Sumenep, 4/1 (Media Madura) – Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur memastikan barang berupa tas yang ditinggal orang tidak dikenal di halaman Mapolsek Gapura bukanlah berisi bahan peledak.

Pasalnya, saat diledakkan oleh tim penjinak bom Gegana Polda Jatim di lokasi kejadian, tas tersebut tidak memiliki daya ledak tinggi.

“Memang saat kami periksa, detektor kami membaca ada unsur metal di dalamnya, tetapi setelah tim Gegana melakukan peledakan kemungkinan isinya bukan bahan peledak,” kata Kapolres Sumenep, Joseph Ananta Pinora pada awak media.

Namun, dia menerangkan, dalam tas tersebut ditemukan sejumlah barang, diantarannya buku-buku, buku tabungan, nomor rekening bank, kumpulan nomor HP serta kartu tanda penduduk.

“Ada cacatan setoran yang cukup besar, sampai ratusan juta rupiah, ada juga buku catatan dengan daftar sejumlah nama, ada yang namanya Abu juga,” bebernya.

Dia juga menceritakan kronogis dari peristiwa yang sempat menggegerkan tersebut. Bahwa, sekitar pukul 10.00 WIB datang satu orang yang tidak dikenal ke Mapolsek Gapura dengan berpura-pura meminta uang karena kehabisan saku atau ongkos.

Tetapi saat petugas hendak mengambil uang, orang misterius tersebut malah pergi begitu saja dengan meninggalkan tas berwarna hitam begitu saja di halaman Mapolsek setempat.

“Sesuai prosedur, jika ada kejadian seperti itu, tidak boleh ada petugas yang mendekat, sehingga harus menunggu tim penjinak bom karena itu berbahaya,” ungkap Pinora.

Sampai pukul 13.00 WIB, petugas dari Polres Sumenep hanya bisa melakukan pensterilan dilokasi, sebelum akhirnya tim penjinak bom dari Sat Brimob Polda Jatim datang dan melakukan langkah peledakan.

Sedangkan menurut kesaksian sejumlah warga di lokasi kejadian, usai meletakkan tas, pelaku diduga pergi ke arah barat dengan menggunakan jasa ojek, dengan ciri-ciri mengenakan baju putih.

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan