Pamekasan, 2/7 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera menyatakan, adanya penangguhan regulasi pemain U-23 bisa saja dimanfaatkan klub lain untuk menurunkan pemain senior sejak menit awal. Kondisi tersebut diwaspadai timnya saat melawan Borneo FC, Selasa (4/7/2017).

Dalam lawatannya ke Samarinda, Gomes menyertakan empat pemain mudanya dari total 20 pemain yang dibawanya. Keempatnya berpotensi diturunkan melawan Pesut Etam di Stadion Segiri, Samarinda dalam pekan ke-12 Liga 1.

“Kita tetap bawa pemain seperti sebelumnya. Pemain U-23 juga tetap bersama kita. Mereka juga memiliki kesempatan yang sama untuk dimainkan besok saat hadapi Borneo FC. Selama ini para pemain U-23 di tim ini sebagian sudah biasa jalani pertandingan full 90 menit,” kata Gomes.

Menurut pelatih asal Brasil itu,  perubahan yang bisa terjadi, justru dari calon lawan. Tak terkecuali Borneo. Jika selama ini biasa memainkan pemain U-23 di babak pertama, mereka bisa memaksimalkan pemain senior sejak menit awal.

“Perubahan itu menjadikan kami harus mempersiapkan strategi lain. Kami harus melakukan perencanaan berbeda dari sebelumnya,” ungkapnya.

Namun Gomes memastikan bahwa timnya akan tetap bermain agresif guna meraih kemenangan. Termasuk, tatkala menghadapi Borneo FC dalam waktu dekat.

“Secara grup (tim.red), pemain di tim ini sudah siap jalani pertandingan dalam kondisi apapun. Hanya Dane (Milovanovic) dan Fachrudin (Aryanto) yang harus absen. Dane masih sakit dan Fachrudin masih nikah,” tandas Gomes.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan