Beranda blog Halaman 1031

Sidak Kebersihan Pasar, Bupati Pamekasan Disambut Sampah dan Bau Menyengat

Pamekasan, 23/3 (Media Madura) – Menjelang penilaian adipura, Bupati Pamekasan Achmad Syafii menggelar sidak ke sejumlah titik termasuk ke sejumlah pasar yang ada di wilayah kota.

Dalam sidak yang ditemani sejumlah kepala dinas itu, bupati memulai dari pasar 17 Agustus. Di pasar tersebut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan ini langsung disambut tumpukan sampah, bahkan saat berada di area penjualan ikan di pasar tersebut bupati disuguhi bau tak sedap dan menyengat akibat genangan air comberan yang menghitam.

“Ini bagaimana kok salurannya gak berfungsi, sampai baunya seperti ini,” kata bupati dihadapan sejumlah pejabat lainnya sambil menutup hidungnya.

Usai mengelilingi pasar tersebut bupati menerusakan sidaknya ke pasar Kolpajung dengan mengendarai motor, setibanya di pasar terbesar di Pamekasan ini, bupati pangsung menuju ke area stand penjualan ikan, dan lagi-lagi ia nampak kecewa lantaran di lokasi tersebut sampah berserakan dan bau tak sedap.

Disela-sela sidaknya tersebut bupati menuturkan, dalam rangka penilaian adipura tahun 2017 ini memang sejumlah titik menjadi perhatian pihaknya, termasuk kebersihan pasar sehingga sidak itu digelar.

“Kalau di pasar barat (pasar 17) itu memang kondisinya sangat berat, saya lihat TPS (tempat pengolahan sampah) tidak jalan, tempatnya kumuh. Minggu depan kita lihat lagi, kita lihat perkembangannya,” tuturnya.

Sementara untuk pasar Kolpajung, sambung politikus Partai Demokrat ini, kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya, hanya perlu penambahan tempat sampah dan terus mendorong pedagang pasar agar membuang sampah pada tempatnya.

Tidak hanya sidaj di pasar, bupati juga mendatangi sejumlah tempat pengolahan sampah yang ada di wilayah itu, untuk memastikan sistem pengolahan sampah berjalan dengan baik.

Penulis : Ist
Editor : Ahmadi

Kuota Haji Sumenep 2017 Bertambah, Ini Angkanya..

Sumenep, 23/3 (Media Madura) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akhirnya merilis kuota haji Sumenep untuk tahun 2017 ini. 

Sesuai prediksi, kuota haji mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, hal itu menyusul adanya penambahan kuota secara Nasional oleh Pemerintah Arab Saudi dari 80% menjadi 100% kembali. 

“Sesuai dengan surat yang sudah kami terima dari Kanwil Kemenag Jatim, kuota haji Sumenep tahun ini sebanyak 514 orang,” kata Kasi Haji dan Umroh Kemenag Sumenep, M Rifa’i Hasyim, Kamis (23/3/2017).

Kata Hasyim, jatah haji untuk Kabupaten Sumenep tahun ini awalnya hanya 386, tetapi setelah ada penambahan dua kali, kuota bertambah menjadi 514.

“Penambahan pertama sebanyak 108 orang, lalu dapat penambahan lagi 20 orang, jadi totalnya 514 untuk kuota tahun ini,” jelasnya. 

Mantan Kasi Pendma ini menjelaskan, berdasarkan data Kemenag, dari calon jemaah yang sudah masuk porsi, diketahui kurang lebih 68 orang ternyata sudah memiliki paspor dan masih hidup.

Sedangkan sisanya, lanjut Hasyim, sebagian sudah ada yang selesai dibuat, yakni semua calon jemaah yang berasal dari Kecamatan Daratan dan sebagian dari Kepualauan, yaitu Masalembu, Gili Genting serta Talango.

“Nah, yang belum itu tinggal dari Kecamatan/ Kepulauan Gayam, Raas Arjasa, dan Sapeken. Untuk yang belum ini kantor Imigrasi di Pamekasan sudah menjadwalkan tanggal 27 Maret ini,” tukasnya. 

Reporter: Rosy
Editor Ahmadi

Semangat Andik Rendika Rama Berlipat Ganda Hadapi Mantan Tim di Cilacap Cup

0

Pamekasan, 23/3 (Media Madura) – Bek Madura United, Andik Rendika Rama akan bertemu dengan mantan timnya, yakni Persija Jakarta.

Kedua kesebelasan akan bentrok pada partai pembuka turnamen Cilacap Cup 2017, di Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap, Jumat (24/3/2017) besok.

Andik Rendika sendiri mengaku mempunyai semangat berlipat ganda jelang menghadapi Macan Kemayoran.

“Ini lawan mantan tim saya, pasti saya akan bersamangat lebih dari biasanya,” kata Andik Rendika.

Untuk dapat menang dari Persija dan bisa menuju partai final, Andik Rendika meminta timnya harus bermain total serta mengeluarkan seluruh kemampuan mereka pada pertandingan besok. Sebab, diyakini Persija tidak akan tinggal diam.

“Yang jelas kalau nanti pelatih kasih saya kesempatan bermain, sebagai pemain harus profesional. Saya harus memberikan yang terbaik buat Madura,” tegas pemain kelahiran Gresik ini.

Selain Andik Rendika, pertemuan kedua tim juga bakal menjadi ajang reuni bagi Greg Nwokolo, dan Muslim Habibi. Kedua pemain tersebut juga pemain Persija sebelumnya.

Muslim menegaskan, akan tampil maksimal bila dipercaya pelatih Gomes De Oliviera. Diakui, dirinya tidak mempunyai persiapan khusus untuk menghadapi mantan timnya.

“Kalau persiapannya saya seperti biasanya. Tidak ada lebih atau ini, tidak ada. Semuanya sama. Saya di sana dulu belajar, belum menjadi pemain top juga kan. Di sini (Madura United.red) saya juga masih belajar, intinya masih belajar untuk yang terbaik,” ujar dia.

“Toh nanti kalau saya dipasang waktu lawan Persija, saya berikan yang terbaik buat tim ini,” tandas Muslim.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

PDAM Pamekasan Dapat Rapor Buruk dari Masyarakat

Pamekasan, 23/3 (Media Madura) – Masyarakat Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur banyak mengeluh terhadap pelayanan di sejumlah instansi.

“Keluhan itu berdasarkan pesan masyarakat yang masuk ke SMS center Bupati Pamekasan dalam beberapa bulan terakhir,” kata Kepala Bagian Umum Sekretariat Pemkab Pamekasan, Listijantoko Djoko Trisulo, Rabu (22/3/2017).

Diungkapkan Djoko, yang paling banyak mendapat komplain dari masyarakat adalah pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Keluhan masyarakat paling banyak PDAM,” ungkap Djoko.

Walaupun demekian Djoko mengaku setiap keluhan dari masyarakat langsung ditindaklanjuti oleh instansi terkait. Rata-rata pesan yang masuk setiap hari antara 30 hingga 50 SMS.

“Saya kira, adanya SMS center ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang ingin menyampaikan langsung aspirasinya,” pungkasnya.

Selain pelayanan, infrastruktur dan penanganan bencana alam seperti banjir juga kerap jadi sorotan masyarakat.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Wartawan Metro TV Sampang Agus Meninggal Dunia

0

Sampang, 23/3 (Media Madura) – Innalillah, wartawan Metro TV Biro Sampang Agus Surachman meninggal dunia, Rabu (22/3) malam sekitar pukul 23.45 WIB.

Agus meninggal di RSUD Sampang setelah dirawat tim medis sejak Minggu (19/3) kemarin, akibat penyakit komplikasi yang diderita.

Kendati dalam kondisi sakit, ia selama ini tidak pernah meluangkan waktu menjalankan tugasnya sebagai pemburu berita. Bahkan, semasa hidupnya ia pernah bergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sampang.

Agus merupakan satu di antara wartawan lain yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk organisasi kewartawanan paling tua di Indonesia tersebut.

Informasi meninggalnya Agus tersebar di beberapa grup media sosial seperti aliansi wartawan hingga kalangan masyarakat Sampang.

“Innalillah telah berpulang ke rahmatulloh saudara kita Agus Metro TV pada pukul 23.45 WIB, semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT,” tulis Bayu wartawan media elektronik di Sampang melalui grup pesan singkat WhatsApp Humas Polres Sampang, Kamis dini hari.

Bayu tak lain teman akrab Agus itu menuturkan, meninggalnya Agus saat dirawat di RSUD Sampang sejak Minggu kemarin.

Rencananya, hari ini Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB, jenazah akan disemayamkan di rumah duka Jalan Barisan Indah Sampang.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Perbaikan Lapangan SGRP Gunakan Dana Talangan

0

Pamekasan, 22/3 (Media Madura) – Pemkab Pamekasan, Madura, Jawa Timur segera menuntaskan perbaikan lapangan Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP). Perbaikan tersebut menggunakan dana talangan.

Menurut Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kabupaten Pamekasan, Muhammad, selain perbaikan lapangan, juga pemotongan pagar tribun.

Sebelumnya, PSSI menilai SGRP tidak layak untuk menggelar kompetisi Liga 1 yang akan bergulir 15 April mendatang.

“Media massa sendiri sudah tahu catatan-catatan yang dari PSSI. Jadi, yang dikerjakan sekarang ini ada dua item. Pertama, masalah lapangan rumput yang belum rata itu. Kedua, (pemotongan) pagar tribun yang dinilai sangat menghalangi penonton,” katanya kepada mediamadura.com, Rabu (22/3/2017).

Muhammad menjelaskan, pemotongan pagar dimulai dari tribun utara. Sementara, perbaikan lapangan stadion sengaja mendatangkan tim ahli dari Bandung.

“Ini kita sudah mendatangkan ahlinya, sudah diukur, dan ternyata memang ada sudut-sudut tertentu yang perlu dirapikan atau ditambah, dan sekarang sedang berlangsung. Tim ahli yang lapangan ini dari Bandung,” ucap Muhammad.

Kata dia, tim ahli dari Bandung berjumlah dua orang.

“Kita sebetulnya sudah ada tim ahli yang dilatih tahun yang lalu. Ada empat orang. Untuk mempercepat ini kita dibantu dua orang dari Bandung itu. Jadi maintenance rumput ada 6 orang,” ungkapnya.

Muhammad berharap, semua perbaikan rampung sebelum tanggal 15 April mendatang. Agar SGRP bisa menyelenggarakan kompetisi Liga 1.

“Harapan kita, sebelum Liga 1 bergulir lapangan sudah siap. Karena memang targetnya sebelum tanggal 15 April harus sudah selesai,” tuturnya.

Itu dilakukan, imbuhnya, guna memenuhi harapan masyarakat Madura, khususnya warga Pamekasan. Sehingga pihaknya optimistis SGRP dapat kembali ditempati pertandingan sepak bola di level tertinggi.

Disinggung soal anggaran, mengingat Pemkab Pamekasan dipastikan tidak bisa mengandalkan dana perbaikan dari APBD, Muhammad menyebut, perbaikan lapangan menggunakan dana talangan.

“Jadi, karena waktunya mendesak, ya kita masih cari upaya lah, kasarannya ya cari talangan-talangan dulu lah, kan gitu. Karena kan saya beberapa kali sudah sampaikan bahwa kalau kita mengandalkan anggaran (APBD) itu kan terbatas masalah mekanisme, prosedur, dan waktu, kan gitu,” jelasnya.

“Sedang satu sisi Liga 1 bergulir April, ya prinsipnya nanti akan ditanggung semua oleh pemerintah daerah. Ini juga memenuhi harapan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Disposisi Wabup Sampang Cairkan Gaji Guru Honorer

Sampang, 22/3 (Media Madura) – Pencairan gaji guru honorer daerah (Honda) yang bertugas mengajar di wilayah Kabupaten Sampang hingga kini belum ada kejelasan. Untuk itu, belasan guru honda di tingkat SMA/SMK mendatangi kantor DPRD Sampang, Rabu (22/3/2017) pukul 10.00 WIB.

Mereka tetap mempertanyakan ngendonnya gaji selama 3 bulan itu kepada Dinas Pendidikan mewakili Pemerintah Kabupaten Sampang. Padahal, guru honorer sudah mendapatkan surat disposisi dari Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono untuk segera mencairkan gaji honorer.

“Saya jadi bingung, anggaran sudah ada lengkap dengan payung hukum, tapi kenapa tidak dicairkan. Meski surat disposisi Wabup segera dilakukan pencairan jaminan beliau,” kata Abd Munif perwakilan guru honorer, Rabu.

Munif guru di SMA 1 Torjun itu menyampaikan, beberapa guru honorer rekan lainnya terus mengeluh lantaran gajinya tak kunjung dicairkan. Bahkan, ia mengaku rela bekerja sampingan menjadi kuli bangunan untuk mendapatkan upah sebesar Rp 75 ribu per hari demi meringankan beban keluarga.

Selain itu, dia mempertanyakan pemerintah yang belum mengambil sikap. Sebab, guru honorer selama ini mempunyai SK Bupati yang tertuang berdasarkan Perbup Nomor 6 Tahun 2016.

“Aturan itu jelas guru honorer mendapatkan gaji sebesar Rp 1 juta perbulan, tapi kemana hak kami,” jelasnya.

Sementara Plt Disdik Sampang Nurul Hadi, mengatakan pihaknya bersikap kehati-hatian pasca ada pengalihan penyelenggaraan wewenang untuk lembaga sekolah SMA/SMK ke pemerintahan Provinsi sebagaimana berdasarkan UU No 23 Tahun 2014.

“Kami juga disarankan oleh bagian hukum untuk hati-hati, karena sekarang ada pengalihan. Tapi kami sudah tindak lanjuti persoalan ini dengan mengirim surat ke Gubernur Pemprov Jatim. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” ujarnya.

Namun, dalam Permendikbud No 8 Tahun 2016 gaji guru honorer maupun GTT bisa dibayarkan menggunakan anggaran bos, sebagaimana 11 item aturan penggunaan dana BOS yakni pembayaran honor guru maupun staf bisa menggunakan sebesar 15 persen dari alokasi dana BOS.

“Tapi yang jelas kami masih menunggu intruksi dari Gubernur Jatim,” terangnya.

Ditempat yang sama, Anweri mewakili Inspektur Inspektorat Sampang Soeharjanto menjelaskan, persoalan ini harus benar-benar disikapi dan dikawal hingga ke Pemprov Jatim. Apalagi guru honorer masih mempunyai payung hukum dan disposisi langsung dari Wakil Bupati Sampang selaku Ketua Pengguna Anggaran Daerah.

“Saran kami persoalan ini, semua pihak bersama mengawalnya agar ada kejelasan dari pemprov dan dasar hukum yang dimiliki oleh teman-teman honorer sebagai bahan pertimbangan. Karena kami juga tau perasaan para guru honorer yang tidak digaji karena untuk menghidupi keluarganya,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Amin Arif Tirtana, mengaku siap mengawal dan menindak lanjuti keluhan para guru honorer di Sampang.

“Kami juga akan mengkoordinasikan dengan Pemrov maupun DPRD Jatim,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Dewan Tengarai Ada Anggaran ‘Siluman’ di Dinas Pertanian Sampang

Sampang, 22/3 (Media Madura) – Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin, menilai Dinas Pertanian (Dispertan) tidak transparan dalam pengelolaan anggaran hingga dicurigai sengaja menyelipkan anggaran siluman.

Sebab, pihaknya beberapa kali melayangkan surat permohonan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada Dispertan selaku mitra kerja sampai saat ini belum ada tanggapan.

“Kenapa Dispertan tidak memberikan DPA, kenapa DPA harus ditutup-tutupi, semakin curiga bahwa disana ada anggaran yang sengaja diselipkan tanpa sepengetahuan dewan,” katanya, Rabu(22/3/2017).

Gus Syam sapaan karibnya, dari sekian mitra kerja Komisi II hanya Dispertan tidak patuh dan mengabaikan surat permohonan DPA. Padahal, seharusnya DPA sudah selesai disetorkan sejak pertengahan bulan Februari lalu.

Bahkan, menyikapi tidak transparannya Dispertan itu Komisi II sudah melayangkan surat kepada Bupati terkait persoalan tersebut. Sementara dalam surat balasan itu intinya menekan kepada Dispertan untuk segera memenuhi permintaan dewan.

”Intinya hanya Dispertan yang tidak patuh apalagi terhadap perintah Bupati, Dispertan sengaja menyumbunyikan data, kami tidak akan tinggal dima, kami akan telusuri penyebab tidak transparannya dispertan ini,” tegasnya.

Dia menambahkan, permintaan DPA sebagai salah satu bahan kajian dalam upaya melakukan pengawasan terhadap pengelolaan anggaran dan kinerja dinas. Untuk itu, ia menilai tidak disetorkan DPA itu semata ingin melemahkan kinerja dewan sebagai fungsi kontrol.

”Bagaimana kami bisa mengontrol kalau permintaan DPA saja tidak dipenuhi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispertan Sampang Hary Soeyanto belum bisa dikonfirmasi, termasik Kabid Teknik dan Holtikura Suyono. Karena nomor telepon yang biasa dihubungi tidak aktif.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Raperda Poligami Tidak Masuk Baleg

Pamekasan, 22/3 (Media Madura) – Ketua Badan Legislasi Daerah (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Andi Suparto, menyatakan rancangan peraturan daerah (Raperda) poligami tidak urgen, mengingat sampai saat ini belum masuk ke prolegda.

Andi memastikan, raperda poligami yang digagas salah satu anggota legislatif beberapa waktu lalu, dipastikan tidak masuk dalam pengusulan raperda tahun 2017.

“Sampai saat ini kami belum menerima drafnya, itu berarti tidak urgen,” katanya, Rabu (22/3/2017).

Andi menilai, wacana yang sempat memunculkan polemik pro kontra di kalangan masyarakat itu, dalam membuat drafnya agar berhati-hati mengingat raperda tersebut sangat sensitif.

“Membuat drafnya saja bingung karena perda seperti itu kontroversial. Sehingga kalau tidak hati-hati akan mendapat penolakan,” tambahnya.

Meskipun draf tersebut masuk pada tahun ini tidak mungkin dibahas dan disahkan, baru akan dibahas pada 2018 mendatang.

“Saat ini kami akan memprioritaskan terhadap pembahasan raperda yang mendesak, tentunya menyangkut kemaslahatan umum seperti yang sudah kita lakukan selama ini,” tutup politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Jalani 2 Turnamen, Madura United Tarik Dua Pemain yang Dipinjamkan

0

Pamekasan, 22/3 (Media Madura) – Manajemen Madura United, akhirnya memutuskan untuk menarik kembali dua pemain yang dipinjamkan ke beberapa klub.

Menurut Manajer Madura United, Haruna Soemitro, pemanggilan itu dilakukan, karena rangkaian pertandingan dari Cilacap Cup hingga Magelang Cup sangat padat.

Kedua pemain itu adalah, Rishadi Fauzi dan Rossi Noprihanis. Kedua pemain itu kembali ke skuad asuhan Gomes De Oliviera lebih awal dari masa peminjamannya.

Sebelumnya, Madura United meminjamkan lima pemainnya ke sejumlah tim, baik itu dari Liga 1 maupun Liga 2. Rishadi Fauzi dipinjamkan ke Persiba Balikpapan, dan Rossi Noprihanis pindah ke Perssu Sumenep dengan status pemain pinjaman.

“Rishadi dan Rossi dipanggil kembali. Mereka bergabung sejak kemarin sore,” kata Haruna kepada media, Rabu (22/3/2017).

Fabiano Beltrame dan kawan-kawan kini sudah tiba di Cilacap menggunakan jasa transportasi kereta api. Jumat (24/3/2017) mendatang, mereka akan mengikuti sekaligus membuka pertandingan Cilacap Cup 2017 dengan melawan Persija Jakarta di Stadion Wijayakusuma, Cilacap.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi