Beranda blog Halaman 1121

Orang Tak Dikenal Tinggalkan Tas Diduga Berisi Bom di Mapolsek Gapura Sumenep

0

Sumenep, 4/1 (Media Madura) – Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Gapura Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mendadak geger. Pasalnya, sebuah tas berisi barang mencurigakan ditinggalkan oleh seseorang yang tidak kenal.

Sementara, tas yang ditinggal di halaman Polsek setempat itu diduga berisi bom, pemilik merupakan warga Kabupaten Malang, sesuai pengakuan saat dia datang.

“Tadi pagi, ada tamu yang datang ke Polsek Gapura. Dia mengaku warga Malang dan minta uang, karena kehabisan bekal,” terang Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Hasanuddin saat berada di lokasi kejadian.

Anehnya, lanjut Hasanudin, saat petugas Polsek hendak mengambil uang ke dalam ruangan, yang bersangkutan tiba-tiba sudah pergi tanpa pamit.

“Menurut keterangan warga yang menyaksikan, pemilik tas diketahui berpakaian warna putih dan pergi kearah barat dengan berboncengan,” Sambungnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal tak diinginkan, puluhan anggota Polsek setempat dibantu Polres Sumenep melakukan pengamanan di TKP, menunggu penelitian lebih lanjut Tim Jihandak (penjinak bahan peledak) Sat Brimob Pamekasan.

“Oleh karena barang tersebut belum diketahui pasti, sementara kami sterilkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

Tiga Rumah di Pamekasan Ambruk Akibat Banjir

0

Pamekasan, 4/1 (Media Madura) – Tiga rumah di Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur rata dengan tanah setelah diterjang banjir, Selasa (3/1/2017) petang.

Ibu Marsawan warga sekitar mengatakan, runtuhnya tiga rumah yang bersebelahan itu dikarenakan tidak kuat menahan derasnya debit air yang datangnya tiba-tiba.

“Masuknya air karena jebolnya tanggul, maklum banjirnya memang besar,” katanya, Rabu (4/1/2017).

Tiga bangunan tersebut, tambah Marsawan, dua bangunan diantaranya milik Mujib berdinding tembok, sedangkan satunya milik Zahri yang terbuat dari gedek. Semuanya rata dengan tanah.

“Rumahnya dua milik Mujib, satunya Zahri. Barang-barangnya tidak terselamatkan,” tambahnya.

Pantauan mediamadura.com di lokasi, saat ini sedang dilakukan evakuasi oleh sejumlah petugas TNI-Polri, BPBD, PMI dan masyarakat sekitar. Sebagian yang terdampak banjir terlihat bersih-bersih rumahnya.

Selasa petang anjir terjadi di Kelurahan Gladak Anyar. Utamanya di Jalan Sersan Mesrul. Ketinggian air di daerah tersebut mencapai 2 sampai 3 meter.

Selain kelurahan tersebut, banjir juga terjadi di kelurahan Parteker, Jungcangcang, Patemon, dan Desa Lemper Kecamatan Pademawu. Banjir bandang tersebut tercatat terbesar sepanjang sejarah.

Prnulis: Rifqi
Editor: Ahmadi

BPBD: Banjir Kali Ini yang Terbesar di Pamekasan

0

Pamekasan, 4/1 (Media Madura) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengklaim banjir yang terjadi pada Selasa (3/1/2017) malam adalah yang terbesar yang pernah terjadi. Bencana ini menyebabkan ratusan rumah warga terendam banjir.

“Banjir kali ini adalah yang terbesar yang pernah terjadi di Pamekasan mulai tahun 1999,” kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pamekasan, Budi Cahyono, Selasa malam.

Tercatat ada empat kelurahan dan satu desa yang terendam banjir akibat luapan sungai. Yakni, Kelurahan Parteker, Jungcangcang, Patemun, dan Kelurahan Gladak Anyar. Serta Desa Lemper Kecamatan Pademawu.

Yang membedakan banjir tahun ini dengan banjir tahun-tahun sebelumnya, jelas Budi, adalah ketinggian air yang meredam rumah penduduk.

“Kalau di tahun-tahun sebelumnya rata-rata ketinggian air mencapai 1 meter. Tapi kalau yang terjadi sekarang (Selasa malam.red) tinggi air mencapai 2 hingga 3 meter,” ungkapnya.

Dikatakan, banjir paling parah terjadi di Kelurahan Gladak Anyar. Utamanya di Jalan Sersan Masrul. Sehingga sebagian warga terpaksa harus dievakuasi. Ketinggian air di daerah tersebut mencapai 2 sampai 3 meter. “Kalau di kelurahan lain ketinggian air bervareasi,” terangnya.

Budi mengatakan, bencana ini juga menimbulkan kerugian ekonomi. Meski saat ini kerugian masih dalam pendataan, namun diperkirakan mengalami kerusakan kerusakan. Ada rusak berat, sedang, dan ringan.

Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur. Seperti jebolnya tanggul. Rumah-rumah warga dikabarkan juga mengalami kerusakan. “Untuk kerugian masih dilakukan pendataan. Dan tidak ada korban jiwa dalam bencana ini,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Taretan Dhibik Bagi-bagi Nasi Bungkus untuk Korban Banjir di Pamekasan

0

Pamekasan, 3/1 (Media Madura) – Komunitas suporter Taretan Dhibik (sebutan fans Madura United FC) membagi-bagikan nasi bungkus untuk korban banjir Pamekasan, Selasa (3/1/2017) malam.

Sebanyak 200 nasi bungkus dibagikan kepada warga yang terdampak banjir di wilayah itu. Sedikitnya ada empat kelurahan dan 1 desa yang terendam banjir bandang.

Ketua Taretan Dhibik, Bambang Priyanto menuturkan, aksi sosial tersebut dilakukan atas inisiatif anggota Taretan Dhibik yang rumahnya ikut terendam banjir.

“Kebetulan kas kegiatan sosial di Taretan Dhibik masih ada dan disepakati untuk dialokasikan untuk korban banjir,” katanya.

Bahkan, lanjut Bambang, Taretan Dhibik sudah mengantisipasi untuk mendirikan dapur umum jika banjir tak kunjung surut.

Banjir merendam perumahan warga di Kelurahan Gladak Anyar, Patemon, Parterker, dan Kelurahan Jungcangcang serta satu desa. Yakni, Desa Lemper Kecamatan Pademawu.

Banjir paling parah terjadi di Kelurahan Gladak Anyar dengan ketinggian air mencapai 2,2 meter hingga 3 meter. Luapan sungai terjadk akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Pamekasan sejak siang tadi.

“Semoga banjirnya tidak sampai besok. Kami doakan segera surut,” tutup Bambang.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Banjir Rendam Empat Kelurahan dan 1 Desa di Pamekasan

0

Pamekasan, 3/1 (Media Madura) – Empat kelurahan dan satu desa di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur direndam banjir, Selasa (3/1/2017) petang. Banjir terjadi setelah sejak siang tadi Pamekasan diguyur hujan intensitas tinggi.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Budi Cahyono mengatakan, empat kelurahan itu adalah Kelurahan Gladak Anyar, Patemon, Parteker, dan Kelurahan Jungcangcang Pamekasan.

“Sementara satu desa itu, Desa Lemper Kecamatan Pademawu,” katanya saat ditemui mediamadura.com di lokasi banjir, Selasa malam.

Di antara empat kelurahan itu banjir paling parah terjadi di Kelurahan Gladak Anyar. Khususnya warga yang tinggal di Jalan Sersan Masrul dan Jalan Amin Jakfar.

“Ketinggian air di Kelurahan Gladak Anyar mencapai 2,2 meter hingga 3 meter. Sementara di kelurahan lainnya ketinggian air bervariasi,” ungkap Budi menjelaskan.

Lebih lanjut Budi menguraikan, banjir yang menggenangi perumahan warga di Gladak Anyar terjadi pada pukul 17.00 WIB. Banjir menyebabkan warga terpaksa harus dievakuasi. Kendati demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwan ini.

“Kami juga melakukan evakuasi, utamanya kepada warga yang memiliki kerentanan tinggi seperti bayi, lansia, dan warga yang berkebutuhan khusus. Tapi banyak juga warga yang memilih menetap di rumahnya, untuk menjaga harta bendanya,” ujarnya.

Budi menambahkan, banjir yang terjadi karena sungai di wilayah itu tidak bisa menampung debit air kiriman dari daerah barat dan utara Pamekasan, sehingga meluap ke pemukiman warga. Tingginya air juga diakibatkan laut pasang.

“Paling lama banjir surut sekitar empat jam,” paparnya.

Budi berharap, ketika banjir kembali melanda warga bisa memanfaatkan adanya Kelurahan Tangguh Bencana yang dibangun oleh pemerintah setempat. Kelurahan Tangguh Bencana terletak di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Gladak Anyar, dan Kelurahan Patemun.

“Rencananya pemerintah masih ingin membangun tiga Kelurahan Tangguh Bencana lagi. Tapi saya belum tahu yang tiga ini akan dibangun dimana. Yang pasti dibangun di tempat terdampak banjir,” terangnya.

Hingga kini, tim gabungan meliputi TNI/Polri, PMI, Dinkes, serta sejumlah elemen lainnya masih standby di lokasi banjir. Banjir tampak mulai berangsur surut.

“Untuk warga yang harus dievakuasi ke rumah sakit sampai detik belum ada. Kalau masih bisa disembuhkan di lokasi tidak harus dibawa ke rumah sakit,” tutup Kepala Puskesmas Teja Pamekasan, dr Nanang Suyanto.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

7 Rumdin Polres Pamekasan Rusak Diterjang Angin Kencang

0

Pamekasan, 3/1 (Media Madura) – Sedikitnya 7 rumah dinas (rumdin) Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur rusak akibat diterjang angin kencang, Selasa (3/1/2017) sore.

Rata-rata rumdin yang rusak adalah milik anggota dan perwira Polres Pamekasan. Angin kencang menghantam bagian atap dan asbes rumdin. Angin kencang tiba-tiba datang setelah hujan mengguyur Pamekasan.

“Beberapa pohon yang ada di lapangan voli depan asrama juga tumbang akibat angin kencang,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Nowo Hadi Nugroho kepada media di Pamekasan, Selasa sore.

Sedikitnya ada 4 pohon berukuran cukup besar tumbang dan nyaris mengenai asrama Polres Pamekasan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Kita langsung evakuasi bersama-sama. Sementara pohon yang tumbang kita potong menggunakan gergaji mesin,” terangnya.

Namun, Kapolres belum mengetahui kerugian atas peristiwa tersebut.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Pemkab Sampang Enggan Sidak PNS Bolos di Hari Pertama Masuk Kerja

0

Sampang, 3/1 (Media Madura) – Hari ini, Selasa (3/1/2017) merupakan hari pertama masuk kerja bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sampang setelah libur tahun baru 2017. Namun, kondisi itu tidak berlaku di Kabupaten Sampang. Sebab, dipastikan bakal banyak abdi negara tersebut bolos kerja.

Mengingat, sejauh ini tidak ada tindakan serius dari penegak peraturan daerah (Perda). Pasalnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Inspektorat, yang seharusnya dikomandoi Bupati Sampang enggan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah instansi pemerintahan di hari pertama masuk kerja sebagai pencanangan revolusi mental dalam penegakkan disiplin pejabat publik.

“Memang tidak ada sidak PNS tadi,” kata Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Sampang Moh Jalil, Selasa (3/1/2017).

Dijelaskan Jalil, tidak adanya sidak dikarenakan sejumlah pejabat menggelar apel pagi di halaman kantor Pemkab Sampang. Hal itu dinilai cukup untuk mengetahui jumlah kehadiran pejabat.

“Semua pejabat sudah apel pagi tadi, jadi tidak ada alasan tidak masuk kantor,” dalihnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Fadhilah Budiono dan Ketua Komisi I DPRD Sampang Moh Hodai, memperingatkan seluruh pejabat masuk kerja tanpa alasan apapun setelah libur tahun baru.

Apalagi, Bupati Sampang A Fannan Hasib mencanangkan organisasi perangkat daerah (OPD) itu harus dijadikan motivasi kerja. Dengan begitu, ada tugas-tugas baru yang perlu dipelajari.

“Dengan sidak pegawai yang bolos dapat diketahui. Jika memang ada pejabat bolos tanpa alasan yang diperbolehkan, pemkab harus bersikap tegas,” kata Moh Hodai.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Banjir Landa Kecamatan Pegantenan

0

Pamekasan, 3/1 (Media Madura) – Banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Madura Jawa Timur, Selasa (3/1/2016) sore. Salah satunya di Desa Plakpak.

Samsul Hadi, warga Dusun Blingih 1, Desa Plapak mengatakan, banjir terjadi akibat luapan sungai Pangelen. Setelah diguyur hujan selama satu setengah jam.

“Hujan terjadi dari jam 13.30 sampai jam 15.00 WIB,” katanya kepada mediamadura.com, Selasa sore.

Akibatnya, banyak rumah warga terendam banjir. Utamanya di Dusun Sabe Laok, dan Dusun Blingih 1, Desa Plakpak. Ketinggian air mencapai sekitar dada orang dewasa.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya puluhan rumah warga dan sekolah-sekolah yang menjadi langganan luapan sungai,” ungkapnya menjelaskan.

Tidak hanya di wilayah itu yang terdampak, dia meyakini daerah lain seperti Desa Pamoroh dan Bangkes terendam banjir.

“Kalau di jalan depan SMPN 2 Pegantenan ketinggian air sekitar 1 meter,” terangnya.

Samsul Hadi menambahkan, banjir yang terjadi hari ini tergolong banjir terbesar selama 10 tahun terakhir, sehingga dia meminta perhatian pemerintah setempat untuk melakukan normalisasi sungai di wilayah itu.

“Banjir sekarang paling besar sejak 10 tahun terakhir,” tandasnya.

Kondisi banjir saat ini sudah berangsur surut. Warga mulai membersihkan sisa-sisa lumpur yang masuk ke rumah-rumah.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Angin Kencang, Tribun Stadion Pamekasan Ambruk Timpa Pemain Bola

0

Pamekasan, 3/1 (Media Madura) – Angin kencang mengamuk di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Tidak hanya pohon di sejumlah ruas jalan yang ditumbangkan, bahkan tribun penonton di Stadion R Soenarto ambruk dan menimpa 2 pemain sepak bola yang tengah menggelar laga persahabatan di stadion tersebut, Selasa (03/01/17) sore.

Peristiwa ambruknya tribun penonton sisi barat tersebut terjadi saat laga persahabatan antara klub PSPM Kecamatan Proppo melawan klub Mahkota dari Desa Tagengser Daya Kecamatan Waru.

Pelatih PSPM Proppo Ibnu Jainuri menuturkan, angin kencang tiba-tiba merobohkan tribun penonton saat laga babak pertama usai dan pemain sedang istirahat.

“Selain tribun ambruk, atapnya juga terbang ke sisi barat stadion. Ambruknya tribun ini mengenai dua pemain kami,” katanya kepada wartawan.

Kedua pemain yang terkena ambruknya tribun stadion tersebut yakni Mujib dan Jaka. Akibatnya Jaka mengalami luka dibagian tangan dan rusuknya, sementara Mujib mengalami luka ringan.

Saat ini kedua korban telah dibawa oleh orang tuanya untuk mendapatkan perawatan secara medis di Puskesmas terdekat.

Penulis : Arf
Editor : Zainol

Sejumlah Fasum Pantai Jumiang Rusak Berat

0

Pamekasan, 3/1 (Media Madura) – Sejumlah fasilitas umum (fasum) di pantai Jumiang, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur rusak berat.

Tampak gazebo salah satu destinasi wisata favorit di Pamekasan itu ambrol karena kurang perawatan, serta fasilitas lainnya.

“Pantai Jumiang yang menjadi tempat jujukan satu-satunya masyarakat Pamekasan sudah hancur lebur,” kata Husni Thamrin salah satu pengunjung pantai tersebut, Selasa (3/1/2017).

Menurutnya, untuk menjaga keasrian pantai tersebut perlu campur tangan pemerintah, mengingat tempat wisata di ujung timur bumi Gerbang Salam itu salah satu kekayaan daerah.

“Rusaknya beberapa fasilitas ini tidak lepas dari kurangnya perawatan, makanya pemerintah harus turun tangan,” ujar Thamrin.

Sementara Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan, Muhsin Salim mengaku sudah mendorong Pemkab dari segi anggaran miliaran rupiah untuk pengelolaan tempat wisata, tapi fakta di lapangan berbanding terbalik.

“Justru pemerintah mengabaikan hal itu. Pengelolaan tempat wisata disini (Pamekasan) masih jauh dari harapan,” katanya.

Padahal, jika tempat wisata itu dikelola dengan baik, maka akan menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) paling besar bagi pemerintah. “Tapi kenyataannya dibiarkan begitu saja,” ucapnya.

Penulis: Rifqi
Editor: Ahmadi