Beranda blog Halaman 999

DPRD Pamekasan Minta Pansel Pantau Ulang Rekam Jejak 3 Calon Kadisdik

Pamekasan, 3/5 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur meminta panitia seleksi (Pansel) lelang jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) agar memantau ulang rekam jejak tiga pejabat yang sudah dinyatakan lolos.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Pamekasan, Moh Ali mengatakan, keputusan Pansel dirasa kurang memuaskan. Dia menilai, Pansel kurang menggali lebih jauh terhadap track record atau rekam jejak dari ketiga pejabat dimaksud.

“Saya minta Bupati jangan langsung menentukan kepala dinas, khawatir ada riak-riak dari berbagai elemen,” katanya, Rabu (3/5/2017).

Politisi Partai Demokrat itu mengungkapkan, Pansel tidak melibatkan peran masyarakat dalam proses seleksi tersebut. Padahal, masyarakat yang lebih tahu terhasap track record dari masing-masing calon.

“Yang dimaksud memantau ulang tersebut, dengan melibatkan masyarakat secara luas, yaitu meminta penilaian dari masyarakat sekitar kantor ia bekerja dan sekitar ia tinggal. Karena yang tahu ia baik atau tidak adalah masyarakat,” tambah Ali.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Mohammad Sahur. Pihaknya meminta Bupati Pamekasan tidak gegabah menetapkan kepala disdik devinitif. Sebab, Sahur tidak ingin muncul masalah di kemudian hari.

“Saya harap penentuan Kadisdik yang baru nantinya bisa membawa pendidikan di Pamekasan lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemkab Pamekasan, Lukman Hedi Mahdia mengklaim ketiganya yang dinyatakan lolos sudah sesuai dengan rekomendasi pansel. Sebab, ketiga calon itu sudah menjalank tahapan-tahapan yang ada, mulai administrasi, wawancara, pembuatan makalah dan rekam jejak.

“Sesuai keputusan, sebanyak tiga nama calon Kadisdik kemarin sudah diserahkan ke Bupati,” jelasnya.

Ketiga calon itu adalah, Moch Tarsun yang sebelumnya Kabid Dikmen sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Disdik, Prama Jaya Kabid Pendidikan Dasar, dan Kharul Hidayat Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Setda Pamekasan.

Selain itu juga ada nama Fathorrahman Camat Waru, dan Munapik sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan, Pamekasan. Namun keduanya dinyatakan tidak lolos seleksi.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Pelayat Mulai Padati Kediaman KH A Fannan Hasib

0

Sampang, 3/5 (Media Madura) – Sejumlah pelayat mulai memadati rumah kediaman KH A Fannan Hasib, Bupati Sampang di Pondok Pesantren Putri Attanwir Kampung Kajuk Jalan Pemuda Kota Sampang, yang baru saja meninggal dunia, pukul 12.30 WIB Rabu (03/5/2017).

Pantuan mediamadura.com di lokasi, pelayat terus berdatangan memasuki kompleks pondok yang dijaga oleh petugas polisi, pejabat, dan sejumlah santri.

Sementara hingga pukul 16.00 WIB, jenazah alm A Fannan Hasib masih dalam perjalanan pulang ke rumah duka di Kampung Kajuk Jalan Pemuda Sampang.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Beredar Informasi Bupati Sampang A Fannan Meninggal Dunia

Sampang, 3/5 (Media Madura) – Bupati Sampang A Fannan Hasib dikabarkan meninggal dunia, pada hari ini Rabu (3/5/2017) pukul 13.00 WIB saat dirawat di salah satu rumah sakit di Surabaya.

Kabar itu mencuat di wilayah Kabupaten Sampang dan sudah terdengar di masyarakat umum. Namun, saat dikonfirmasi melalui nomor telepone Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono belum bisa memberikan jawaban. Termasuk, telepon seluler istri Bupati Sampang Anik Amanilah juga tidak ada respon.

Kabag Humas Pemkab Sampang Yulis Juwaidi belum ada jawaban meski nomor telepon yang biasa dihubungi bernada aktif.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu, Bupati Sampang A Fannan Hasib, menjalani rawat inap di salah satu rumah sakit di Sampang. Bahkan, sudah kesekian kalinya menjalani perawatan medis di Singapura akibat terserang penyakit komplikasi seperti kanker paru-paru dan jantung.

Reporter: Ryan Hariyanto.
Editor : Arif

Angka Pengangguran di Sumenep Capai 200 Ribu Orang

Sumenep, 3/5 (Media Madura) – Jumlah pengangguran atau orang yang tidak bekerja di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur hingga tahun 2017 masih tinggi. Angkanya mencapai 200 ribu orang.

Menurut data di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat, jumlah pengangguran pada tahun lalu mencapai 200 ribu orang dan hanya mengalami penurunan sebesar 0,6 persen pada tahun 2017.

“Ya, penyebab utama tingginya angka pengangguran ini dikarenakan peluang kerja disini sangat minim,” terang Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnakertrans, Moh. Zaini, Rabu (3/5/2017).

Kata Zaini, minimnya peluang kerja di Sumenep disebabkan sedikitnya industri yang beoperasi, sehingga penyerapan tenaga kerjanya pun menjadi rendah.

“Untuk industri, yang ada di Sumenep hanya kategori kecil, itu pun penyerapannya sangat minim,” imbuhnya.

Zaini memaparkan, masyarakat yang belum bekerja dan kini menganggur memiliki latar pendidikan beragam. Namun sebanyak 30 persen adalah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Mereka tidak mendapatkan pekerjaan karena tidak mau memanfaatkan keahlian sesuai dengan bidang yang ditekuninya, kebanyakan maunya kerja kantoran,” sambungnya.

Zaini mengklaim, Pemerintah Kabupaten Sumenep sebetulnya sudah melakukan berbagai upaya, diantaranya rutin menggelar bursa pameran usaha dan tenaga kerja setiap tahun.

“Jadi, karena penyerapan pekerja di beberapa perusahaan di Sumenep masih sangat kecil. Maka pemerintah juga lebih mendorong masyarakat beralih ke wirausaha mandiri. Untuk itu, pemerintah menggalakkan program Wirausahawan Muda,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Lelang Kepala Disdik Pamekasan Menyisakan 3 Orang

0

Pamekasan, 3/5 (Media Madura) – Peserta lelang terbuka kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyisakan tiga orang.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemkab Pamekasan, Lukman Hedi Mahdia, ketiganya sudah dinyatakan lolos dari berbagai tahapan, mulai administrasi, wawancara, pembuatan makalah dan rekam jejak.

“Sesuai keputusan, sebanyak tiga nama calon Kadisdik kemarin sudah diserahkan ke Bupati,” katanya, Rabu (3/5/2017).

Mereka adalah, Moch Tarsun yang sebelumnya Kabid Dikmen sekaligus Pelaksana Teknis (Plt) Disdik usai ditinggal Yusuf Suhartono, Prama Jaya Kabid Pendidikan Dasar, Diknas, Kharul Hidayat Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Setda Pamekasan.

“Penetapannya tinggal menunggu datangnya Pak Bupati dari Tanah Suci. Kan sekarang masih umrah,” tambahnya.

Untuk diketahui peserta lelang terbuka jabatan itu sebelumnya terdapat lima orang dari beberapa instansi, selain tiga orang yang disebut diatas juga ada nama Fathorrahman Camat Waru dan Munapik sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan, Pamekasan.

“Hasil itu merupakan keputusan Pansel, yang diketahui oleh Pak Sekda,” tutup Lukman.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Menanti Duet Odemwingie-Sanogo di Lini Serang Madura United

0

Pamekasan, 3/5 (Media Madura) – Apakah Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera bakal langsung memasang duet Peter Odemwingie dan Boubacar Sanogo di lini serang timnya?. Jawaban itu bisa Anda temukan ketika Madura United dijamu Persija Jakarta.

Bentrok kedua kesebelasan tersebut akan dihelat di Stadion Patriot, Bekasi, dalam lanjutan Liga 1, Kamis (4/5/2017), pukul 18.30 WIB.

Sebelumnya, Madura United telah memberi sinyal bakal langsung menurunkan penyerang anyarnya, Boubacar Sanogo kala bertandang ke markas Macan Kemayoran.

Sejak datang ke Indonesia, eks penyerang timnas Pantai Gading ini telah menjalani tes kesehatan di Madura United. Sanogo didatangkan Laskar Sape Kerrab di akhir penutupan bursa transfer musim 2017.

“Menghadapi Persija nanti, bisa menjadi pembuktiannya bahwa dia (Boubacar Sanogo.red) memang pantas bersama Madura United,” kata Presiden Klub, Achsanul Qosasi.

Sanogo dianggap sosok paling tepat mendampingi Odemwingie di lini depan Madura United. Diharapkan duet keduanya selalu memberikan konstribusi terhadap penampilan Fabiano Beltrame dkk. di setiap laganya.

“Sangat diharapkan (Boubacar Sanogo) bisa cepat beradaptasi dengan cuaca Indonesia dan juga dengan atmosfer sepak bola Indonesia,” tutur AQ sapaan akrabnya.

Skuad Madura United sendiri sudah bertolak ke Bekasi, Selasa (2/5/2017) kemarin. Pelatih Gomes De Oliviera memboyong 20 pemain terbaiknya untuk meledeni Persija. Dalam laga away kali ini, Madura United tanpa gelandang mudanya, Rizky Dwi karena mendapat larangan bermain.

Selain itu, pelatih Gomes bisa bernapas lega jelang laga. Lantaran bek andalannya, Fabiano Beltrame kembali bisa diturunkan saat bentrok Persija. Kapten Madura United itu sempat absen satu laga melawan Mitra Kukar.

Pada pertandingan ini, Madura United wajib meraih tiga poin agar tidak terprosok ke dasar klasemen. Sebab, dari tiga laga yang sudah dilakoninya, tim asal Pulau Garam itu baru mengumpulkan 4 poin.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Pamekasan Hari Ini Diprediksi Hujan Petir

0

Pamekasan, 3/5 (Media Madura) – Cuaca di Kabupaten Pamekasan dan sekitarnya hari ini, Rabu (3/5/2017) diprediksi hujan petir. Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Hujan petir juga terjadi di Kabupaten Bangkalan, Sampang, dan Sumenep. Mulai pukul 07.00 WIB. Kecepatan angin di empat kabupaten di Madura itu mencapai 19 km/jam.

Sementara arah angin untuk Kabupaten Bangkalan datang dari Timur-Tenggara, Selatan untuk Kabupaten Sampang, dan arah angin di Kabupaten Sumenep dari Tenggara. Di Kabupaten Pamekasan sendiri angin terjadi dari arah Selatan-Tenggara.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBB) Pemkab Pamekasan mengimbau agar warga selalu waspada terhadap kemungkinanan terjadinya bencana alam.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Dewan Desak Pemerintah Segera Distribusikan Rastra

0

Pamekasan, 3/5 (Media Madura) – Anggota DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mendesak pemerintah kabupaten setempat segera mendistribusikan beras sejahtera (Rastra) kepada masyarakat.

Anggota Fraksi Merah Putih DPRD Kabupaten Pamekasan, H. Karimullah mengatakan sudah banyak kabupaten/kota di Indonesia yang menyalurkan Rastra kepada masyarakat miskin, meski sempat ada penundaan pendistribusian Rastra sebelumnya. Anehnya, di Pamekasan sendiri hingga kini belum didistribusikan.

“Kami Fraksi Merah Putih meminta agar supaya segera disalurkan karena kondisi masyarakat saat ini memang betul betul membutuhkan,” kata H. Karimullah.

Alasan molornya pendistribusian Rastra yang mengakibatkan masyarakat miskin “kelaparan” karena menunggu SK bupati yang hingga kini tak kunjung ada kejelasan.

“Kalau ini terus molor, berarti pemerintah sama dengan mencekek masyarakat secara tidak langsung. Karena masyarakat betul-betul membutuhkan dan lapar,” tegasnya.

Pihaknya akan membawa persoalan ini kepada anggota Komisi II. Pihaknya akan meminta Komisi II untuk memanggil pihak-pihak terkait mengenai keterlambatan pendistribusian Rastra.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tiga WNA Ilegal di Pamekasan Dideportasi ke Negara Asalnya

0

Pamekasan, 2/5 (Media Madura) – Sedikitnya tiga warga negara asing (WNA) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur dideportasi atau dilakukan pemulangan ke negara asalnya oleh Kantor Imigrasi setempat.

Kepala Seksi (Kasi) Insarkomwasdakim Imigrasi Kelas II-A Pamekasan, Redi Restuanto mengatakan, ketiga WNA tersebut berasal dari tiga negara berbeda, yaitu India, Bangladesh, dan Malaysia.

“Selama saya menjabat kurang lebih tiga bulan sudah tiga WNA tanpa surat-surat dipulangkan ke negara asalnya,” katanya, Selasa (2/5/2017).

Ketiga WNA tersebut adalah Rahul (30) ditangkap di rumah isterinya di Desa Mandala, Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Ika Yuliana Binti Ali (23) asal Malaysia ditangkap di Desa Tampojung, Kecamatan Waru, Pamekasan, dan Ranjee Javed Ali Basheeruddin (35) berkewarganegaraan India, ia ditangkap di Desa Dharma Camplong, Kabupaten Sampang.

“Ketiganya dipulangkan antara bulan Januari dan April. Rata-rata para WNA over stay atau lewat masa tinggalnya,” tambah Redi.

Pria asal Jakarta itu berkomitmen akan terus menyelidiki dan memantau keberadaan warga asing ilegal tersebut. Karena menurutnya, orang asing dan yang melindunginya itu dilarang oleh Undang-Undang. Apalagi tinggal di Indonesia tanpa dilengkapi surat-surat.

“Kita punya tim Pora yaitu tim pengawasan orang asing, yang terdiri dari Imigrasi, Kodim dan Polres,” tutup Redi.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Sarana Tak Memadai di UNBK, 191 SMP Masih Pakai Kertas dan Pensil

0

Sampang, 2/5 (Media Madura) – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP/MTs tahun 2017 serentak di gelar pada Selasa 2 Mei termasuk di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Namun, ujian kali ini masih banyak lembaga pendidikan menggunakan kertas dan pensil.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Sampang sebanyak 454 lembaga melakukan UN baik SMP/MTs. Terdiri dari SMP ada 231 lembaga dengan jumlah peserta 8.965 siswa. Sedangkan, Madrasah Tsanawiyah (MTs) tercatat 223 lembaga yang akan mengikuti UN dengan jumlah peserta 6.261 siswa.

Dari jumlah 231 SMP itu ada 40 lembaga dipastikan melaksanakan UNBK, diantaranya 30 lembaga mandiri dan 10 lembaga masih gabung ke lembaga terdekat. Sisanya, masih ada 191 SMP menggelar ujian menggunakan kertas dan pensil.

“Untuk MTs dari 223 lembaga sebanyak 222 sekolah melaksanakan UNKP dan hanya 1 sekolah yang melaksanakan UNBK,” terang Kepala Cabang Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Timur wilayah Sampang Subaidi, Selasa (2/5/2017).

Sementara, Anggota Komisi IV DPRD Sampang Wafi menyoroti banyaknya lembaga pendidikan di wilayahnya itu masih melaksanakan ujian secara manual. Menurutnya, mayoritas lembaga pendidikan di Kabupaten Sampang masih belum paham dengan sistem ujian dengan pola baru tersebut.

“Belum semua lembaga SMP/MTs di Kabupaten Sampang menggelar UNBK, alasannya satu karena banyak lembaga yang ada belum memanfaatkan kerjasama dengan SMA/SMK yang sudah menggelar UNBK,” tutur Wafi.

Bukan tanpa alasan, pasalnya selama ini UNBK masih belum familiar bagi lembaga pendidikan di Kabupaten Sampang. Alhasil, masih banyak lembaga yang masih menganut pola lama yakni UNKP. Selain itu banyak lembaga pendidikan yang enggan menanggung risiko.

“Siswa SMP di daerah belum familiar dengan UNBK, tidak seperti Surabaya dan daerah lainnya yang SMP-nya 100 persen menggelar UNBK, gunakan komputer di SMA/SMK negeri tidak sewa karena itu fasilitas negara,” tambahnya.

Selain itu pihaknya berharap isu bocoran jawaban dalam UNKP juga harus diantisipasi. Apalagi, dalam UNKP tingkat SMA/SMK lalu ada saja isu tersebut juga keluar, walapun dalam distribusi naskah UNKP SMP tetap melibatkan pihak kepolisian.

“Polisi harus ikut mengawal dari pengambilan hingga penyimpanan naskah. Penyimpanan bisa dilakukan di polres, polsek, maupun dinas pendidikan, sehingga ketika ujian dimulai, guru tinggal mengambil ke lokasi penyimpanan,” imbuhnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol