Sampang, 16/3 (Media Madura) – Penyebab pingsannya dua bocah asal Dusun Gading Laok, Desa Blu’uran, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang, pada Rabu (15/3) malam murni akibat keracunan, bukan dugaan percobaan penculikan.

Ia adalah Alfiani (8) bocah kelas IV, dan Safira (6) kelas II, tercatat sebagai pelajar di SDN Karang Gayam IV Omben. Mereka mengalami pusing dan mual hingga kondisi tubuh lemas setelah memakan dan menghabiskan tiga bungkus kacang polong merek Jaipong. Akibatnya, bocah itu terpaksa di bawa ke Puskesmas Omben dan dilarikan ke RSUD Sampang untuk menjalani perawatan intensif.

“Keterangan dokter di Puskesmas Omben korban pingsan karena keracunan makan jajan itu,” terang Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar melalui Kasat Reskrim AKP Hery Kusnanto, Kamis (16/3/2017),

Hery menuturkan, korban sampai saat ini masih belum bisa dimintai keterangan. Namun, secara tegas pihaknya masih menyelidiki kasus itu. Sehingga belum bisa memastikan kejadian tersebut ada indikasi yang mengarah terhadap dugaan percobaan penculikan anak dibawah umur.

“Mungkin karena sekarang lagi marak isu hoax penculikan anak, malah pingsannya dua anak ini dibesar-besarkan,” katanya.

Informasi yang beredar, dua bocah itu diduga menjadi korban percobaan penculikan anak. Keduanya tak sadarkan diri karena dikabarkan di beri obat bius oleh orang tak dikenal yang mengaku sebagai Ibu Nyai dengan memberikan makanan.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan