Pamekasan, 10/7 (Media Madura) – Mat Sahi, Warga Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tidak punya pilihan lain selain tinggal di rumah yang terbuat dari bambu dan kondiainya sudah sangat memprihatinkan.

Rumah gedek yang ditinggalinya selama 20 tahun ini kondisinya sudah mengalami kerusakan parah, seluruh bagian dindingnya berlubang, bahkan tiang penyangga rumah berukuran 4×4 itu sudah lapuk dimakan rayap. Tidak hanya itu atap rumah bapak tiga anak ini sudah banyak yang bocor.

“Ya saya mau memperbaiki gimana pak, saya tidak punya uang,” kata bapak yang kesehariannya berprofesi sebagai buruh tani ini, kepada ketua DPRD Pamekasan, Halili yang mendatangi rumah bapak yang sudah renta ini. Senin (10/07/2017) pagi.

Setiap hujan turun, kata dia, air menggenangi seluruh bagian rumahnya, bahkan lantai rumah yang terbuat dari tanah berubah menjadi lumpur.

“Ya kalau sudah hujan saya tidak bisa tidur pak, soalnya tempat tidur juga kehujanan,” katanya dengan mata yang berkaca-kaca.

Kondisi tersebut sudah dijalaninya sejak beberapa tahun terakhir, karena kondisi rumahnya semakin parah dan sudah ada sebagaian yang mulai ambruk sehingga ia membuat tempat tidur alternatif di halaman depan rumahnya. Mat Sahi membuat sebuah gubuk kecil berukuran 2×2 dengan tinggi 2 meter yang seluruh dindingnya ditambal dengan berbagai bahan termasuk pecahan kaca, sementara atapnya terbuat dari terpal.

“Kalau tidur ya saya terpaksa di sini pak,” katanya sambil mengajak ketua DPRD Pamekasan Halili melihat tempat tidur mungilnya itu. Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang namanya masuk bursa calon bupati Pamekasan pada Pilkada tahun 2018 mendatang ini ikut masuk ke gubuk mungil yang dijadikan tempat tidur itu setelah sebelumnya meninjau seluruh bagian rumah bapak ini.

“Ini sudah sangat tidak layak untuk ditempati, saya saya yang melihat-lihat bagian rumah hawatir, takutnya justru roboh,” kata Halili yang didampingi oleh sejumlah pejabat dari dinas sosial.

Halili yang datang ke rumah Mat Sahi ini karena adanya informasi dari warga, mengaku prihatin dan meminta dinas sosial untuk segera melakukan pendataan serta meminta dinas terkait untuk turun tangan.

“Dalam beberapa minggu terakhir saya memang sering mendapatkan laporan tentang adanya warga miskin yang kondisinya memprihatinkan, informasi itu saya tindak lanjuti dan saya turun langsung untuk mengetahui kebenarannya agar mendapatkan penanganan langsung,” kata Halili.

Dalam kesempatan itu, halili juga memberikan bantuan langsung berupa uang untuk kebutuhan hidup Mat Sahi.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan