Pamekasan, 3/5 (Media Madura) – Dandim 0826 Pamekasan, Madura, Jawa Timur Letkol Inf Nuryanto memberikan wawasan kebangsaan (wasbang) di kampus STAIN Pamekasan, Rabu (3/5/2017).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 200 mahasiswa dari berbagai jurusan, yang ditempatkan di Auditorium STAIN Pamekasan, Jalan Raya Panglegur KM.04.

Dandim Nuryanto mengatakan, mahasiswa khususnya di kampus STAIN Pamekasan harus selalu punya semangat. Semangat itulah yang akan mengantarkan mahasiswa mencapai cita-cita.

“Kami berharap nantinya mahasiswa STAIN Pamekasan agar menjadi jiwa-jiwa patriot sejati,” katanya.

Di hadapan ratusan mahasiswa, pihaknya juga membahas tentang ketersediaan pangan. Seperti diketahui, jika selama ini TNI selalu mendukung program pemerintah untuk membangun swasembada pangan.

Selain itu, gencar memberikan penyuluhan kepada para petani, dan menunjang sarana pertanian seperti pengadaan traktor, pengadaan bibit, dan subsidi pupuk.

“Penduduk di dunia semakin bertambah sehingga akan mengalami kelangkaan energi. Gaya hidup semakin besar sehingga akan bertambah angka kemiskinan,” ucapnya.

“Sehingga, akhirnya akan timbul konflik dunia karena dilatar belakangi kehabisan energi,” imbuhnya.

Penjajahan media sosial (medsos) dan yang dijajah tidak merasa dijajah, rela keluarkan uang untuk penjajah. Penjajahan dilakukan sampai ke rumah-rumah, itu semua adalah bisnis asing yang berkuasa.

“Marilah kita bersama sama berjuang untuk tegaknya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” tandas Dandim.

Sementara itu, Ketua STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim memberikan ucapan terima kasih kepada Dandim dan pihak-pihak terkait.

“Terima kasih kepada bapak Dandim telah hadir untuk memberikan Wasbang kepada mahasiswa STAIN. Terima kasih juga kepada Bakesbangpol Pamekasan atas kerjasamanya,” tuturnya.

Pada kegiatan itu juga dijadikan ajang untuk mengasah kemampuan mahasiswa. Yakni dengan menggelar kompetensi dan unjuk kreasi mahasiswa STAIN. Serta menghadirkan sejumlah juri dari kampus berbeda.

Juri dari STAIN Pamekasan sendiri adalah Moh Faridi yang juga dosen, dan juri dari kampus Unira, Mohammad.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan