Beranda blog Halaman 1120

Polisi Ungkap Pemilik Tas Misterius, Ini Identitasnya

Sumenep, 5/1 (Media Madura)  – Tidak butuh lama untuk Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, Madura Jawa Timur mengungkap siapa pemilik tas hitam yang yang ditinggal di halaman Mapolsek Gapura. 

Berbekal kartu pengenal yang ditinggal pelaku, aparat kepolisian sudah mengantongi identitas pelaku dan siap mengejar karena sempat meresahkan masyarakat setempat.

“Selain isi tas sudah kami ketahui, nama pelaku juga sudah kami kantongi,” kata Kapolres Sumenep, Joseph Ananta Pinora.  

Dia menyebutkan, pemilik tas tersebut ketahui berinisial LK (33),  warga RT 004 RW 008, Dusun Purboyo Mayang Sekar, Desa/Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

“Dari itu, tim sudah bergerak untuk memburu dan menangkap yang bersangkutan,” sambungnya pada awak media.

Polisi menargetkan segera meringkus pria yang diduga beistri wanita asal Kabupaten Malang tersebut, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu. 

Sebagaimana diberitakan, seseorang telah meninggalkan tas hitam mencurigakan di halaman Mapolsek Gapura, Rabu (4/1/2017).

Selanjutnya, Polsek Gapura melaporkan ke Polres Sumenep dan langsung mendatangkan tim penjinak bahan peledak dari Gegana Polda Jatim.

“Kami berharap Sumenep aman dan masyarakatnya sejahtera,” pungkas Pinora.

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

Madura United Ditantang Klub Malaysia Penang FC

0

Pamekasan, 5/1 (Media Madura) – Dalam waktu dekat Madura United FC akan menjalani sesi latihan perdana persiapan laga persahabatan melawan klub asal Malaysia, Penang FC.

Manajer Madura United Haruna Soemitro mengatakan, skuad asuhan Gomes De Oliviera akan menjalani latihan perdana pada 10 Januari mendatang.

Sementara laga persahabat kedua kesebelasan akan dihelat pada 13 Januari. “Pertandingan tersebut atas undangan dari Penang FC,” kata Haruna.

Pada latihan tersebut Fabiano Beltrame dan kawan-kawan akan menjalani latihan tanpa sang pelatih Gomes De Oliviera. Yang saat ini masih berada di Brasil.

“Latihan Madura United akan digelar dengan tanpa pelatih kepala yang masih ikut kursus di Brasil,” imbuhnya menjelaskan.

Dalam lawatannya itu, kemungkinan besar Madura United sudah diperkuat beberapa pemain anyarnya yang didatangkan untuk memperkuat klub asal Pulau Garam pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2017.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Ketua DPRD Sampang Ancam Tolak Plt Sekwan

Sampang, 5/1 (Media Madura) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang Imam Ubaidillah mengaku akan menolak penempatan Pelaksana tugas (Plt) dalam pengisian kekosongan jabatan di Sekteraris Dewan (Sekwan).

Alasan itu dikarenakan sampai saat ini belum ada surat pemberitahuan tentang pejabat yang akan mengisi kekosongan tersebut.

”Jika memang ada Plt Sekretaris DPRD biasanya ada surat yang datangnya dari Bupati. Bahwa akan ada yang menjabat Plt sekwan. DPRD ini bukan kantor dinas, kantor kecamatan dan kantor-kantor lain. Secara aturan harus dikomunikasikan terlebih dahulu. Termasuk penempatan Plt sekwan,” terang Imam.

Dia juga mengaku bahwa sampai saat ini belum ada surat pemberitahuan siapa yang akan dijadikan Plt Sekwan. Sehingga ia menegaskan, apabila nantinya tiba-tiba ada plt sekwan, tentu ia akan menolaknya.

”Saya tidak tahu siapa yang menjabat menjadi plt sekwan, jika ada surat yang masuk dan ada orang yang masuk saya tolak itu benar, tentu harus ada prosedurnya,” tegasnya.

Seharusnya, lanjut Imam, ada komunikasi politik dan sebagainya. Sehingga, keharmonisan eksekutif dan legislatif supaya tepat terjalin. Namun kenyataannya, koordinasi saja tidak jelas, ditambah dengan persoalan plt sekwan ini yang tidak ada kejelasan.

”Intinya sebelum dimasukkan dikomunikasikan dulu. Kami tidak ingin pejabat yang dijadikan plt sekwan merangkap jabatan, jadi kalau sebagai asisten jangan merangkap jabatan lain dan jangan kemana-kemana, ini yang perlu dipertegas,” paparnya.

Sementara itu, Kabag Umum Sekretariat DPRD Sampang Benny Indrama Pernama mengatakan, adanya informasi penolakan plt sekwan dari ketua dewan, pihaknya mengaku tidak memiliki kapasitas untuk memberikan penjelasan. Ia lebih memilih memasrahkan kepada badan kepegawaian daerah (BKD) selaku pihak yang memiliki kewenangan dalam penempatan jabatan.

”Kalau soal ini (plt sekwan yang ditolak ketua dewan) bisa langsung ke BKD, saya tidak memiliki kapasitan menjawab,” singkatnya.

Terpisah, Asisten I Pemkab Sampang Nurul Hadi mengaku sampai saat ini ia tetap menjabat sebagai asisten I. Sehingga ia tidak tahu-menahu terkait dirinya akan dijadikan plt sekwan.

”Saya seharian ada di ruangan, dan sampai saat ini belum mendapatkan perintah. Jadi tidak tahu terkait plt sekwan,” kelitnya.

Begitu pula, Kepala BKD Sampang Slamet Terbang enggan memberikan komentar banyak. Ia lebih memilih memasrahkan persoalan itu kepada Sekdakab Phutut Budi Santoso.

”Mohon maaf mas, langsung ke bapak sekda saja,” ujarnya.

Disisi lai, saat dikonfirmasi melalui saluran telepon Sekdakab Phutuh Budi Santoso belum bisa memberikan keterangan dan nomor yang biasa bernada tidak aktif. Bahkan, ketika dikonfirmasi langsung ke ruangan yang bersangkutan tengah berada di luar kota.

”Maaf mas, bapak sedang keluar kota. Mungkin besok sudah balik,” tukas salah satu pegawai yang berjaga di depan pintu ruang kerja Sekdakab Sampang.

Sekedar diketahui, usai mutasi pejabat struktural beberapa waktu lalu, jabatan Sekwan DPRD Sampang masih terjadi kekosongan setelah sebelumnya di jabat oleh Sudarmanto yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Sebanyak 169 Ribu UMKM di Sampang Mati Suri

0

Sampang, 4/1 (Media Madura) – Sebanyak 195.000 usaha mikro kecil menegah (UMKM) di wilayah Kabupaten Sampang. Namun 169.900 diantaranya mati suri. Hanya 26.000 pelaku usaha yang mampu dikembangkan.

“Adanya kondisi itu yang jelas masih akan melakukan pembinaan untuk sisa usaha mikro yang masih belum mendapat pembinaan, karena itu sudah merupakan pengajuan dari masing-masing tenaga konsultan bisnis (TKB) yang tersebar di 14 kecamatan, serta merupakan hasil seleksi dari pengajuan langsung yang dilakukan oleh UKM itu sendiri,” kata Kepala Dinas Kopersi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) melalui Kabid Pengembangan UKM Mada Ningsih.

Informasi yang beredar, Pemerintah Pusat telah meluncurkan sebanyak 5.000 lisensi aplikasi program pengembangan publikasi diberikan secara gratis kepada pelaku usaha mikro, dan memberikan pelatihan serta bimbingan pemakaiannya kepada UMKM yang ada di Jawa Timur termasuk Kabupaten Sampang, dengan cara akan dibuka pendaftaran, keberadaan aplikasi tersebut diharapkan memudahkan transaksi bagi UMKM.

Terkait adanya bantuan yang akan digelontorkn pada pelaku usaha mikro tersebut, pihaknya mengaku sangat senang, pasalnya dari adanya aplikasi yang akan diberikan dapat meningkatkan dan mengembangkan sektor ekonomi di Kabupaten Sampang.

“Sangat membantu, karena dengan aplikasi ini, setiap produk yang dihasilkan dapat diakses secara cepat dan akurat, nah dengan ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sampang,” imbuhnya.

Namun sayangnya, di sisi lain ia belum bisa menjelaskan terkait berapa jumlah UKM yang sudah berkembang dan UKM yang mati suri. Asalannya, jika pihaknya hanya fokus pada pembinaan terhadap UKM saja.

“Untuk total jumlah UKM yang berkembang atau tidak berkembang semuanya sudah ada di badan pusat statitistik (BPS),” dalihnya.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Enam Orang di Sampang Meninggal Akibat DBD

0

Sampang, 4/1 (Media Madura) – Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Sampang selama tahun 2016 sebanyak 626 orang, 6 orang diantaranya meninggal dunia. Seperti diungkapkan Humas Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Farid Bil Faqih.

“Memang masih ada masyarakat yang belum memahami gejala-gejala DBD, sehingga lambat ditangani dan menyebabkan meninggal dunia bagi yang terserang, padahal kami sudah mensosialisasikan melalui media bahkan kami juga sudah turun langsung ke lapangan,” terangnya, Rabu (4/1/2017).

Dikatakan Farid, jumlah itu menurun jika dibandingkan dengan tahun 2015 lalu, yakni sebanyak 638 orang dan 14 orang diantaranya dinyatakan meninggal.

“Kalau penurunan kasus DBD di daerahnya tidak begitu signifikan, dan rata-rata warga yang terserang penyakit itu berusia 5 sampai 25 tahun,” jelas Farid.

Daerah endemis DBD terdapat di lima Kecamatan, yaitu di Kecamatan Kota Sampang, Kedungdung, Sokobanah, Sreseh, dan Banyuates.

Upaya dilakukan Dinas Kesehatan sudah melakukan fogging dan pemberian abate. Tetapi, yang terpenting setiap warga harus menjaga kebersihan lingkungan dengan cara melakukan gerakan 3 M yakni Menguras, Mengubur dan Menutup tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Madura United Ingin Datangkan Greg Knowkolo

0

Pamekasan, 4/1 (Media Madura) – Rupanya Madura United FC kepincut dengan penampilan Greg Knowkolo, sehingga ingin mendatangkan penyerang Persija Jakarta itu ke Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan, Madura.

Presiden Klub, Achsanul Qosasi mengaku sudah mengutus Manajer Klub Haruna Soemitro untuk melakukan komunikasi intens dengan sang pemain. Agar Greg mau bergabung dengan Laskar Sape Kerrab.

“Ada komunikasi serius dengan Greg Knowkolo untuk menjadi bagian dari Madura United tahun ini,” ucap AQ sapaan akrabnya.

Meski begitu, belum ada kepastian apakah Madura United sudah mendapat tanda tangan Greg. Fans Madura United diminta bersabar dan pasti akan diumumkan jika manajemen sudah resmi mengontrak Greg.

“Satu dua hari ini, mungkin sudah bisa dilihat hasilnya. Kita percayakan kepada manajer dan tim pelatih untuk pembentukan tim,” imbuhnya.

Bergabung dengan Madura United, Greg diminta kesanggupannya untuk patuh terhadap aturan yang ada. Utamanya dalam hal kedisiplinan.

Sementara itu, Manajer Madura United Haruna Soemitro menyebut komunikasi dengam Greg hampir final.

“Komunikasi dengan Greg Knowkolo hanya tinggal penyamaan persepsi dalam kebersamaannya dengan Madura United. Ada klausul-klausul tertentu yang akan difinalisasi besok. Kalau sama-sama sepakat, Insya Allah besok (5/1/2017) sudah sign in,” tutup Haruna.

Penulis: Zainol
Editor: Ahmadi

Mengejutkan… Ternyata Ini Isi Tas yang Sempat Diduga Bom

0

Sumenep, 4/1 (Media Madura) – Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur memastikan barang berupa tas yang ditinggal orang tidak dikenal di halaman Mapolsek Gapura bukanlah berisi bahan peledak.

Pasalnya, saat diledakkan oleh tim penjinak bom Gegana Polda Jatim di lokasi kejadian, tas tersebut tidak memiliki daya ledak tinggi.

“Memang saat kami periksa, detektor kami membaca ada unsur metal di dalamnya, tetapi setelah tim Gegana melakukan peledakan kemungkinan isinya bukan bahan peledak,” kata Kapolres Sumenep, Joseph Ananta Pinora pada awak media.

Namun, dia menerangkan, dalam tas tersebut ditemukan sejumlah barang, diantarannya buku-buku, buku tabungan, nomor rekening bank, kumpulan nomor HP serta kartu tanda penduduk.

“Ada cacatan setoran yang cukup besar, sampai ratusan juta rupiah, ada juga buku catatan dengan daftar sejumlah nama, ada yang namanya Abu juga,” bebernya.

Dia juga menceritakan kronogis dari peristiwa yang sempat menggegerkan tersebut. Bahwa, sekitar pukul 10.00 WIB datang satu orang yang tidak dikenal ke Mapolsek Gapura dengan berpura-pura meminta uang karena kehabisan saku atau ongkos.

Tetapi saat petugas hendak mengambil uang, orang misterius tersebut malah pergi begitu saja dengan meninggalkan tas berwarna hitam begitu saja di halaman Mapolsek setempat.

“Sesuai prosedur, jika ada kejadian seperti itu, tidak boleh ada petugas yang mendekat, sehingga harus menunggu tim penjinak bom karena itu berbahaya,” ungkap Pinora.

Sampai pukul 13.00 WIB, petugas dari Polres Sumenep hanya bisa melakukan pensterilan dilokasi, sebelum akhirnya tim penjinak bom dari Sat Brimob Polda Jatim datang dan melakukan langkah peledakan.

Sedangkan menurut kesaksian sejumlah warga di lokasi kejadian, usai meletakkan tas, pelaku diduga pergi ke arah barat dengan menggunakan jasa ojek, dengan ciri-ciri mengenakan baju putih.

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

Barang Mencurigakan di Sumenep Akhirnya Diledakkan Tim Gegana

0

Sumenep, 4/1 (Media Madura) – Barang mencurigakan berupa tas yang ditinggalkan orang tidak dikenal di halaman Mapolsek Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akhirnya diledakkan.

Langkah peledakan dilakukan oleh tim penjinak bom Gegana Mapolda Jatim, setelah sempet bikin geger lantaran tas dicurigai berisi bom.

“Setelah sekian lama ditunggu pemilik barang tidak datang, akhirnya langkah dengan cara meledakkan dilakukan,” ujar Kapolres Sumenep, Joseph Ananta Pinora di tempat kejadian.

Sebelum dilakukan peledakan, tim meminta semua petugas yang berjaga untuk menjauh, bahkan awak media yang meliput secara langsung diminta menjauh untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari yang disaksikan mediamadura.com, peledakan dilakukan di lahan kosong belakang Mapolsek setempat, dan daya ledak yang dihasilkan tidak terlalu besar seperti yang sempat dikhawatirkan petugas.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seseorang yang mengaku berasal dari Kabupaten Malang datang ke Mapolsek Gapura, dia meminta uang ke petugas dan mengaku kehabisan uang saku.

Namun, saat petugas hendak mengambil uang, si pelaku justru pergi tanpa pamit dan meninggalkan begitu tas yang dibawanya. Sehingga, sempat bikin geger petugas lantaran tas dimaksud dicurigai berisi barang berbahaya.

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

Rp 5,2 Miliar Siapkan untuk Pilkada Sampang

Sampang, 4/1 (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sampang menetapkan anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada Juli 2018 mendatang sebesar Rp 5,2 miliar. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sampang Syamsul Muarif.

Ia mengatakan, untuk biaya pilkada dibagi dalam dua tahun anggaran, untuk tahapan awal yang akan dimulai pertengahan tahun 2017 ini sebesar Rp 5,2 miliar, yang akan digunakan untuk perekrutan tenaga penyelenggara ad hoc yakni Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitian Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) serta pemutakhiran data pemilih.

“Apabila nanti ada kekurangan kita ajukan pada perubahan anggaran keuangan,” ucapnya, Rabu (4/1/2017).

Dirinya menambahkan, kekurangan anggaran pilkada yang belum dapat diakomodasi tahun ini, akan dibahas dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018.

“Nanti akan dibahas di Raperda APBD 2018 soal itu,” tandasnya.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Pelatih Madura United Ikut Bicara soal Format Kompetisi 2017

0

Pamekasan, 4/1 (Media Madura) – PSSI selaku induk organisasi tertinggi sepak bola Indonesia belum menentukan format kompetisi musim 2017.

Kendati demikian, usulan kompetisi dengan format satu atau dua wilayah mulai bermunculan dari masing-masing klub paserta jelang Kongres Tahunan PSSI. Tak terkecuali dari Madura United FC.

Kongres Tahunan PSSI akan digelar di Bandung pada 8 Januari mendatang.

Pelatih Madura United Gomes De Oliviera mengatakan, pihaknya lebih setuju kompetisi satu wilayah dibanding diformat dua wilayah. Kompetisi satu wilayah bisa dilihat selama pelaksanaan TSC 2016 yang diakuinya menjadi kompetisi terbaik di Tanah Air.

“Semua tim akan sama-sama merasakan pertandingan dengan seluruh peserta (kalau kompetisi satu wilayah),” katanya.

Sebab, kata pria asal Brasil itu, menjalani pertandingan dengan tim-tim yang sudah punya nama besar akan sangat berpengaruh bagi pemain bahkan suporter. “Ada tolak ukur jelas antara tim yang pantas menjadi juara,” tegas Gomes.

Gomes yang datang ke Indonesia sebagai pemain sejak tahun 1994 silam menambahkan dari sisi pelaksanaan pertandingan di TSC sudah mengarah pada perbaikan yang sebenarnya. Hanya saja, sanksi terhadap pelanggaran disiplin perlu lebih dipertegas lagi.

“Sebab, rasa aman ketika bermain juga sangat penting bagi setiap tim dalam menjalani pertandingan. Kalau itu terus dimantapkan, tidak perlu ada lagi pertandingan yang dihentikan karena merasa tidak aman,” tandas Gomes.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi