya.

Dia menuturkan, pemimpin tidak bisa membuat seluruh masyarakatnya puas, termasuk kepala desa atau bupati. Sehingga standart yang harus ditanam kuat adalah pantas bukan puas.

“Karena kalau puas, terkadang kepada diri sendiri saja tidak puas. Maka standart-nya pantas,” pungkasnya. (Zainol/Arif)

Komitmen Perjuangkan Tembakau, Bupati Pamekasan Teken Petisi

0

Pamekasan, (Media Madura) – Tanam tembakau di Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berlangsung heboh, Sabtu (18/6/2022).

Pasalnya, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam turun langsung ke sawah ikut menanam bibit tembakau sendiri bersama ratusan petani di wilayah itu.

Usai menanam tembakau, Bupati Mas Tamam menandatangani petisi sebagai komitmen bersama memperjuangkan tembakau Pamekasan. Dan, tembakau Madura umumnya. Penandatangan petisi juga diikuti para petani tembakau.

Hadir dalam acara tanam tembakau, Ketua DPN Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, Soeseno, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan (DKPPP) Pemkab Pamekasan, Ajib Abdullah, dan Dosen Ekonomi pertanian Universitas UPN Veteran Surabaya, dan DR Zainal Abidin. Mereka pun ikut tandatanganani petisi.

Bupati Mas Tamam, menyampaikan bahwa petisi ini sebagai komitmen bersama memperjuangkan tembakau bukan hanya sebagai sumber pemberdayaan ekonomi, namun juga budaya dan warisan yang telah mendarah daging. 

“Menanam tembakau bagi para petani, sama dengan menanam harapan,” kata Mas Tamam.

Kata Mas Tamam, para petani saat ini tengah khawatir dengan cuaca tak menentu. Akibat cuaca kurang bersahabat, musim tanam tembakau yang sejatinya dilakukan di bulan April-Mei, mundur hingga akhir Juni. 

“Melalui acara dan pertemuan ini, mari kita kuatkan komitmen dan kolaborasi memajukan tembakau. Kita bersyukur masih tetap bisa melaksanakan gelar tanam, semoga diberikan rezeki berlimpah bagi para petani tembakau,” ujar Badrut Tamam. 

Pemkab Pamekasan, sebut Baddrut, berkomitmen untuk membantu mensejahterakan petani tembakau sebagai bagian dari prioritas pembangunan perekonomian desa. Diakuinya, perlu cara yang konkret untuk memenuhi komitmen tersebut.

“Kami bantu fasilitasi pelatihan melinting bagi para pekerja tembakau, kami bantu peralatannya, kami berikan akses penyertaan modal dengan bunga rendah, kami sediakan marketnya lewat keberadaan warung mitra rakyat. Ayo kita bergandengan tangan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah agar kita makmur bersama-sama demi kualitas hidup yang semakin lebih baik,” pungkasnya. (Zainol/Arif)

Pamekasan Target 10 Besar Porprov Jatim, Bonus Peraih Medali Naik Jadi Rp 25 Juta

0

Pamekasan, (Media Madura) – Pemerintah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pamekasan, Madura, sepakat mengusung target pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke VII Jawa Timur.

Target yang diusung adalah, Kontingen Pamekasan dapat tembus 10 besar pada Porprov yang rencananya bergulir pada 25 Juni hingga 5 Juli mendatang.

Pemerintah telah menyiapkan bonus cukup besar bagi atlet daerah yang berprestasi. Tentunya bagi peraih medali emas, perak, dan perunggu.

Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin mengatakan, atlet Pamekasan peraih Medali Emas, akan mendapatkan Rp 25 juta. Medali Perak Rp 15 juta, dan Medali Perunggu Rp 10 juta.

Jika dibandingkan dengan Porprov sebelumnya, bonus yang bakal diiterima atlet peraih Medali Emas tahun ini nilainya dinaikkan Rp 5 juta, sehingga jadi Rp 25 juta.

“Pemkab sudah bersepakat dengan legislatif untuk memberi apresiasi dan jaminan setinggi-tingginya kepada para atlet berprestasi,” ungkap Fattah Jasin saat pelepasan atlet di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Kamis (16/6/2022).

Sementara itu, Ketua KONI Pamekasan, Djohan Susanto mengapresiasi kepedulian pemerintah terhadap atlet Pamekasan, dengan menyiapkan bonus yang cukup besar.

Menurut Djohan, kesiapan pemerintah menyiapkan bunos, menjawab kegelisahan para atlet yang kurang diperhatikan kesejahteraannya selama ini. Djohan pun mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Pamekasan.

“Alhamdulillah bonus yang dijanjikan Pak Bupati sudah maksimal. Insya Allah anak-anak (atlet.red) tambah semangat,” kata Djohan Susanto.

Terkait target tembus 10 besar Porprov Jatim, Djohan sangat optimis. Selain memiliki cabor unggulan yang sudah langganan meraih medali emas, cabor-cabor yang lain juga diyikini akan menyumbangkan medali emas untuk Pamekasan. (Zainol/Arif)