Beranda blog Halaman 1048

Hanya 16 SMPN di Pamekasan Lakukan Simulasi UNBK

0

Pamekasan, 9/3 (Media Madura) – Dari 35 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), hanya 16 sekolah yang melaksanakan simulasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Moh Tarsun mengatakan, 16 sekolah yang menggelar simulasi UNBK itu karena di sekolahnya sudah dilengkapi perangkat komputer, tanpa harus pinjam ke sekolah lain.

Ke-16 sekolah tersebut mengajukan untuk malaksanakan ujian sendiri di sekolah masing-masing.

“Sekolah yang mengajukan secara mandiri, kami cek perangkatnya, apakah mampu atau tidak untuk UNBK,” jelas Tarsun.

Untuk 19 SMP negeri lainnya yang tidak melaksanakan UNBK mandiri, melaksanakan ujian dengan cara pinjam tempat ke SMA atau SMK terdekat. UNBK yang akan dilaksanakan kali ini merupakan pengalaman pertama bagi siswa SMP kelas akhir.

“Untuk MTs Negeri juga kami pastikan melaksanakan UNBK. Total sekolah yang akan ujian dengan sistem UNBK sebanyak 47 sekolah. Sebagian sekolah swasta juga melaksanakan UNBK,” tutup Tarsun.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Di Pamekasan Pelanggar Lalu Lintas Tidak Ditilang Malah Diajak Ngopi

Pamekasan, 9/3 (Media Madura) – Jajaran kepolisian dari Satuan Lalu Lintas Polres Pamekasan menggelar operasi di Jalan Raya Pintu Gerbang tepatnya di Pasar 17 Agustus, Kamis (09/03/17) pagi.

Ada yang unik dalam operasi tersebut, pelanggar lalu lintas justru tidak ditilang oleh petugas, tetapi malah diajak ngopi.

Kegiatan operasi tersebut rupanya bagian dari sosialisasi Operasi Simpatik Semeru 2017, dimana tujuan operasi tersebut untuk mendorong pengendara tertib dalam berlalu lintas.

Operasi simpatik semeru 2017 sendiri dimulai sejak tanggal 1 hingga 21 Maret. Operasi ini merupakan program Polri di seluruh Indonesia yang dilaksanakan serentak.

Kasat Lantas Polres Pamekasan AKP Sumaryanto mengatakan, pihaknya menggelar operasi tersebut (mengajak pengendara yang melanggar dengan meminum kopi bersama) untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dan memudahkan untuk memberikan penyadaran akan pentingnya tertib berkendara.

“Dalam operasi simpatik ini sebelum kita melakukan penindakan dengan teguran dan tilang, kita ajak masyarakat kopi bareng, agar lebih santai dan kita bisa lebih dekat dengan masyarakat,” katanya kepada wartawan.

Meskipun begitu, dalam kegiatan operasi tersebut petugas tetap menindak pengendara yang berpotensi melanggar hukum, khusunya kendaraan yang kendaraannya tidak dilengkapi surat-surat dan pengendara motor protolan.

“Ini semua dalam rangka menjaga keselamatan pengendara dan menekan angka kecelakaan di Kabupaten Pamekasan,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pengendara, Arifin mengaku senang dengan kegiatan yang digelar oleh jajaran kepolisian tersebut, karena ia tidak pangsung ditilang tetapi hanya mendapatkan teguran.

“Apalagi saya masih diajak ngopi gratis, jadi saya senang sekali, semoga selalu ada operasi yang begini,” katanya.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

Kuota Jemaah Haji Sampang Bertambah

Sampang, 9/3 (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sampang tahun 2017 ini mendapat tambahan kouta jemaah haji sebanyak 94 orang. Hal itu diungkapkan Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang, Syamsuri.

Ia mengatakan seiring selesainya pembangunan perluasan Masjidil Haram, Pemkab Sampang mendapat tambahan kuota Jemaah Calon Haji (JCH) menjadi 643 orang dari tahun sebelumnya sebanyak 549 orang.

“Alhamdulillah memang kouta jemaah haji kembali normal, dari 80 persen sekarang menjadi 100 persen,” ujarnya, Rabu (8/3/2017).

Untuk itu, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan pembuatan paspor dan pemeriksaan kesehatan untuk para JCH. Namun, hingga kini belum diketahui jumlah pasti yang akan berangkat ke tanah suci, sebab saat ini pihaknya masih menunggu selesainya tahap pelunasan.

“Kami masih belum menerima informasi dari pusat mengenai kapan jadwal pelunasan terakhir. Jadi berapa pastinya baik mundur atau yang akan berangkat juga belum diketahui,” katanya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Dinsos Sampang Ubah Sistem Penerimaan PKH

Sampang, 8/3 (Media Madura) – Sistem penerimaan Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) akan dirubah menjadi nontunai. Hal itu diungkapkan Kabid Bantuan dan Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sampang Syamsul Hidayat.

“Penerima PKH di Sampang ada 54 ribu, nantinya tidak lagi menggunakan pencairan di kantor pos, melainkan langsung dicairkan ke rekening penerima,” ujar Syamsul, Rabu (8/3/2017).

Dia mengatakan, pencairan dana bansos itu melalui Bank BNI. Dengan demikian, penerima bisa kapan saja mengambil bantuan tanpa harus berkumpul di kantor pos. Realisasi perubahan sistem penerimaan dari tunai menjadi nontunai dimungkinkan pada pencairan tahap II atau III.

Namun, saat ini memasuki bulan ketiga di tahun 2017 penerimaan bantuan di Sampang masih menunggu tahapan dari Kota Pamekasan.

“Kota Pamekasan terlebih dahulu yang menerapkannya, baru kemudian Sampang,” jelasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Pria Ini Ditemukan Tewas oleh Saudaranya di Bawah Jembatan

0

Pamekasan, 8/3 (Media Madura) – Fathorrahman (42) warga Dusun Berek, Desa Tentenan Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur ditemukam meninggal dunia di bawah jembatan di wilayah itu, Rabu (8/3/2017) sekitar pukul 18.00 WIB.

Menurut salah satu warga, Halili, sebelumnya korban seharian memang tidak pulang ke rumah. Sehingga pihak keluarga memutuskan untuk mencarinya.

Pencarian membuahkan hasil. Fathorrrahman yang ditemukan di bawah jembatan, namun kondisinya sudah tidak bernyawa.

“Dari tadi siang (Fathorrahman) tidak pulang katanya, ketika dicari oleh saudaranya korban sudah tergeletak tak bernyawa,” katanya.

Informasi dari salah satu keluarganya, tambah Halili, korban memang mempunyai riwayat penyakit. “Kata saudaranya ia punya penyakit ayan,” tambahnya.

Sementara Kasubbag Humas Polres Pamekasan, AKP. Osa Maliki membenarkan kejadian tersebut. Korban langsung di evakuasi ke rumah duka oleh warga sekitar.

“Info yang masuk pada kami memang betul ada kejadian yang sebelumnya dikabarkan bunuh diri, namun sekarang sudah dirumahnya,” katanya singkat.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

UNBK di Sumenep Belum 100 Persen Siap Digelar

0

Sumenep, 8/3 (Media Madura) – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur belum sepenuhnya siap.

Pasalnya, dari 47 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan menggelar UNBK hanya 7 SMP saja yang benar-benar siap 100 persen.

“Memang masih 7 sekolah dari dari 173 SMP yang menyatakan benar-benar siap menyelenggarakan UNBK,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Sumenep, Mohamad Iksan, Selasa (8/3/2017).

Namun demikian, pihaknya berencana melakukan rapat koordinasi dengan 47 lembaga sekolah tingkat SMP tersebut pada 20 Maret mendatang.

“Ya, tujuannya untuk mengetahui kesiapan lembaga yang akan melaksanakan UNBK itu,” jelasnya.

Di samping itu, kata Iksan, dirinya terus memantau kesiapan secara teknis di lapangan, terutama di sekolah yang telah menyatakan siap menggelar UNBK.

“Mudah-mudahan tidak ada kendala hingga hari pelaksanaan,” tukasnya.

Namun, sampai saat ini, Disdik belum merilis soal jumlah peserta ujian nasional pada tahun ini. Alasannya, masih belum final dan masih dalam proses pengajuan dari Disdik Sumenep ke Disdik Provinsi Jawa Timur.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

P-MU Borong 7 Gol saat Laga Uji Coba

0

Pamekasan, 8/3 (Media Madura) – Persepam Madura Utama (P-MU) memborong 7 gol saat melakoni laga uji coba melawan tiga tim lokal di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (8/3/2017) sore.

Ketiga tim tersebut masing-masing Perspindo, Pesad Centre, dan Pamekasan All Star.

Di pertandingan pertama, yang menjadi lawan uji coba Laskar Sapeh Ngamok adalah Perspindo Pamekasan. Dalam laga itu, P-MU berhasil mengemas tiga gol. Masing-masing dicetak Dimas Galih dan dua gol Faris Aditama.

Anak Asuh mantan legendaris tim nasional (timnas) Indonesia pada pertandingan kedua, melawan Pesad Center, tim asuhannya berhasil mencetak dua gol, yang dicetak oleh Qosim dan Koko Aminullah.

Sementara di laga terakhir, P-MU melawan Pamekasan All Star, mereka menyudahi pertandingan dengan skor 1-0.

Pelatih kepala P-MU, Rudy William Kaltjes mengaku cukup puas dengan penampilan anak asuhnya. Menurutnya, Dimas Galih dkk. sudah bisa menjalankan seluruh instruksi pelatih.

“Bermain dari kaki ke kaki sudah cukup baik, cuma mereka kurang fokus, jadi yang perlu ditingkatkan adalah mentalnya,” katanya.

Untuk melatih fokus para pemain, imbuhnya, cukup sulit karena beberapa pemain ada yang tinggal di luar mess. Namun dia akan berupaya untuk meningkatkan mental pemainnya dengan menggelar banyak pertandingan uji coba.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Dinas Pertanian Sesumbar Ribuan Poktan di Sampang Proaktif

Sampang, 8/3 (Media Madura) – Dinas Pertanian Kabupaten Sampang masih sesumbar terkait sebanyak 1.083 Kelompok Tani (Poktan) di wilayah itu yang sudah terverifikasi dan mendapatkan SK Bupati merupakan kelompok proaktif. Meski sebelumnya, pemerintah dituding verifikasi poktan terindikasi fiktif.

“Kalau yang masuk di SK Bupati Sampang aktif semua,” ujar Bambang Subagio Kabid Sumber Daya dan Penyuluh Dinas Pertanian Sampang usai menghadiri audensi, Selasa kemarin.

Data Disperta menyebutkan, wilayah Sampang ada 1.083 Poktan, Gapoktan 186, Kelompok Taruna Tani 39, dan Kelompok Wanita Tani 240.

Bambang menyampaikan, pernyataan tersebut dikuatkan karena selama verifikasi poktan berdasarkan persyaratan yang memenuhi. Sehingga diyakini jika poktan yang mendapatkan SK Bupati menjadi proaktif.

“Kalau diluar itu (tanpa SK-red) bisa jadi (pasif), karena verifikasi sebelumnya sudah memenuhi syarat,” katanya.

Dirinya memastikan untuk saat ini tidak ada penambahan poktan serta kembali memverifikasi. Hal itu dikarenakan dalam pembentukan poktan ada ketentuan dan syarat yang harus dipenuhi. Seperti harus enam bulan ada pertemuan di internal kelompok tersebut.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Hari Perempuan Internasional, Wabup Sumenep Menolak Stigma “Kasur, Sumur, Dapur”

Sumenep, 8/3 (Media Madura) – Bertepatan dengan momentum Hari Perempuan Internasional yang diperingati hari ini, 8 Maret 2017, Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi punya pandangan tersendiri mengenai perempuan saat ini.

Bahwa kata Fauzi, sudah bukan zamannya lagi perempuan selalu dikonotasikan dengan tugas hanya di Kasur, Sumur dan Dapur, selebihnya adalah tugas laki-laki.

“Anggapan bahwa perempuan hanya pelengkap laki-laki itu salah, dan harus dihilangkan saat ini,” kata Fauzi saat ditemui mediamadura.com, Rabu (8/3/2017).

Menurutnya, di era digital saat ini, perempuan juga punya ruang dan peluang yang sama dengan laki-laki untuk mengisi berbagai bidang, karena yang diukur bukanlah gendernya, melainkan kualitasnya.

“Jika memang mau, perempuan masa kini sudah dapat berperan penting dalam hal apapun, bahkan peran sebagai pejabat publik sekalipun, tentu dengan syarat dia mumpuni dibidangnya,” sambungnya.

Lebih lanjut, mantan wartawan itu mengungkapkan, melalui program pemerintah, kaum perempuan saat ini sudah memiliki hak yang sama dalam hal memperoleh pendidikan, begitupun dengan hak berpolitik dan lain sebagainya.

“Sekali lagi, hak itu sudah tersedia dan diberikan, kesempatannya itu juga sudah ada, tinggal bagaimana kaum laki-laki juga merubah mainset, agar tidak selalu menganggap perempuan itu pelengkap,” tambahnya.

Selain itu, Fauzi juga berpendapat, kalaupun perempuan tidak secara khusus berkarir dalam suatu bidang, keberadaan perempuan tetaplah penting dan nilai perempuan juga tetap begitu tinggi.

“Kenapa demikian? Karena di samping pria hebat pasti ada ada juga wanita hebat. Oleh karena itu, melalui peringatan Hari Perempuan Internasional ini, mari gandeng para perempuan kita untuk terus maju dan berkarya,” tandassnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Gaji Anggota DPRD Sumenep yang Cair Hari Ini Mencapai Rp 2,5 Miliar

Sumenep, 8/3 (Media Madura) – Setelah terkatung-katung selama 3 bulan terakhir, akhirnya gaji para anggota DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur hari ini dicairkan. Begitupun dengan gaji bupati dan wakil Bupati Sumenep.

“Ya benar, hari ini kita gajian. Sesuai dengan hasil kosultasi ke Mendagri, gaji kita dirapel 3 bulan, yaitu Januari sampai Maret,” terang Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma, Rabu (8/3/2017).

Dia menyampaikan, tidak hanya gaji pokok saja yang sudah bisa dinikmati para wakil rakyat ini, termasuk juga berbagai jenis tunjangan.

“(Cair juga) tunjangan-tunjangan anggota dewan, untuk 3 bulan ini semuanya sekitar Rp 2,5 miliar,” jelasnya.

Seperti diketahui, bupati dan wakil bupati berikut anggota dewan terancam terkena sanksi administratif, yaitu tidak digaji selama 6 bulan, akibat dari terlambatnya pengesahan APBD 2017.

Namun, setelah berbagai upaya dilakukan, seperti berkirim surat, serta mendatangi Kemendagri di Jakarta akhirnya mereka berhak digaji, karena aturan mengenai sanksi administarif dinilai tidak diterapkan lantaran belum ada Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur lebih detail.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol