Pamekasan, 22/3 (Media Madura) – Ketua Badan Legislasi Daerah (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Andi Suparto, menyatakan rancangan peraturan daerah (Raperda) poligami tidak urgen, mengingat sampai saat ini belum masuk ke prolegda.

Andi memastikan, raperda poligami yang digagas salah satu anggota legislatif beberapa waktu lalu, dipastikan tidak masuk dalam pengusulan raperda tahun 2017.

“Sampai saat ini kami belum menerima drafnya, itu berarti tidak urgen,” katanya, Rabu (22/3/2017).

Andi menilai, wacana yang sempat memunculkan polemik pro kontra di kalangan masyarakat itu, dalam membuat drafnya agar berhati-hati mengingat raperda tersebut sangat sensitif.

“Membuat drafnya saja bingung karena perda seperti itu kontroversial. Sehingga kalau tidak hati-hati akan mendapat penolakan,” tambahnya.

Meskipun draf tersebut masuk pada tahun ini tidak mungkin dibahas dan disahkan, baru akan dibahas pada 2018 mendatang.

“Saat ini kami akan memprioritaskan terhadap pembahasan raperda yang mendesak, tentunya menyangkut kemaslahatan umum seperti yang sudah kita lakukan selama ini,” tutup politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan