Sampang, 17/3 (Media Madura) – Penanganan pemadaman kebakaran untuk wilayah yang berada di pelosok pedesaan dan perbatasan khususnya di pantura terabaikan. Untuk itu, kedepan petugas kebakaran akan memetakan lokasi-lokasi yang sulit terjangkau.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP Sampang Husaini mengatakan, sesuai kajian bersama bahwa kejadian kebakaran di pantura masih sulit tertangani. Salah satu penyebabnya jarak tempuh terlalu jauh dan juga medan jalan.

”Terlalu berat yang harus ditempuh petugas supaya bisa sampai ke lokasi kebakaran. Padahal, ideal penanganan kebakaran maksimal adalah 20 menit. Sementara kalau ke pantura sekitar satu jam lebih,” terang Husaini, Jumat (17/3/2017).

Kata Husaini, untuk memaksimalkan penanganan kebakaran, pihaknya berencana akan membuat perjanjian dengan sejumlah pihak termasuk di dalamnya mengatur tentang sewa mobil tanki pemadam kebakaran.

”Salah satu target kami akan bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki mobil tangki, kerjasama ini akan difokuskan kepada lokasi-lokasi yang sulit ditempuh, seperti Banyuates dan Sokobanah,” jelasnya.

Nantinya mobil tangki itu akan dibuat untuk penanganan kebakaran di wilayah terdekat lokasi kebakaran. Sehingga, mobil tangki tersebut bisa langsung melakukan penanganan apabila ada kebakaran.

Dalam waktu dekat Dinas Satpol PP Sampang berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Pihaknya akan mencari pihak ketiga yang betul-betul layak untuk diajak kerjasama.

Dirinya menjelaskan, pada tahun 2016 dinasnya dalam penanganan kebakaran hanya menganggarkan sekitar 150 juta. Itu pun untuk 40 peristiwa kebakaran.

”Kerjasama yang akan dibangun ini sifatnya kondisional, apabila ada kebakaran di tempat terpencil dan jaraknya jauh maka mobil tangki itu yang berada di sekitar itu yang akan kita sewa,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan