Beranda blog Halaman 1047

Hasil Rekomendasi Panja BUMD Diatas Angin

Sampang, 9/3 (Media Madura) – Kejelasan hasil rekomendasi panitia kerja (panja II) terhadap hasil audit khusus BPK RI Perwakilan Jawa Timur tentang kegiatan operasional dan investasi BUMD terhadap PT Geliat Sampang Mandiri (GSM), PT Sampang Sarana Shorebase (SSS), dan PT Sampang Mandiri Perkasa (SMP) layaknya ngambang diatas angin.

Alasan itu bukan tanpa sebab karena sampai saat ini kelanjutan hasil rekomendasi itu tidak jelas arahnya. Padahal, DPRD Sampang sudah melakukan rapat paripurna menanggapi temuan itu.

“Secara tugas dan tanggung kan sudah selesai, kami sepenuhnya memasrahkan ke pimpinan dan anggota dewan,” kata Ketua Panja II Amin Arif Tirtana, Kamis (9/3/2017).

Kata Amin, salah satu isi rekomendasi itu yakni gaji advisor atau penasehat tidak didukung kehadiran dan hasil kerja yang terukur, seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh saudara MHA diduga fiktif.

“Makanya Panja merekomendasikan agar gaji yang diterima oleh saudara MHA sebagai advisor untuk dikembalikan ke kas perusahaan,” ujarnya.

Selain itu, Panja juga menyimpulkan bahwa Bupati Sampang sebagai pemegang saham mayoritas tidak bekerja maksimal dan terkesan ada pembiaran, sehingga pembentukan BUMD sebagaimana diamanatkan dalam perda nomor 3 tahun 2010 tentang pembentukan PT. SMP.

Serta Perda nomor 18 tahun 2007 tentang pembentukan PT SSS dan perda nomor 8 tahun 2008 tentang pembentukan PT GSM sebagaimana diubah perda nomor 2 tahun 2010 tentang PT GSM tidak dijadikan dasar dan pedoman oleh bupati.

”Untuk segera menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk melakukan perombakan secara menyeluruh terhadap jabatan Dewan direksi dan Dewan Komisaris,” terang Amin.

Paling penting, rekomendasi itu meminta kepada DPRD Sampang untuk menindaklanjuti hasil rekomendasi panja terhadap LHP BPK, baik melalui alat kelengkapan yang ada atau alat kelengkapan lainnya. Bahkan, jika dipandang perlu melalui penggunaan hak-hak sebagai anggota dewan sebagaimana diatur oleh perundang-undangan dan tata tertib DPRD.

Terpisah, Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah enggan dikatakan menggantung hasil rekomendasi dari panja. Dia malah memasrahkan kepada semua anggota, termasuk dalam penggunaan hak-hak sebagai anggota dewan.

”Anggota kan sudah megang semua hasil rekomendasinya, jadi tinggal kelanjutan dari anggota, kalau dari pimpinan siap menindaklanjuti sesuai keinginan anggota, termasuk keinginan pengajuan hak interpelasi,” tegasnya.

Dia menambahkan, dalam menindaklanjuti hasil panja tidak harus menunggu instruksi dari pimpinan. Apabila memang ada temuan dalam hasil rekomendasi itu, pihaknya mempersilahkan untuk menggunakan hak sesuai yang diatur dalam UU dan Tatib dewan.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Sampang Aman Permen Dot Mengandung Narkoba

0

Sampang, 9/3 (Media Madura) – Wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, saat ini dipastikan aman dari bahaya beredarnya permen dot yang diduga mengandung narkoba.

“Sementara masih aman dan belum ditemukan permen dot,” kata Kasubag Humas Ipda Eko Puji Waluyo, mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, Kamis (9/3/2017).

Eko menyampaikan, perintah pimpinan selama tiga hari terakhir telah melakukan penyisiran ke sejumlah tempat penjualan snack atau makanan ringan termasuk kepada agen, toko, kios pedagang, dan lainnya.

“Personel dari Satreskrim dan Intel Polres Sampang diterjunkan ke lapangan menyelidiki apakah ada permen dot itu, tapi selama tiga hari terakhir ini tidak ditemukan,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada orang tua agar selalu memberikan perhatian khusus kepada anak terutama jajanan makanan di sekitar. Hal itu guna mencegah bahan makanan berbahaya salah satunya yang beredar saat ini permen dot.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Satpol PP Sumenep Grebek Empat Pasangan Mesum di Kosan

Sumenep, 9/3 (Media Madura) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur berhasil menjaring pasangan mesum ditempat kos-kosan dalam sebuah razia, Kamis (9/3/2017).

Setidaknya ada empat pasangan mesum dari rumah kos yang berlokasi di sebelah utara Masjid Jamik, Desa Bangselok Kecamatan kota, Kabupaten setempat. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satpol PP Sumenep, Carto mengatakan, penegerebekan dilakukan atas laporan masyarakat, yang merasa resah dengan rumah itu, lantaran diduga sering dijadikan tempat mesum.

“Ke empat pasangan mesum ini dijaring petugas didalam kamar dengan pintu tertutup. Bahkan petugas harus mendobrak pintu, ketika datang TKP,” ungkapnya. 

Carto menuturkan, informasi awal yang diterima pihaknya, bahwa dirumah kos tersebut ada oknum Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun sayang, dia melarikan diri lebih sebelum petugas datang.

“Seandainya kita datang lebih awal sedikit, mungkin ASN dimaksud juga dapat kami grebek,” imbuhnya.

Selain mengamankan empat pasangan mesum, petugas juga menemukan botol minuman keras serta PIL Keluaarga Berencana (KB).

“Untuk selanjutanya, ke empat pasangan mesum yang sudah kami mintai keterangan, jika terbukti sebagai Wanita Tuna Susila (WTS) akan diserhakan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep,” tukas Carto. 

Penulis : Rosy
Editor : Arif

10 Rumah Digusur, Warga Karang Dalem Sampang Tunggu Giliran

Sampang, 9/3 (Media Madura) – Setelah 10 rumah warga yang tinggal di tepi bantaran sungai Jalan Agus Salim Kelurahan Banyuanyar Kecamatan Kota Sampang digusur. Kini, giliran 14 bangunan rumah di wilayah Jalan Rajawali Kelurahan Karang Dalam bakal mengalami hal yang sama.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Moh Zis, melalui Kabid Pengelolaan Sungai Moh Zainullah mengatakan, penggusuran bangunan di Banyuanyar sepanjang 204 meter itu dilakukan sebagai langkah pelaksanaan normalisasi sungai. Mengingat, Peraturan Menteri PU Nomor 28 Tahun 2015 menyebutkan bahwa 3 meter dari bantaran sungai tidak boleh didirikan bangunan.

“10 rumah di Kelurahan Banyuanyar sudah digusur, tinggal wilayah Kelurahan Karang Dalam,” ujar Zainullah ditemui di kantornya, Kamis (9/3/2017) pukul 10.30 WIB.

Dirinya menyampaikan, rencana penggusuran untuk wilayah Karang Dalem akan dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini, masih tahap peringatan. Bahkan, masyarakat sudah bisa menyadari pelaksanaan normalisasi sungai meski rata-rata masih meminta ganti rugi dari pemerintah.

“Tapi kita tidak ada untuk ganti rugi,” jelasnya.

Adapun data pemilik dan jenis bangunan yang akan digusur di wilayah Karang Dalem yakni Misudi jenis bangunan salon dan toko, Abd Muhyi jenis bangunan toko, H Hamid jenis rumah tinggal, Nurul Hadayani sebuah toko, Moh Hamidi jenis toko, Sitir Rahmah jenis toko, dan jenis bangunan rumah tinggal lainnya milik Wahyem/Subeiri, Erfan, Iskandar, H Bedri, Abd Hamid, Sunarto/Robiatul Adawiyah, serta Yumna.

“Rata-rata yang akan digusur ini mempunyai dokumen kepemilikan sertifikat hak pakai PJKA dan hak milik. Untuk hak milik bukan digusur semua melainkan ada sodok rumah yang melebihi batas ketentuan larangan,” jelasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tempa Mental Pemain, Pelatih P-MU Ingin Gelar Banyak Uji Coba

0

Pamekasan, 9/3 (Media Madura) – Pelatih Persepam Madura Utama (P-MU), Rudy William Keltjes mengatakan, anak asuhnya masih butuh banyak uji coba sebelum akhirnya bertempur di kompetisi resmi Liga 2.

“Kita masih butuh banyak pertandingan sebelum kompetisi Liga 2 berjalan,” kata Rudy William Keltjes.

Uji coba tersebut, tambah Rudy, guna meningkatkan konsentrasi pemain yang dinilai masih kurang fokus. Selain itu untuk memantapkan kerja sama dan strategi yang diterapkan.

“Fokus, mental, dan strategi yang perlu dipoles, kami tidak butuh pemain bagus, tapi pemain yang sering cetak gol,” tambahnya.

Keinginannya, uji coba tersebut tidak harus dengan tim profesional, hal itu merupakan cara terbaik untuk memecahkan masalah yang dialami tim berjuluk laskar Sapeh Ngamok.

“Uji coba akan memberikan pengalaman bagi pemain, dengan bagitu kelemahan tim bisa teratasi dengan baik,” terang Rudy.

Saat ini tim yang ber homebase di bumi Gerbang Salam itu, tercatat sudah beberapa kali melakukan uji coba, salah satunya dengan Gresik United. Terbaru, P-MU gelar uji coba dengan Pamekasan All Star dengan skor 7-0 tanpa balas.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tuai Konflik Pengisian Pj, Dua Kubu Warga Plasah Minta Keadilan

Sampang, 9/3 (Media Madura) – Menjelang pengisian kekosongan jabatan kepala desa (Pj Kades) di Desa Plasah, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, terus menuai konflik.

Kini dua kubu masyarakat di Desa Plasah meminta keadilan kepada pemerintah sesuai aturan yang berlaku. Imbasnya, mereka berlomba-lomba memperebutkan pengisian jabatan Pj Kades Plasah.

Kubu non perangkat desa, Moh Anwar warga Desa Plasah saat mendatangi kantor Pemkab Sampang pada Selasa (28/2) kemarin, ia meminta agar Pj Kades Plasah dijabat oleh Yusuf selaku Sekdes yang berstatus PNS. Namun, nyatanya hingga kini Camat Sreseh belum mengabulkan pengusulan tersebut.

Bak gayung bersambut, pada Kamis (9/3) pagi, giliran pihak perangkat desa mendatangi kantor DPRD Sampang. Mereka meminta pemerintah dan legislatif mendukung dengan merekomendasikan pengangkatan Pj diambil dari orang luar wilayah Kecamatan Sreseh. Alasannya, demi menjaga netralitas dan kondusifitas di pemerintahan desa.

“Sangat dikhawatirkan jika Pj Kades Plasah dijabat warganya sendiri, pasti tidak netral yang berdampak pada pelayanan di bawah karena sudah kejadian tahun sebelumnya,” terang Ketua BPD Plasah Nurholis di hadapan Komisi I DPRD Sampang, Kamis (9/3/2017).

Perangkat desa baik dari BPD, Kaur, dan tokoh masyarakat itu mengusulkan dua nama diluar warga Kecamatan Sreseh untuk menduduki Pj, Yakni, Ahmadi dan H Hado’i. Keduanya PNS di Kecamatan setempat.

Sebab, selama ini Kades Plasah Agil, telah meninggal dunia selang kepemimpinan masih sekitar 1 tahun dan menyisakan waktu 3,5 tahun kedepan.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman, mengatakan langkah perangkat desa tersebut sudah sesuai prosedur dan tidak melanggar aturan. Sehingga, pemerintah eksekutif tidak ada alasan lagi menyetujui permintaan warga Desa Plasah.

“Pengusulan dua nama pengisi Pj ini sudah sesuai apalagi sudah disetujui perwakilan lima orang BPD, eksekutif harus tegas demi mengedepankan aspirasi masyarakat dengan dasar pelayanan dan kondusifitas desa, jangan sampai main-main unsur kepentingan hingga ada paksaan,” tegasnya.

Terpisah, Camat Sreseh Didik Pria Abadi mengaku belum ada pengusulan nama Pj sebagai pengganti jabatan Kades Plasah kepada Pemkab Sampang dikarenakan masih terjadi tarik ulur persoalan di tingkat bawah.

Dalam aturan, lanjut Didik, secara otomatis pengisian Pj Kades diambil dari Sekdes berstatus PNS. Namun, usulan dua nama pejabat yang diambil dari Kecamatan sama-sama tidak menyalahi aturan.

“Kita tidak mau gegabah mengambil keputusan, tunggu saja persoalan tingkat bawah baru nantinya akan diusulkan kepada Bupati. Kita menghormati usulan warga ini terpenting siapa pun pengganti yang menjadi Pj berstatus PNS,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Cedera Otot Paha, Rifat Marasabessy Menepi Seminggu

0

Pamekasan, 9/3 (Media Madura) – Jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2017, Madura United diterpa masalah. Salah satu pemain mereka, M Rifat Marasabessy mengalami cedera cukup serius.

“Ada masalah di otot pahanya,” kata Dokter Tim Madura United, dr. Amin Elwizar, Kamis (9/4/2017).

Akibat cedera tersebut, Rifat Marasabessy harus menepi selama seminggu ke depan untuk pemulihan. “Kemungkinan butuh lebih sepekan menangani cederanya,” dia menjelaskan.

Selain itu, Rifat Marasabessy tidak diperbolehkan mengikuti latihan rutin yang bisa mengundang risiko cederanya bertambah parah. Dia harus menjalani latihan terpisah.

“Dia hanya boleh ikut latihan ringan saja,” imbuhnya.

Kondisi serupa pernah dialami, winger Engelberd Sani yang juga harus menepi selama seminggu. Cedera Engelberd Sani didapat saat Madura United berhadapan dengan PBFC II di perempat final Piala Presiden 2017 lalu.

Namun, kondisi pemain bernomor punggung 7 itu sudah kembali fit. Dia sudah terlihat bergabung dengan Fabiano Beltrame cs pada sesi latihan pertama di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Rabu (8/3/2017 kemarin.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tiga Periode, Silpa Sampang Tembus Ratusan Miliar

Sampang, 9/3 (Media Madura) – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang rendah berakibat membengkaknya Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (SiLPA) selama tiga periode berturut-turut hingga berputat di angka ratusan miliar.

Catatan media madura, berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Sampang pada tahun 2014 dana silpa tercatat Rp 202 miliar, untuk tahun 2015 menjadi Rp 228 miliar, dan tahun 2016 dana silpa sebesar Rp 127 miliar.

Wakil Ketua DPRD Sampang Fauzan Adima, mengaku kecewa atas minimnya serapan anggaran di masing-masing oragnisasi perangkat daerah (OPD) yang masih belum tertangani serius serta lambannya pengerjaan yang berupa kegiatan fiksik maupun kegiatan sosial lainnya.

”Angka SiLPA masih diatas seratus miliar, ini bentuk lemahnya kinerja dinas,” ujar.

Fauzan menilai, tingginya angka SiLPA juga perencanaan yang kurang matang, sehingga tidak jarang ditemukan banyak kegiatan yang terpaksa digagalkan karena perencanaannya salah fatal. Termasuk kondisi waktu yang terlalu singkat membuat sejumlah kegiatan proyek terpaksa dikembalikan karena pengerjaanya tidak tuntas

“Kami sudah berulangkali menekan eksekutif agar bisa memaksimalkan penyerapan anggaran, terutama yang berkenaan dengan kegiatan yang bersetuhan dengan masyarakat langsung,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, untuk mengantisipasi tingginya SiLPA pada tahun mendatang, ia berharap agar kegiatan-kegiatan fisik untuk segera dikerjakan. Ia mengingatkan, molornya pengerjaan salah satu penyebabnya waktu pengerjaan terlalu mepet dengan akhir tahun.

Terpisah, Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono mengaku belum bisa memberikan tanggapan secara rinci. Namun yang jelas pihaknya sudah sering memberikan pembinaan dan peringatakan kepada masing-masing OPD untuk serius mengelola anggaran.

”Pendeknya waktu membuat sebagian kegiatan ditunda, hal ini yang membuat serapan tidak maksimal, pasti kami ingatkan dinas-dinas yang tidak maksimal menyerap anggaran,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Kajari Sumenep Kembali Digoyang Unjuk Rasa

Sumenep, 9/3 (Media Madura) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali didemo sekelompok mahasiswa, Kamis (9/3/2017), setelah dua hari sebelumnya kantor setempat juga digoyang aksi demonstrasi. 

Massa yang hanya terdiri dari belasan orang itu mengatasnamakan Front Aksi Mahasiswa Sumenep (FAM’S) menuntut transaparansi penanganan kasus korupsi. 

Sayangnya, meski sudah berjam-jam berorasi secara bergantian, tak satupun dari pihak Kejaksaan yang berkenan menemui para mahasiswa.

Sementara yang menjadi pokok tuntutan para mahasiwa antara lain, meminta Kejari lebih transparan kepada publik terkait penanganan kasus korupsi. 

“Kami juga meminta penegakan hukum tidak pandang bulu, siapapun yang melakukan korupsi, apakah dari elit pemerintahan harus diselesaikan setuntas-tuntasnya,” teriak Korlap Aksi, Agus Wahyudi dalam orasinya. 

Disamping itu, mahasiswa juga mendesak segera menetapkan tersangka beberapa kasus korupsi yang sudah lama diproses oleh Kejari. 

“Terutama kasus korupsi PT WUS, kami meminta Kejari tidak menutup-nutupi, segera ungkap dan tetapkan siapa yang terlibat,” ungkapnya. 

Selain kasus PT WUS, mereka juga meminta pengusutan kasus raskin yang diduga melibatkan oknum polisi. Hal itu berdasarkan pengakuan salah satu tersangka raskin baru-baru ini. 

Namun, orasi dan tuntutan mahasiswa untuk ditemui pihak kejari tidak kesampaian, lantaran mereka diabaikan oleh pihak Kejaksaan. 

Bahkan, karena kesal keinginannya tidak diindahkan, mereka sempat menggelar doa bersama dan bakar kemenyan tepat di depan kantor tersebut. Meski begitu, pihak kejaksaan tetap enggan menemui massa.

Hingga berita diturunkan, massa masih bertahan di depan Kantor Kejari, mereka bertekad bertahan sampai pihak kejakasaan bersedia menemui mereka. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Ini Alasan Redouane Zerzouri Gabung Madura United

0

Pamekasan, 9/3 (Media Madura) – Pemain baru Madura United, Redouane Zerzouri sudah bergabung dengan tim per hari ini, Kamis (9/3/2017).

Mantan playmaker PSCS Cilacap tersebut sudah terlihat bersama klub barunya saat Madura United menggelar tes fisik bagi pemain di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Kedatangan pemain berpaspor Prancis tersebut disambut seluruh pemain dan tim pelatih. Bahkan, Redouane Zerzouri langsung berfoto dengan pelatih Gomes De Oliviera dan Pelatih Fisik, Joaqium Filho atau Kika.

Redouane Zerzouri mengungkapkan alasannya memilih Laskar Sape Kerrab-julukan-Madura United sebagai rumah barunya di musim ini.

“Saya senang gabung di Madura United. Dan, Madura United ini klub yang besar di Indonisia,” katanya, Kamis (9/3/2017).

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia menjadi alasan Redouane Zerzouri merintis karier di Tanah Air. Padahal, ia sebelumnya tercatat pernah bermain di Liga Eropa.

“Saya senang main di Indonesia karena Indonesia negara muslim. Negara muslim yang banyak,” ungkap dia.

Dipastikan berkostum Madura United pada kompetisi Liga 1 2017, Redouane Zerzouri berjanji akan bekerja keras. “Saya akan memberikan kekuatan maksimal untuk Madura United,” tegasnya.

Di sisi lain, 24 pemain Madura United tampak serius menjalani tes fisik. Satu persatu para pemain mengikuti tes fisik yang didampingi petugas dari Unesa. Petugas tersebut mencatat hasil tes fisik pemain.

Fabiano Beltrame dkk. terlihat semringah menjalani tes. Mulai dari mengukur tinggi dan berat badan, tekanan darah, tes jantung, detak nadi, vo2max hingga kapasitas paru.

“Tes fisik untuk mengukur kebugaran pemain sekaligus sebagai sarana untuk menata materi latihan,” kata Media Officer Madura United, Tabri S Munif kepada media dalam rilisnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi