Beranda blog Halaman 948

Di Pamekasan Ada Orangtua Antar Anak Masuk Sekolah hingga Bawa Obor

0

Pamekasan, 17/7 (Media Madura) – Ada pemandangan tidak biasa saat hari pertama masuk Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Banyak murid didampingi orangtua berebut bangku kelas deretan depan.

Seperti yang terjadi di SDN Duko Timur I, Kecamatan Larangan, Senin (17/7/2017) pagi.

“Dari subuh orangtua murid kelas satu sudah ada di sekolah untuk antar anaknya, agar mendapatkan bangku terdepan di hari pertama sekolah,” kata penjaga SDN I Duko Timur I, Ruski, Senin (17/7/2017).

Puluhan orang tua siswa itu mengantarkan anak-anaknya sebelum pintu masuk sekolah dibuka.

“Tadi pintu kelas belum dibuka, murid sudah antre di depan pintu masuk kelas,” sambung pria berkumis tipis itu.

Ruski menambahkan, pemandangan tersebut bukan hanya terjadi hari ini saja. Para orangtua mengantarkan anaknya di hari pertama masuk sekolah berlangsung beberapa tahun lalu. Bahkan, katanya, ada orangtua siswa datang ke sekolah pagi-pagi buta sembari menbawa obor.

“Hal seperti ini sudah biasa setiap tahun. Untuk mencarikan anak-anaknya tempat duduk paling depan di dalam kelas,” tambahnya.

Sementara oang tua murid, Rofii (40) mengatakan, dirinya datang ke sekolah sejak pukul 05.00 WIB untuk menemani anaknya mendapatkan tempat duduk terdepan dan pertama.

“Saya mau dapat bangku pertama agar lebih pintar,” katanya sambil antre di depan pintu kelas yang belum dibuka.

Ia menambahkan, mengantar anak ke sekolah di hari pertama merupakan bentuk perhatian dan memotivasi agar sang anak semangat belajar di sekolah.

“Di sini yang berebut bangku bukan hanya anak, tetapi orang tua murid juga ikut berebut bangku terdepan di dalam kelas,” tambah Rofii.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Polres Pamekasan Usut Kasus Video Mesum di Kantor Pemkab

Pamekasan, 17/7 (Media Madura) – Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, Madura, Jawa Timur berjanji akan mengusut tuntas kasus video mesum yang dilakukan oknum masyarakat di ruang tunggu kantor Pemkab Pamekasan yang kini telah menyebar luas di media sosial.

Kasubag Humas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki mengatakan, beredarnya video berdurasi 00.07 detik dan 00.21 detik sudah dilaporkan oleh sekelompok masyarakat. Dalam video itu si pemeran perempuan menjerit tanpa perlawanan setelah anunya dipegang teman prianya.

“Kita akan mengusut kasus tersebut atas dasar laporan yang disampaikan masyarakat kepada kami,” katanya, Senin (17/7/2017).

Ditambahkan oleh Osa, dalam laporan itu, pelapor menyertakan barang bukti (BB) berupa rekaman video yang kini marak beredar luas melalui jejaring sosial WhatsApp (WA).

“Kasus ini dilaporkan oleh tokoh ulama di Pamekasan dan menjadi atensi,” tambahnya.

Kasus berbau porno aksi yang dilakukan kedua orang itu, menjadi perhatian ulama, karena kini telah menyebar luas di berbagai jejaring sosial WA, dan meresahkan masyarakat.

“Saya hanya prihatin dengan tindakan itu,”tutur K Abd Aziz, tokoh muda Pamekasan.

Pada Sabtu (8/7/2017) lalu, warga Kabupaten Pamekasan, dihebohkan dengan beredarnya video seorang perempuan dan laki-laki sedang berbuat tak senonoh.

Video itu diduga direkam di ruang tunggu kantor pemerintahan yang berada di Jalan Jokotole, Pamekasan. Perekam video tersebut tak lain adalah temannya sendiri dan disebarkan.

Ada dua video yang beredar, tapi pemerannya sama. Masing-masing berdurasi 00.07 detik dan 00.21 detik. Si pemeran perempuan menjerit tanpa perlawanan setelah alat vitalnya dipegang teman prianya.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Alasan Gomes Waspadai Persiba Balikpapan

0

Bangkalan, 16/7 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera enggan meremehkan Persiba Balikpapan dalam duel pekan ke-15 Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (16/7/2017) besok.

Pernyataan itu dilontarkan Gomes setelah Beruang Madura bermain imbang 2-2 melawan pemuncak klasemen, PSM Makassar pada pekan ke-14 di Stadion Parikesit, Kamis (13/7/2017)..

“Mereka tunjukkan kualitasnya juga. Artinya, mereka bukan tim yang lemah. Kita harus bekerja keras untuk dapatkan tiga poin. Kita tidak boleh hilang poin di kandang,” tegas Gomes.

Gomes bahkan turut mengevaluasi kedalaman skuad Persiba. Dari 18 pemain yang diboyong Persiba ke Madura, Marlon Da Silva yang mendapat perhatian khusus pelatih asal Brasil tersebut.

“Mereka punya Marlon, kita harus menjaga dia. Kompak defense kita harus berjalan dengan baik, lebih baik dari pertandingan sebelumnya, agar kita tidak kebobolan,” katanya.

Di laga ini, Madura United dituntut menang guna menjauhi kejaran tim-tim di bawahnya sekaligus mengkudeta PSM Makassar di puncak klasemen.

“Sekarang kita main di kandang sendiri, harus main maksimal 90 menit. Untuk kita menangkan pertandingan,” tuturnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Di Mata Milo, Madura United Lebih Kuat dari Tahun Lalu

0

Bangkalan, 16/7 (Media Madura) – Pelatih Persiba Balikpapan, Milomir Seslija atau Milo menilai Madura United lawan yang berat untuk timnya. Bahkan Milo mengatakan, Madura United lebih kuat dari tahun lalu.

Kedua tim akan bentrok pada pekan ke-15 Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Senin (17/7/2017) sore.

Milo sendiri pernah bertemu Madura United di turnamen Indonesia Soccer Championsip (ISC) A 2016. Kala itu, Milo masih membesut Arema Cronus (sekarang Arema FC).

“Ya, kita ketahui semua bahwa Madura (United) adalah tim baik. (Madura United) lebih kuat dari tahun lalu. Kita sudah tahu banyak tentang mereka,” kata Milo kepada awak media di Stadion Gelora Bangkalan, Minggu (16/7/2017).

Milo menjelaskan, timnya bakal mendapat kesulitan dan ancaman berarti ketika menghadapi anak asuh Gomes De Oliviera di kandang. Belum lagi, Madura United dihuni pemain-pemain yang memiliki kecepatan dan berpengalaman.

“Sulit juga melawan mereka di kandang. Mereka lebih baik main di home daripada away. Tapi kita coba menghadapi tim baik seperti Madura United,” tegasnya.

“Mereka juga punya individu yang baik di setiap pemainnya, mereka punya kecepatan, mereka sangat cepat bermain bolanya, mereka banyak pemain berpelangaman juga. Pemain lokalnya sama juga mainnya dengan pemain asing. Kita akan bermain nonthing to lose di sini,” ujar Milo.

Untuk memenuhi jamuan Laskar Sape Kerrab, tim pelatih Persiba Balikpapan membawa 18 pemain ke Pulau Garam. Satu di antaranya, Anmar Almubaraki.

“Kita akan menampilkan yang terbaik. Kita punya pertandingan besok, kita sudah latihan tentang itu. Besok kita coba akan menyulitkan Madura (United). Mereka tim yang hebat di kandang, (tapi) kita sudah menyiapkan strategi dengan baik. Itu yang kita akan mainkan besok,” pungkas Anmar.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Sore Ini, Cameron Watson Latihan Perdana di SGB

0

Pamekasan, 16/7 (Media Madura) – Cameron Watson akan terlibat dalam sesi latihan Madura United di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) sore ini, Minggu (16/7/2017).

Bagi pemain asal Australia, latihan ini merupakan yang pertama sejak bergabung Laskar Sape Kerrab, Jumat (14/7/2017) lalu.

“Sore nanti Cameron Watson dijadwalkan akan ikut latihan pertama dengan Madura United,” kata Media Officer Madura United, Tabri Syaifullah Munir, dalam rilisnya, Minggu (16/7/2017).

Madura United tengah bersiap diri. Fabiano Beltrame dan kawan-kawan akan menjamu Persiba Balikpapan dalam pekan ke-15 Liga 1, Senin (17/6/2017) besok.

“Meski demikian, (Cameron) Watson baru bisa dimainkan pada putaran kedua nanti” Tabri menambahkan.

Menghadapi Persiba, Madura United wajib menang. Apalagi, bakal mendapat dukungan publik sendiri. Tambahan poin sangat membantunya bersaing di papan atas.

Sebelumnya, Madura United gagal memperlebar jarak dengan pemuncak klasemen, PSM Makassar setelah kandas di kandang Bhayangkara FC, pekan lalu. Madura United kini terpaut dua angka dari PSM.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Kenapa Gomes Ucapkan Terima Kasih kepada Manajemen Madura United?

0

Pamekasan, 16/7 (Media Madura) – Manajemen Madura United terbilang ‘memanjakan’ pelatih Gomes De Oliviera. Oleh petinggi klub, Gomes selalu dibelikan pemain-pemain berkualitas, guna bersaing di Liga 1

Selain, marquee player Peter Odemwingie, petinggi klub baru saja merampungkan transfer Cameron Watson. Kesepakatan kerja sama Watson dengan Laskar Sape Kerrab terjadi, Jumat (14/7/2017) lalu.

Eks pemain Adelaide dan Bengaluru FC itu diikat kontrak hingga kompetisi ini usai. Watson disebut menjadi pengganti posisi Dane Milovanovic di lini tengah Madura United.

Pembelian Watson rupanya membuat pelatih asal Brasil puas dan senang. Sang pelatih bahkan mengucapkan terima kasih kepada manajemen klub atas pembelian gelandang berusia 30 tahun itu.

“Selama ini, saya sangat berterima kasih, karena manajemen selalu memberikan pemain yang sangat menunjang untuk tim ini,” kata Gomes.

Pemain datang dan pergi. Situasi tersebut mewarnai Madura United di sisa kompetisi. Mereka melepas Boubacar Sanogo. Untuk penggantinya, klub bentukan Achsanul Qosasi berencana menjajal tiga pemain asing. Dua dari Brasil, satu Kamerun.

Ketiga pemain itu adalah, Gustavo Salgueiro de Almeida Correia dan Alexsandro Carvalho Lopes (Brasil) serta Kossounnou Kouakou Andres Gregoire (Kamerun). Rencananya, ketiga pemain ini akan tiba di Pulau Garam, 21 Juli mendatang.

“Mereka akan kami seleksi terlebih dahulu,” tegas Manajer Madura United, Haruna Soemitro.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Yusuf Ekodono Belum Menangkan Madura United U-19, Padahal Kali Kedua Main di Kandang

0

Bangkalan, 15/7 (Media Madura) – Madura United U-19 belum meraih kemenangan di kandang. Dua laga yang sudah dilakoninya pun berakhir dengan hasil imbang.

Terbaru, Laskar Sape Kerrab Ngodeh bermain tanpa gol melawan Persegres Gresik United U-19 dalam lanjutan Liga 1 U-19 di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (15/7/2017) sore.

Pada Minggu (9/7/2017) lalu, Tanjung Sugiarto dan kawan-kawan, juga ditahan Bali United U-19 dengan skor 1-1. Bedanya, Bali United dijamu di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Dua laga dengan hasil yang kurang memuaskan tersebut, pertanda bahwa Madura United U-19 belum mampu memaksimalkan faktor kandang. Atas hasil ini, Pelatih Madura United U-19, Yusuf Ekodono pun angkat bicara.

Menurut Yusuf Ekodono, semestinya anak-anak asuhnya memanfaatkan dengan baik laga kandang.

“Memang kalau melihat hasil, kita kurang sekali, karena kita tidak bisa memaksimalkan main di kandang. Seharusnya paling tidak anak-anak berusaha memenangkan pertandingan,” ucapnya.

Yusuf mengungkapkan alasan timnya tidak pernah menang di dua laga kandang. “Yang terjadi di lapangan memang lawan juga lebih siap. Dengan bermain sabar, dia (lawan.red) bertahan sangat rapi, sesekali dia melakukan serangan balik,” jelasnya.

“Anak-anak memang sudah berusaha untuk membuat serangan tapi selalu gagal. Karena kadang-kadang jarak antara (pemain) depan dengan tengah tertinggal jauh,” sambung Yusuf.

Yusuf juga menyoroti penyelesaian akhir timnya. Harusnya, timnya meraih kemenangan saat menjamu Gresik United U-19. Namun, beberapa peluang yang dianggapnya berbuah gol justru tidak jadi gol.

“Finishing touch masih bermasalah. Rendi tadi ada peluang satu, seharusnya itu berbuah gol. Tapi, tendangannya masih melambung jauh,” ujarnya bernada kecewa.

Menyusul hasil kurang oke di dua laga, Yusuf pun berjanji akan melakukan evaluasi terhadap tim besutannya. Utamanya, untuk laga-laga berikutnya.

“Secara hasil memang saya sangat kecewa. Tapi, ini sepak bola, harus menerima dan nantinya saya akan melakukan evaluasi lagi untuk pertandingan selanjutnya,” pungkasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Warga Pantura Pamekasan Banyak Menderita Ostro Astritis

0

Pamekasan, 15/7 (Media Madura) – Warga yang terletak di wilayah pantai utara (Pantura) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, rupanya banyak yang menderita penyakit Ostro Astritis atau penyakit lutut.

Guna membantu penyembuhan penyakit teraebut Pondok Pesantren As Syafiiyah Tamberu, Pamekasan menggelar kegiatan sosial berupa pengobatan penyakit tersebut bekerja sama dengan Klinik Al Hikmah.

Pengasuh PP As Syafiiyah Tamberuh, Kiai R AlHumaidi Busthami menuturkan, kegiatan sosial itu digelar karena banyaknya warga yang menderita penyakit yang menyerang otot tersebut.

“Baksos ini dilakukan karena banyaknya masyarakat Pantura yang terkena penyakit ini,” jelasnya.

Dikatakan, warga yang mengikuti program tersebut sebanyak 111 orang. Jumlah penderita penyakit tersebut hanya warga dari sekitar pondok pesantren As Syafiiyah, belum lagi warga di berbagai wilayah yang belum terdata.

“Kami berharap agar agenda seperti ini selalu dilaksanakan selama agar klinik tersebut benar-benar bermnafaat dan pesantren juga ikut andil dalam mberikan manfaat pada masyarakat sekitar,” tukasnya.

Rilis
Editor : Arif

Kasus Pembakaran Terduga Maling, Polres Pamekasan Tetapkan 1 Tersangka

Pamekasan, 15/7 (Media Madura) – Kasus pembakaran seseorang yang diduga maling yang terjadi di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada bulan Mei lalu yang sempat viral di media sosial memasuki babak baru. Polres Pamekasan telah menetapkan 1 tersangka yakni Fathor Rahman (42).

Sebelumnya penyidik juga telah memeriksa 13 saksi dalam kasus tersebut termasuk Kades Larangan Badung, Musaffak, tetapi dalam agenda pemeriksaan kades ini justru ribuan warga ikut mengantar ke Mapolres Pamekasan. Sabtu (15/07/2017) pagi.

Kepada sejumlah wartawan, Kades Larangan Badung Musaffak menuturkan, kedatangan warganya itu untuk mengantarnya karena hari ini akan dilakukan pemeriksaan dalam kasus pembakaran maling yang ditangkap oleh warga desanya.

Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho menuturkan, dalam kasus tersebut para pelaku telah melakukan kekerasan dan penganiayaan secara bersama-sama hingga menyebabkan korban yakni Kusno Hadi (40) warga Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, meninggal dunia.

“Berdasarkan barang bukti yang ada, hari ini kita tetapkan satu orang tersangka, dan tidak menutup kemungkinan ada lagi tersangka baru,” katanya kepada sejumlah wartawan dalam rilis yang digelar di Mapolres Pamekasan.

Dikatakan, peristiwa itu bermula saat warga Desa Larangan Badung menangkap seseorang yang diduga akan melakukan pencurian di desa tersebut, dan terjadi tindakan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Peristiwa penangkapan dan tindakan kekerasan terhadap terduga maling itu direkam oleh warga dan disebarkan ke media sosial, bahkan peristiwa ini menjadi perbincangan di tingkat nasional.

“Karena itulah sehingga harus ada pelurusan dan langkah-langkah hukum untuk menindak lanjuti permasalahan tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Larangan Badung Musaffak menuturkan, saat peristiwa penangkapan terjadi, ia sudah menghubungi aparat kepolisian untuk segera datang ke lokasi penangkapan terduga maling itu, karena warga berduyun-duyun berdatangan.

“Kalau saya tidak menghubungi pihak kepolisian itu namanya pembiaran. Saat itu massa terlalu banyak, saya terus menghubungi aparat alhamdulillah datang cuma gak nututi,” paparnya.

Tetapi, meskipun demikian, sebagai pelayan masyarakat ia tetap akan menjalani proses hukum yang tengah berjalan dan memberikan keterangan sesuai dengan fakta yang ada.

Musaffak juga menuturkan, dalam peristiwa itu pihaknya sudah mendatangi keluarga korban dan telah ada kesepakatan damai dan kesepakatan damai tersebut dimuat dalam surat yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Ingat Ambruknya Rumah Pembuat Mercon di Pegantenan, Begini Kondisinya sekarang

Pamekasan, 15/7 (Media Madura) – Pada bulan Mei lalu, tepatnya tanggal 31 Mei 2017, warga Pamekasan, Madura, Jawa Timur geger dengan sebuah ledakan dahsyat di rumah Su’ud, warga Dusun Sumber Gunung, Desa Ambender, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan.

Dalam ledakan yang membuat rumah pembuat mercon ini ambruk, juga menyebabkan jatuhnya korban tewas bernama Alga (3) yang tidak lain merupakan anak kandung Suud serta keponakannya bernama Anas (4). Akibatnya bapak dua anak ini langsung mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Pascaperistiwa tersebut, istri dan anak Suud terpaksa harus numpang di rumah tetangganya. Akhirnya warga yang merasa iba saat ini gotong-royong membangun rumah tersebut.

“Saya bersama-sama warga merasa iba dengan kondisi istri pak Suud dan anaknya yang selama ini menumpang di rumah warga, sehingga warga gotong royong untuk membangun kembali rumah yang ambruk akibat mercon ini,” kata ketua DPRD Pamekasan Halili, saat meninjau pembangunan rumah tersebut.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan yang namanya masuk bursa calon Bupati ini juga menguraikan, ia juga turut membantu dan menyumbang dana untuk pembangunan rumah tersebut.

“Meskipun sedikit semoga mengurangi beban ibu Suud ini,” tukasnya.

Halili berharap agar peristiwa yang menimpa Suud dan keluarganya itu menjadi pelajaran berharga bagi warga lainnya.

Reporter : Arif
Editor : Zainol