Beranda blog Halaman 1053

Ini Pesan Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI kepada Mahasiswa Madura

0

Pamekasan, 5/3 (Media Madura) – Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung Republik Indonesia, Artidjo Alkostar, menjadi pembicara dalam acara seminar yang digelar oleh BEM Universitas Madura, Minggu (5/3/2017), pukul 15.00 WIB.

Di hadapan mahasiswa yang memenuhi aula kampus tersebut, Artijo memaparkan tentang sejumlah persoalan hukum yang sedang terjadi di Indonesia.

Selain itu, ia juga berpesan kepada mahasiswa Madura agar terus berpartisipasi dan terlibat dalam penegakan hukum.

“Penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi harus terus dilakukan karena menyangkut martabat Indonesia di mata dunia,” paparnya.

Ia juga menegaskan agar seluruh komponen bangsa khususnya penegak hukum (hakim) harus berani menghadapi koruptor.

“Mahkamah Agung menjadi bagian yang terpenting khususnya penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi,” sambungnya.

Artijo juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam penegakan tindak pidana korupsi di Indonesia. 5 Mahasiswa dan Perguruan Tinggi khususnya Unira harus ada kurikulum tentang Pendidikan Anti Korupsi

Sementara itu, Presma Universitas Madura, Abdul Bari Malap berharap kegiatan seminar tersebut memberikan pemahaman kepada kalangan akademisi, praktisi, penegak hukum, dan mahasiswa akan pentingnya menjunjung tinggi integritas penegakan hukum dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia melalui gerakan moral anti korupsi.

Penulis: Arif
Editor: Zainol

Jalin Silaturrahim, Bupati Pamekasan Main Bola dengan Wartawan

0

Pamekasan, 5/3 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Achmad Syafii, bermain bola dengan wartawan yang bertugas di daerah tersebut, Minggu (4/3/2017) sore di Stadion Gelora Ratu Pamellingan (SGRP).

Syafii bertindak sebagai pemain starter di posisi striker dalam ajang silatirrahim itu.

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan itu, tampak lihay mengotak atik sikulit bundar, namun sayang ia tidak bisa mengkonvensi menjadi pundi-pundi gol.

“Kalau keinginan sama dengan pemain yang handal, tapi nafas sudah tidak kuat,” katanya.

Kegiatan tersebut, tambah Politisi Partai Demokrat itu, bakal dijadikan kegiatan rutin. Hal tersebut agar menambah rasa persaudaraan antar pemerintahan dan insan pers.

“Kami akan agendakan lagi, nanti melawan dengan kepala SKPD,” tambah Syafii.

Achmad Syafii, bersama anggota forum pimpinan daerah (Forpimda) lainnya, seperti Komandan Kodim 0826 Pamekasan, Letkol Inf Nuryanto, memperkuat tim Bayangkara FC Polres Pamekasan.

Tim yang diperkuat mantan anggota DPR RI itu, harus menelan kekalahan 1-0 atas Jurnalis FC, melalui tendangan semata wayang Syaiful.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Plesiran Disparbudpora Sumenep ke Pulau Lombok Banjir Protes

0

Sumenep, 5/3 (Media Madura) – Agenda Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupateb Sumenep, Madura, Jawa Timur ke Pulau Lombok sepertinya tidak akan berjalan mulus. 

Pasalnya, acara “plesiran” yang dikemas dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk mempelajari wisata halal itu kini tengah menuai protes dan sorotan tajam dari sejumlah kalangan. 

Salah satu yang bicara lantang adalah Badan Investigasi Tindak Pidana Korupsi (BIPTK) Madura, yang mempertanyakan dasar dari pada kegiatan tersebut.

“Kenapa harus ke Lombok gitu, yang lebih dekat kan banyak, seperti Banyuwangi yang kita tahu juga daerah paling sukses dalam promosi dan publikasi wisata,” ujar Sekjen BITPK Wliayah Madura, Wahyu, Minggu (5/3/2017).

Selain itu, dia juga mempertanyakan anggaran kegiatan itu yang terbilang lumayan besar yakni sebesar Rp 140 juta.

“Yang jelas kita telusuri sumber anggaran tersebut, jika anggaran sebesar itu ternyata tidak pernah terbahas dalam anggaran daerah. Maka, saya pastikan Lembaga kita akan terus mencari fakta-fakta,” tegasnya. 

Menurut mantan aktifis PMII Surabaya ini, jika memang pemerintah daerah hendak mengelola objek wisata di Sumenep menjadi wisata halal, langkah yang tepat bukanlah pelesiran ke Lombok, melainkan membangun komunikasi yang baik dengan Ulama dan Ormas Islam yang ada di Sumenep. 

“Pasti akan banyak muncul konsep-konsep cemerlang dari mereka, dan saya juga yakin kalau cuma teknis makanan halal dan bagaimana hotel menyiapkan peralatan ibadah, mereka juga dapat memberikan konsep yang bagus,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disparbudpora Sumenep, Sofiyanto justru mengklaim bahwa kegiatan tersebut sudah sesuai dengan aturan dan Peraturan Bupati (Perbup).

“Jadi semuanya sudah diatur, biaya perjalananya sekian, hotelnya dimana dan makannya dimana, sekali lagi Rp 140 juta itu sudah susuai dengan aturan yang ada,” katanya pada mediamadura.com. 

Seperti diberitakan, Bimtek ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat itu digelar dalam rangka persiapan Sumenep Visit Year 2018, dan rencananya akan berlangsung selama 3 hari, yaitu pada tanggal 14-16 Maret 2017 dengan peserta sebanyak 30 orang, mulai dari Pokdarwis, dari Desa Wisata dan perwakilan Media.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Program Satu Desa Satu Pangkalan Elpiji Sulit Terealisasi Tahun Ini

Sumenep, 5/3 (Media Madura) – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk menerapkan program satu desa satu pangkalan elpiji sepertinya sulit terealisasi tahun ini.

Pasalnya, hingga memasuki bulan ketiga tahun 2017 ini, Pemkab Sumenep baru melakukan survei dan pemetaan guna mengetahui kebutuhan riil di msaing-masing desa.

“Untuk rencana satu desa satu pangakalan elpiji, kami sedang melakukan pemetaan dengan Pertamina,” terang Kabag Perekonomian Pemkab Sumenep, Mustangin beberapa waktu lalu. 

Dia menjelaskan, selain untuk mengetahui kebutuhan riil setiap desa, pemetaan itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan elpiji setiap desa.

“Karena setiap desa kebutuhan elpiji tidak sama, jadi apabila pengiriman sesuai dengan kebutuhan, berapa dalam sebulannya, bisa dipastikan akan tepat sasaran,” jelasnya. 

Satu desa satu pangkalan merupakan gagasan baru Pemkab Sumenep untuk mendukung pemerintah menciptakan satu harga serta menekan terjadinya kelangkaan di daerah-daerah, terumata di Kepualauan.

Tahun-tahun sebelumnya, di Sumenep ada sekitar 69 pangkalan dan hanya terpusat di perkotaan saja, sehingga tak jarang dipelosok harga elipiji fluktuatif bahkan sampai ada yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Mutangin menjelaskan, meskipun Sumenep termasuk daerah yang lambat penerapkan konversi minyak gas ke elpiji, namun kuota LPG setiap tahun terus peningkatan.

“Tahun 2015 realisasi kuota elpiji di Sumenep mencapai 4,4 juta tabung lebih, dan tahun 2016, mengalami peningkatan menjadi 6.02 juta lebih, sementara tahun 2017 kuota elpiji mengalami peningkatan sekitar 6,12 persen atau mengalami peningkatam sekitar 400 ribu tabung dari tahun 2016,” pungkasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Plesiran Disparbudpora Sumenep ke Pulau Lombok Banjir Protes

0

Sumenep, 5/3 (Media Madura) – Agenda Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupateb Sumenep, Madura, Jawa Timur ke Pulau Lombok sepertinya tidak akan berjalan mulus.

Pasalnya, acara “plesiran” yang dikemas dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk mempelajari wisata halal itu kini tengah menuai protes dan sorotan tajam dari sejumlah kalangan.

Salah satu yang bicara lantang adalah Badan Investigasi Tindak Pidana Korupsi (BIPTK) Madura, yang mempertanyakan dasar dari pada kegiatan tersebut.

“Kenapa harus ke Lombok gitu? yang lebih dekat kan banyak, seperti Banyuwangi yang kita tahu juga daerah paling sukses dalam promosi dan publikasi wisata,” ujar Sekjen BITPK Wliayah Madura, Wahyu, Minggu (5/3/2017).

Selain itu, dia juga mempertanyakan anggaran kegiatan itu yang terbilang lumayan besar yakni sebesar Rp 140 juta.

“Yang jelas kita telusuri sumber anggaran tersebut, jika anggaran sebesar itu ternyata tidak pernah terbahas dalam anggaran daerah. Maka, saya pastikan Lembaga kita akan terus mencari fakta-fakta,” tegasnya.

Menurut mantan aktivis PMII Surabaya ini, jika memang pemerintah daerah hendak mengelola objek wisata di Sumenep menjadi wisata halal, langkah yang tepat bukanlah pelesiran ke Lombok, melainkan membangun komunikasi yang baik dengan ulama dan ormas Islam yang ada di Sumenep.

“Pasti akan banyak muncul konsep-konsep cemerlang dari mereka, dan saya juga yakin kalau cuma teknis makanan halal dan bagaimana hotel menyiapkan peralatan ibadah, mereka juga dapat memberikan konsep yang bagus,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disparbudpora Sumenep, Sofiyanto justru mengklaim, bahwa kegiatan tersebut sudah sesuai dengan aturan dan Peraturan Bupati (Perbup).

“Jadi semuanya sudah diatur, biaya perjalananya sekian, hotelnya dimana dan makannya dimana, sekali lagi Rp.140 juta itu sudah susuai dengan aturan yang ada,” katanya pada mediamadura.com.

Seperti diberitakan, Bimtek ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat itu digelar dalam rangka persiapan Sumenep Visit Year 2018, dan rencananya akan berlangsung selama 3 hari, yaitu pada tanggal 14-16 Maret 2017 dengan peserta sebanyak 30 orang, mulai dari Pokdarwis, dari Desa Wisata dan perwakilan Media.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Lima Kecamatan di Sumenep Rawan Banjir

0

Sumenep, 5/3 (Media Madura) – Sedikitnya lima daerah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, rawan banjir. 

Kelima daerah itu adalah Kecamatan Lenteng, Batang-batang, Saronggi, Guluk-guluk, dan Kecamatan Ambunten.

Plt Kepala Badan Penanggulan Banjir Daerah (BPBB) Sumenep, Heri Kuntjoro Pribadi mengatakan, tercatat sudah enam kali banjir melanda wilayah tersebut, rata-rata banjir merendam persawahan, jalan raya dan pemukiman warga. 

“Banjir yang biasa menggenangi lima kecamatan itu merupakan luapan sungai setempat,” ucapnya. 

Untuk menghindari terjadi luapan lagi, lanjut Heri, pihaknya akan melakukan pengerukan dan pelebaran sungai-sungai di wilayah itu.

“Untuk kepentingan pengerukan dan pelebaran sungai itu, kami memiliki dana yang namanya dana siap pakai,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, dana tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang dibantukan kepada daerah sebesar Rp. 50 juta.

“Pengerjaannya nanti swadaya dengan melibatkan masyarakat setempat,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

AQ Hadiri Resepsi Pernikahan Asep Berlian

0

Pamekasan, 5/3 (Media Madura) – Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi menghadiri resepsi pernikahan, Asep Berlian dan Eka Yuliati di Bogor, Minggu (5/3/2017).

AQ sapaan akrab Achsanul Qosasi datang bersama istrinya, Retno Suryandari dan juga putrinya, An-Nisa Zhafarina.

Geladang Madura United tersebut kini resmi menjadi suami dari Eka Yuliati setelah melangsung akad nikah di Aula Bale Seda Kencana BKPP Wilayah I Bogor, Jalan, Ir H Juanda No 4 Pabaton, Bogor Tengah.

Bahkan, AQ ditunjuk sebagai salah satu saksi dalam akad nikah tersebut. AQ mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepada sang pemain.

“Alhamdulillah, Madura United andik mantoh pole (punya menantu lagi). Selamat untuk Asep, semoga dengan berkeluarga semakin bertanggungjawab terhadap keluarganya dan profesinya,” kata AQ kepada media, Minggu (5/3/2017).

Sebelumnya, Asep Berlian menyatakan akan memboyong Eka ke Madura setelah resmi menjadi istri.

Selain itu, pemain bernomor punggung 4 ini berencana membuka usaha dengan Eka sebagai penopang ekonomi keluarga.

Asep menjadi pemain keenan yang melepas masa lajang saat berbaju Madura United. Sebelumnya, Rendy Siregar, Eliazher Thoncy Maran, Jeki Arisandi, Bayu Gatra dan Erick Weeks Lewis. Namun, Eriek Weeks sudah tidak lagi berkostum Laskar Sape Kerrab.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Identitas Tiga Korban Kecelakaan Maut Truk Fuso di Pamekasan

0

Pamekasan, 5/3 (Media Madura) – Tiga pengendara motor yang tewas terlindas truk fuso di Jalan Raya Sumedangan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (5/3/2017) malam, telah diketahui identitasnya.

Kasatlantas Polres Pamekasan, AKP Sumaryanto mengatakan, dari tiga jenazah cuma satu yang identitasnya lengkap. Yakni, atas nama Ahmad Nahroni (18) warga Desa Rombesan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.

Kata dia, jenazah Nahroni sudah dibawa pulang oleh keluarga korban dari RSUD dr Slamet Martodirjo Pamekasan.

“Yang dua jenazah ini masih di rumah sakit. Karena belum dikenali identitasnya. Pihak keluarga juga belum tahu. Kami juga sudah menghubungi pihak Polsek Pragaan, tapi ternyata sampai hari ini belum ada pihak keluarga yang menjemput,” kata Sumaryanto kepada medimadura.com, Minggu (5/3/2017).

Sumaryanto mengungkapkan, ketiga korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP) akibat terlindas truk fuso pengangkut batu. Mereka tewas dengan kondisi mengenaskan.

“Korban atas nama Ahmad Nahroni mengalami luka robek dan kepala hancur. Dua rekannya mengalami patah tulang terbuka paha kiri dan kepala remuk, satunya mengalami luka paha kanan patah terbuka dan bengkak dada,” jelasnya.

Sumaryanto menceritakan, sebelum kejadian Nahroni dan dua rekanya yang berboncengan tiga mengendarai sepeda motor nopol M 6352 WN dari arah Sumenep menuju Pamekasan dengan kecepatan tinggi.

Sampai di Jalan Raya Sumedangan, sekitar 100 meter sebelah timur jembatan Sumedangan, Nahroni kehilangan kendali karena menghindari kubangan sehingga terpental ke jalur yang berlawanan arah. Saat bersamaan melintas truk fuso yang dikendarai Badri.

Ketiga korban yang masuk ke bawah truk fuso sempat terseret sejauh kurang lebih 5 meter.

Sumaryanto menambahkan, Badri (48) yang diketahui warga Desa Madurejo, Kecamatan Sambung Makmur, Kabupaten Banjar, beserta truk fuso sudah diamankan ke kantor Satlantas Polres Pamekasan. Motor milik korban juga diamankan sebagai barang bukti.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Desa Sehat, di Desa Ini Kades dan Warganya Kompak Olahraga

Warga saat berolahraga di sekitar waduk Samiran

Pamekasan, 5/3 (Media Madura) – Sisi lain dari Desa Samiran, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, selain mempunyai keindahan dan kesejukan alam khas pedesaan dan sumber air yang melimpah, rupanya waega di desa ini sangat mempedulikan kesehatan.

Di desa yang terkenal dengan Dam yang dibangun sejak penjajahan Belanda ini tepatnya pada tahun 1901, selain menjadi wisata alternatif untuk bersantai, lokasi ini juga menjadi pusat olah raga warga desa maupun warga. Bahkan desa ini kerap dijadikan kawasan bersepeda oleh pencinta sepeda gunung dari berbagai komunitas dari berbagai wilayah di Pamekasan.

Kepala Desa Samiran, Samsuri mengatakan, aktivitas berolahraga rutin bersama warganya itu dalam rangka menjaga kesehatan dan terus menjalin keakraban dengan warganya.

“Olahraga kan sehat, jadi kami fasilitasi warga untuk berolahraga bersama, selain itu agar antar warga terus menjalin keakraban,” katanya.

Olahraga yang menjadi pilihan warganya yakni senam di pagi hari, khususnya setiap hari minggu, warga berkumpul di area dam dan waduk Samiran, dan aktivitas olahraga teraebut telah berjalan dalam satu tahun terakhir.

Diharapakan desa yang dipimpinnya itu menjadi desa sehat dan terus membudaya agar warganya menjalani pola hidup sehat.

Seperti yang diketahui, di Desa Samiran terdapat dam dan waduk dengan debit air yang sangat melimpah, bahkan di desa ini telah dibangun mega proyek Water Treatment Plan (WTP), yakni sarana unit produksi air Baku dengan sistem pengolahan.

Pembangunan water treatment tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Pamekasan yang selama ini hanya menggantungkan pada sumber bawah tanah. Sehingga, dengan dibangunnya mega proyek tersebut, bisa memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Mega proyek tersebut bisa melayani kebutuhan air bersih di 4 Kecamatan, yakni Proppo, Tlanakan, Pademawu dan Kota Pamekasan.

Selain itu, di area ini juga telah dibangun waduk seluas 1,2 hektar untuk menampung limpasan air sebagai bahan air baku. Pemkab Pamekasan juga akan membangun ruang terbuka hijau dan sejumlah fasilitas lain termasuk jogging track di lokasi ini.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

BREAKING NEWS: Tiga Pengendara Motor di Pamekasan Tewas Terlindas Truk

0

Pamekasan, 5/3 (Media Madura) – Tiga pengendara sepeda motor dikabarkan tewas terlindas truk di Jalan Raya Sumedangan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (4/3/2017) malam.

Informasi yang dihimpun mediamadura.com di lapangan, tiga-tiganya langsung tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Kecelakaan hebat tersebut terjadi sekitar pukul 23:45 WIB.

Ketiga korban yang diketahui berboncengan tiga itu dari timur ke arah barat. Dugaan sementara, pengendara motor menghindari kubangan di Jalan Raya Sumendangan, tanpa sadar truk datang dari arah berlawanan. Tabrakan pun tak terelakkan.

“Identitas tidak tahu. Saya berhenti, saya lihat (jenazah) sudah ditutup daun pisang. Saya putar balik sudah ada polisi,” kata salah satu pengendara.

Hingga berita ini dinaikkan, ketiga korban yang belum diketahui identitasnya itu sudah ditangani kepolisian. Kemudian, ketiga jenazah dibawa ke RSUD dr Slamet Martodirjo Pamekasan.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi