Pamekasan, 27/3 (Media Madura) -Rekruitmen Pegawai Tidak Tetap (PTT) tenaga kesehatan kebidanan pada dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur diindikasikan terjadi jual-beli.

Kabar yang beredar, pada rekruitmen bidan yang akan ditempatkan di masing-masing desa itu, oleh Dinkes dipatok seharga dari Rp 20 juta hingga Rp 40 juta.

“Kabarnya demikian, jadi kalau mau sukwan (suka relawan) bidan harus bayar dari Rp 20 sampai Rp 40 juta,” kata salah seorang warga yang tidak mau disebut identitasnya pada wartawan, Senin (27/3/2017).

Menurut pria berbadan gempal itu, selain para calon PTT itu disuruh membayar dengan harga fantastis, ada pula yang sifatnya dipesan oleh kelompok-kelompok tertentu.

“Bisa ditawar tapi kalau ada yang nitip, dan yang nitip juga banyak, ada yang dari LSM dan ada anggota DPRD,” tambahnya.

Menurut pria berkaca mata itu, jika hal itu dibiarkan maka akan menjadi preseden buruk yang berakibat pada kurang maksimalnya pelayanan pada masyarakat kecil dibawah.

“Ini jangan dibiarkan, kalau dibiarkan maka yang yang menjadi korban rakyat,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Dinkes Pamekasan, Moh Ali Maksum mengatakan, perihal rekruitmen tenaga medis tersebut berada di Asisten Sekretariat Daerah (Setda) Pamekasan.

“Mohon maaf silahkan tanya ke Bu Yus asisten, saya lagi mimpin rapat,” katanya di balik telepon.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan