Beranda blog Halaman 1054

Sempat Turun, Harga Cabai di Pamekasan Naik Lagi

Pamekasan, 4/3 (Media Madura) – Harga cabai rawit di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur naik menembus angka Rp 160 ribu per kilo. Setelah sempat turun Rp 140 ribu per kilo pada awal pekan lalu.

Tentu saja kenaikan harga cabai itu banyak dikeluhkan warga utamanya pedagang makanan.

Penjual nasi di Kelurahan Parteker, Kecamatan Pamekasan Kota, Hafifah mengatakan, dirinya sempat senang saat harga cabai turun Rp 20 ribu per kilo dari Rp 160 ribu menjadi Rp 140 ribu.

“Senin kemarin sampai Kamis, harga cabai rawit sempat turun Rp 20 ribu. Sekarang (Jumat) harga naik lagi jadi Rp 160 ribu,” keluhnya, Jumat (3/3/2017).

Dengan naiknya haga cabai itu, Hafifah mengaku tidak berani membeli satuan kilo. Dirinya hanya mampu membeli cabai rawit seharga Rp 25 ribu. Pada saat normal empat bulan lalu, malah berani membeli cabai rawit hingga 2 kilogram per hari.

“Dulu waktu masih harganya normal saya bisa beli sampai 2 kilo mas,” tambahnya.

Pasalnya, Hafifah tidak hanya menjual nasi dan lauk dengan menu nasi rames dan nasi jagung lalapan plus ikan asin. Hafifah juga menjual bumbu aneka menu, seperti bumbu rawon, bumbu soto, dan sambal pedas siap konsumsi.

“Biasanya yang beli sambal siap saji bikinan saya adalah para tukang bakso dan pangsit mie. Sekarang saya tak berani jual sambal siap saji. Bisa rugi,” tuturnya.

Meski ada cabai impor dirinya tidak pindah ke cabai kering itu. “Di pasar memang ada yang jual cabai impor. Tapi saya tidak tertarik membelinya. Meski mahal, saya tetap kulakan cabai rawit lokal,” tutup Hafifah sembari menyatakan heran dengan sikap pemerintah yang terkesan melakukan pembiaran atas naiknya harga cabai rawit itu.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Madura United Terus Mendukung Rizky Dwi

0

Pamekasan, 4/3 (Media Madura) – Presiden Madura United, Achsanul Qosasi mengungkapkan harapannya agar Rizky Dwi Febrianto tampil lebih maksimal pada seleksi tahap ketiga timnas Indonesia U-22.

AQ sapaan akrab Achsanul Qosasi menyebutkan dukungan untuk pemain asal Jember, Jawa Timur itu semakin kuat.

“Klub seratus persen mendukung Rizky berkiprah di Timnas. Madura United dan warga Madura sangat berharap Rizky bisa menunjukkan potensinya dengan baik dan bisa membawa bendera timnas di ajang internasional. Selamat untuk Rizky,” kata AQ.

Sementara, Rizky Dwi Febrianto berjanji ingin tampil lebih percaya diri dalam seleksi penentuan itu. Seba, dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas yang sudah di depan mata. “Itu menjadi tantangan untuk membuktikan kepada pelatih,” tegasnya.

“Terima kasih atas dukungan Bapak saya, Presiden Klub Madura United Bapak Achsanul Qosasi, Bapak Haruna, pelatih Gomes De Oliviera, yang telah memberikan kesempatan pada saya tahun ini di Madura United,” ujarnya.

“(Selain itu), dukungan doa dari suporter Madura United juga sangat berharga bagi saya, karena merekalah motivator saya di lapangan,” pungkas Rizky Dwi.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Jaksa Agung Muda Ini Juga Menanti Penetapan Tersangka PT. WUS Sumenep

Sumenep, 4/3 (Media Madura) – Tidak hanya publik Sumenep yang terus menanti tindak lanjut penggeledahan Kantor PT. PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS) Sumenep, Madura Jawa Timur oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat beberapa waktu lalu.

Ternyata, Jaksa Agung Muda Intelejen, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, M Adi Togarisman juga tengah berharap, pelaku dugaan penyelewengan keuangan di BUMD tersebut segera diungkap.

“Kasus PT WUS ini, Kejari Sumenep yang telah melakukan penggeledahan harus mengungkap secara tuntas, siapa saja pelaku yang terlibat dalam kasus dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan perusahaan tersebut,” kata M Adi Togarisman saat berkunjung ke Sumenep, Sabtu (4/3/2017).

Pria asli keturunan Sumenep itu mengaku, dirinya mendukung penuh kinerja Kejari Sumenep untuk mengungkap kasus itu secara tuntas, agar segera diketahui berapa jumlah kerugian dan siapa saja yang terlibat.

“Siapapun yang terlibat harus diungkap. Tidak boleh dalam menangani kasus itu tebang pilih. Saya sebagai pribadi yang lahir di Sumenep mendukung penuh pak Kajari Sumenep untuk mengusut persoalan ini,” tegasnya.

Namun demikian, dia meminta Kejari Sumenep tidak terburu-buru dalam proses penanganan kasus tersebut, agar proses hukumnya berkualitas.

“Kejari Sumenep dalam mengusut kasus ini tidak perlu tergesa-gesa, terpenting bekerja dengan baik, sehingga hasilnya berkualitas,” harapnya.

Seperti gayung bersambut, Kajari Sumenep, Bambang Sutrisna mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 28 orang saksi setelah ada 4 orang tambahan.

“Kami diam, tapi bekerja, kita lihat saja nanti hasilnya seperti apa, yang jelas kasus PT WUS sudah naik ke tahap penyidikan,” ucap Bambang.

Dugaan penyelewengan keuangan PT. WUS kembali panas setelah Kejari Sumenep melakuka penggeledahan di kantor PT. WUS yang berlokasi di Jl. Tronojoyo, pada Selasa (14/2/2017) lalu.

Penggeledahan berlangsung selama kurang lebih 12 jam. Dan saat itu, Bambang Sutrisna tidak banyak berkomentar pada awak media, hanya disebutkan pihaknya berhasil menyita beberapa dokumen penting, diantaranya 3 unit CPU, Flasdish dan beberapa berkas penting lainnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

JCH 2017 Asal Pamekasan Sudah Mulai Urus Paspor

0

Pamekasan, 4/3 (Media Madura) – Sejumlah jamaah calon haji (JCH) 2017 asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur sudah mulai melakukan pengurusan administrasi pribadi, yakni paspor.

Menurut Kasi Haji dan Umrah Kantor Kemenag Pamekasan, Afandi, kendati pelunasan biaya pelaksanaan ibadah haji (BPIH) belum dibuka, namun Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, mengeluarkan kebijakan untuk pengurusan paspor sudah bisa dimulai.

“Kami sudah persilahkan JCH 2017 untuk mengurus paspor, karena identitas harus sama, sementara JCH di Pamekasan, kadang (ada) nama yang tidak sama,” katanya, Sabtu (4/3/2017).

Langkah itu dipilih tambah Afandi, agar persoalan dokumen keberangkatan JCH ke Mekah tidak menjadi kendala di kemudian hari saat jelang keberangkat menunaikan rukun Islam kelima itu. Seperti yang terjadi pada keberangkat haji tahun 2016 lalu.

“Saat ini pemberkasan pembuatan paspor sudah sekitar 10 persen. Keterlambatan pembuatan paspor kerap menjadi kendala untuk memperoleh visa dari kedutaan besar Arab Saudi di Jakarta,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan, bagi JCH yang namanya tidak sama masih butuh penetapan pengadilan, sehingga pembuatan paspor harus diurus jauh-jauh hari sebelum berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

“Kami tidak ingin kejadian tahun 2016 lalu, kembali terjadi. Kala itu ada tiga JCH yang ditangguhkan keberangkatannya hingga visa datang. Itu terjadi karena telat buat paspor, sehingga visanya tidak kunjung datang,” tutupnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Pemkab Sumenep Kuras Anggaran Rp 140 Juta Plesiran ke Pantai Lombok

0

Sumenep, 4/3 (Media Madura) – Dalam rangkaian persiapan Sumenep Visit Year 2018, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) Sumenep, Madura, Jawa Timur akan menggelar kegiatan ‘plesiran’ ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan yang dikemas dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) itu rencananya akan berlangsung selama 3 hari, yaitu pada tanggal 14-16 Maret 2017 dan akan menghabiskan anggaran hingga Rp 140 juta lebih.

“Total ada 30 orang yang akan terlibat dalam Bimtek kita ke Lombok, mulai dari Pokdarwis, dari Desa Wisata dan perwakilan media (media massa.red),” kata Kadisparbudpora Sumenep, Sofiyanto.

Sofi menjelaskan, dipilihnya Pulau Lombok sebagai tempat Bimtek karena Lombok dikenal sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk belajar wisata halal disana, yaitu pariwisata yang Islami, misalnya di pantai tidak boleh pakai bikini, di hotel-hotel disiapkan peralatan ibadah, dan hal-lain yang berkaitan dengan wisata halal,” jelas Sofi.

Menurutnya, kegiatan tersebut sesuai dengan petunjuk Bupati Sumenep yang menginginkan pengelolaan objek wisata di Sumenep pada Visit Year 2018 tidak melenceng dari tuntunan Islami.

“Target kita memperoleh pengetahuan wisata halal disana untuk kemudian di adaptasi di Kabupaten Sumenep,” imbuhnya.

Ketika disinggung soal besarnya anggaran bakal dihabiskan dalam kegiatan itu, Sofi mengklaim semuanya sudah sesuai dengan aturan dan Peraturan Bupati (Perbup).

“Jadi semuanya sudah diatur, biaya perjalananya sekian, hotelnya dimana dan makannya dimana, sekali lagi Rp 140 juta itu sudah susuai dengan aturan yang ada,” klaimnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tangkal Informasi Negatif, PCNU Pamekasan Bentuk Tim Cyber Anti Fitnah

0

Pamekasan, 4/3 (Media Madura) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, Madura, Jawa Timur membentuk tim cyber anti fitnah di media sosial.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Pamekasan, Taufiqurrahman Khafi mengatakan, tim ini terdiri dari beberapa lembaga dan Badan Otonom (Banom) di bawah naungan PCNU Pamekasan. Tim cyber ini akan mengawal NU secara kelembagaan maupun secara kultural ketika ada netizen yang menebar fitnah dan informasi negatif tentang NU, ulama NU maupun dakwah, sosial maupun amaliah NU.

Sebab, menurutnya, saat ini informasi negatif di dunia internet sudah sangat massif. Hal ini karena tidak jelasnya sumber informasi yang didapatkan, kemudian dikonsumsi dan disebarkan secara massif pula. Hal ini karena enggannya pengguna internet (netizen) untuk mengklarifikasi atau melakukan check, recheck, dan crosscheck.

“Sekarang informasi negatif di internet mudah kita temukan. Masyarakat juga mudah mempercayainya kemudian membagikannya kepada orang lain,” kata Taufiq dalam rilisnya yang disampaikan kepada mediamadura.com, Sabtu (4/3/2017).

Taufiq menambahkan, PCNU Pamekasan memiliki kewajiban untuk menangkal segala bentuk informasi yang negatif apalagi fitnah. Terutama akhir-akhir ini yang menjadi sasaran empuk adalah NU dan ulama NU serta amaliah NU. Informasi ini disebar melalui blog, website yang tidak jelas alamatnya, media sosial seperti facebook, instagram, twitter, youtube dan akun media sosial lainnya.

“Tim Cyber ini yang akan memantau informasi di internet jika terjadi fitnah terhadap NU, ulama dan amaliah NU. Masyarakat harus diadvokasi agar tidak mudah terpengaruh terhadap sumber informasi yang tidak jelas,” imbuh Taufiq.

Mantan jurnalis salah satu radio di Pamekasan ini mengungkapkan, selain menangkal informasi negatif, Tim Cyber juga akan melakukan counter wacana dan opini agar masyarakat tidak semakin tersesat dengan informasi yang negatif dan salah.

Pembentukan Tim Cyber PCNU Pamekasan ini, akan diawali dengan kegiatan Kopi Darat (Kopdar) Netizen NU Pamekasan, yang akan dilaksanakan pada hari Ahad (5/3/2017) besok, di Pondok Pesantren Sabilul Ihsan, Desa Jalmak, Kecamatan Pamekasan.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Pelatih Fisik P-MU Ambil Lisensi B AFC di Youth Training Center Nasional

0

Pamekasan, 4/3 (Media Madura) – Pelatih Fisik Persepam Madura Utama (P-MU), Sofie Imam Faizal, akan mengikuti pelatihan di Youth Training Center Nasional untuk mendapatkan lisensi B yang diselenggarakan oleh AFC di Sawangan, Depok Jawa Barat, pada tanggal 5-26 Maret mendatang.

Pelatihan yang akan diikuti oleh pria kelahiran Bondowoso itu, selain bertujuan untuk menaikkan level lisensinya, juga regulasi PSSI menyatakan. Semua pelatih diwajibkan untuk memiliki lisensi AFC untuk bisa melatih di klub profesional, termasuk pelatih fisik.

“Saya ingin naik level, mas. Saya kan pelatih fisik, dan sudah miliki lisensi C AFC. Kalau sudah lisensi B. Syukur-syukur semoga nanti bisa mendapatkan spesialisasi ke pelatih fisik level 1 AFC,” ungkap laki-laki yang akrab disapa coach Imam itu.

Dalam pelatihan yang bertemakan Coaching Course B “AFC” ini, pria yang saat ini berdomisili di Kabupaten Tulungangung berharap bisa menambah ilmu dan wawasan agar bisa menjadi pelatih fisik yang sesuai dengan standar AFC.

“Semoga selama saya disana bisa menambah ilmu dan wawasan saya dalam kepelatihan fisik. Nantinya, ilmu yang saya dapatkan bisa saya realisasikan disini (Persepam-red)”, tanbah laki-laki yang mengaku memiliki darah Madura ini.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Air Sungai Pakong Genangi Jalan Raya, Lalu Lintas Tersendat

0

Pamekasan, 4/3 (Media Madura) – Jalan Raya Bandungan, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Madura, Jawa Timur tergenang air, Sabtu (4/3/2017). Akibatnya, lalu lintas ke arah kota Pamekasan menjadi tersendat.

Salah seorang warga, Abdurrahem mengatakan, air menggenangi Jalan Raya Bandungan mulai, Jumat (3/3/2017 malam. Genangan air tersebut berasal dari luapan sungai di wilayah itu.

“Akibat luapan sungai Sumber Kene’, mas. Dari kemarin sampai tadi malam hujannya deras sekali,” katanya kepada mediamadura.com, Sabtu (4/3/2017).

Menurutnya, saluran irigasi di sepanjang Jalan Raya Bandungan sempit dan tertutup sampah, sehingga aliran air terus merendam jalan raya.

“Iya mas, dan saluran irigasi dipersempit sama orang yang punya rumah, pas dibaratnya pom bensin (Pakong),” kata warga asli warga Dusun Kampung Sawah, Desa Bicorong itu.

Desa Bandungan dan Desa Bicorong adalah dua daerah yang berbatasan di Kecamatan Pakong.

Hingga berita dinaikkan, air masih menggenangi akses satu-satunya ke arah Kota Pamekasan. Sejumlah pengendara memaksa menerobos genangan air tanpa memikirkan kendaraannya mogok.

Warga berharap, pemerintah segera turun tangan menormalisasi sungai dan saluran di wilayah itu. Khawatir jika hujan menguyur lagi, luapan air semakin parah.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Rizky Dwi Seleksi Tahap Kedua, Ayah: Jika Lolos Disyukuri, Jika Tidak…

0

Pamekasan, 3/3 (Media Madura) – Seleksi tahap kedua timnas Indonesia U-22 telah berakhir, Kamis (2/3/2017) kemarin.

Ayah Rizky Dwi Febrianto, Muzammil meminta anaknya harus legowo dan menghormati keputusan tim pelatih andai gagal memperkuat timnas di ajang SEA Games 2017 mendatang.

Rizky Dwi Febrianto merupakan satu di antara 26 pemain yang mengikuti seleksi tahap kedua yang digelar di lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH).

Terkait apakah pemain asal Jember, Jawa Timur ini dipertahankan pelatih Luis Milla atau tidak. Yang jelas tim pelatih akan memutuskan nama pemain dalam waktu dekat.

Pasalnya, pemain yang dipertahankan akan diumumkan usai seleksi tahap ketiga, pada 7 hingga 9 Maret mendatang.

“Jika diterima timnas, harus disyukuri dan harus berusaha untuk bermain maksimal. Jika tidak lolos, maka harus berusaha meningkatkan kemampuan, siapa tahu kelak dibutuhkan oleh timnas,” kata Muzammil.

Menurut Muzammil, mengikuti seleksi Timnas U-22 tidak harus berharap langsung lolos. “Terpenting sudah berusaha dengan baik selama seleksi,” imbuh mantan Pelatih Persid Jember era 2012 tersebut.

Sementara Rizky Dwi Febrianto mengaku pasrah soal nasibnya di Timnas U-22.

“Sementara saya tidak tahu apakah akan dipanggil pada seleksi tahap ketiga. Saya pasrah, dan kemarin (seleksi tahap kedua) sudah berusaha maksimal,” ungkap gelandang muda Madura United ini.

Kendati demekian, Rizky Dwi berharap termasuk pemain yang dipertahan pelatih Luis Milla. Sebab, bermain di timnas merupakan cita-citanya sejak kecil.

“Bagi saya, menjadi bagian dari timnas adalah cita-cita sejak belajar sepak bola kepada Bapak. Mohon doanya dari seluruh suporter Madura United, jika memang demi makin baiknya permainan, saya masuk timnas,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Jaksa Hentikan Proses Hukum Rodo

Sampang, 3/3 (Media Madura) – Proses hukum yang menyeret Sunarto Wirodo alias Rodo (37), terpaksa dihentikan. Sebab, tuntutannya tak dapat dilanjutkan karena terdakwa meninggal dunia dalam status masih menjadi tahanan pengadilan.

“Sesuai pasal 77 KUHP, maka tuntutan hukum dinyatakan gugur, karena terdakwa meninggal dunia,” ujar Kasi Intel Kejari Sampang Joko Suharyanto, Jumat (3/3/2017) siang.

Kendati demikian, perkara dugaan tipikor program bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun anggaran 2013 itu tetap berjalan. Mengingat, sampai saat ini masih ada tersangka lain.

“Masih tetap perkaranya ada tersangka lain dan saat ini tahapannya pemeriksaan saksi-saksi,” kata Joko.

Rodo menjadi tahanan Pengadilan Tipiko Surabaya sejak Rabu 19 Oktober 2016 lalu dan mendekam di Rumah Tahanan Kelas IIB Sampang.

Terdakwa asal Dusun Lek Olek, Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, itu meninggal dunia pada Kamis (2/3/2017) pukul 23.30 WIB di Rutan Sampang.

Kepala Rutan Klas II B Sampang Gatot Tri Raharjo, mengatakan meninggalnya Rodo bukan sesuatu yang mendadak, tetapi yang bersangkutan sudah cukup sering mendapat perawatan intensif di RSUD setempat.

Dokter rumah sakit mendiagnose Rodo menderita penyakit eksaserbasi akut serangan ringan (sesak napas).

“Ketika awal masuk Rutan Sampang, yang bersangkutan sudah dinyatakan sakit,” jelasnya.

Sekedar diketahui, Kejaksaan Negeri Sampang menyebutkan dalamkasus dugaan penyimpangan BSPS tahun 2013 tersebut kerugian negara mencapai Rp 7 miliar.

Jumlah itu mengacu pada jumlah penerima bantuan sebanyak 1.932 orang, yang seharusnya masing-masing penerima manfaat mendapatkan Rp 7,5 juta, namun penerima bantuan mengaku hanya menerima Rp 3,5 juta.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol