Sumenep, 4/3 (Media Madura) – Tidak hanya publik Sumenep yang terus menanti tindak lanjut penggeledahan Kantor PT. PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS) Sumenep, Madura Jawa Timur oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat beberapa waktu lalu.

Ternyata, Jaksa Agung Muda Intelejen, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, M Adi Togarisman juga tengah berharap, pelaku dugaan penyelewengan keuangan di BUMD tersebut segera diungkap.

“Kasus PT WUS ini, Kejari Sumenep yang telah melakukan penggeledahan harus mengungkap secara tuntas, siapa saja pelaku yang terlibat dalam kasus dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan perusahaan tersebut,” kata M Adi Togarisman saat berkunjung ke Sumenep, Sabtu (4/3/2017).

Pria asli keturunan Sumenep itu mengaku, dirinya mendukung penuh kinerja Kejari Sumenep untuk mengungkap kasus itu secara tuntas, agar segera diketahui berapa jumlah kerugian dan siapa saja yang terlibat.

“Siapapun yang terlibat harus diungkap. Tidak boleh dalam menangani kasus itu tebang pilih. Saya sebagai pribadi yang lahir di Sumenep mendukung penuh pak Kajari Sumenep untuk mengusut persoalan ini,” tegasnya.

Namun demikian, dia meminta Kejari Sumenep tidak terburu-buru dalam proses penanganan kasus tersebut, agar proses hukumnya berkualitas.

“Kejari Sumenep dalam mengusut kasus ini tidak perlu tergesa-gesa, terpenting bekerja dengan baik, sehingga hasilnya berkualitas,” harapnya.

Seperti gayung bersambut, Kajari Sumenep, Bambang Sutrisna mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 28 orang saksi setelah ada 4 orang tambahan.

“Kami diam, tapi bekerja, kita lihat saja nanti hasilnya seperti apa, yang jelas kasus PT WUS sudah naik ke tahap penyidikan,” ucap Bambang.

Dugaan penyelewengan keuangan PT. WUS kembali panas setelah Kejari Sumenep melakuka penggeledahan di kantor PT. WUS yang berlokasi di Jl. Tronojoyo, pada Selasa (14/2/2017) lalu.

Penggeledahan berlangsung selama kurang lebih 12 jam. Dan saat itu, Bambang Sutrisna tidak banyak berkomentar pada awak media, hanya disebutkan pihaknya berhasil menyita beberapa dokumen penting, diantaranya 3 unit CPU, Flasdish dan beberapa berkas penting lainnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan