Beranda blog Halaman 1030

Madura United Juara Cilacap Cup 2017

0

Pamekasan, 25/3 (Media Madura) – Madura United keluar sebagai juara Cilacap Cup 2017 setelah menundukkan Bhayangkara FC dua gol tanpa balas.

Bertanding di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Sabtu (25/3/2017) malam, Laskar Sape Kerrab yang tampil tanpa gelandang andalan mereka, Slamet Nurcahyo mampu tampil dominan di babak pertama.

Hasilnya, Fabiano Beltrame dan kawan-kawan unggul lebih dulu. Adalah Redouane Zerzouri yang menghujam gawang Bhayangkara FC dengan kaki terbaiknya di menit ke-18.

Pemain berpaspor Prancis tersebut menuntaskan umpan yang dikirim Guy Junior. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Madura United tidak menggendorkan serangan. Sementara, The Great Alligator masih kesulitan menembus pertahanan lini belakang Madura United untuk mencari gol penyama.

Namun hingga menit ke-75, belum ada gol tercipta. Meski kedua kesebelasan sama-sama melakukan pergantian pemain. Skor masih 1-0 untuk Madura United.

Wasit pertandingan memberikan perpanjangan waktu 3 menit. Masa injury time betul-betul dimanfaatkan pasukan Gomes De Oliviera.

Sadli, yang menggantikan Redouane Zerzouri, memastikan kemenangan Madura United atas Bhayangkara FC setelah merobek gawang Wahyu Tri.

Skill yang dimilikinya mampu melewati dua pemain Bhayangkara sekaligus. Bahkan, sepakannya di dalam kotak penalti tidak bisa dijangkau kiper Bhayangkara. Skor 2-0 menutup turnamen dalam rangka merayakan hari jadi Kabupaten Cilacap ke 161 tersebut.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Serempetan Motor Berujung Penganiayaan, Tangan Seorang Kakek di Sumenep Putus

0

Sumenep, 25/3 (Media Madura) – Kakek Mattasan, warga Dusun Palalangan, Desa Sambakati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur harus mengalami luka robek di beberapa bagian tubuhnya serta kehilangan satu tangannya. 

Penyebabnya, kakek 50 tahun berduel dengan Suhari (27), yang tidak lain tetangga sekampungnya, Sabtu (25/3/2017) sekitar pukul 06.00 WIB.

Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora melalui Kabag Humas, AKP Suwardi membeberkan, peristiwa tersebut sebetulnya dipicu oleh persoalan sepele. 

Yakni bermula saat pagi-pagi, Suhari bersama anaknya yang masih berusia 2 tahun hendak membeli nasi yang tidak jauh dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor.

Ditengah perjalanan, tepatnya di depan rumah Bu Enti (50), Suhari mengalami serempetan dengan Mattasan yang melaju dari arah berlawanan.

“Disitulah Suhari menegur si Mattasan, “Jangan gitu mbah (menggunakan bahasa Madura.red)”. Sehingga tejadilah cekcok mulut bahkan sampai terlibat aksi kejar-kejaran,” ungkap Suwardi. 

Namun, insiden itu tidak berlangsung lama, karena keduanya segera pulang kerumah masing-masing.

“Tetapi masalah itu ternyata berlanjut, karena Mattasan kemudian datang ke rumah Suhari dengan membawa celurit atau golok dan menantangnya,” tambahnya. 

Mendengar tantangan si kakek, Suhari pun keluar dari rumahnya dengan membawa sebilah pedang, terjadilah duel satu lawan satu dengan sama-sama memegang sajam. 

“Dari duel itu, mengakibatkan tangan kiri Mattasan putus, mengalami luka robek di pipi sebelah kiri dan 2 jari kaki robek hingga kuku jari mengelupas,” terangnya. 

Usai insiden berdarah itu, Suhari sempat melarikan diri ke rumah orang tuanya di Desa Sawah Sumur, Kecamatan/ Pulau Arjasa. Namun dengan cepat petugas dari Polsek Kangean menangkap pelaku. 

“Selain mengamankan pelaku, anggota kami disana sudah mendatangi dan melakukan olah TKP, sket TKP, mengamankan Barang Bukti, mancatat saksi-saksi, meminta VER, serta melakukan lidik dan sidik,” pungkas Suwardi. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

HPN 2017, PWI Pamekasan Beri Penghargaan 3 Kades

Pamekasan, 25/3 (Media Madura) – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memberikan penghargaan kepada tiga kepala desa (Kades) nomine PWI Awards 2017.

Ketua PWI Pamekasan, Abd Aziz mengatakaan, terpilihnya ketiga pimpinan pemerintahan desa tersebut sudah sesuai dengan kriteria yang disusun oleh tim penilai.

“Nominatornya kades se-Pamekasan, cuma yang sudah dipastikan dapat ada tiga,” katanya, Sabtu (25/3/2017).

Menurut Aziz, sistem penilaian ada tiga kategori; pengabdi membangun desa, desa dengan pengelolaan keuangan terbaik dan katagori desa terinovatif meningkatkan perekonomian desa.

“Rumusan kategori dan indikator penilaian oleh internal (PWI), penentuan tiga nominasi oleh tim penilai,” jelasnya.

“Kami berencana PWI Awards ini berkelanjutan, sehingga para kades bisa bersaing pada tahun- tahun mendatang,” sambung Aziz.

Pengharagaan akan diberikan di acara puncak HPN dan Ultah PWI ke 71. Diharapkan bisa mengispirasi Kades lainnya untuk berkompetisi memajukan desaya masing-masing.

PWI Pamekasan menyiapkan 12 penghargaan saat malam puncak HPN yang dikemas dengan “PWI awards 2017” di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan pada hari Selasa tanggal 3 April 2017.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Kemenag Pamekasan Hutang Tunjangan Sertifikasi Guru Rp 27 Miliar

Pamekasan, 24/3 (Media Madura) – Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Madura, Jawa Timur belum membayar tunjangan sertifikasi guru tahun 2014 sebesar 27 miliar kepada sekitar 3 ribu guru.

Salah satu guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta, Ahmad Fauzan kepada mediamadura.com mengatakan, dana tersebut yang tidak terbayar terhitung pada tahun 2014 per semester ke dua. Dana tersebut adalah hak para guru yang sudah bersertifikat.

“Kemenag tidak membayarnya hak guru padahal sudah sekitar tiga tahun dihutang,” katanya, Jumat (24/3/2017).

Oleh karena itu ia meminta agar kemenag secepatnya mengeluarkan dana tersebut, karena rata-rata dana yang ngendon itu hak guru non Pegawai Negari Sipil (PNS).

“Itu semua haknya guru yang tidak PNS mulai dari RA, MI, MTs dan MA,” ukas Fauzan.

Sementara Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kantor Kemenag Pamekasan, Nawawi mengakui perihal tunjangan guru non PNS terhutang tersebut, namun sampai saat ini belum ada anggaran dari kemenag RI.

“Dana sertifikasi tahun 2014 memang belum keluar, dan itu cuma tinggal nunggu anggaran pusat, artinya jika uang itu masuk ke DIPA (Daftar isian pelaksanaan anggaran) kami tinggal mencairkan,” kilahnya.

Menurutnya, kewajiban guru melakukan pemberkasan sudah terpenuhi, sekarang menjadi kewajiban kemenang untuk mengurusinya dan itu sudah dilakukan, namun hingga saat ini belum ada anggarannya.

“Total yang terhutang sebesar Rp 27 miliar, jumlah itu untuk 3 ribu lebih guru, dengan Rp 1,5 juta perbulan,” beber Nawawi.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Madura United ke Final Cilacap Cup 2017

0

Pamekasan, 24/3 (Media Madura) – Madura United menang 2-0 atas lawannya, Persija Jakarta pada turnamen Cilacap Cup 2017, di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Jumat (24/3/2017) sore.

Gol kemenangan Laskar Sape Kerrab diborong, Slamet Nurcahyo di menit ke-13 dan 82. Hasil ini membuat skuad asuhan Gomes De Oliviera melaju ke final, yang akan digelar, Sabtu (25/3/2017).

Madura United memulai laga dengan baik. Mereka coba mengambil inisiatif serangan. Hasilnya, di menit ke-13, gol tercipta berkat aksi Slamet Nurcahyo.

Bola hasil sepakan keras Slamet di dalam kotak penalti menghujam deras gawang Persija.

Sadar tertinggal, Persija meningkatkan tempo serangan. Tapi belum membuahkan gol penyama. Serangan yang dibangun selalu kandas sebelum masuk daerah pertahanan Madura United.

Aksi saling jual beli serangan terjadi usai water break. Namun hingga jeda, Madura United tetap unggul 1-0.

Di babak kedua, pelatih Gomes menarik keluar sejumlah pemainnya, di antaranya Redouane Zerzouri digantikan Asep Berlian, Fredy Isir menggantikan Guy Junior.

Pergantian pemain juga dilakukan oleh pelatih Persija, Stefano Cugura. Kendati demikian, Macan Kemayoran tak kunjung mendapat kesempatan untuk menyamakan kedudukan.

Justru, pergantian pemain yang dilakukan Madura United sukses. Mereka terus coba mengendalikan jalannya pertandingan.

Slamet Nurcahyo kembali menjadi mimpi buruk bagi Persija. Sebelum ditarik keluar, pemain bernomor punggung 10 itu memperlebar keunggulan bagi Madura United di menit ke-82.

Kali ini, bola menyarang di gawang Persija melalui tandukkan kepalanya setelah menyambar umpan lambung Bayu Gatra. Bola melaju deras ke sisi kanan gawang, Rizky Darmawan.

Skor berubah menjadi 2-0. Keunggulan Madura United bertahan hingga laga bubaran.

Di final, Madura United akan menghadapi pemenang di laga kedua, yang mempertemukan Bhayangkara FC dengan tuan rumah PSCS Cilacap.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Lama Nggak Ngapel, Eh.. Ternyata Bawa Kabur Motor Calon Mertua

Sumenep, 24/3 (Media Madura) – Ilham (33) warga Kampung Losing Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kini harus hidup di balik jeruji besi. 

Penyebabnya, pria yang saat ini berdomisili di Sapeken itu ditangkap petugas Polsek Kangean, Kamis (23/3/2017) lantaran terbukti mencuri motor calon mertuanya.

“Tersangka telah melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor Honda Vario 125 Nopol M 3572 WW warna hitam, milik Tiamra Dusun Tengah Desa Gelaman Kecamatan Arjasa,” ungkap Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Jumat (24/3/2017).

Suwardi menerangkan, peristiwa kehilangan terjadi pada hari Minggu (19/3/2017) saat diparkir di teras rumahnya sekitar pukul 20.00 WIB. 

Mengetahui sepeda motornya raib, Tiamra melaporkan kejadian tersebut ke Abd Karim, Kades Geleman, yang kemudian dilanjutkan ke Polsek Kangean.

“Kecurigaan korban mengarah ke saudara tersangka, karena biasanya hampir setiap hari sering ke rumah korban yang saat itu pacar dari anaknya, dan setelah kejadian, tersangka mendadadak tidak pernah datang lagi,” bebernya.

Lalu, pada hari Kamis (23/3/2017) Kades Abd Karim tidak sengaja melihat tersangka di jalan raya Desa/ Kecamatan Arjasa, yang kemudian diinformakan ke Polsek Kangean.

“Ketika dicegat petugas dan diintrogasi, baru tersangka mengakui bahwa memang dia yang mencuri, dan barang bukti berada di Desa Celong Kecamtan Arjasa,” tukasnya. 

Saat ini, barang bukti berupa satu unit Sepeda Motor Honda Vario 125 telah diamankan oleh Kades Pajenangge, sedangkan tersangka diamankan di Mapolsek Kangean untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Polres Pamekasan Keluarkan Maklumat Soal Isu Penculikan Anak

Pamekasan, 23/3 (Media Madura) – Kepolisian Resort (Polres) Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengeluarkan maklunat terkait isu penculikan anak atau begal anak.

Dalam maklumat yang ditandatangani Kapolres Pamekasan, AKBP Nowo Hadi Nogroho itu, isu yang berkembang di wilayah hukum polres Pamekasan tentang maraknya penculikan anak merupakan berita palsu atau berita hoax yang sengaja dibuat oleh pihak tertentu untuk membuat keresahan kepada masyarakat serta mengganggu keamanan dan ketertiban.

Oleh karena itu ia meminta kepada masyarakat, agar tidak mudah terpancing dan terprovokasi isu-isu yang tidak benar sehingga berakibat pada tindakan pelanggaran hukum.

“Mari untuk bersama-sama menangkal isu-isu yang meresahkan dan bersifat provokatif dalam upaya mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di Pamekasan,” katanya.

Nowo mengancam akan menindak tegas Kepada siapapun yang dengan sengaja ataupun tidak sengaja memberikan informasi baik melalui media sosial, forum komunikasi internet, aplikasi pesan ataupun media komunikasi lain sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat yang mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik akan menjeratnya jika diketahui,” ujar Nowo.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Wabup Sampang Hadiri Pemakaman Agus Surachman Wartawan Metro TV

0

Sampang, 23/3 (Media Madura) – Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono menghadiri pemakaman mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sampang Agus Surachman tak lain jurnalis Metro TV Madura, Kamis (23/4/2017) pagi.

“Saya secara pribadi dan mewakili Pemkab Sampang mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara Agus. Mudah-mudahan segala amal beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” kata Fadhilah sesaat prosesi pemakaman di TPU Kampung Madegan Jalan Mangkubumi Kelurahan Polagan, pukul 08.45 WIB.

Agus yang bertugas di wilayah Kabupaten Sampang dan Bangkalan itu meninggal dunia, Rabu (22/3) malam sekitar pukul 23.45 WIB di RSUD Sampang.

Ia menjalani rawat inap sejak Minggu (19/3) kemarin, dan ditangani tim medis karena diduga akibat penyakit komplikasi. Penyebab utamanya adalah alergi obat sistemik yang telah lama diidapnya.

Fadhilah Budiono mengatakan, almarhum Agus adalah sosok yang baik dan ramah yang dikenal luas oleh banyak orang, tidak hanya di kalangan pejabat pemerintah tetapi juga di masyarakat umum. Bahkan, selama ini turut mendukung kemajuan pemerintahan Sampang.

Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono (tengah) saat menyolati jenazah Agus jurnalis Metro TV sebelum prosesi pemakaman.

Ia berpesan kepada seluruh rekan profesi maupun kalangan lain untuk bisa memberikan pintu maaf jika ada kesalahan disengaja maupun tidak disengaja.

Pantuan mediamadura.com, pukul 07.00 WIB tadi padi banyak berdatangan tamu pelayat untuk belasungkawa dari rekan jurnalis, teman dekat, dan kalangan pejabat, di rumah duka Jalan Barisan Indah Blok V Sampang.

Usai disalatkan di masjid sekitar rumah duka. Iring-iringan kendaraan mobil ambulans membawa jenazah dikawal mobil patroli Satlantas Polres Sampang diikuti ratusan para peziarah untuk melepas kepergian Agus menuju pemakaman.

Pukul 08.30 WIB, rombongan tiba di Kampung Madegan Jalan Mangkubumi Kelurahan Polagan, tak lain rumah orang tua Agus. Hingga dilakukan prosesi pemakaman di TPU setempat tak jauh dari lokasi.

Menurut Nur Holis wartawan media lokal cetak harian Bhirawa di Sampang, mengaku kehilangan sosok jurnalis yang selama ini mempunyai karakter wajah ceria. Sebab, meski dalam kondisi sakit yang diderita, tidak pernah meluangkan waktu menjalankan tugas sebagai pemburu berita.

“Innalillah kita telah kehilangan saudara Agus Metro TV, beliau sosok jurnalis selalu memberikan contoh teladan ke rekan lain,” kata Nur Holis usai pemakaman.

Terpisah, Humas RSUD Sampang dr Yuliono menuturkan meninggalnya Agus akibat penyakit komplikasi yang dideritanya. Salah satu sebab yakni alergi obat sistemik (berat). Sehingga, Agus dirawat dengan dua dokter tim medis di ruang paviliun RSUD Sampang,

“Dia dirawat pada Minggu kemarin, ada dua dokter. Penyebab utamanya memang alergi obat berat,” singkatnya.

Diketahui, pria berumur 44 tahun itu meninggalkan seorang istri dan satu anak yang masih duduk di bangku SD. Dia merupakan satu di antara wartawan lain yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk organisasi kewartawanan paling tua di Indonesia tersebut.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Sempat Diragukan Tampil, Munhar Siap Tampil di Cilacap Cup

0

Pamekasan, 23/3 (Media Madura) – Madura United akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya, defender mereka, Munhar dipastikan bisa tampil di turnamen Cilacap Cup 2017.

Nama Munhar masuk dalam skuad yang diboyong tim pelatih ke Jawa Tengah untuk mengarungi Cilacap Cup di Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap, mulai Jumat hingga Sabtu, (24-25/3/2017).

Pemain asal Sidoarjo tersebut memang sebelumnya diragukan tampil lantaran menderita cedera telapak kaki yang didapat saat sesi latihan di Stadion Gelora Bangkalan, kemarin.

“Dia sudah bicara ke saya dan tidak terlalu parah. Sudah dua hari istrihat. besok (hari ini.red) kita kembali ke lapangan untuk mencoba lapangan. Kita lihat kondisi terakhir dari dia. Tapi saya yakin dia bisa diturunkan,” kata Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera.

Ke Cilacap, Madura United memboyong skuad terbaiknya. Tidak ada satu pun pemain ditinggal di mess pemain. Bahkan, Laskar Sape Kerrab harus memanggil kembali dua pemain yang dipinjamkan. Guna melakoni pertandingan terbilang padat.

“Semua akan dapat kesempatan bermain, dan kita akan pilih yang paling siap, dan paling cocok untuk bermain nanti di kompetisi. Semua harus gantian bermain,” jelas Gomes.

Di partai pembuka Cilacap Cup, Laskar Sape Kerrab menghadapi Persija Jakarta, Jumat sore.

“Saya sudah bicara (kepada pemain). Saya sudah persiapkan semuanya. Saya yakin mereka akan bermain maksimal dan menjawab semuanya dengan baik nanti,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Usai Bacok, Pelaku Datang ke Kades Untuk Diserahkan ke Polisi

Sampang, 23/3 (Media Madura) – Nasib nahas menimpa Aan (30) warga Dusun Pesisir, Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Ia menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri hingga mengalami luka serius.

Pembacokan itu terjadi pada pukul 21.30 WIB Rabu (22/3) malam. Ketika pelaku Rohman (30), mendatangi rumah korban di rumahnya Desa Ketapang Daya.

Saat pintu dibuka oleh korban karena terdengar ada kedatangan seorang tamu, pelaku tanpa pikir panjang membabi buta menyebetkan senjata tajam jenis celurit ke bagian tangan kanan dan kiri korban.

“Dugaan sementara motif asmara. Yakni istri Rohman selalu digoda oleh korban. Sehingga pelaku marah hingga pembacokan terjadi,” terang Kapolsek Ketapang AKP Aries Dwiyanto di balik telepon, Kamis (23/3/2017) siang.

Usai membacok, karena melihat korban sudah terkapar penuh luka serius. Pelaku memasrahkan diri ke rumah Kepala Desa setempat hingga diantarkan ke Polsek Ketapang.

Beruntung dalam peristiwa itu, nyawa korban masih selamat hanya mengalami luka serius. Saat ini, kondisi korban mulai membaik dan akan dilakukan operasi di RSUD Bangkalan.

“Nah pelaku memasrahkan diri ke Kades karena mengakui perbuatannya. Selanjutnya pihak desa memasrahkan kepada kami baik pelaku serta barang bukti celurit,” terangnya.

Persoalan itu, kata Aries, sudah terjadi beberapa waktu lalu. Namun, tidak berujung pembacokan. Sebab, pihak Kades secara langsung menengahi permasalahan kedua pihak.

Untuk itu, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dalam proses diserahkan kepada Satreskrim Polres Sampang.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi