Beranda blog Halaman 960

PBB Pastikan Usung Sulfa pada Pilkada Pamekasan

Pamekasan, 4/7 (Media Madura) – Partai Bulan Bintang (PBB) memastikan akan mengusung Suli Faris (Sulfa) pada Pilkada Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada Pilkada serentak tahun 2018 mendatang.

Kepastian itu diambil berdasarkan rapat pleno DPC Partai Bulan Bintang yang digelar pada Selasa (04/07/2017) sore di kantor partai tersebut yang terletak di jalan Segara nomor 99 Pamekasan.

Dalam lampiran keputusan rapat pleno tersebut disebutkan bahwa partai besutan Yusril Ihza Mahendra di Kabupaten ini telah memilih kader terbaiknya untuk maju pada Pilkada tahun depan dan pilihannya jatuh kepada Suli Faris yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Pamekasan.

Sulfa sendiri, sapaan akrab Suli Faris merupakan ketua DPC PBB Pamekasan yang sudah tiga periode menjabat sebagai anggota DPRD kabupaten Pamekasan.

“Bahwa DPC Partai Bulan Bintang Kabupaten Pamekasan akan mencalonkan diri sebagai calon bupati atau sebagai calon wakil bupati dalam Pilkada tahun 2018 mendatang,” kata Sekretaris DPC PBB Pamekasan, Ahmad Muzairi saat membacakan hasil keputusan rapat pleno tersebut.

Muzairi juga memaparkan, saat ini PBB mempunyai 5 kursi di DPRD Pamekasan dan masih membutuhkan 4 kursi untuk bisa memenuhi syarat yang telah ditentutak undang-undang, yakni 9 kursi atau 20% kursi DPRD.

“Bahwa untuk mencapai persyaratan minimal bisa mencalonkan tersebut, telah dilakukan komunikasi dan jalinan silaturrahmi dengan pimpinan partai lain dan figur-figur perseorangan yang dinilai memiliki potensi dan visi yang sama dalam rangka perubahan dan pembangunan Pamekasan ke arag yang lebih baik,” sambungnya.

Sementara itu, Sulfa yang dalam pres rilis tersebut didampingi oleh ketua majelis pertimbangan cabang (MPC) PBB, KH Abdul Khaliq Munthaha, sekretaris majelis pertimbangan wilayah (MPW) Jawa Timur, KH Abd Salam Syah, sekretaris MPC, KH Abdullah Shafi dan ketua fraksi PBB DPRD Pamekasan Bahrullah Shadiq, menyatakan siap untuk menerima keputusan dan amanah partainya itu.

“Saya menyatakan siap untuk menjalankan amanah partai ini,” kata Sulfa dengan tegas.

Politikus senior PBB Pamekasan ini juga menegaskan, pihaknya akan membentuk tim dan terus menggerakkan mesin partainya guna terus mensukseskan amanah partai yang telah memilihnya untuk maju pada Pilkada Pamekasan.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Bupati Pamekasan Jadi Inspektur Upacara Pembukaan TMMD ke-99

Pamekasan, 4/7 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Achmad Syafii menjadi inspektur ucapara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-99 di Desa Bukek, Kecamatan Tlanakan, Selasa (4/7/2017).

Upacara digelar pukul 08.00 WIB, di lapangan belakang Balai Desa Bukek. Pasukan upacara meliputi, Danup, Dankima Yonmek 516/CY, Kapten Inf Adi Sarwono, Perwira Upacara, Kapten Cba Guntur, 1 SST Korsik Pemkab Pamekasan, 2 SST Kodim 0826 Pamekasan, 2 SST Yonmek 516 Ki-A Pamekasan, 1 SST Pasmar 1 Surabaya, 1 SST Polres Pamekasan, 1 SST Satpol PP Pamekasan, 1 SST Dishub Pamekasan, 1 SST FKPPI, 1 SST Pramuka, dan 1 Ton Linmas.

Tampak hadir dalam kegiatan itu, Staf Ahli Pangdam V/ Brawijaya, Kolonel Inf Yanto Kusno, Kajari Pamekasan, Ketua DPRD Pamekasan, Halili Yasin, Dandim 0826 Pamekasan, Letkol Inf Nuryanto, Kolonel Mar Harnuko, LO Kodam, Wadanyon 3 Mar Surabaya, Mayor Mar Ali Warnada, Dandim 0827 Sumenep, Letkol Inf Budi Satoga, Dandim 0817 Gresik Letkol Kav Widodo Pujianto, Kapolres Pamekasan,  AKBP Nowo Hadi Nugroho, Danlanal Batuporon diwakili oleh Palaksana Lanal Batuporon, Mayor Laut (E) Kangiadi, Wadan Denkes, Mayor Ckm Aries, dan Kapolsek, Camat dan Danramil se Kabupaten Pamekasan.

Tema TMMD ke-99 tahun 2017 ini, yaitu Dengan Semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan di Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dalam Rangka Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI.

“Selamat hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah, karena sekarang masih suasana lebaran, ” kata Isnpektur Upacara Pembukaan TMMD ke-99, Achmad Syafii.

Upacara pembukaan TMMD ke-99 tahun 2017 dipusatkan di Kabupaten Ponorogo. Program TMMD merupakan program sektoral TNI,  Pemda, dan masyarakat secara berkelanjutan dan berkesinambungan.

“TMMD untuk memupuk sifat gotong royong di masyarakat. Alokasi dana hibah kepada Kodam V Brawijaya,” Syafii menambahkan.

Program TMMD akan dilaksanakan selama sebulan ke depan. Program TMMD juga untuk menjalin kemanunggalan TNI dan masyarakat.

“Melalui tema TMMD bisa memacu pembangunan di daerah dan memperkuat persatuan dan kesatuan di masyarakat,” harap Syafii.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Atap Taman Lansia Arek Lancor Nyaris Ambruk, DPRD Angkat Bicara

0

Pamekasan, 4/7 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur angkat bicara terkait kondisi atap taman lanjut usia (lansia) yang nyaris ambruk. Dinilainya, hal itu dapat mengancam keselamatan pengunjung.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Pamekasan Moh Ali mengatakan, kerusakan atap taman yang berada di sisi selatan monumen Arek Lancor itu memang sepele, namun karena kondisinya sudah memperhatikan dan mengancam keselamatan pengunjung, maka harus segera diperbaiki.

“Ya, itu hal sepele, namun kalau terjadi korban maka menjadi bumerang,” katanya, Selasa (4/7/2017).

Ali menambahkan, atap tempat istirahat itu jika tidak mau diperbaiki, maka atap beserta kayu taman baiknya diturunkan karena membahayakan.

“Paling tidak diturunkan, kalau masih mau nunggu anggaran,” tambah Ali.

Sebelumnya, salah seorang pengunjung taman pusat kota tersebut mengeluh, karena atap tempat istirahat sudah ambruk, sehingga kalau mendadak ambruk khawatir mengenai pengunjung.

“Itu sangat membahayakan jika ada pengunjung yang duduk santai dibawahnya,” katanya, Syahrul Manaf.

Sementara Kepala Dinas Kawasan Perumahan dan Permukiman Pemkab Pamekasan, Muharram tidak bisa memberikan keterangan. Dengan alasan sedang menghadiri rapat.

“Nanti saya jelaskan ya, ini saya masih rapat,” katanya singkat.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Bazar Murah Lengkapi Pembukaan TMMD di Pamekasan

0

Pamekasan, 4/7 (Media Madura) – Dalam rangka pembukaan TMMD ke 99 Tahun 2017 di Desa Bukek, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sambutan masyarakat desa setempat sangat tinggi bahkan menggelar bazar murah.

Dalam kegiatan tersebut warga bekerja sama dengan Bulog Sub Drive XII Madura, Disperindag Pamekasan dan Dinas Koperasi Pamekasan menggelar bazar murah bagi warga sekitar.

Kegiatan bazar murah yang menjual barang-barang yang dibutuhkan masyarakat dalam kesehariannya seperti beras, minyak goreng, gula, bawang merah dan putih serta makanan ringan.

Barang-barang yang dijual dalam bazar murah tentunya dengan harga murah, terjangkau oleh ekonomi masyarakat Desa Bukek.

Pelaksanaan bazar murah diselenggarakan dalam rangka mengurangi beban ekonomi masyarakat Bukek

Warga Desa Bukek, Sumiatun mengemukakan bahwa dengan adanya TMMD dan bazar murah pihaknya sangat senang, karena sangat membantu masyarakat tidak mampu seperti dirinya.

Rilis
Editor : Arif

Atap Taman Lansia di Pamekasan Ancam Keselamatan Pengunjung

Pamekasan, 4/7 (Media Madura) – Atap taman lanjut usia (Lansia) di Areal Munomen Arek Lancor hampir roboh, kondisi itu mengancam keselamatan pengunjung.

Menurut salah seorang pengunjung taman pusat kota tersebut, atap tempat istirahat di taman lansia itu nyaris roboh, sehingga kalau mendadak ambruk khawatir mengenai pengunjung.

“Itu sangat membahayakan jika ada pengunjung yang duduk santai dibawahnya,” katanya, Syahrul Manaf, Selasa (4/7/2017).

Menurut pria yang mengaku asal Kabupaten Sampang itu, anak muda seperti dirinya saja takut duduk di tempat tersebut, apalagi lansia.

“Maaf saya bukan orang Pamekasan, tapi khawatir saja, saya saja takut apalagi orang tua,” tambah Manaf.

Sementara Kepala Dinas Kawasan Perumahan dan Permukiman Pemkab Pamekasan, Muharram tidak bisa memberikan keterangan. Dengan alasan sedang menghadiri rapat.

“Nanti saya jelaskan ya, ini saya masih rapat,” katanya singkat.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Kasus OTT Pungli Pelabuhan Kalianget Sumenep Berakhir SP3?

Sumenep, 4/7 (Media Madura) – Kabar terbaru proses hukum operasi tangkap tangan (OTT) dugaan pungutan liar (pungli) Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sungguh sangat mengejutkan.

Ternyata, kasus yang sempat heboh belakangan ini berakhir tanpa proses hukum yang jelas. Karena, usut punya usut, kepolisian setempat sudah “menhentikan” kasus tersebut.

“Untuk kasus OTT Pelabuhan Kalianget, sudah dikembalikan ke tempat kerjanya masing-masing, karena tidak memenuhi unsur,” terang Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora melalui Kabag Humas, AKP Suwardi, Selasa (4/7/2017).

Yang dimaksud tidak memenuhi unsur, jelas Suwardi, yang pertama karena para tersangka bukan pejabat atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kemudian, besaran nominal barang bukti tidak juga tidak memenuhi unsur.

“Berdasarkan aturan Kejaksaan Agung (Kejagung), nominal korupsinya tidak memenuhi unsur. Sehingga, yang honorer Dishub dikembalikan ke Dishub, yang pegawai PT kita juga kembalikan ke PT-nya,” imbuhnya.

Namun demikian, tegas Suwardi, kepolisian tetap akan melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap potensi permainan yang lebih besar.

“Statusnya tetap tersangka, masih akan terus kita telusuri, tapi untuk saat ini mereka sudah dikenbalikan ke instansi masing-masing,” pungkasnya.

Pada Jumat (19/5/0217) lalu, Tim Saber Pungli Polres Sumenep telah berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap empat oknum petugas Pelabuhan Kalianget

Oknum-oknum tersebut berinisial KR (40) dan ST (46), keduanya berdomisili di Kecamatan Kalianget Sumenep, dan merupakan petugas dari PT Dharma Dwipa Utama.

Sedangkan 2 orang lainnya berinisial FS (20) warga Desa Pabian dan GMS (26) warga Kelurahan Bangselok, keduanya merupakan tenaga honorer di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep.

Barang bukti yang disita berupa uang tunai sejumlah Rp 972 ribu, yang diduga didapatkan dari karcis barang maupun orang.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Jangan Sampai Dipermalukan Borneo Lagi, Madura United!

0

Pamekasan, 3/7 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera menyatakan, bahwa timnya sudah sangat siap menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda, Selasa (4/7/2017) besok.

“Seperti pada pertandingan sebelumnya, kita datang kesini (Samarinda.red) untuk mendapatkan poin. Kita akan main untuk cetak gol dan menang. Dan, saya yakin kita akan dapat hasil yang baik di sini,” kata Gomes.

Borneo merupakan tim yang minim kekalahan di kandang. Empat kemenangan di kandang mereka sudah bukukan.

Namun, Gomes melihat itu bukan sebuah ancaman menakutkan bagi timnya. Gomes justru yakin, rekor tidak terkalahkan Borneo akan patah di tangan anak asuhnya.

“Kita harus patahkan (rekor) Borneo selalu menang di kandang. Kita besok harus bikin mereka susah saat melawan Madura United,” tegas Gomes.

Di satu sisi, kubu Borneo patut cemas dengan ancaman Gomes. Laga melawan Borneo memang menjadi mimpi buruk untuk Madura United di Piala Presiden. Namun, Gomes kini berupaya agar hal itu tidak terulang.

“Madura United punya tujuan yang sangat jelas, kita harus berprestasi tahun ini. Semua pemain sudah tahu tanggung jawabnya masing-masing. Kita harus bermain maksimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal besok,” ujarnya.

Gomes juga tidak menampik menyebut Lerby Eliandry, pemain yang patut diwapadai timnya. Kehebatan Lerby di lini serang Borneo akan jadi ancaman untuk pertahanan kokoh Laskar Sape Kerrab.

Mengenai ancaman itu, Gomes mengaku sudah menginstruksikan Fabiano Beltrame dan kawan-kawan untuk memantau pergerakan Lerby.

“Kita sudah latihan pertahanan untuk menjaga dia dan yang lain. Kita harus saling membantu agar mereka tidak bisa cetak gol ke gawang kita. Saya yakin mereka (Madura United.red) akan lakukan itu dengan baik,” tutup Gomes.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Demi Uang Rp 10 Ribu Rupiah, Warga Sumenep Rela Jadi Pengecer Togel

Sumenep, 3/7 (Media Madura) – Suparman alias Parman (43), warga Dusun Tanapote, Desa Aeng Dake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ditangkap Resmob Polres setempat, Senin (3/7/2017).

Ia ditangkap lantaran terlibat perjudian dengan berprofesi sebagai pengecer togel. Ia ditangkap di warung milik Ruhania alias Mak Ru, jalan KH. Mansyur, Desa Pabian, Kecamatan Kota.

“Uang tunai sebesar Rp 335.000, 1unit HP merk NOKIA 225 warna hitam, dan di folder SMS berisi angka pembelian togel menjadi barang bukti yang kami sita,” ujar Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi.

Suwardi menerangkan, modus tersangka dalam bertindak sebagai pengecer adalah dengan cara menerima pesanan/titipan angka togel dari pembeli melalui SMS ke nomor HP miliknya.

Lalu, uang penjualan yang diterima dari pembeli dikumpulkan, dan apabila sudah terkumpul selama lebih kurang 7 hari, tersangka akan menyetorkan uang tersebut kepada pengepul.

“Dari profesinya ini, dia mengaku mendapat upah sebesar Rp 10.000 dari pengepul setiap kali setor,” beber Suwardi.

Di samping itu, tersangka juga mendapat keuntungan dari para pembeli yang menang undian togel sebesar Rp 5.000 per setiap angka. Paling sedikit mendapat Rp 5.000 dan paling banyak mencapai Rp 50.000 dalam 7 hari.

“Pengakuannya, pekerjaan sebagai pengecer tersebut telah dijalani selama lebih kurang 1 tahun,” tandasnya.

Menurut mantan Kapolsek Gili Genting ini, tersangka terancam Pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancaman pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Kantor Dispendukcapil Pamekasan Diserbu TKI di Hari Pertama Kerja

Pamekasan, 3/7 (Media Madura) – Warga Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang hendak melakukan perekaman elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) setempat membeludak, rata-rata Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Dikatakan oleh Kepala Dispendukcapil Pamekasan, Herman Kusnadi, warga yang melakukan perekaman pada hari pertama kerja meningkat 50 persen ketimbang hari-hari biasanya. Sebagian besar masyarakat yang melakukan perekaman adalah TKI.

“Mereka yang merekam e-KTP warga yang baru pulang merantau dari luar negeri. Seperti Malaysia dan Arab Saudi,” katanya, Senin (3/7/2017).

Membeludaknya jumlah perekam itu tambah Herman, tidak ada kaitannya dengan keberadaan blanko. Karena kekurangan blanko bisa diatasi dengan adanya surat keterangan terdaftar sebagai penduduk Gerbang Salam-slogan Kabupaten Pamekasan.

“Mereka memang tidak terekam, bukan karena kekurangan blanko,” tambahnya.

Diuraikan oleh pria yang pernah menjabat Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan itu, masyarakat yang merekam e-KTP tidak hanya datang dari wilayah pantai utara (Pantura) yang notabene menjadi kantong-kantong TKI.

“Dari daerah lain juga meningkat bukan hanya dari daerah yang memang warganya banyak merantau ke luar negeri,” urainya.

Dia mengakuinya, membeludaknya warga yang merekam e-KTP karena alat perekam yang ada di 13 kantor kecamatan sudah banyak tidak bisa berfungsi, lantaran tidak mampu mengirim data dengan cepat alias lemot. Sehingga mereka memilih datang langsung ke Kantor Dispendukcapil.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Ketua DPC Gerindra Pamekasan: Pak Probowo Akan ke Madura

Pamekasan, 3/7 (Media Madura) – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto direncanakan akan berkunjung ke Madura, Jawa Timur. Demikian diungkapkan Ketua DPC Gerindra Pamekasan, Agus Sujarwadi, Senin, (3/7/2017).

“Pak Probowo memang punya agenda ke Madura, khususnya ke Pamekasan,” kata Agus kepada wartawan di Kantor DPRD Kabupaten Pamekasan, Senin.

Agenda kunjungan Prabowo ke Pamekasan, Agus menjelaskan, akan mengadakan pertemuan dengan sejumlah ulama di bumi Gerbang Salam-slogan-Kabupaten Pamekasan.

“Pak Probowo akan bertemu ulama di Pamekasan, untuk mengucapkan terima kasih,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan, ulama Pamekasan telah memberi dukungan penuh kepada Probowo Subianto saat maju pada pemilihan presiden (pilpres). Mereka juga mendukung pasangan Anies-Sandi di Gubernur DKI Jakarta.

“Karena waktu Pilpres, para Kiai sangat mendukung Pak Probowo meskipun pada akhirnya kalah. Kemudian, yang kedua, pada saat Anies-Sandi itu, dukungan para Kiai dari Kabupaten Pamekasan begitu maksimal, dan juga datang ke Jakarta menemui beliua,” ungkap Agus.

Menurutnya, atas pertimbangan itu Probowo akan ke Pamekasan.

“Pak Probowo melihat para kiai yang di Pamekasan ini bela-belain datang ke Jakarta, paling tidak beliau datang ke Pamekasan untuk mengucapkan terima kasih,” ujar Agus.

Kendati demikian, Agus belum memastikan kapan Probowo datang ke Pamekasan. Agus sendiri masih menunggu kepastian dari Prabowo terkait rencananya itu.

“Yang jelas ada agenda akan datang ke Pamekasan,” tandas Agus.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi