Beranda blog Halaman 961

Kopi Trotoar Menjadi Media Komunikasi Politikus Gerindra Ini

Pamekasan, 3/7 (Media Madura) – Menjelang penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Pamekasan, sejumlah tokoh yang telah menyatakan diri untuk mencalonkan diri terus melakukan komunikasi politik dengan memanfaatkan berbagai media, baik media massa, media sosial dan berbagai media lainnya.

Pilitikus Partai Gerindra Kabupaten Pamekasan, Agus Sujarwadi menjadikan kopi trotoar di sejumlah lokasi di kota Pamekasan sebagai media komunikasinya dengan berbagai golongan masyarakat.

Kepada mediamadura.com, pria yang menjabat sebagai ketua DPC Gerindra Pamekasan ini menuturkan, ia memang mempunyai kebiasan menghabiskan waktu dengan ngopi di trotoar jalan sejak masih kuliah dan berlanjut hingga saat ini.

“Jadi kebiasaan ngopi saya di trotoar itu bukan karena momen politik. Ini sudah sejak lama sebelum jadi ketua partai. Teman-teman wartawan kan tahu kebiasaan saya ini,” katanya disertai senyum saat berbincang dengan sejumlah wartawan di ruang fraksi merah putih DPRD Pamekasan. Senin (03/07/2017) siang.

Agus, sapaan akrab Agus Sujarwadi melanjutkan, di tempat kopi yang berada di trotoar jalan raya seperti di monumen Arek Lancor dan eks PJKA (tapsiun), ia bisa berinteraksi dengan bebas tanpa ada perbedaan kelas sosial.

“Yang penting kan intinya bisa bersilatirrahmi dengan teman-teman, dengan masyarakat luas, di manapun tempatnya,” paparnya.

Selain kopi trotoar jalan, politikus muda ini juga sangat aktif di sosial media dan kerap membagikan foto kegiatannya di akun medsos pribadinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Agus menjadi salah satu tokoh muda Pamekasan yang menyatakan siap untuk maju pada Pilkada Pamekasan. Tetapi ia masih menunggu keputusan dari ulama di wilayah itu.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Hari Pertama Kerja, Bupati Pamekasan Sidak Kantor OPD hingga Kecamatan

Pamekasan, 3/7 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Achmad Syafii melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Oragnisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga ke Kantor Kecamatan pada hari pertama kerja usai libur Lebaran, Senin (3/7/2017).

Sidak orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan itu, di mulai dari kompleks perkantoran OPD yang terletak di Jalan Jokotole.

“Kami awali dari kantor Pemda Timur (sebutan warga Pamekasan), karena OPD banyak yang berkantor di sini,” katanya usai sidak.

Politikus Partai Demokrat itu, berpesan agar kantor-kantor pelayanan masyarakat harus selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain itu, sambung dia, aparatur sipil negara (ASN) harus bisa bekerja lebih baik.

“Saya ingin para ASN giat melayani masyarakat, menjadi pelayan yang baik bagi masyarakat, berilah pengabdian pada negara melebihi yang diminta. Itu baru luar biasa,” tambah Syafii.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Anggota DPR RI itu bersalaman sembari halal bihalal dengan para ASN dan melanjutkan perjalanannya ke Kecamatan Larangan dan kecamatan terdekat lainnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Halal Bihalal STAIN Pamekasan untuk Menuju IAIN Madura

Pamekasan, 3/7 (Media Madura) – Tema halal bihalal yang digelar Keluarga Besar STAIN Pamekasan, Madura, Jawa Timur yaitu, Meningkatkan Kerjasama dan Koordinasi dalam Rangka Penguatan Isntitusi Menuju IAIN Madura.

Acara tersebut bertempat di Auditorium setempat, Senin (3/7/2017) pagi.

Tampak hadir dalam acara itu, seluruh jajaran pimpinan STAIN Pamekasan, Ketua Jurusan, Ketua Prodi, dosen, karyawan hingga seluruh petugas keamanan. Acara berlangsung khidmat.

Ketua STAIN Pamekasan, Muhammad Kosim meminta seluruh civitas akademika di kampus itu untuk meningkatkan etos kerja. Lahirkan semangat baru pasca menjalani libur lebaran.

“Mudah-mudahan setelah libur lama, ada semangat baru dalam bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing,” kata Mohammad Kosim dalam sambutannya, Senin, (3/7/2017).

Menurutnya, bekerja kompak, konsisten, dan solit akan menjadi sesuatu yang positif dalam membangun STAIN Pamekasan ke depan. Utamanya, dalam pengembangan peralihan status STAIN menjadi IAIN Madura.

“Karena sesungguhnya masing-masing kita adalah saling melengkapi. Ada dosen, karyawan, dan ada bidang-bidang yang lain semua saling melengkapi. Satu saja tidak berfungsi, maka akan menghambat pada kegiatan-kegiatan yang lainnya,” Kosim menambahkan.

Halal bihalal kali juga menjadi ajang maaf-maafan antara pimpinan kampus dengan seluruh karyawan dan dosen.

“Saya secara pribadi atau Ketua (STAIN Pamekasan) meminta maaf kepada bapak-ibu yang hadir dalam acara halal bihalal kali ini. Setiap hari kita ngumpul, tentu ada gesekan-gesekan tertentu,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Usai Lebaran, PKL di Pamekasan Kembali Padati Zona Terlarang

0

Pamekasan, 3/7 (Media Madura) – Usai lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah, sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) sudah terlihat memadati areal monumen Arek Lancor, Kabupaten, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (3/7/2017). Kawasan tersebut merupakan zona terlarang bagi PKL.

Rata-rata PKL yang menggelar dagangannya di areal monumen Arek Lancor sisi timur itu pedagang kopi asongan dan pedagang yang menggunakan gerobak dorong.

“Harusnya daerah ini sudah steril dari kemarin, kalau memang daerah ini mau ditutup,” kata salah satu pengunjung, Rusdi kepada mediamadura.com, Senin (3/6/2017).

Ia meminta instansi terkait segera memberi tindakan tegas. Menurutnya, jika pintu monumen tetap dibuka, maka para PKL akan semakin leluasa keluar masuk untuk menjajakan dagangannya.

“Pintu atau pagar monumen ini harus segera dikunci, biar tidak semakin merajalela,” tambahnya.

Untuk diketahui lokasi tersebut masuk pada zona terlarang yang tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 31 Tahun 2016 tentang Penataan PKL.

Selain di tempat itu, sepanjang Jalan Kabupaten, dan beberapa tempat lainnya juga dipadati PKL. Kondisinya pun tidak enak dipandang mata, belum lagi menjadi biang kemacetan.

Sementara Kepala Dinas Kawasan Perumahan dan Permukiman Pemkab Pamekasan, Muharram tidak bisa memberikan keterangan. Padahal, terdengar nada sambung saat wartawan konfirmasi via telepon.

Sebelumnya, Bupati Pamekasan, Achmad Syafii berjanji akan menertibkan PKL Arek Lancor, dan merelokasi PKL ke Eks PJKA di Jalan Trunojoyo. Namun, hingga kini janji itu belum terealisasi.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Melawat ke Borneo, Gomes: Kami Datang Bukan untuk Eksperimen

0

Pamekasan, 3/7 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera menegaskan, timnya ke Samarinda, markas Borneo FC bukan untuk berepksperimen. Kemenangan tetap menjadi tujuan utama mereka.

Skuad Laskar Sape Kerrab saat ini sudah berada di Samarinda, guna melakoni laga pekan ke-12 Liga 1 melawan Pesut Etam di Stadion Segiri, Selasa (4/7/2017).

“Kita datang bukan untuk eksperimen. Kita akan mempersiapkan dengan baik untuk pertandingan tersebut,” ucap Gomes.

Namun, Gomes sadar harus memutar otak untuk menyiapkan tim. Utamanya, untuk menentukan komposisi pemain. Hal itu diakui, dampak adanya perubahan regulasi pemain U-23 yang ditangguhkan. Selain, kompetisi kembali bergulir pasca libur Lebaran.

“Tidak mudah melakukan perubahan dalam waktu yang sangat mendadak. Kita seperti dalam posisi restart, karena harus menjalani pertandingan seperti mengawali kompetisi,” ungkap Gomes.

“Kita anggap bahwa ini permulaan kompetisi saja dengan komposisi pemain tanpa batasan usia. Hasil sebelumnya harus kita abaikan saja jangan jadikan patokan. Besok adalah pertandingan pertama kompetisi,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Mobil Pelat Jakarta Ringsek Usai Hantam Pagar Kantor BPJS Pamekasan

0

Pamekasan, 3/6 (Media Madura) – Sebuah mobil mini bus jenis Kijang Innova bernomor polisi (nopol) B 1205 PQQ rusak parah setelah menghantam pagar depan Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (03/06/2017) pagi.

Kecelakaan tunggal yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB itu, diduga karena pengemudi mengantuk, sehingga mobil oleng dan menghantam pagar taman Kantor BPJS serta tiang penyanggah kabel telepon.

“Mungkin sopirnya ngantuk, dan mobil dalam kecepatan tinggi,” kata Kepala Unit (Kanit) Laka Lantas Polres Pamekasan, IPDA Moh Tamsil Efendi.

Akibat hantaman keras itu, mobil dengan kecepatan tinggi yang dikemudikan oleh Fajar (35) warga Jalan Dapuan, Gang 3 No 8, Surabaya itu berubah arah.

“Dari saking kerasnya benturan dan kecepatan tinggi mobilnya balik arah,” tambah Tamsil.

Dari kejadiam itu, beruntung tidak ada korban jiwa, kerugian meteriil ditaksir mencapai senilai Rp 20 juta.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Keluarga Besar STAIN Pamekasan Gelar Halal Bihalal 1438 Hijriah

Pamekasan, 3/7 (Media Madura) – Keluarga Besar Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar acara Silaturrahim dan Halal Bihalal 1438 Hijriah, Senin (3/7/2017) pagi.

Pantaun mediamadura.com di lokasi, tampak hadir Ketua STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim, Wakil Ketua (Waka) I Nor Hasan, Waka II Moh Zahid, dan Waka III STAIN Pamekasan, Mohammad Hasan.

Para pimpinan STAIN Pamekasan non aktif juga turut hadir dalam acara Halal Bihalal hari ini. Mereka adalah, Taufiqurrahman, Achmad Mulyadi, Achmad Muhlis, dan Atiqullah.

Hadir pula semua Ketua Jurusan (Kajur) dan Kepala Prodi STAIN Pamekasan, dosen serta seluruh pegawai hingga petugas keamanan civitas akademika setempat. Mereka yang hadir didampingi istri masing-masing.

Selanjutnya, satu persatu saling bersalaman minta maaf di hari yang fitri diiringi gema shalawa Nabi. Dipimpin Ketua STAIN Pamekasan.

Silaturrahim dan Halal Bihalal Keluarga STAIN Pamekasan dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh, KH Ahmad Hadari. Ceramah agama pun berlangsung khidmat.

Setelah ini, mereka akan langsung bekerja seperti hari biasa.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Curhat Wisatawan, Masuk Pantai Lombang Dipungut Rp 75 Ribu

0

Sumenep, 3/6 (Media Madura) – Objek wisata Pantai Lombang ternyata masih memiliki daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan. Terbukti, pada hari lebaran ketupat kali ini, puluhan ribu pengunjung tumplek di pantai yang dikelilingi cemara udang ini.

Antusiasme wisatawan tidak lepas dari kreatifitas pengelola yang tidak hanya mengandalkan keindahan pantai, melainkan menambah hiburan lain seperti pelepasan ribuan burung Merpati dan penampilan orkes dangdut.

Sebagai timbal balik, pengelola rutin menaikkan tarif retribusi berlipat-lipat dari hari biasa, sehingga momentum lebaran ketupat menjadi salah satu masa liburan yang paling banyak menyumbang ke PAD.

Namun, tidak melulu Pantai Lombang menyisakan cerita positif, terlebih jumlah wisatawan yang begitu membludak, bahkan lokasi pantai nyaris sulit menampung semua pengunjung yang datang.

Di antara cerita lain itu adalah menjamurnya oknum-oknum penyedia jasa “jalur tikus” yang setiap tahun kerap menjadi kabar negatif dari pengelolaan pantai yang berlokasi di Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ini.

Kemudian, seperti menjadi kisah klasik, akibat dari adanya jalan tikus yang diikuti dugaan pungutan liar (pungli), retribusi Pantai Lombang diduga bocor dalam jumlah yang cukup besar.

Bahkan, mediamadura.com berhasil mendapatkan pengakuan miris dari wisatawan yang terlanjur datang ke Pantai Lombang, tapi terpaksa melalui jalur tikus lantaran kesulitan masuk dari pintu utama.

“Saya kaget, pertama diminta Rp 15 ribu, jalan sedikit diminta lagi Rp 15 ribu. Eh..ternyata hampir nyampek pantai ada petugas (oknum.red) yang minta lagi Rp 15 ribu,” ungkap Zainur Rahman, wisatawan asal Pamekasan saat menceritakan pengalamannya melalui jalur tikus.

Dia yang datang bersama temannya-temannya dengan menggunakan motor, terpaksa membayar biaya sebesar itu karena dari informasi yang dia dapat, masuk melalui pintu utama tarifnya bisa mencapai Rp 75 ribu.

“Kebetulan saya dan teman-teman tiba hampir zuhur, teman saya bilang, melewati pintu depan dia harus bayar Rp 75 ribu, itu termasuk tarif masuk dan parkir sepedanya, makanya saya tetap memaksa lewat jalan pintas,” curhatnya.

Remaja 22 tahun ini menduga, apa yang dirinya dan teman-temannya alami merupakan pungutan liar. Sebab, dirinya tidak menerima sobekan karcis sebagaimana masuk ke tempat-wisata.

“Banyak (pengunjung) mas yang melewati jalur itu, tidak hanya saya dan teman-teman. Awalnya saya keberatan untuk memaksa masuk, tapi karena saya dari jauh dan sudah terlanjut tiba di Sumenep, akhirnya saya masuk,” tandasnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, A. Rifqi (29), pengunjung lain asal Kecamatan Pragaan yang masuk lokasi pantai lebih awal, mengaku tidak menemui kesulitan berarti. Bahkan, dia bersama keluarga masih sempat menikmati hiburan Jeren Kencak (kuda bergoyang) dan pelepasan Burung Merpati yang sengaja dipersembahkan pengelola untuk wisatawan.

“Sempat ngantre sih dipintu masuk, tapi itu kan biasa, namanya juga lagi momen lebaran, banyak sekali wisatawan yang datang. Untuk tarif yang saya bayar, hanya Rp 15 ribu saja,” akunya singkat.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Ini yang Diwaspadai Gomes dari Borneo FC

0

Pamekasan, 2/7 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera menyatakan, adanya penangguhan regulasi pemain U-23 bisa saja dimanfaatkan klub lain untuk menurunkan pemain senior sejak menit awal. Kondisi tersebut diwaspadai timnya saat melawan Borneo FC, Selasa (4/7/2017).

Dalam lawatannya ke Samarinda, Gomes menyertakan empat pemain mudanya dari total 20 pemain yang dibawanya. Keempatnya berpotensi diturunkan melawan Pesut Etam di Stadion Segiri, Samarinda dalam pekan ke-12 Liga 1.

“Kita tetap bawa pemain seperti sebelumnya. Pemain U-23 juga tetap bersama kita. Mereka juga memiliki kesempatan yang sama untuk dimainkan besok saat hadapi Borneo FC. Selama ini para pemain U-23 di tim ini sebagian sudah biasa jalani pertandingan full 90 menit,” kata Gomes.

Menurut pelatih asal Brasil itu,  perubahan yang bisa terjadi, justru dari calon lawan. Tak terkecuali Borneo. Jika selama ini biasa memainkan pemain U-23 di babak pertama, mereka bisa memaksimalkan pemain senior sejak menit awal.

“Perubahan itu menjadikan kami harus mempersiapkan strategi lain. Kami harus melakukan perencanaan berbeda dari sebelumnya,” ungkapnya.

Namun Gomes memastikan bahwa timnya akan tetap bermain agresif guna meraih kemenangan. Termasuk, tatkala menghadapi Borneo FC dalam waktu dekat.

“Secara grup (tim.red), pemain di tim ini sudah siap jalani pertandingan dalam kondisi apapun. Hanya Dane (Milovanovic) dan Fachrudin (Aryanto) yang harus absen. Dane masih sakit dan Fachrudin masih nikah,” tandas Gomes.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Menanti Janji Pemkab Pamekasan Usai Launching Logo dan Tagline Pariwisata

0

Pamekasan, 2/7 (Media Madura) – Pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur langsung menebar janji usai melaunching Logo dan Tagline Pariwisata Pamekasan, Sabtu (1/7/2017) malam.

Kepala Disparibud Kabupaten Pamekasan, Akhmad Sjaifuddin mengaku bersyukur launching Logo dan Tagline Pariwisata Pamekasan berjalan lancar. Namun kini, tugas berat tengah dipikulnya guna memajukan kebudayaan dan pariwisata di wilayah itu.

“Meskipun pemerintahan kami baru seumur jagung, atau hanya enam bulan berjalan, tapi kami berjanji untuk memajukan seluruh seni budaya dan pariwisata yang ada di Pamekasan,” kata pria yang akrab dipanggil Abah Akhmad dalam sambutannya.

Menurutnya, dengan peluncuran Logo dan Tagline Pariwisata itu diklaim Pamekasan sudah memiliki identitas. Dinilainya, pemerintah ataupun elemen lain akan lebih mudah mempromosikan kekayaan alam Pamekasan. Bukan hanya dari sektor kuliner dan wisata, melainkan Pamekasan kaya akan kebudayaan.

“Jujur selama ini, Pamekasan tidak mempunyai identitas untuk pariwisatanya. Keyakinan kami dengan adanya Logo dan Tagline Pariwisata Pamekasan, lebih memudahkan masyarakat luar mengenal Pamekasan, khususnya di sektor pariwisata dan kebudayaannya,” imbuhya.

Akhmad Sjaifuddin juga berjanji bakal lebih serius mengelola dan mengembangkan beberapa objek wisata di Pamekasan agar bisa menarik perhatian pengunjung wisatawan dari luar Madura. Di antaranya objek wisata Api Tak Kunjung Padam, Pantai Talang Siring, dan Pantai Jumiang..

Terakhir, Akhmad juga menyinggung keberadaan objek wisata Bukit Brokuh yang ada di Desa Bajang, Kecamatan Pakong. Dia menyatakan, keberadaan beberapa objek wisata itu telah menjadi perhatian khusus pemerintah.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi