Beranda blog Halaman 953

SK Gubernur Turun, DPRD Sampang Lakukan PAW

Sampang, 10/7 (Media Madura) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang Imam Ubaidillah melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota Komisi IV DPRD Sampang Mohammad Rusli.

Secara resmi Mohammad Rusli diganti Siwan. Mereka sama-sama merupakan kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

“PAW dilakukan karena sudah turun Surat Keputusan Gubernur Jatim,” ujar Imam usai rapat paripurna pelantikan dan pengambilan sumpah gedung DPRD Sampang, Senin (6/7/2017).

Kata Imam, SK Gubernur Jatim telah turun pada bulan Juni kemarin. Sehingga, pihaknya menjalankan tugas dan amanah untuk melakukan PAW pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan.

“Kami pimpinan DPRD hanya menjalankan tugas yang diamanahkan oleh Gubernur Jatim. Dan SK-nya sudah lama kami terima,” jelas politisi PKB asal Kecamatan Banyuates itu.

Dia berharap, pengisian salah satu anggota DPRD tersebut bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya serta mampu dengan cepat beradaptasi dengan anggota DPRD lainnya.

“Semoga cepat beradaptasi dan bekerja untuk mengabdi kepada masyarakat Sampang,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

DPC Partai Demokrat Pamekasan juga Siapkan Kholilurrahman Jadi Bupati 2018

Pamekasan, 10/7 (Media Madura) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, juga menyiapkan mantan Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman selain figur lainnya untuk diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 mendatang.

Menurut anggota Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC Partai Demokrat Pamekasan, Ismail, mantan Bupati Pamekasan itu menjadi salah satu figur yang akan diusung dalam pesta demokrasi tingkat kabupaten itu.

“Ada dua orang dari internal partai dan dua figur lainnya dari luar partai atau non kader. Di internal, yaitu H. Hermanto selaku ketua DPC dan kedua adalah H. Fariduddin Tamim. Untuk figur dari eksternal ada Badrut Tamam dan KH. Kholilurrahman,” katanya, Senin (10/7/2017).

Keputusan itu diambil tambah Katua Komisi I DPRD Pamekasan itu, berdasar pada hasil pemetaan yang dilakukan di 18 kabupaten atau kota di Jawa Timur setelah Ketua DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudoyono melakukan safari politik.

“Akhirnya, Ketua DPD Demokrat Jawa Timur, Pak Karwo menetapkan nama-nama calon tersebut,” tambah Ismail.

Persoalan Komposisinya urai Ismail, masih dalam tahap lobi-lobi politik. Karena nanti yang menentukan adalah DPD atau DPP. “Informasinya bulan Juli ini akan ada survei internal,” tandasnya.

Dari dua figur eksternal yang telah memastikan sebagai M1 atau calon bupati, bukan berarti partainya akan pasrah menjadi M2 atau calon wakil bupati, semuanya masih tergantung kebijakan koalisi partai politik.

“Tergantung nanti, ini kan politik. Misalnya ada perubahan peta, kan bisa, Ketua DPC itu jadi M1 dan layak,” jelasnya.

Selain figur di atas, sejumlah nama lain yang berencana menjadi kontestan di Pilkada Pamekasan tahun 2018 mendatang, adalah Agus Sujarwadi, Suli Faris, Taufadi, Rudi Susanto, Heru Budi Prayitno, Halili dan Kholil Asy’ari.

Reporter: Rifqi
Editor : Arif

Jadi Bupati Definitif, Fadhilah Hanya Kantongi Dana Operasional Sebesar Ini

Sampang, 10/7 (Media Madura) – Fadhilah Budiono telah dilantik sebagai Bupati Sampang definitif oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Kamis (6/7/2017) kemarin.

Fadhilah Budiono meneruskan masa jabatan periode 2013-2018 dari Bupati Sampang sebelumnya Fannan Hasib yang meninggal dunia pada 3 Mei 2017 lalu.

Berapa kira-kira dana operasional yang dikantongi Fadhilah Budiono tiap bulan?

“Saya dapat dana operasional itu hanya Rp8 juta per bulan, jumlah itu akumulasi sekitar 0,01 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena memang PAD Sampang kecil,” kata Bupati Sampang Fadhilah Budiono, Senin (10/7/2017).

Menurut Fadhilah, jumlah itu lebih besar dibandingkan dana operasional saat menjabat sebagai Wakil Bupati Sampang yakni sebesar Rp 6 juta.

Namun, saat ini dana operasional sebesar Rp8 juta sebulan. Selain dana operasional, Fadhilah Budiono juga mendapatkan gaji sebesar Rp6,2 juta per bulan.

“Dulu dana operasional waktu Wabup Rp6 juta, tapi alhamdulilah sekarang Bupati definitif jadi Rp8 juta, kalau gajinya Rp6,2 juta,” jelasnya.

Dirinya menuturkan, penggunaan dan alokasi dana tersebut diberikan hanya untuk kepentingan rakyat. Mengingat, aturan dan ketentuan yang berlaku tidak ada larangan dalam menggunakan dana operasional semua tergantung yang bersangkutan.

“Ya cuma disebarkan ke rakyat saja kayak Rp5 ribuan gitu, operasional Rp8 juta inikan tidak cukup beli harga semen 20 sak,” ujarnya.

Sekedar diketahui, PAD Sampang 2016 sebesar Rp 135 miliar. Sedangkan, target PAD 2017 sebesar Rp 133.545.721.725

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Empat Desa di Sumenep Belum Serap DD-ADD Tahap Pertama

Sumenep, 10/7 (Media Madura) – Empat desa dari 330 desa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur belum menyerap anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dada Desa (ADD) pada tahap pertama di tahun 2017 ini.

“Persoalan tidak terserapnya DD dan ADD tersebut karena keempat desa itu masih dalam tahap pembenahan perangkat desa, karena kepala desanya masih baru dilantik,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sumenep, Ahmad Masuni, Senin (9/7/2017).

Namun, Masuni tidak menjelaskan detail nama-nama desa dimaksud. Hanya saja, katanya, satu desa tersebut ada di Kecamatan Guluk-Guluk. Satu desa di Kecamatan Masalembu, dan dua desa lainnya berada di Kecamatan Kalianget.

Saat ini, anggaran DD yang telah masuk kas desa untuk tahap pertama ini sebanyak 98 persen atau Rp 168 miliar, kemudian ADD sebesar 99 persen atau Rp 73 miliar.

“Pada bulan Juli ini desa sudah harus bisa menyerap atau merealisasikan dana tersebut minimal 75 persen. Penyerapan itu harus dibuktikan oleh laporan desa ke kami,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan itu, meminta agar semua desa yang ada di Kabupaten Sumenep ini bisa merealisasikan DD-ADD tersebut dengan baik, objektif dan transparan.

“Besarnya anggaran tersebut jangan sampai disalahgunakan oleh aparat desa, baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok tertentu,” sarannya.

Untuk tahun 2017 ini, 330 desa di Sumenep mendapatkan anggadan DD yang diberikan pemerintah ke masing-masing desa sebesar 271 miliar, dan ADD sebesar Rp 123 miliar.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Wisatawan Bule dari 13 Negara Singgah di Sumenep

0

Sumenep, 10/7 (Media Madura) – Sebanyak 68 wisatawan mancanegara (wisman) singgah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sama seperti sebelum-sebelumnya, mereka datang dengan menggunakan kapal pesiar.

“Rombungan wisman ini yang keenam kalinya di tahun 2017 ini. Mereka terdiri dari 13 negara, seperti Australia, Brazil, Kanada dan juga Jepang,” tutur Kepala Diparbudpora Sumenep, Sofiyanto, Senin (10/7/2017).

Selama di Sumenep, puluhan bule itu akan mengunjungi Kraton dan Museum Sumenep, Masjid Jamik serta Pantai Sembilan di Pulau Giligenting.

“Dengan ini, harapannya mereka menceritakan kepada kenalannya di negara masing-masing tentang objek wisata yang dimiliki Kabupaten Sumenep, supaya setiap tahun semakin banyak wisman yang datang kesini,” ujarnya.

Sebab Kata Sofi, semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Sumenep, Diyakini akan mampu memajukan perekonimian masyarakat. Misalnya para pedagang dan penginapan yang disiapkan warga sekitar tempat wisata akan kena dampaknya.

“Seperti rumah warga yang disewakan di Pulau Giliyang, disana semalam Rp 200 ribu. Kemudian pedagang disekitar lokasi wisata, serta sendi-sendi perekemonian yang lain, yang bergerak karena adanya wisatawan,” tutupnya.

Sayangnya, beberapa kali wisatawan manca yang datang melalui kapal pesiar ke Sumenep, hanya bebrapa objek wisata yang jadi destinasi.

Sementara objek lain yang juga memiliki nilai sejarah serta keindahan alam belum terpromosikan dengan baik, seperti Asta Tinggi, Pulau Gili Labak dan yang lainnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Dua Pria Ini Hampir Diamuk Massa, Hanya Gara-gara Ini

0

Sumenep, 10/7 (Media Madura) – Dua orang, yakni Fitriadi (31) dan Busrawi (24) asal Desa Grujugan Kecamtan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur hampir diamuk massa.

Kedua orang tersebut diduga melakukan percobaan penjambretan di Jalan Raya Gapura, tepatnya di Desa Banjar Barat KM-10, Minggu (9/7/2017) sekitar pukul 21.30 WIB.

“Pengendara yang diduga menjadi sasaran bernama Lisa Lusiana (26), warga Dusun Ra’as, Desa Panagan, Kecamatan Gapura,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Senin (10/7/2017).

Diterangkan, peristiwa bermula sewaktu korban dalam perjalanan pulang kerja dari toko El-Malik dengan mengendarai sepeda motor seorang diri.

Sesampainya di Jalan Raya Gapura tiba-tiba ia dipepet oleh pengendara sepeda motor lain yang dikendarai Fitriadi dan Busrawi sambil tangannya menyentuh badan bagian belakang korban.

“Sehingga korban berteriak maling, sementara yang memepet tadi langsung tancap gas,” tuturnya.

Teriakan korban didengar warga. Sontak, masyarakat yang berada di sekitar pertigaan Desa Panagan langsung mengejar terduga jambret dan berhasil menangkapnya di Jalan Raya Desa Gapura Tengah, dekat Pertamini.

“Beruntung, saat itu juga dua anggota Polsek Gapura sedang melaksanakan patroli, sehingga dua orang yang ditangkap selamat dari amukan warga, karena langsung cepat diamankan ke Kantor Mapolsek Gapura,” tandas Suwardi.

Saat ini, dua orang tersebut masih di Polsek Gapura guna menjalani pemeriksaan, serta yang bersangkutan dalam keadaan sehat, tidak mengalami luka.

“Sementara barang bukti berupa sepeda motor milik pelaku merek Suzuki Shogun Nopol M 6547 VF warna hitam, juga diamankan petugas,” tutupnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Laga PSIM Jogja Lawan Persepam Dimajukan

0

Pamekasan, 10/7 (Media Madura) – Laga lanjutan liga 2 2017 group 5, Persepam Madura Utama (Persepam MU) melawan PSIM Yokjakarta yang semula dijadwalkan pada, Kamis (13/7/2017) dimajukan ke hari Rabu (12/7/2017).

Menurut asisten manager (Asmen) Persepam MU, perubahan jadwal itu sesuai dengan surat dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) kepada kedua manajemen.

“Kami sudah mendapat surat pemberitahuan perubahan jadwal tersebut, beberapa hari yang lalu,” katanya, Senin (10/7/2017).

Selain perubahan jadwal tanding tambah Nadi, juga waktu mengalami perubahan, yang sebelumnya laga direncanakan digelar pada malam hari, yakni pukul 18.30 WIB, maka dalam rilis perubahan jadwal terbaru tersebut, akan dihelat sore pukul 15.00 WIB.

“Pada prinsipnya tudak ada persoalan, yang penting ada pemberitahuan,” tambahnya.

Saat ini timnya tengah kembali berlatih usai melawat Martapura FC, dan menelan kekalahan 4-1. Kini tim berjuluk laskar sapeh ngamok itu berada di nomor dua dasar klasemen sementara dengan kumpulan poin 7.

Reporter: Rifqi
Editor : Arif

Miris, di Pamekasan Masih Ada yang Tinggal di Gubuk Seperti Ini

Pamekasan, 10/7 (Media Madura) – Mat Sahi, Warga Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tidak punya pilihan lain selain tinggal di rumah yang terbuat dari bambu dan kondiainya sudah sangat memprihatinkan.

Rumah gedek yang ditinggalinya selama 20 tahun ini kondisinya sudah mengalami kerusakan parah, seluruh bagian dindingnya berlubang, bahkan tiang penyangga rumah berukuran 4×4 itu sudah lapuk dimakan rayap. Tidak hanya itu atap rumah bapak tiga anak ini sudah banyak yang bocor.

“Ya saya mau memperbaiki gimana pak, saya tidak punya uang,” kata bapak yang kesehariannya berprofesi sebagai buruh tani ini, kepada ketua DPRD Pamekasan, Halili yang mendatangi rumah bapak yang sudah renta ini. Senin (10/07/2017) pagi.

Setiap hujan turun, kata dia, air menggenangi seluruh bagian rumahnya, bahkan lantai rumah yang terbuat dari tanah berubah menjadi lumpur.

“Ya kalau sudah hujan saya tidak bisa tidur pak, soalnya tempat tidur juga kehujanan,” katanya dengan mata yang berkaca-kaca.

Kondisi tersebut sudah dijalaninya sejak beberapa tahun terakhir, karena kondisi rumahnya semakin parah dan sudah ada sebagaian yang mulai ambruk sehingga ia membuat tempat tidur alternatif di halaman depan rumahnya. Mat Sahi membuat sebuah gubuk kecil berukuran 2×2 dengan tinggi 2 meter yang seluruh dindingnya ditambal dengan berbagai bahan termasuk pecahan kaca, sementara atapnya terbuat dari terpal.

“Kalau tidur ya saya terpaksa di sini pak,” katanya sambil mengajak ketua DPRD Pamekasan Halili melihat tempat tidur mungilnya itu. Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang namanya masuk bursa calon bupati Pamekasan pada Pilkada tahun 2018 mendatang ini ikut masuk ke gubuk mungil yang dijadikan tempat tidur itu setelah sebelumnya meninjau seluruh bagian rumah bapak ini.

“Ini sudah sangat tidak layak untuk ditempati, saya saya yang melihat-lihat bagian rumah hawatir, takutnya justru roboh,” kata Halili yang didampingi oleh sejumlah pejabat dari dinas sosial.

Halili yang datang ke rumah Mat Sahi ini karena adanya informasi dari warga, mengaku prihatin dan meminta dinas sosial untuk segera melakukan pendataan serta meminta dinas terkait untuk turun tangan.

“Dalam beberapa minggu terakhir saya memang sering mendapatkan laporan tentang adanya warga miskin yang kondisinya memprihatinkan, informasi itu saya tindak lanjuti dan saya turun langsung untuk mengetahui kebenarannya agar mendapatkan penanganan langsung,” kata Halili.

Dalam kesempatan itu, halili juga memberikan bantuan langsung berupa uang untuk kebutuhan hidup Mat Sahi.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Madura United Putus Kontrak Boubacar Sanogo

0

Pamekasan, 10/7 (Media Madura) – Presiden Madura United, Achsanul Qosasi memastikan telah mencoret Boubacar Sanogo dari skuad. Sanogo diputus kontrak menjelang akhir putaran pertama kompetisi Liga 1.

“Pertanggal 10 Juli ini, kerja sama dengan Sanogo kami selesaikan dengan berbagai pertimbangan,” kata AQ sapaan akrab sang presiden.

Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari minimnya kontribusi Sanogo terhadap klub. Sanogo seakan kesulitan beradaptasi dengan tim asal Pulau Garam ini. Bahkan, sulit menemukan performa terbaiknya.

“Utamanya hasil evaluasi dari kebutuhan tim dan jam main. Memang tidak mudah kami ambil keputusan ini,” ujarnya.

“(Selain itu), banyak pertimbangan lain harus dilakukan oleh tim ini menghadapi putaran kedua,” imbuh AQ.

AQ menambahkan, timnya akan bergerak cepat di bursa transfer putaran kedua untuk mencari pengganti Sanogo . Santer dikabarkan, mereka tengah mengincar gelandang asing.

“Pasti akan ada pengganti Sanogo di putaran kedua. Semoga Madura United mendapatkan pemain sesuai kebutuhan di transfer windows kedua ini,” tandas AQ.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Pilkada Pamekasan, Sikap Nasdem Mengejutkan

Pamekasan, 10/7 (Media Madura) – Menjelang penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2018, sejumlah Parpol di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur telah mendeklarasikan diri untuk maju pada kontes politik lima tahunan tersebut, tetapi justru sikap partai nasional yakni Partai Nasdem mengejutkan.

Partai besutan Surya Paloh ini di Kabupaten Pamekasan enggan mendeklarasikan pencalonan kader atau tokoh untuk didukung, tetapi malah menunggu restu dari ulama di wilayah itu.

“Kita memang partai nasionalis, tetapi sebagai partai yang hidup di Kabupaten Pamekasan kami tetap tunduk kepada ulama dan para masayikh,” kata ketua DPD Nasdem Kabupaten Pamekasan Abdullah Ibrahim.

Dikatakan, sebelum partai Nasdem ada di Kabupaten Pamekasan, terlebih dahulu ada ulama, masyayikh, lembaga pendidikan pondok pesantren, berbagai lembaga keagamaan serta lembaga sosial yang lebih tahu kondisi Kabupaten Pamekasan dan kebutuhan pemimpin yang diinginkan dibandingkan partai Nasdem yang masih tergolong baru.

“Jadi karena itulah kami memilih untuk tidak deklarasi dan menunggu masuknya aspirasi dan restu serta petunjuk dari ulama. Hemat kami ulama lebih tahu tentang pemimpin seperti apa yang dibutuhkan Pamekasan,” tuturnya.

Ditakan, sebelum partainya itu menentukan pemimpin, pihaknya harus benar-benar mengetahui tujuan dan keinginan masyarakat Pameksana. “Mau bagaimana dan ke mana Pamekasan ke depan. Nah di sinilah kami perlu “Tabayun” untuk meminta nasehat serta masukan dari para tokoh ulama Pamekasan,” tegas politikus muda ini.

Apabila petunjuk dan aspirasi dari ulama itu sudah ada, maka partai Nasdem yang merupakan kendaraan politik yang bisa mengusung calon bupati ataupun calon wakil bupati pada Pilkada Pamekasan mendatang, akan membawanya ke DPW Jawa Timur serta DPP.

Seperti diketahui, saat ini Partai Nasdem mempunyai 4 kursi di DPRD Kabupaten Pamekasan. Sementara syarat untuk bisa mencalonkan bupati/ wakil bupati seperti yang diatur dalam undang-undang, harus diusung oleh Parpol atau gabungan Parpol dengan jumlah paling sedikitnya 9 kursi DPRD.

Reporter : Arif
Editor : Zainol