Beranda blog Halaman 998

Bupati Sampang Wafat, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan

0

Sampang, 4/5 (Media Madura) – Selama tiga hari kedepan, sejumlah pengibaran bendera setengah tiang dilakukan di sejumlah kantor di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sampang.

Kamis (4/5/2017) pagi tadi, pukul 07.00 WIB bendera setengah tiang berkibar di halaman kantor Pemkab Sampang. Pengibaran itu juga terjadi di kantor Kecamatan Sreseh dan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Ini sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Bupati Sampang Drs. A. Fannan Hasib,” terang Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono dibalik telepone, Kamis.

Fadhilah menyampaikan, bukan hanya di kantor pemerintahan menghormati wafatnya pucuk pimpinan daerah tersebut, termasuk sekolah-sekolah di Sampang mengibarkan bendera setengah tiang.

“Untuk mengingatkan masyarakat kalau ada pejabat negara yang masih aktif telah meninggal dunia,” ujarnya.

Fadhilah menambahkan, selain mengibarkan bendera setengah tiang, selama tujuh hari kedepan semua pegawai juga diwajibkan memakai baju warna putih. Namun pihaknya memastikan kalau kegiatan pemerintahan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Kantor Camat Sreseh Diluruk Warga, Ini Penyebabnya

0

Sampang, 4/5 (Media Madura) – Puluhan warga Desa Plasah, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, pada Kamis (3/5/2017) pukul 09.00 WIB mengeluruk kantor Kecamatan Sreseh.

Mereka menuntut penunjukan Kepala Desa (Kades) definitif di Desa Plasah. Sebab, selama ini sudah hampir 3 bulan kekosongan terjadi tanpa ada ketegasan dari pemerintah setempat. Buntut kekosongan itu banyak pelayanan masyarakat vakum.

“Jangan dibiarkan kekosongan Kades, kami meminta agar pemerintah segera menunjuk Pj Kades Plasah demi kelancaran pelayanan administrasi dan pembangunan desa,” terang korlap aksi Darussalam, Kamis.

Darussalam sekaligus wakil BPD Plasah itu, menuturkan nantinya dalam penunjukan Pj Kades Plasah diharapkan bisa diambil dari orang yang bersikap netral tidak tercipta perpecahan di desa dan tidak bersikap arogan.

Warga Desa Plasah menyampaikan tuntutannya. (MM/Ryan Hariyanto)

Tak hanya itu, warga juga meminta untuk mencabut nama Moh Yusuf dari daftar nama yang diajukan pemerintah sebagai Pj Kades Plasah meski menjadi Sekdes berstatus PNS. Sedangkan, dua nama usulan warga dinilai tanpa tanggapan serius dari pemerintah. Dua nama itu yakni, Ahmadi dan Hadoi.

“Dia (Moh Yusuf-red) tidak netral dan bersikap arogan, karena yang bersangkutan juga pernah menjadi Pj, kinerjanya buruk,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Sreseh Didik Adi Pribadi, membantah jika pihaknya dituding tidak tegas mengambil kebijakan. Alasan itu bukan tanpa sebab karena pengusulan, penunjukan, dan pengangkatan Pj Kades menjadi kewenangan penuh Pemkab Sampang dalam hal ini Bupati.

“Sekarang kewenangan bupati penunjukan Pj Kades berstatus PNS itu, tapi dulu kewenangan BPD. Nah, kewenangan BPD masih ada beberapa porsi-porsi tertentu,” jelasnya.

Didik mantan Kabag Pemdes Pemkab Sampang itu menerangkan tuntutan Pj Kades di wilayah Kecamatan Sreseh tak hanya terjadi di Desa Plasah. Melainkan, masih ada desa lainnya mengalami persoalan yang sama.

“Di sini ada tiga desa sampai sekarang belum turun Pj Kades definitif, yaitu Desa Junok, Taman, dan Plasah. Sekali lagi ini menjadi kewenangan pemkab, pihak kecamatan hanya mengakomodir apa yang menjadi aspirasi di desa,” ujarnya.

Dirinya berharap, persoalan di wilayahnya itu segera terselesaikan agar pelayanan dan pembangunan desa berjalan maksimal.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Fabiano Nafsu Ingin Lawan Persija Jakarta Meski Belum 100 Persen Fit

0

Pamekasan, 4/5 (Media Madura) – Kapten Madura United, Fabiano Beltrame berharap dirinya akan segera membaik, sehingga bisa memperkuat timnya saat dijamu Persija Jakarta.

Laskar Sape Kerrab akan melawan Macan Kemayoran pada pekan keempat Liga 1, di Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (4/5/2017).

Mantan pemain Persija Jakarta ini memang masih punya masalah dengan cederanya. Dia harus absen kala timnya bermain imbang lawan Mitra Kukar beberapa waktu lalu. Sekarang pun kondisinya belum 100 persen fit.

“Ya memang belum 100 persen fit, tapi kalau mereka butuh saya, saya siap bantu. Sekarang tergantung pelatih,” tegas Fabiano.

Menghadapi Persija, ada beberapa yang harus diwaspadai oleh rekan setimnya. Pertama, para pemain Persija sendiri. Kedua adalah suporter tuan rumah.

“Persija bagus apalagi mereka kembali ke Jakarta, Bekasi. The Jak Mania datang ngasih support. Dan saya yakin besok pertandingan itu berat, tapi kita sudah siap untuk menghadapi mereka,” ucapnya.

“Semoga saya bisa tampil besok (hari ini.red),” tandas pemain asal Brasil ini.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Dandim Nuryanto Beri Wawasan Kebangsaan di Kampus STAIN Pamekasan

0

Pamekasan, 3/5 (Media Madura) – Dandim 0826 Pamekasan, Madura, Jawa Timur Letkol Inf Nuryanto memberikan wawasan kebangsaan (wasbang) di kampus STAIN Pamekasan, Rabu (3/5/2017).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 200 mahasiswa dari berbagai jurusan, yang ditempatkan di Auditorium STAIN Pamekasan, Jalan Raya Panglegur KM.04.

Dandim Nuryanto mengatakan, mahasiswa khususnya di kampus STAIN Pamekasan harus selalu punya semangat. Semangat itulah yang akan mengantarkan mahasiswa mencapai cita-cita.

“Kami berharap nantinya mahasiswa STAIN Pamekasan agar menjadi jiwa-jiwa patriot sejati,” katanya.

Di hadapan ratusan mahasiswa, pihaknya juga membahas tentang ketersediaan pangan. Seperti diketahui, jika selama ini TNI selalu mendukung program pemerintah untuk membangun swasembada pangan.

Selain itu, gencar memberikan penyuluhan kepada para petani, dan menunjang sarana pertanian seperti pengadaan traktor, pengadaan bibit, dan subsidi pupuk.

“Penduduk di dunia semakin bertambah sehingga akan mengalami kelangkaan energi. Gaya hidup semakin besar sehingga akan bertambah angka kemiskinan,” ucapnya.

“Sehingga, akhirnya akan timbul konflik dunia karena dilatar belakangi kehabisan energi,” imbuhnya.

Penjajahan media sosial (medsos) dan yang dijajah tidak merasa dijajah, rela keluarkan uang untuk penjajah. Penjajahan dilakukan sampai ke rumah-rumah, itu semua adalah bisnis asing yang berkuasa.

“Marilah kita bersama sama berjuang untuk tegaknya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” tandas Dandim.

Sementara itu, Ketua STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim memberikan ucapan terima kasih kepada Dandim dan pihak-pihak terkait.

“Terima kasih kepada bapak Dandim telah hadir untuk memberikan Wasbang kepada mahasiswa STAIN. Terima kasih juga kepada Bakesbangpol Pamekasan atas kerjasamanya,” tuturnya.

Pada kegiatan itu juga dijadikan ajang untuk mengasah kemampuan mahasiswa. Yakni dengan menggelar kompetensi dan unjuk kreasi mahasiswa STAIN. Serta menghadirkan sejumlah juri dari kampus berbeda.

Juri dari STAIN Pamekasan sendiri adalah Moh Faridi yang juga dosen, dan juri dari kampus Unira, Mohammad.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Jenazah A Fanan Hasib Dimakamkan di Samping Makam Orangtuanya

0

Sampang, 3/5 (Media Madura) – Jenazah Bupati Sampang KH Ahmad Fannan Hasib, Rabu (3/5/2017) malam pukul 19.45 WIB telah selesai dimakamkan di tempat pemakaman umam di Kampung Ke’Keke’ Jalan Semeru Kelurahan Rongtengah Kota Sampang.

Usai dilakukan shalat jenazah di Masjid Arrohmah Pondok Pesantren Assirojiyyah Kajuk, jenazah Fannan Hasib dibawa menuju ke pemakaman dan dimakamkan di samping makam orangtuanya, alm KH Hasib Sirat dan almh Hj Kuddiyah.

Turut hadir saat pemakaman, seluruh Forpimda, pejabat OPD di lingkungan Pemkab Sampang, sejumlah tokoh ulama, Kyai, dan masyarakat. Serta, Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono dan Sekeretaris Daerah Puthut Budi Santoso, Ketua DPRD Imam Ubaidillah. Bahkan, Wakil Bupati Bangkalan Ra Mondir juga turut datang.

“Kami mewakili seluruh pimpinan daerah di Sampang berduka cita yang mendalam atas meninggalnya beliau (A Fannan Hasib-red), semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT,” tutur Fadhilah Budiono usai pemakaman, Rabu.

Fadhilah menuturkan, setelah meninggal alm A Fannan Hasib, dirinya merasa kehilangan sosok pemimpin yang tegas untuk bisa menuntaskan program kerja di masa akhir jabatannya.

“Saya akan melanjutkan sisa tugas beliau,” tegasnya.

Ia juga menceritakan, selama kepemimpinan A Fannan Hasib ada kesan yang tumbuh bagi pasangan Al Falah itu (A Fannan Hasib dan Fadhilah Budiono) dalam kinerja pemerintahan. Dimana, seorang pucuk pimpinan yang selalu terjun ke lapangan untuk segera ditindaklanjuti persoalan apapun.

“Persoalan di lapangan itu menjadi urgen agar secepatnya diselesaikan. Seperti istilah ‘Bangun Desa Menata Kota’,” terangnya dengan mata berkaca.

Fadhilah menambahkan, dirinya baru mendengar informasi meninggalnya A Fannan Hasib saat rapat kerja bersama Sekda Sampang Puthut Budi Santoso dan Kepala Dinas Kesehatan dr Firman Pria Abadi dalam rangka pelayanan publik 2017 di Jakarta.

“Sekitar pukul 13.30 WIB tadi siang mendengar info itu, sehingga pulang langsung naik pesawat,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, alm A Fannan Hasib meninggal dunia, tadi siang pukul 12.30 WIB di Rumah Sakit Graha Amerta Surabaya, usai menjalani perawatan intensif tim medis selama sepekan yakni sejak 26 April 2017 kemarin. Akibat penyakit komplikasi yang dideritanya.

Alm A Fannan Hasib telah meninggalkan satu istri Anik Amanillah, dan ketiga anaknya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Nyemplung ke Penampungan Air, Bocah di Sumenep Ditemukan Tak Bernyawa

0

Sumenep, 3/5 (Media Madura) – Seorang bocah asal Desa Tambaagung Tengah, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur bernama Moh. Zaki tewas di bendungan atau penampungan air di desa setempat, Rabu (3/5/2017).

Kabag Humas Polres Sumenep, AKP. Suwardi menuturkan, bocah berusia 6 tahun tersebut diduga tercebur saat bermain diareal bendungan air tersebut, sekitar pukul 15.00 WIB.

“Menurut keterangan warga sekitar dan keluarga korban. Peristiwa nahas itu bermula ketika korban bersama dengan temannya Moh. Zuin (7) bermain sepeda pancal,” terang Suwardi. 

Lalu, setibanya disekitar bendungan, korban tiba-tiba berhenti dan mendekati tempat penampungan air, sedangkan temannya diminta menjaga sepedanya.

Tidak lama kemudian terdengar teriakan korban. Karena takut, teman korban yang sedang menjaga sepeda langsung lari ke rumah korban yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari TKP. 

“Dia sambil berteriak minta tolong dan memberitahukan jika korban nyemplung ke dalam tempat penampungan air,” ceritanya.

Tak pelak, lanjut Suwardi, orang tua korban bersama warga sekitar mendatangi TKP dan berusaha menyelamatkan korban. Namun sayang, meski sempat dilarikan ke Puskesmas Ambunten, nyawa korban tidak tertolong. 

Sementara, korban diduga meninggal murni akibat kecelakaan yakni tenggelam ke tempat penampungan air.

“Kita sudah mendatangi TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk teman bermain korban. Masih akan kita selidiki lebih lanjut mengenai kejadian ini,” tukas Suwardi. 

Penulis : Rosy
Editor : Arif

Mantan Ketua DPC PPP Sumenep Dapat Cuti Bersyarat

Sumenep, 3/5 (Media Madura) – Mantan Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, KH. Baharuddin akhirnya bisa menghirup udara bebas.

KH. Baharuddin merupakan narapidana Lapas Kelas II B Sumenep setelah terbukti melanggar Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

Ia divonis 9 bulan penjara dan denda uang tunai sebesar Rp 5 juta Subsider dua bulan kurungan sejak tanggal 24 Januari 2017 lalu.

Saat ini, Baharuddin dapat keluar jeruji besi setelah mendapatkan Cuti Bersyarat (CB) sejak hari Minggu (30/4/2017) kemarin.

“Berdasarkan PP Nomor 21 Tahun 2016, narapidana dengan hukuman di bawah satu tahun enam bulan bisa mendapatkan CB atau cuti bersyarat,” terang Kepala Rutan Kelas II B Sumenep, Ketut Akbar Herry Achjar, Rabu (3/5/2017).

Menurut Akbar, cuti bersyarat tersebut diberikan kepada kiai Bahar karena ia telah menjalani dua per tiga hukuman dan berkelakuan baik selama di tahanan.

“Karena kiai Bahar vonisnya sembilan bulan, jadi dia dapat cuti bersyaratnya tiga bulan atau sepertiga dari masa hukuman,” ungkapnya.

Namun, meski sudah bisa menghirup udara bebas, Kiai Bahar belum dinyatakan bebas murni. Dia masih diwajibkan melapor ke Bapas dan Kejaksaan Negeri setempat.

“CB itu sebagai salah satu proses pemasayarakatan menuju bebas murni, ia tetap dikenakan wajib lapor sampai masa tahanan tuntas,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Hari Kebebasan Pers Dunia, Wabup Sumenep Minta Media Jaga Keberimbangan dan Independensi

0

Sumenep, 3/5 (Media Madura) – Momentum Word Press Freedom Day atau Hari Kebebasan Pers Dunia yang diperingati setiap tanggal 3 Mei dimaknai beragam oleh sejumlah kalangan.

Perbedaan makna disebabkan perkembangan media yang tidak sama, antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pemerintah melalui Wakil Bupati, Achmad Fauzi meminta, HPKD dijadikan momentum oleh pelaku media untuk semakin menjaga indepensinya.

“Yang pertama saya ucapkan Selamat Hari Kebebasan Pers Dunia yang diperingati hari ini,” kata Fauzi kepada mediamadura.com saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/5/2017).

Kemudian, birokrat yang mengawali karir sebagai jurnalis ini mengatakan, makna kebebasan pers tidak dapat dimaknai sederhana. Sebab, kebebasan pers, terutama di Indonesia memiliki sejarah panjang dan tidak sebentar.

“Tepat 20 tahun lalu, pers Indonesia menemukan kebebasannya. Tetapi yang penting saat ini, bukanlah kebebasan itu, melainkan apa kontribusi media terhadap bangsa ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, dalam konteks nasional dan kedaerahan, menurut dia, bagaimana media ke depan terus mampu memposisikan diri sebagai pemberi informasi sekaligus kontrol terhadap kehidupan berbangsa.

Salah satu caranya adalah media harus memperhatikan keberimbangan dalam menyajikan informasi, menjaga independensinya, netralitas dan keberpihakan pada aspirasi rakyat kecil.

“Ketika pemerintah salah, maka kritiklah, tawarkan solusi, dan apabila program pemerintah baik, maka doronglah untuk lebih baik, jangan lagi media hanya mampu mengkritik tapi tidak memberi solusi terbaik,” tegasnya.

Di samping itu, orang nomor dua di Sumenep itu juga berharap, agar masyarakat behenti menstigmakan pelaku media sebagai pencari masalah. Karena hakikatnya pers adalah pilar demokrasi yang keberadaannya dilindungi Undang-Undang.

“Yang selama ini masih kita dengar ada kekerasan pada wartawan, intimidasi dan semacamnya, itu karena mereka tidak mengerti hakikat media. Oleh karena itu, untuk Kabupaten Sumenep, saya meminta masyarakat hingga birokrat merubah pandangan itu,” selorohnya.

“Media adalah penyambung lidah rakyat, media adalah mitra pemerintah dan media adalah pilar demokrasi. Ketika media sehat, ketika diberikan porsi yang tepat, maka Insya Allah bangsa ini selamat,” tandas Fauzi.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Ini Alasan Boubacar Sanogo Gabung Madura United

0

Pamekasan, 3/5 (Media Madura) – Penyerang Boubacar Sanogo akhirnya telah bergabung dengan klub barunya, Madura United, Rabu (3/5/2017).

Eks pemain timnas Pantai Gading yang juga pernah membela tim Werder Bremen di Bundesliga, Jerman ini direkrut Laskar Sape Kerrab pada penutupan bursa transfer musim 2017.

Boubacar Sanogo langsung bergabung Madura United di Bekasi. Dia terlihat sudah mengikuti latihan bersama Fabiano Beltrame dkk. di Stadion Patriot, persiapan melawan Persija Jakarta, dalam lanjutan Liga 1, Kamis (4/5/2017) besok.

Meski baru bergabung, Sanogo tidak sama sekali terlihat canggung. Dia berbaur dengan pemain lain dan saling sapa. Bahkan, terlihat akrab bersama Peter Odemwingie, Greg Nwokolo serta pemain lainnya.

Buobacar Sanogo memilih berkarier di Indonesia, utamanya di Madura United bukan tanpa alasan. Selain karena sepak bola Indonesia mulai terkenal di negaranya. Madura United di matanya adalah tim yang punya ambisi terarah.

“Nama kompetisi sepak bola Indonesia mulai gampang dikenali oleh kami para pemain sepak bola,” katanya.

“(Sementara) pilihan saya ke Madura United semata-mata karena dari berbagai informasi yang saya terima adalah klub yang memiliki ambisi untuk menjadi yang terbaik di kompetisi ini,” tutup Sanogo.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Jenazah A Fannan Hasib Tiba di Rumah Duka

Sampang, 3/5 (Media Madura) – Iringan mobil pengantar yang membawa jenazah Bupati Sampang A Fannan Hasib, telah tiba di rumah duka di kawasan Kampung Kajuk Jalan Pemuda Kelurahan Rongtengah Kota Sampang, Rabu (3/5/2017), pukul 17.00 WIB.

Saat jenazah tiba, isak tangis menyambut kedatangan pria nomor 1 di pemerintahan Kabupaten Sampang itu. Suasana makin haru ketika para pelayat berebut mengangkut keranda untuk menurunkan peti berisi jasad almarhum yang dikenal masyarakat sebagai pemimpin merakyat.

Tampak di barisan depan, pihak keluarga, tokoh ulama, dan Kyai, serta ribuan para santri pondok pesantren yang mengangkut keranda menuju ke dalam kediaman sebelum jenazah di sholatkan.

Sejumlah pejabat di jajaran Pemkab Sampang turut hadir. Kabag Humas Yulis Juwaidi, Kabag Pembangunan Abd Hannan, Plt Kepala Satpol PP Rudi Setiadhy, dan sejumlah kepala OPD lainnya. Terkecuali, Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono tidak hadir karena berada di Jakarta menghadiri rapat kerja.

Untuk diketahui, alm A Fannan Hasib meninggal dunia, tadi siang pukul 12.30 WIB di Rumah Sakit Graha Amerta Surabaya, usai menjalani perawatan intensif tim medis selama sepekan yakni sejak 26 April 2017 kemarin, akibat penyakit komplikasi yang dideritanya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol