Sampang, 14/7 (Media Madura) – Siapa sangka kecelakaan tunggal di Jalan Raya Kedungdung, pada Kamis (13/7/2017) pukul 07.00 WIB, merenggang nyawa Ainur Rofiq.

Pelajar berumur 18 tahun asal Dusun Lenteng, Desa Muktesareh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, ternyata diketahui siswa baru yang mendaftar sekolah tahun ini di salah satu SMA di Kecamatan Kedungdung.

Pihak keluarga pun sangat terpukul dengan kecelakaan menimpa Ainur, putra kedua dari pasangan suami istri (pasutri) Sawali dan Horiyah.

Kesedihannya tak kuasa ketika melihat nyawa Ainur, tak bisa diselamatkan saat dibawa ke IGD RSUD Sampang, pada Kamis pukul 09.00 WIB.

Mereka menilai kematian anaknya tak luput karena kurangnya kesigapan tim medis di rumah sakit tersebut yang telah menelantarkan kondisi pasien kritis.

“Coba pihak rumah sakit dengan sigap melayani anak saya tanpa harus nunggu lama diberi oksigen, mungkin masih bisa diselamatkan,” kata Sawali ayah Ainur, saat ditemui di rumah duka Dusun Lenteng, Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdungn Kabupaten Sampang.

Di tempat yang sama, kakak sepupu korban, Alan Kaisan menuturkan saat ini Ainur baru mendaftarkan diri sebagai siswa baru di tingkat SMA di Kecamatan Kedungdung. Namun, takdir berkata lain.

Kata Alan, malam hari sebelum peristiwa itu terjadi Ainur justru menghabiskan waktu lama untuk mengobrol dengan rekan temannya. Sedangkan di pagi hari, Ainur masih mengantarkan ayahnya, Sawali ke rumah neneknya. Maklum saja, Sawali harus dibantu kemana pun pergi karena mengalami tuna netra.

Usai itu, Ainur yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega nopol L 6077 QW berencana pulang. Setibanya di TKP Jalan Raya Kedungdung, Ainur mengalami kecelakaan tunggal menabrak tiang listrik.

“Korban sempat dilarikan ke puskesmas terdekat, karena di Puskesmas Kedungdung kurang sigap juga melayani pasien, malah sopir ambulance tidak standbye, makanya dibawa ke RSUD Sampang, tapi malah ditelantarkan di sana sampai siang tidak dilayani hingga meregang nyawa,” ujar Alan.

Kini, keluarga korban tak mau ambil diam bahkan sudah berencana menggugat pihak rumah sakit kepada penegak hukum untuk meminta pertanggungjawaban atas penelantaran pasien agar kejadian tersebut tidak menimpa keluarga lain.

Seperti diketahui, Ainur Rofiq korban kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Raya Kedungdung merenggang nyawa saat di bawa ke RSUD Sampang, Kamis pagi pukul 09.00 WIB. Ia diduga ditelantarkan pihak rumah sakit meski dalam keadaan kritis hingga meninggal dunia.

Setibanya di rumah sakit, hingga siang pukul 12.00 WIB tim medis tak cepat memberikan oksigen sebagai alat bantu pernapasan. Padahal, sejak awal pasien didiagnosa dokter mengalami gagar otak ringan dan harus dirujuk ke rumah sakit di Surabaya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan