Beranda blog Halaman 1049

Innalillah, Petugas Pangkas Ranting Pohon Ini Tewas Mengenaskan, Penyebabnya…

0

Sumenep, 8/3 (Media Madura) – Nasib nahas menimpa Supandi (45), warga Dusun Gading, Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Ya, pria yang berprofesi sebagai tukang pangkas ranting pohon di jalan umum tersebut, tewas secara mengenaskan, Rabu (8/3/2017) sekutar pukul 10.45 WIB.

Penyebabnya, korban terjatuh dari pohon asam setinggi 15 meter saat bertugas di Jl. Raya Manding, tepatnya di Desa Lalangon, Kecamatan Manding.

“Korban memang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moh. Anwar Sumenep. Tapi nyawanya tidak tertolong dan menghembuskan napas terakhirnya di UGD,” kata anggota Ramil 0827/03 Manding, Serda Mardiayanto.

Diceritakan, saat bertugas, sebetulnya korban sudah menggunakan sabuk pengaman dari tali (tampar) yang diikatkan dari tubuh ke ranting pohon.

Namun celakanya, setelah ranting yang digergaji jatuh, korban pun ikut terjatuh karena tali pengamannya terlepas dari tubuhnya.

“Korban jatuh dan diduga kepalanya membentur aspal. Karena dari hidung korban mengeluarkan darah segar,” jelasnya.

Sementara itu, istri korban, Masbiyati tidak berkenan jasad suaminya diotopsi, lantaran suaminya memang benar-benar mengalami kecelakaaan murni.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Pengiriman Puluhan TKW Digagalkan, Dua Diantaranya Warga Sampang

Sampang, 8/3 (Media Madura) – Sebanyak 62 Calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) diduga ilegal yang akan diberangkatkan ke timur tengah berhasil digagalkan Satreskrim Polresta Sidoarjo, pada Senin (6/3) kemarin. Dari jumlah itu dua diantaranya merupakan warga Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Data diterima mediamadura.com dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sampang, menyebutkan dua calon TKW itu yakni bernama Sumiyah binti Hamidi (35), dan Munifah binti Hasan (29).

“Keduanya asal warga Dusun Pesambe Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang,” terang Rudi Setiady Kepala Bakesbangpol Sampang melalui pesan singkat, Rabu (8/3/2017).

Informasinya, dari 62 calon TKW itu akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Namun, polisi berhasil menggagalkannya. Sehingga saat ini mereka masih diamankan untuk mendalami paspor dan visa yang dimiliki calon pekerja yang akan mengadu nasib ke negeri orang itu.

Sementara, Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Bisrul Hafi, mengaku masih akan mengkroscek terkait kebenaran hal itu. Sebab, sampai saat ini tidak ada surat pemberitahuan secara resmi kepada dinasnya.

“Kalau memang para TKI/TKW ilegal bukan tanggungjawab kami, karena selama ini sudah mewanti-wanti agar menggunakan jalur pemberangkan resmi,” terang Bisrul di balik telepon.

Bisrul menyampaikan, pihaknya juga akan memberikan teguran meski pun para TKI legal. Mengingat, pengiriman TKI ke timur tengah sejak tahun 2011 sudah ada moratorium pelarangan, kecuali formal atau badan usaha yang sudah disahkan.

“Kalau memang PT pemberangkatannya resmi kita akan tegur selain ada moratorium juga tidak ada pemberitahuan,” imbuhnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Dikucuri Dana Hingga Rp 234 Miliar, Pelabuhan Taddan Masih Jadi Area Pemancingan

Sampang, 8/3 (Media Madura) – Pelabuhan Taddan di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, kembali mendapatkan kucuran dana di tahun 2017 sebesar Rp 19 miliar untuk pembangunan kantor dan penyelesaian dermaga maupun fasilitas lainnya.

Padahal, pelabuhan itu sudah dibangun sejak tahun 2009, namun sampai saat ini tak kunjung dioperasikan. Sejauh ini kondisi pelabuhan hanya berbentuk hamparan pelabuhan saja tanpa adanya fasilitas penunjang seperti kantor dan lampu penerang. Sehingga hanya dijadikan arena tempat memancing.

“Tahun ini pembangunan pelabuhan Taddan dalam proses finalisasi, makanya dianggarakan Rp 19 miliar,” kata Kepala Pelabuhan Kelas III Branta di Pamekasan Suko, Rabu (8/3/2017).

Suko menuturkan, penuntasan pengerjaan proyek pelabuhan ditargetkan tergarap pada bulan Mei mendatang. Maka dari itu, kemungkinan pada akhir tahun pelabuhan sudah bisa dimanfaatkan.

Pembangunan pelabuhan merupakan proyek nasional. Namun karena pelabuhan Taddan menjadi masuk kategori pelabuhan regional, nantinya pengelolaanya akan diserahkan kepada pemerintah provinsi.

”Intinya kami upayakan proyek pembangunan Pelabuhan Taddan segera terselesaiakan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pembangunan pelabuhan Taddan sejak tahun 2009 hingga sekarang dana yang dihabiskan mencapai Rp 234 miliar bersumber dari APBN.

Rinciannya, kucuran dana sejak tahun 2012 secara bertahap, pertama pembangunan pelabuhan dengan biaya sebesar Rp 10 miliar, kedua kucuran dana mencapai Rp 32,5 miliar, tahap ketiga pembangunan pelabuhan itu mendapat kucuran dana sebesar Rp 33 miliar, dan tahap keempat kucuran sebesar Rp 40 miliar.

Sedangkan, di tahun 2013 kembali mendapat kucuran sebesar Rp 5,4 miliar. Serta, di tahun 2014 sebesar Rp 40 miliar, dan tahun 2015 mencapai Rp 30 miliar, dilanjutkan di tahun 2016 Rp 19 miliar, dan terakhir di tahun 2017 sebesar Rp 19 miliar.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Akun Facebook Humas Pemkab Pamekasan Diretas, Pelaku Belum Beraksi

0

Pamekasan, 8/3 (Media Madura) – Akun Facebook milik Humas Pemkab Pamekasan, Madura, Jawa Timur sudah tiga hari diretas orang yang tidak dikenal. Meski demikian, belum ada reaksi apapun dari pelaku hingga kini.

Menyadari akun FB diretas, Naufal salah satu admin Humas Pemkab Pamekasan membuat klarifikasi dan menulis status di akun FB miliknya sekitar 4 jam yang lalu.

“Buat teman-teman pengguna FB. FB atas nama Humas Pamekasan saat ini dihack orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Naufal, Rabu (8/3/2017).

Awalnya, Naufal tidak sadar jika FB Humas Pemkab diretas. Dia menyangka komputer kantor mengalami error.

“Sekitar tiga hari yang dihack. Dikira komputer yang error. Ternyata dibuka lewat HP sama juga tidak bisa. Sudah 3 HP yang dicoba,” Naufal menceritakan.

Untuk itu, Naufal meminta apabila ada pihak yang mengatasnamakan Humas Pemkab Pamekasan, jangan direspon, meski sejauh ini pelaku belum beraksi. Sebab dia sadar jika belakangan ini marak penipuan berkedok media sosial.

“Mohon hati-hati jika ada info atau yg sekiranya merugikan jangan ditanggapi. Saat ini dalam perbaikan,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Ini Identitas Perempuan yang Tega Menjambret Seorang Nenek di Sumenep

Sumenep, 8/3 (Media Madura) – Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, Madura, Jawa Timur merilis identitas penjambret yang melakukan aksi di Jl. KH. Zainal Arifin, Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep. 

Pelaku bernama Iis Amelia (39), seorang ibu rumah tangga asal Dusun Kebun Kelapa RT/RW 003/005 Desa Kalianget Barat Kecamatan Kalianget (bukan asal Desa Pandian).

“TKP tersebut berada di dalam toko milik korban, Mariya (70) di Jl. KH. Zainal Arifin Pandian, dengan barang incaran berupa kalung emas,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Rabu (8/3/2017).

Adapun kronologis kejadian, lanjut Suwardi, sekira pukul 08.30 WIB pelaku menggunakan sepeda motor merk Honda Beat tahun 2014 warna biru putih. Pelaku berpura-pura membeli beras di toko milik korban.

Namun secara tiba-tiba pelaku langsung merampas dengan cara menarik kalung korban dengan menggunakan tangan kanan, hingga kalung korban putus.

Beruntung korban melakukan perlawanan dengan cara memukul pelaku menggunakan tangan kosong yang mengenai helm pelaku, serta korban meminta tolong berteriak-teriak jambret.

“Sehingga banyak warga menghampiri pelaku untuk mengamankan pelaku dan selanjutnya diamankan di Polsek kota sehingga selamat dari amukan massa,” tandasnya. 

Infornasi di lapangan, meskipun pelaku selamat dari amukan massa, namun pelaku sempat merasakan bogeman mentah dari beberapa warga yang kesal dengan aksi pelaku, karena berani beraksi di siang bolong dan di tempat ramai. Selain itu, korban merupaka seorang nenek-nenek. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tunjangan Fungsional 2016 Nihil, Tahun 2017 Belum Jelas

Sumenep, 8/3 (Media Madura) – Bantuan untuk guru non PNS dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Jawa Timur berupa Tunjangan Fugsional (TF) merupakan bantuan yang paling diharapkan para guru. 

Namun, pada 2016 lalu program tersebut tidak dianggarkan oleh pemerintah, sehingga selama satu tahun kemarin guru madrasah di lingkungan Kemenag tersebut tidak mendapatkan tunjangan. 

“Tunjangan fungsional 2016 memang tidak ada, karena keterbatasan anggaran,” kata Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Sumenep, Mohamad Tawil, Rabu (8/3/2017).

Begitu juga untuk tahun ini, pihaknya belum mengetahui apakah ada atau tidak ada anggaran fungsional tersebut. 

“Tetapi, pada 2017 akan memperjuangkan para guru untuk mendapatkan tunjangan fungsional. Karena kami tahu, meskipun dalam setahun hanya Rp 3 juta, sangat berarti terhadap para guru yang mengabdi di madrasah swasta,” tandasnya.

Tunjangan Fungsional biasanya diberikan terhadap guru swasta yang belum ikut atau belum lulus sertifikasi. 

“Kami harap para guru bersabar, kalau memang tahun ini ada tunjangan fungsional, pasti kami informasikan kepada para guru,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Ditaksir Rugikan Negara Miliaran Rupiah, Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah 2014 Disporabud Masih Ngendap di Kejari

Pamekasan, 8/3 (Media Madura) – Kasus dugaan korupsi dana hibah tahun 2014 di Disporabud (sekarang Dispora) kini masih ngendap di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan.

Walaupun kasus yang ditaksir merugikan negara hingga miliaran rupiah itu telah lama dimejahijaukan, namun Kejari sampai saat ini belum menetapkan seorangpun sebagai tersangka.

“Perkembangan kasus saat ini sedang berjalan, progres terbaru kita sedang menunggu kerugian negara,” kata Kepala seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pamekasan, Eka Hermawan saat menemui audiensi Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (Formaasi) di kantornya, Rabu (8/3/2017).

Dijelaskan Eka, dari 400 kelompok penerima, sudah 200 orang koordinator yang dipanggil dan menjalani pemeriksaan.

“Kita sudah manggil 200 orang penerima hibah, selain itu juga staf Disporabud,” jelasnya.

Koordinator Formaasi, Iklal Mahardika mengatakan, kedatangan dirinya sudah kedua kalinya, namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut yang signifikan dari Kejari.

“Kasus ini seakan jalan di tempat, padahal kami sudah mendesak dengan beraudiensi pada 2016 lalu,” tandasnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Lewat Instagram AQ Keluhkan Jadwal Kompetisi, Netizen: Oh PSSI Kapan Kau Waras

0

Pamekasan, 8/3 (Media Madura) – Presiden Madura United, Achsanul Qosasi atau AQ mengeluhkan jadwal kick off kompetisi Liga 1 2017, yang hingga kini tak kunjung ada kejelasan dari operator liga.

“………. Kompetisi oh Kompetisi…!!! Semua Tim sdh mulai Latihan dg Serius.. Herannya, semua Tim tidak tahu kapan Kompetisi dimulai…,” tulis akun instagram @achsanul_q, Rabu (8/3/2017).

Padahal, kata pria asal Kabupaten Sumenep ini, sebagian besar tim peserta sudah berbenah menyambut kompetisi jangka panjang tersebut. Mulai mendatangkan pemain baru hingga pelatih baru.

“Inilah bukti ke-GILA-an semua pengurus klub thd sepakbola.. Ibarat TNI, yg penting latihan, tidak perlu tahu kapan mau perang…!!,” imbuhnya

“Brokallah Khairan Katsira…,” sambungnya.

Sontak, postingan AQ ini pun menjadi sorotan publik. Para netizen memberikan tanggapan beragam atas ketidakjelasan kompetisi Liga 1.

“Entah sampai kapan ini ya pak begini trus,” tulis @rachmadpole1101.

“Yaa begini sepak bola Indonesia pk @achsanul_q. Smoga musim berikutny gk kyak gini 💪,” tulis @dhere_madhureh_.

“Oh pssi kpan kau waras 😰😰 ttap smangat pak @achsanul _q,” tulis @ozie_caem_arc.

“Mungkin kurang piknik pak,” tulis @imam0888.

“Sibuk dgn raja salman pak hehe,” tulis @zeannocturno17.

“Tetep semangat bosku @achsanul_q 💪💪💪💪,” tulis @adityaprmnd.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Desakan Penetapan Wilayah Sampang Sebagai Penghasil Migas Masih Ngambang

Sampang, 8/3 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang terus mendesak eksekutif dalam memperjuangkan daerah itu sebagai wilayah pengahasil minyak dan gas (Migas). Rabu (8/3/2017).

”Meski ada perombakan di masing-masing komisi, namun yang jelas upaya pemerintah dalam memperjungkan Sampang ditetapkan menjadi wilayah penghasil migas tetap akan tagih, ini sudah menjadi kawalan komisi II,” ujar Ketua Komisi II DPRD Sampang Abdullah Mansyur.

Mansyur berencana memanggil dinas terkait seperti bagian perekonomian dan asisten II Pemkab Sampang untuk memperjelas upaya tersebut.

”Wacana pengusulan penetapan Sampang menjadi wilayah pengahasil migas sudah sejak tahun 2016 lalu, namun sampai sekarang belum ada perkembangan apapun,” jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa hal catatan yang perlu diperhatikan tentang tim ahli yang harus dilibatkan dalam upaya penetapan Sampang sebagai wilayah penghasil migas. Sebab, selama ini rencana itu masih belum masuk pada kajian dari aspek hukum maupun administrasinya.

Sementara itu, Asisten II Setkab Sampang Saryono mengaku sejauh ini masih belum ada koordinasi. Alasannya kesulitan, mengingat dirinya masih baru menjabat sebagai asisten yang berkompeten di bidang perekonomian.

Selain itu, ia beralasan pembahasan di tingkat dinas terkait masih buntu. Sehingga persoalan penetapan belum menemukan titik terang alias mengambang.

”Belum ada laporan dan belum ada koordinasi, kami masih buta tentang penetapan wilayah penghasil migas ini, jadi mohon maaf,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Menjambret Nenek-nenek, Perempuan di Sumenep Diamuk Massa

0

Sumenep, 8/3 (Media Madura) – Tindak kriminal di jalanan dan waktu siang bolong terjadi di Kelurahan Pandian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (8/3/2017) sekitar pukul 09.00 WIB pagi. 

Marsanirah (70), warga jalan KH. Zainal Arifin dijambret di depan rumahnya sendiri saat melayani pembeli di tokonya. 

Namun nahas, meski pelaku berhasil menarik kalung emas yang menjadi incarannya, pelaku berhasil ditangkap ramai-ramai warga.

Bahkan, pelaku yang diketahui seorang perempuan sempat merasakan pukulan mentah, tapi masih beruntung warga yang lain dengan cepat mengamankan pelaku ke Malpolsek Kota. 

“Benar mas, tapi pelaku sudah diamankan ke Mapolsek sebelum lebih banyak lagi massa yang berusaha menghakimi,” terang salah seorang warga, Wahyu ditemui mediamadura.com di lokasi kejadian.

Belum diketahui indentitas lengkap pelaku, tetapi menurut warga setempat pelaku merupakan warga Pabian, Kecamatan Kota. 

Hingga berita ini ditulis, pelaku masih dalam pemeriksaan di Mapolsek Kota. 

“Untuk lebih jelasnya, nanti mas selesai pemeriksaan, sekarang pelaku masih dimintai keterangan, kemudian nanti korban dan saksi mata juga akan diperiksa,” ujar petugas Mapolsek Kota.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi