Sampang, 10/5 (Media Madura) – Seminggu sebelum pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 16 Mei mendatang, tahapan Pilkades di Desa Omben, Kecamatan Omben, menjadi polemic. Bahkan terancam tidak ikut memeriahkan pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

Sehingga, kemarin (9/5) bertempat di aula tim anggaran Pemkab Sampang, tim pilkades Kabupaten melakukan ultimatum kepada pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk melanjutkan tahapan pilkades di Desa Omben.

”Kami hadirkan BPD, karena BPD mempunyai porsi untuk mengontrol P2KD,” ucap Kasi Aparatur Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sampang, AK Zaifullah usai menggelar rapat.

Pria yang akrab disapa Ipung itu menambahkan, pihak pemkab dengan tegas akan melakukan pemecatan kepada BPD maupun P2KD manakala tidak mau bekerja sebagai porsinya. Bahkan, dinilai menghambat dalam tahapan pilkades.

Kata Ipung, dari hasil rapat menyatakan bahwa pihak BPD meminta waktu sehari untuk melakukan konsolidasi kepada anggotanya dan kepada P2KD untuk melanjutkan tahapan pilkades.

”Nantinya BPD maupun P2KD yang tidak mau bekerja akan dipecat. Kemudian BPD yang mau bekerja membentuk P2KD yang baru (PAW),” tegasnya.

Terjadinya penundaan tahapan pilkades di desa itu karena adanya sebagian aspirasi masyarakat untuk menggantikan salah satu bacakades atas nama Ahmad Rifa’i Azis yang meninggal dunia. Namun hal itu tidak ada dalam aturan yang membolehkan.

”Tetap akan digelar, karena tahapan pilkades saat ini hanya tinggal selangkah lagi yakni penetapan Daftar pemilih sementara (DPS) menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT),” tandasnya.

Untuk diketahui, bakacalon yang ditetapkan sebelumnya yaitu berjumlah tiga orang diantaranya Ahmad Rifa’i Azis, Bahruddin dan Moh Romli. Karena Ahmad Rifa’i azis meninggal dunia, atas kesepakatan Panitia Pelaksana Pemilihan Kepala Desa (P2KD) setempat kemudian dilakukan penundaan.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan