Beranda blog Halaman 949

Kata Bupati Sumenep Tentang Sosok KH. Basyir Abdullah Sajjad

0

Sumenep, 15/7 (Media Madura) – KH. Basyir Abdullah Sajjad, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nuqayah Guluk-Guluk daerah Latee, kini sudah berpulang, yang tersisa hanya rasa duka sekaligus panjatan do’a, semoga beliau mendapat tempat terindah di sisi-Nya.

Selain bela sungkawa, banyak orang yang mulai terkenang dengan sosok KH. Basyir AS semasa hidupnya, salah satu orang yang mengungkapkan tentang pribadi KH. Basyir adalah A. Busyro Karim yang kini duduk sebagai Bupati Sumenep.

“Beliau merupakan salah satu guru terbaik kami. Beliau adalah pemimpin umat yang selalu memberikan teladan bagi kami dan warga Sumenep. Bahkan, dalam kondisi sakit pun, beliau masih memikirkan umat,” ungkap Busyro, Sabtu (15/7/2017).

Busyro yang juga trah Kiai terkenang sosok KH. Basyir AS sebagai sosok yang sangat disiplin, terutama saat telah menyatakan kesiapannya untuk memberikan ceramah dan mengisi pengajian, beliau selalu datang lebih awal.

“Kalau ada forum pengajian di MWC NU, beliau selalu datang lebih awal, meskipun dalam kondisi sakit. Beliau benar-benar sosok yang luar biasa. Ada banyak hal yang bisa diteladani dari beliau,” katanya dengan wajah bersedih.

Berbagai sumber juga menyebutkan, selama hidup, almarhum dikenal sebagai kiai kharismatik yang selalu mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk kemaslahatan agama dan ummat.

Bahkan di usia yang begitu sepuh, KH. Basyir AS masih tercatat sebagai Rois Suriyah PCNU Sumenep. Selain itu, almarhum merupakan salah satu ulama’ pendiri Partai Kebabgkutan Bangsa (PKB).

Sementara dipusaran birokrasi, meski selalu dekat dengan para Bupati Sumenep, almarhum hampir tidak pernah menyentuh Pendopo Kabupaten. Sehingga, kebiwaaan alrmarhum terus terjaga.

KH. Basyir AS yang merupakan cucu pendiri Ponpes An-Nuqayah wafat di RSI Jemursari Surabaya, Sabtu (15/07/2017) sekitar pukul 05.00 WIB.

Dan menurut informasi, jenazah Ayahanda Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya itu akan  disalatkan di Masjid Jamik Annuqayah pukul 14.00 WIB siang ini.

Reporter :  Rosy
Editor : Arif

Ungkapan Duka Terus Mengalir atas Wafatnya KH. Basyir Abdullah Sajjad

0

Sumenep, 15/7 (Media Madura) – Kabar wafatnya salah satu ulama’ kharismatik yang juga Pengasuh Pondok Pesantren An-Nuqayah Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menyebar dengan sangat cepat.

Sebagai ulama’ yang memiliki peran besar dalam pembangunan sejumlah aspek di Sumenep, kepergian Ketua Rois Am PCNU Sumenep itu memang begitu mengejutkan dan menimbulkan duka.

Tidak hanya bagi para santri Ponpes An-Nuqayah, tapi juga para alumni, masyarakat luas bahkan bagi para birokrat, seperti Bupati Sumenep dan Wakil Bupati Sumenep.

“Ya, saya sudah mendengar informasinya, yang pasti saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sumenep sangat berduka cita atas kepergian beliau,” kata Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi pada mediamadura.com.

Sementara di media sosial, ungkapan juga terus mengalir, warganet yang memiliki ikatan langsung atau tidak langsung dengan cucu Pendiri Ponpes An-Nuqayah itu juga menyampaikan duka citanya, salah satunya dari Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf.

“Innalillahi wainna ilaihi rajiun…kami berduka cita sedalam-dalamnya.

Kita kembali kehilangan Kiai Karismatik Panutan Ummat,” tulis akun bernama Sahabat Gus Ipul.

Menurut informasi, KH. Basyir AS wafat di RSI Jemursari Surabaya, Sabtu (15/07/2017) sekitar pukul 05.00 WIB, dan menurut informasi jenazah akan disalatkan di Masjid Jamik Annuqayah pukul 14.00 WIB.

Reporter :  Rosy
Editor : Arif

Warga Desa Larangan Badung Datangi Mapolres Pamekasan, Ini Penyebabnya

Pamekasan, 15/7 (Media Madura) – Ribuan warga Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mendatangi Mapolres guna mendampingi kepala desanya, Musaffak yang diperiksa sebagai saksi dalam kasus pembakaran maling di desa tersebut pada tanggal 22 Mei lalu.

Kepada sejumlah wartawan, Kades Larangan Badung Musaffak menuturkan, kedatangan warganya itu untuk mengantarnya karena hari ini akan dilakukan pemeriksaan dalam kasus pembakaran maling yang ditangkap oleh warga desanya.

Dikatakan, ia tidak meminta warganya untuk ikut, tetapi tiba-tiba warga datang ke Mapolres dengan menggunakan sejumlah mobil bak terbuka maupun tertutup.

“Kedatangan warga ke sini ini katanya untuk mengantar saya padahal saya tidak meminta,” katanya ditemui di halaman Mapolres setempat.

Lebih lanjut ia mengatakan, sebagai pelayan masyarakat yang taat hukum ia menghadiri panggilan penyidik kepolisian dan akan memberikan keterangan dalam kasus tersebut.

Musaffak juga menuturkan, sebelum peristiwa pembakaran maling oleh warganya itu, ia sudah menghubungi pihak kepolisian, dan anggota kepolisian datang ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah peristiwa pembakaran itu selesai.

“Kalau saya tidak menghubungi pihak kepolisian itu namanya pembiaran. Saat ini massa terlalu banyak, saya terus menghubungi aparat alhamdulillah databg cuma gak nututi,” paparnya.

Warga akhirnya membubarkan diri setelah tokoh masyarakat desa setempat bersama kades dan sejumlah perwira kepolisian membujuk untuk pulang.

Menanggapi hal itu, Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho menuturkan, kedatangan warga ke Mapolres Pamekasan tersebut sebagai bentuk dukungan moral atas kasus yang menimpa kepala desanya dalam kasus pembakaran maling.

“Ini sebagai bentuk dukungan moril masyarakat kepada kepala desanya yang saat ini kita panggil sebagai saksi dalam peristiwa tersebut. Mungkin masyarakat hawatir, makanya diantar,” pungkasnya.

Sebelumnya penyidik telah memeriksa 13 saksi dalam kasus tersebut dan diagendakan pada hari ini akan memeriksa Kades Larangan Badung, Musaffak.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

KH Abdul Mannan Fadholi Wafat, Nahdlatul Ulama Pamekasan Berduka

0

Pamekasan, 15/7 (Media Madura) – Wafatnya dua ulama kharismatik Madura yang keduanya merupakan Rois Syuriah Rois Syuriah PCNU Pamekasan KH. Abdul Mannan Fadholi serta PCNU Sumenep KH A. Basyir Abdullah Sajjad membuat duka yang mendalam bagi warga NU di wilayah itu.

Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan KH. Taufik Hasyim menuturkan, warga NU di kabupaten pendidikan ini sangat berduka dan merasa sangat kehilangan sosok ulama kharismatik seperti KH. Abdul Mannan Fadholi yang merupakan pengasuh pondok pesantren Miftahul Qulub Polagan ini.

“Kami PCNU Pamekasan sangat kehilangan sosok beliau,” katanya melalui pesan singkatnya. Sabtu (15/07/2017) pagi.

Dikatakan, padahal pada hari Senin tanggal 7 lalu, KH. Abdul Mannan Fadholi masih bersama dengan jajaran PCNU Pamekasan menyambut tim visitasi NU award PWNU Jawa Timur di kantor PCNU Pamekasan. “Beliau masih sehat tapi sekarang sudah dipanggil Allah,” sambungnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kabar wafatnya KH. Abdul Mannan Fadholi yang merupakan pengasuh pondok pesantren Miftahul Qulub Polagan Pamekasan dan KH A. Basyir Abdullah Sajjad yang juga merupakan pengasuh pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep ini beredar melalui berbagai media sosial dan ucapan duka dari laman jejaring media sosial facebook terus berdatangan.

Reporter : Arif
Editor : Ahmadi

Rois Syuriah PCNU Sumenep dan Pamekasan Wafat

0

Pamekasan, 15/7 (Media Madura) – Pagi ini publik Madura dikejutkan dengan beredarnya informasi wafatnya dua ulama kharismatik Madura yang keduanya merupakan Rois Syuriah PCNU Sumenep KH A. Basyir Abdullah Sajjad serta Rois Syuriah PCNU Pamekasan KH. Abdul Mannan Fadholi.

Kabar wafatnya KH A. Basyir Abdullah Sajjad yang juga merupakan pengasuh pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep dan KH. Abdul Mannan Fadholi yang merupakan pengasuh pondok pesantren Miftahul Qulub Polagan Pamekasan ini beredar melalui berbagai media sosial dan ucapan duka dari laman jejaring facebook terus berdatangan.

Bahkan pengurus PCNU Pamekasan KH Musleh Adnan dalam postingan facebooknya juga mengabarkan tentang wafatnya kedua ulama NU tersebut.

“Baru beberapa menit terdengar kabar KH. A. Basyir Abdullah Sajjad wafat sdh terdengar KH. Abd. Mannan Fadholi Rais SYURIAH NU Pamekasan juga wafat hari ini,” tulis wakil ketua lembaga dakwah PCNU Pamekasan ini.

Postingan tersebut mendapatkan tanggapan duka beragam dari netizen dan hingga saat ini ucapan duka terus mengalir melalui berbagai media sosial lainnya.

Hingga berita ini ditulis belum ada informasi lengkap terkait penyebab wafatnya kedua ulama yang sangat berpengaruh di Madura ini.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Madura United Resmi Rekrut Pengganti Dane Milovanovic

0

Pamekasan, 14/7 (Media Madura) – Cameron Watson bukan lagi calon pemain Madura United. Pemain berusia 30 tahun ini resmi jadi milik Laskar Sape Kerrab untuk putaran kedua Liga 1.

Madura United resmi mengumumkan rekrutan terbaru mereka melalui situs resmi klub, Jumat (14/7/2017). Eks pemain Adelaide dan Bengaluru FC itu diikat kontrak hingga kompetisi ini usai.

Cameron Watson dipastikan bergabung Madura United setelah pihak klub mengaku puas dengan hasil tes medis sang pemain. Tes kesehatan terhadap pamain asal Australia itu dilakukan di Jakarta, tadi siang.

“Setelah melihat hasil tes kesehatan, Madura United tidak memiliki keraguan untuk mengikat kontrak Cameron Watson,” ucap Manajer Madura United, Haruna Soemitro.

Kedatangan Cameron Watson dijadikan opsi menambal lini tengah yang ditinggalkan Dane Milovanovic, lantaran sakit. Tahu, Dane bakal memakan waktu relatif lama untuk proses penyembuhan, Madura United pun bergerak cepat melengkapi slot pemain asing Asia.

“Proses untuk pemain asing Asia sudah selesai,” pungkas Haruna.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Datangi Polres Pamekasan, Camat dan Sejumlah Kades Adukan Maraknya Pencurian

Pamekasan, 14/7 (Media Madura) – Sejumlah kepala desa yang didampingi Camat Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mendatangi Mapolres setempat untuk mengadukan maraknya pencurian.

Camat Palengaan Sukrisno saat ditemui di Mapolres Pamekasan, Jumat (14/07/2017) pagi menuturkan, kedatangan sejumlah kepala desa tersebut karena di wilayah Kecamatan Palengaan sering terjadi pencurian.

“Pemcurian ini tidak hanya terjadi di perumahan warga, bahkan di pondok-pondok pesantren yang ada di Palengaan,” katanya.

Para pelaku pencurian, kata mantan Sekcam Kota Pamekasan ini, tidak hanya mencuri motor, tetapi sejumlah toko juga tidak luput dari aksi pencurian ini.

Maraknya pencurian tersebut, kata dia, membuat warga gerah dan marah, sehingga peristiwa penangkapan dan pembakaran maling oleh warga di Desa Badung pada bulan Mei lalu, terjadi.

Selain itu, Sukrisno juga menuturkan, kedatangannya ke Mapolres untuk bersilaturrahmi dan memaparkan kondisi terkini di wilayah Kecamatan Palengaan, termasuk sebagai bentuk solidaritas atas dipanggilnya Kades Badung dalam kasus pembakaran maling yang ditangkap warga.

“Alhamdulillah kami ditemui langsung oleh Kapolres dan sejumlah perwira di Polres Pamekasan,” tukasnya.

Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho menuturkan, pihaknya menyambut baik kedatangan camat beserta sejumlah kepala desa tersebut dan akan menindak lanjuti informasi yang disampaikan.

Tetapi terkait kasus pembakaran maling, kata Kapolres saat berbincang dengan wartawan, saat ini sudah dalam diproses dan telah ada tersangka yang ditetapkan. “Besok kita gelar perkara kasus pembakaran maling itu,” paparnya.

Sayangnya, ia enggan menerangkan lebih lanjut terkait kasus pembakaran maling yang sempat viral di media sosial itu. “Besok saja saya jelaskan, gelar perkaranya masih besok,” pungkasnya.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Didatangi Keluarga Pasien, Pihak RSUD Sampang Bantah Ada Penelantaran

0

Sampang, 14/7 (Media Madura) – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang, Madura, Jawa Timur, membantah telah menelantarkan pasien bernama Ainur Rofiq (18). Korban mengalami kritis akibat kecelakaan tunggal hingga meregang nyawa.

Pernyataan itu disampaikan, Humas RSUD Sampang dr. Yuliono, pada Jumat (14/7/2017) pukul 10.30 WIB saat keluarga pasien mendatangi pihak rumah sakit untuk meminta klarifikasi atas insiden tersebut.

“Yang menyampaikan ada penelantaran itu keluarga pasien, tapi kita sudah melakukan upaya tindakan medis yang optimal dan sesuai dengan aturan, tidak ditelantarkan sudah ditata kelola dengan baik,” ujar Yuliono, Jumat (14/7/2017).

Yuliono menuturkan, sesuai prosedur pihak rumah sakit sudah memberikan pelayanan optimal bagi pasien kritis. Sebelum ada tindakan rujuk ke rumah sakit lain, dilakukan stabilisasi terhadap pasien seperti memberikan oksigen masker venturi, infus, dan pemberian obat.

“Berdasarkan catatan medis yang ada pada kami, terutama berkaitan dengan penanganan pasien kritis, jadi setiap sekian waktu dilihat tanda vitalnya dan terus dievaluasi, bahkan pasien ini detak pernapasannya masih bagus, mungkin karena banyak pendarahan di kepala membuat pasien meninggal,” jelasnya.

Namun, diakui Yuliono, atas insiden dugaan penelantaran pasien itu menjadi pembahasan internal pihak rumah sakit termasuk seluruh tim medis serta perawat sejak Jumat tadi pagi pukul 08.00 WIB. Untuk itu, pihaknya akan mengevaluasi terhadap tindakan penanganan pasien.

“Evaulasi perlu dilakukan secara rutin dan tidak harus menunggu adanya kesalahan,” tuturnya.

Sementara itu, keluarga korban Ainur, Alan Kaisan dan Mohammad Amin, menyampaikan kedatangannya ke rumah sakit guna mengklarifikasi untuk mencari tahu fakta penyebab kematian Ainur yang diduga telah ditelantarkan pihak RSUD Sampang.

“Apakah memang ada unsur kesengajaan atau tidak, kita akan mengkroscek disesuaikan dengan kondisi itu. Yang jelas, jika nanti ditemukan ada kelelaian, maka kami akan melaporkan kepada penegak hukum,” tandas Alan.

Seperti diketahui, Ainur Rofiq meninggal dunia saat dibawa ke IGD RSUD Sampang karena diduga ditelantarkan dalam pelayanan medis. Pasien mengalami kritis akibat kecelakaan tunggal.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Kepulan Asap di Mapolres Pamekasan, Tahanan Diungsikan

0

Pamekasan, 14/7 (Media Madura) – Kepulan asap di Mapolres Pamekasan, Madura, Jawa Timur, membuat anggota polisi berhamburan keluar ruangannya, bahkan seluruh tahanan terpaksa harus diungsikan ke aula. Jumat (14/07/2017) pagi.

Kepulan asap tersebut akibat fogging yang dilakukan di markas polisi tersebut guna membunuh nyamuk Aedes aegypti yang gigitannya mengakibatkan demam berdarah.

Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho menuturkan, kegiatan fogging tersebut sebagai bentuk antisipasi menyebarnya demam berdarah di lingkungan Mapolres Pamekasan.

Dikatakan, seluruh ruangan termasuk rumah dinas tidak luput dari fogging untuk disterilkan dari penyakit yang sangat membahayakan akibat virus nyamuk tersebut.

“Untuk mengantisipasi demam berdarah, kita lakukan fogging di lingkungan kantor kita maupun di asrama,” katanya kepada sejumlah wartawan saat ditemui di Mapolres Pamekasan.

Dipastikan, hingga saat ini tidak ada anggota yang terjangkit penyakit DBD, tetapi fogging tetap dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut.

Fogging juga dilakukan di ruangan tahanan, sehingga seluruh tahanan harus dipindahkan dan dievakuasi selama pelaksanaan fogging, dengan penjagaan yang ketat dari anggota kepolisian.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Korban Ditelantarkan RSUD Sampang, Ternyata Siswa Baru SMA

0

Sampang, 14/7 (Media Madura) – Siapa sangka kecelakaan tunggal di Jalan Raya Kedungdung, pada Kamis (13/7/2017) pukul 07.00 WIB, merenggang nyawa Ainur Rofiq.

Pelajar berumur 18 tahun asal Dusun Lenteng, Desa Muktesareh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, ternyata diketahui siswa baru yang mendaftar sekolah tahun ini di salah satu SMA di Kecamatan Kedungdung.

Pihak keluarga pun sangat terpukul dengan kecelakaan menimpa Ainur, putra kedua dari pasangan suami istri (pasutri) Sawali dan Horiyah.

Kesedihannya tak kuasa ketika melihat nyawa Ainur, tak bisa diselamatkan saat dibawa ke IGD RSUD Sampang, pada Kamis pukul 09.00 WIB.

Mereka menilai kematian anaknya tak luput karena kurangnya kesigapan tim medis di rumah sakit tersebut yang telah menelantarkan kondisi pasien kritis.

“Coba pihak rumah sakit dengan sigap melayani anak saya tanpa harus nunggu lama diberi oksigen, mungkin masih bisa diselamatkan,” kata Sawali ayah Ainur, saat ditemui di rumah duka Dusun Lenteng, Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdungn Kabupaten Sampang.

Di tempat yang sama, kakak sepupu korban, Alan Kaisan menuturkan saat ini Ainur baru mendaftarkan diri sebagai siswa baru di tingkat SMA di Kecamatan Kedungdung. Namun, takdir berkata lain.

Kata Alan, malam hari sebelum peristiwa itu terjadi Ainur justru menghabiskan waktu lama untuk mengobrol dengan rekan temannya. Sedangkan di pagi hari, Ainur masih mengantarkan ayahnya, Sawali ke rumah neneknya. Maklum saja, Sawali harus dibantu kemana pun pergi karena mengalami tuna netra.

Usai itu, Ainur yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega nopol L 6077 QW berencana pulang. Setibanya di TKP Jalan Raya Kedungdung, Ainur mengalami kecelakaan tunggal menabrak tiang listrik.

“Korban sempat dilarikan ke puskesmas terdekat, karena di Puskesmas Kedungdung kurang sigap juga melayani pasien, malah sopir ambulance tidak standbye, makanya dibawa ke RSUD Sampang, tapi malah ditelantarkan di sana sampai siang tidak dilayani hingga meregang nyawa,” ujar Alan.

Kini, keluarga korban tak mau ambil diam bahkan sudah berencana menggugat pihak rumah sakit kepada penegak hukum untuk meminta pertanggungjawaban atas penelantaran pasien agar kejadian tersebut tidak menimpa keluarga lain.

Seperti diketahui, Ainur Rofiq korban kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Raya Kedungdung merenggang nyawa saat di bawa ke RSUD Sampang, Kamis pagi pukul 09.00 WIB. Ia diduga ditelantarkan pihak rumah sakit meski dalam keadaan kritis hingga meninggal dunia.

Setibanya di rumah sakit, hingga siang pukul 12.00 WIB tim medis tak cepat memberikan oksigen sebagai alat bantu pernapasan. Padahal, sejak awal pasien didiagnosa dokter mengalami gagar otak ringan dan harus dirujuk ke rumah sakit di Surabaya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol