Pamekasan, 3/1 (Media Madura) – Empat kelurahan dan satu desa di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur direndam banjir, Selasa (3/1/2017) petang. Banjir terjadi setelah sejak siang tadi Pamekasan diguyur hujan intensitas tinggi.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Budi Cahyono mengatakan, empat kelurahan itu adalah Kelurahan Gladak Anyar, Patemon, Parteker, dan Kelurahan Jungcangcang Pamekasan.

“Sementara satu desa itu, Desa Lemper Kecamatan Pademawu,” katanya saat ditemui mediamadura.com di lokasi banjir, Selasa malam.

Di antara empat kelurahan itu banjir paling parah terjadi di Kelurahan Gladak Anyar. Khususnya warga yang tinggal di Jalan Sersan Masrul dan Jalan Amin Jakfar.

“Ketinggian air di Kelurahan Gladak Anyar mencapai 2,2 meter hingga 3 meter. Sementara di kelurahan lainnya ketinggian air bervariasi,” ungkap Budi menjelaskan.

Lebih lanjut Budi menguraikan, banjir yang menggenangi perumahan warga di Gladak Anyar terjadi pada pukul 17.00 WIB. Banjir menyebabkan warga terpaksa harus dievakuasi. Kendati demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwan ini.

“Kami juga melakukan evakuasi, utamanya kepada warga yang memiliki kerentanan tinggi seperti bayi, lansia, dan warga yang berkebutuhan khusus. Tapi banyak juga warga yang memilih menetap di rumahnya, untuk menjaga harta bendanya,” ujarnya.

Budi menambahkan, banjir yang terjadi karena sungai di wilayah itu tidak bisa menampung debit air kiriman dari daerah barat dan utara Pamekasan, sehingga meluap ke pemukiman warga. Tingginya air juga diakibatkan laut pasang.

“Paling lama banjir surut sekitar empat jam,” paparnya.

Budi berharap, ketika banjir kembali melanda warga bisa memanfaatkan adanya Kelurahan Tangguh Bencana yang dibangun oleh pemerintah setempat. Kelurahan Tangguh Bencana terletak di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Gladak Anyar, dan Kelurahan Patemun.

“Rencananya pemerintah masih ingin membangun tiga Kelurahan Tangguh Bencana lagi. Tapi saya belum tahu yang tiga ini akan dibangun dimana. Yang pasti dibangun di tempat terdampak banjir,” terangnya.

Hingga kini, tim gabungan meliputi TNI/Polri, PMI, Dinkes, serta sejumlah elemen lainnya masih standby di lokasi banjir. Banjir tampak mulai berangsur surut.

“Untuk warga yang harus dievakuasi ke rumah sakit sampai detik belum ada. Kalau masih bisa disembuhkan di lokasi tidak harus dibawa ke rumah sakit,” tutup Kepala Puskesmas Teja Pamekasan, dr Nanang Suyanto.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan