Pamekasan, 4/3 (Media Madura) – Sejumlah jamaah calon haji (JCH) 2017 asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur sudah mulai melakukan pengurusan administrasi pribadi, yakni paspor.

Menurut Kasi Haji dan Umrah Kantor Kemenag Pamekasan, Afandi, kendati pelunasan biaya pelaksanaan ibadah haji (BPIH) belum dibuka, namun Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, mengeluarkan kebijakan untuk pengurusan paspor sudah bisa dimulai.

“Kami sudah persilahkan JCH 2017 untuk mengurus paspor, karena identitas harus sama, sementara JCH di Pamekasan, kadang (ada) nama yang tidak sama,” katanya, Sabtu (4/3/2017).

Langkah itu dipilih tambah Afandi, agar persoalan dokumen keberangkatan JCH ke Mekah tidak menjadi kendala di kemudian hari saat jelang keberangkat menunaikan rukun Islam kelima itu. Seperti yang terjadi pada keberangkat haji tahun 2016 lalu.

“Saat ini pemberkasan pembuatan paspor sudah sekitar 10 persen. Keterlambatan pembuatan paspor kerap menjadi kendala untuk memperoleh visa dari kedutaan besar Arab Saudi di Jakarta,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan, bagi JCH yang namanya tidak sama masih butuh penetapan pengadilan, sehingga pembuatan paspor harus diurus jauh-jauh hari sebelum berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

“Kami tidak ingin kejadian tahun 2016 lalu, kembali terjadi. Kala itu ada tiga JCH yang ditangguhkan keberangkatannya hingga visa datang. Itu terjadi karena telat buat paspor, sehingga visanya tidak kunjung datang,” tutupnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan