Beranda blog Halaman 127

Pemkab Pamekasan dan PWI Siap Gelar Awarding Inovasi Desa 2022

0

Pamakasan, (Media Madura) – Kompetisi Awarding Inovasi Desa Tahun 2022 dalam pemanfaatan 20 persen dana desa (DD) untuk sektor ketahanan pangan dan hewani dipastikan dihelat tahun ini.

Kepastian tersebut didapat setelah Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyapakati kerja sama awarding inovasi desa dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Pamekasan.

Pertemuan PWI Pamekasan dengan Bupati Pamekasan berlangsung di salah satu rumah makan usai PWI Pamekasan menggelar Silaturahmi Dialogis dan Buka Bersama, Selasa (19/4/2022).

Sebelum lahir kesepakatan tersebut, PWI Pamekasan melaksanakan diskusi mendalam dan presentasi tentang awarding inovasi desa kepada Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam yang didampingi Sekda Pamekasan beserta rombongan.

Syamsul Arifin, Wakil Ketua 1 PWI Pamekasan sebagai presentator menjelaskan bahwa implementasi penggunaan dana desa tahun 2022, 20 persen harus dialokasikan untuk sektor ketahanan pangan dan hewani.

“Beragamnya kebijakan desa dalam implementasi 20npersen DD untuk sektor ketahanan pangan dan hewani sangat beragam. Ketauladanan dalam melakukan inovasi dari masing-masing desa, penting digali mana yang paling baik dan sustainable sehingga bisa menjadi inspirasi bagi desa lainnya,” ucap pria yang kerap disapa Coel.

Terhadap hasil diskusi tersebut, Bupati Pamekasan menyambut baik kompetisi inovasi desa dalam pemanfaatan 20 persen DD untuk sektor ketahanan pangan dan hewani.

“Kami sepakat ini menjadi agenda yang harus segera dilaksanakan bersama-sama dengan PWI,” ucap Baddrut Tamam usai presentasi.

Waktu Pelaksanaan

Tahapan pelaksanaan Awarding Inovasi Desa 2022 dijadwalkan dimulai pada 15 April hingga 30 Oktober mendatang.

Sementara, pemenang Awarding Inovasi Desa 2022 akan diumumkan pada Resepsi Hari Jadi (Harjad) ke-491 Kabupaten Pamekasan pada 3 November mendatang. (Zainol/Arif)

Tak Ditahan, Tiga Tersangka Penyelundupan 17 Ton Pupuk Subsidi Wajib Lapor

0

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang, Madura, Jawa Timur, menyatakan tiga orang tersangka kasus penyelundupan 17 ton pupuk subsidi ilegal dikenakan wajib lapor seminggu dua kali usai diperiksa penyidik setelah dilakukan penangkapan pada Selasa (12/4/2022) lalu.

“Kami wajibkan Senin dan Kamis untuk wajib lapor sampai tahap II,” ucap Kanit I Pidana Umum Satreskrim Polres Sampang Ipda Rendra Hermasyah kepada wartawan, Selasa (19/4/2022) siang.

Ia mengatakan, ketiga tersangka itu tidak dilakukan penahanan dan dikenakan wajib lapor lantaran ancaman hukuman pidananya hanya dua tahun penjara.

Mereka dikenakan Pasal 6 ayat 1 huruf (b) junto Pasal 1 ke 3 huruf (e) Undang-undang Darurat Nomor 7 Tahun 1995 tentang pengusutan, penuntutan, dan peradilan tindak pidana ekonomi subsider Pasal 21 junto Pasal 30 Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.

Kata Rendra, alasan lain tiga tersangka dikenakan wajib lapor dikarenakan ada penanggungjawab dari Kepala Desa Ketapang Laok dan Kepala Desa Ketapang Timur.

“Tapi status ketiganya tetap menjadi tersangka dan tidak ada perubahan,” tegasnya.

Penyidik, lanjut dia, masih melakukan pendalaman terkait kasus itu. Selama wajib lapor, ketiga tersangka sangat mungkin untuk kembali diperiksa jika penyidik masih membutuhkan keterangan.

“Kita juga memanggil untuk memintai keterangan saksi ahli dalam kasus ini seperti Dinas Perdagangan Kabupaten Sampang dan Pamekasan sampai nanti ke Dinas Pertanian,” tuturnya.

“Tunggu saja sampai proses penyidikan ini tuntas,” imbuhnya.

Ketiga tersangka tersebut adalah Mat Sari (51), warga Dusun Gilin Laok, Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Sampang, dan Muhlis Putra (29), warga Dusun Gujing, Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang. Sampang. Mereka sebagai sopir.

Kemudian, satu orang sebagai kernet yaitu Hidayat (21), warga Dusun Gujing, Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang.

Sebelumnya, polisi menggagalkan pengiriman 17 ton pupuk subsidi ilegal yang diduga hendak diselundupkan ke luar Pulau Madura.

Penangkapan ini dilakukan di dua tempat berbeda yakni di Pamekasan dan di Jalan Raya Banyuates, Kabupaten Sampang, Selasa (12/4/2022) pukul 20.30 WIB.

Kapolres Sampang AKBP Arman dalam konferensi pers menegaskan, 17 ton pupuk subsidi ini meliputi 180 karung pupuk jenis ZA dan 160 karung pupuk jenis Nitrogen Phosphate Kalium (NPK) / Phonska.

Karung bertuliskan pupuk subsidi pemerintah itu diduga hendak dijual secara ilegal diluar Kabupaten Sampang.

“Dari praktek ilegal ini motif para tersangka mengambil keuntungan diatas harga subsidi sesuai harga eceran tertinggi (HET),” kata Arman.

Perwira dua melati emas di pundaknya itu berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut dan terus mendalami siapa peran dibalik penyelundupan pupuk subsidi di Kabupaten Sampang, mengingat sopir diketahui hanya pengantar untuk dijual ke luar jawa.

“Pengakuan sopir baru sekali ini, tapi masih kita dalami terus siapa yang terlibat nanti,” tegas dia. (Ryan/Zainol)

Tiga Resep Hidup Bahagia ala Bupati Pamekasan: Orang yang Bersyukur Tak Akan Bicara Kotor

Pamekasan, (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam memberikan tiga resep hidup bahagia ala dirinya.

Hal itu ia ungkapkan saat bertemu dengan seluruh anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Pamekasan.

Pertemuan tersebut digelar di salah satu rumah makan di wilayah itu, tepatnya usai PWI Pamekasan menggelar Silaturahmi Dialogis dan Buka Bersama, Selasa (19/4/2022).

“Kunci hidup bahagia itu sebenarnya ada tiga,” kata Mas Tamam sapaan akrab Bupati Pamekasan.

Pertama, orang yang hidupnya merasa tenang dan bahagia adalah orang selalu bersyukur.

Kalau kita selalu bersyukur insya Allah tidak akan berkata kotor dan otomatis selalu berbuat baik,” tuturnya.

Kedua, adalah orang yang mempunyai sifat baik kepada sesama. Sifat mulia terhadap sesama adalah resep hidup bahagia ketiga yang disampaikan Mas Tamam di hadapan anggota PWI Pamekasan.

“Dengan memiliki tiga unsur sifat ini, maka akan sempurna seseorang di hadapan Allah,” ucap Mas Tamam.

Selain itu, tambah Mas Tamam, orang yang bahagia itu akan lebih produktif dan inovatif.

“Tujuannya, tiada lain untuk memberikan sentuhan yang baik kepada orang disekitarnya,” pungkas Mas Tamam.

Pantauan di lokasi, Mas Tamam datang bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Totok Hartono dan sejumlah pejabat penting lainnya saat datang memenuhi undangan PWI Cabang Pamekasan. (Zainol/Arif)

Hari Terakhir Kegiatan Safari Ramadan, Bupati Pamekasan Ingatkan Lima Program Prioritas

0

Pamekasan, (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyambangi 13 kecamatan selama bulan Ramadan 1443 Hijriah. Dimulai dari Kecamatan Batumarmar hingga berakhir di Kecamatan Pamekasan.

Kegiatan ini bertajuk Safari Ramadan. Mempererat tali silaturrahmi tujuan utama bupati. Bersilaturrahmi dengan ulama, tokoh masyarakat, hingga bisa menyapa langsung warga di masing-masing daerah.

Pada, Selasa (19/4/2022) sore, rangkaian Safari Ramadan bupati memasuki hari terakhir. Digelar di dua kecamatan sekaligus. Yakni, Kecamatam Tlanakan dan Kecamatan Pamekasan.

Sebelumnya, Bupati Baddrut Tamam juga hadir langsung di kecamatan lain. Seperti di Kecamatan Batumarmar, Pasean, Waru, Pegantenan, Pakong, Palengaan, Proppo, Pademawu, Galis, Kadur, Larangan, Tlanakan, dan Kecamatan Pamekasan.

Dalam setiap kunjungan, bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut menyampaikan lima program prioritas selama kepemimpinannya yang telah berjalan dan dinikmati masyarakat. Mulai pendidikan, ekonomi, kesehatan, infrastruktur, dan reformasi birokrasi.

“Makanya, program ini kita sukseskan bersama-sama. Seperti program wirausaha baru (WUB), karena seluruh masyarakat berhak menerima program tersebut,” katanya, Selasa (19/4/2022).

Dia berujar, strategi program WUB pemerintah daerah memberikan pelatihan gratis kepada masyarakat, bantuan alat produksi, bantuan modal dengan bunga nol persen, hingga fasilitasi pemasaran mulai online hingga offline guna mendorong pertumbuhan ekonomi dari bawah.

“Ada program beasiswa santri yang berjalan mulai tahun 2020, program beasiswa kedokteran, fasilitasi menjadi polisi, dan lain-lain. Semangatnya adalah orang biasa menjadi orang luar biasa. Burung emprit bisa jadi burung garuda,” tandasnya.

Selain itu, tambah dia, di bidang kesehatan dengan memberikan mobil sigap kepada seluruh desa dan pelayanan Pamekasan Call Care (PCC) untuk memberikan kemudahan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Termasuk pembangunan infrastruktur yang telah berjalan.

Dia meminta masyarakat berpartisipasi memanfaatkan program itu untuk lebih suksesnya rencana yang telah dirancang bersama. Karena tugas pemerintah membangun kesejahteraan dan ekonomi berkeadilan, TNI/Polri menjaga stabilitas dan keamanan, serta para alim ulama membimbing masyarakat agar memiliki iman dan akhlak yang baik.

“Di bidang reformasi birokrasi, bahwa rencana yang bagus itu tanpa didukung oleh mental yang bagus akan sulit dilaksanakan. Mental yang bagus harus dimulai dari pemimpinnya yang bagus, abdina (saya, red) sebagai bupati sampai sekarang masih berkomitmen jabatan hanya alat perjuangan dan pengabdian,” pungkasnya. (Zainol/Arif)

Penghargaan Kategori Pojok Baca Digital Diraih Pemkab Pamekasan, Mas Tamam Ucapkan Terima Kasih

Pamekasan, (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam mengaku bangga sekaligus mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat tahun ini.

Penghargaan yang berhasil disabet Pemkab Pamekasan tersebut adalah kategori Pojok Baca Digital atau Pocadi, dari Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Baddrut Tamam di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (17/4/2022).

“Terima kasih kepada Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atas penghargaan pojok baca digital untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Pamekasan,” kata Baddrut Tamam usai acara.

Menjadi istimewa bagi Bupati Pamekasan karena pemberian penhargaan disaksikan langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur atas bimbingan dan arahannya,” ucapnya.

Mantan anggota DPRD Jawa Timur itu menyebut raihan membanggakan itu tidak lepas dari kerja keras dan inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Pamekasan dalam mempermudah pembaca mengakses sumber bacaan untuk mendorong cita-cita Bupati Baddrut Tamam sebagai kabupaten literasi tahun 2022.

“Pojok baca digital ini diharapkan semakin meningkatkan semangat gerakan literasi di Pamekasan. Perpustakaan adalah gudang ilmu dan peradaban, sedang membaca adalah satu-satunya cara untuk memasuki dan memahami peradaban itu,” tandasnya.

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut menyampaikan, membaca akan membuka cakrawala berpikir seseorang, mendapat ilmu pengetahuan baru, serta mengubah pradigma konvensional menuju pradigma yang lebih produktif.

“Betapa pentingnya membaca buku hingga Joseph Brodsky berkata ada kejahatan yang lebih kejam dari pada membakar buku, salah satunya tidak membacanya,” pungkasnya.

Penganugerahan dengan tema “Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat Untuk Kesejahteraan” tersebut dihadiri oleh Bupati Trenggalek, Bupati Gresik, Bupati Jember, Bupati Tuban, Bupati Probolinggo, Bupati Lamongan, Bupati Sampang, Bupati Nganjuk, Bupati Madiun, Wali Kota Batu, Wali Kota Mojokerto, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, dan Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur.

“Mudah-mudahan pengharaan ini menjadi pelecut bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi,” ujar Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Pamekasan, Prama Jaya. (Zainol/Arif)

Belasan Bangkai Sapi Mengambang di Perairan Camplong

0

Sampang, (Media Madura) – Warga Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, dikejutkan dengan penemuan bangkai belasan ekor sapi yang mengambang di perairan laut Camplong, Kamis (14/4/2022) siang.

Penemuan sapi-sapi yang mati itu pertama kali ditemukan warga sekitar hingga videonya viral di media sosial. Peristiwa tersebut kini sudah dilaporkan ke Polsek Camplong.

“Banyak mas, di perairan Dusun Lengser ini sampek 16 ekor sapi yang mati dan ngambang disini,” ucap Syaifullah warga Camplong.

Warga menduga, sapi-sapi meninggal dan mengambang ini dimungkinkan karena terjadi insiden kapal tenggelam di tengah perairan laut saat mengangkut menuju luar Madura.

Kapolsek Camplong AKP Budi Nugroho saat dikonfirmasi menuturkan, belum tahu pasti asal usul dan penyebab kematian belasan ekor sapi itu. Hingga kini pihaknya masih menyelidiki atas penemuan tersebut.

“Masih kita cari tahu dan diselidiki nanti kita kabari,” singkatnya. (Ryan/Zainol)

Dewan Uji Tera SPBU, Diskoprindag justru Kalang Kabut

Sampang, (Media Madura) – Komisi II DPRD Sampang, Kamis (14/4/2022) siang melakukan inspeksi mendadak ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.692 02 di Jalan Raya Jaksa Agung Suprapto, Kota Sampang.

Sidak ini dilakukan karena dicurigai adanya selisih takaran BBM yang dikeluarkan dari nozzle atau dispenser di SPBU tersebut.

Dalam sidak itu, rombongan Komisi II langsung melakukan uji tera ulang dari sejumlah dispenser. Namun ada kecurigaan lain, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) saat mendampingi sidak justru kalang kabut.

Diskoprindag sebagai petugas penera itu malah meninggalkan lokasi SPBU. Alasannya untuk mengambil data dokumen hasil uji tera SPBU pada tahun 2021.

“Tadi kita minta dokumen hasil tera ulang tahun lalu, guna memastikan takaran BBM sesuai atau tidak dengan hasil tera ulang yang dilakukan pengujian oleh Diskoprindag secara rutin setiap tahunnya, tapi mereka (Diskoprindag-red) Pak Sapta dan lainnya malah kabur balik ke kantornya,” ucap Alan Kaisan Anggota Komisi II DPRD Sampang.

Lucunya lagi, Diskoprindag kececeran alat uji tera yang diturunkan dari dalam mobil termasuk salah satu stafnya ditinggal di SPBU.

Berselang waktu hampir 1 jam, dinas yang berada di Jalan Diponegoro Nomor 52 A, Kelurahan Banyuanyar, itu tak kunjung tiba.

Meski begitu, Komisi II DPRD tetap melakukan uji tera dengan alat seadanya tanpa didampingi Diskoprindag. Pengujian takaran bahan bakar pun selesai.

Alan Kaisan mengatakan, dari hasil sidak di SPBU Jalan Raya Jaksa Agung Suprapto, pihaknya belum menemukan penyimpangan namun tetap dicurigai.

Menurut dia, sidak ini dilakukan bagian dari pengecekan dalam mengantisipasi terjadinya kecurangan yang dilakukan pengelola SPBU sekaligus kesiapan dalam menghadapi musim mudik Lebaran tahun 2022.

“Kami tidak ingin ada konsumen yang merasa dirugikan, maka itu selain takaran harus sesuai juga memastikan apakah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat seperti arus mudik dan balik,” kata Alan.

Dia menegaskan, DPRD akan turun langsung sidak di 17 SPBU di Kabupaten Sampang. Pihaknya juga berjanji melakukan pengecekan satu per satu terhadap kondisi mesin atau alat meteran takaran BBM.

“Kami terus pantau semua untuk mengawasi dan mengecek seluruh SPBU, jika pengelola SPBU kedapatan melanggar mengurangi takaran maka pemerintah melalui dinas terkait wajib memberikan sanksi sampai pencabutan izin operasional,” tegasnya.

Sementara itu, H Mamad Pengelola SPBU 54.692 02 di Jalan Raya Jaksa Agung Suprapto mengaku, mendukung penuh langkah DPRD Sampang dalam mengantisipasi adanya kecurangan selisih takaran BBM. Namun ia meminta agar semua SPBU turut dilakukan sidak.

“Sangat mendukung, kalau disini tidak ada permainan takaran semua sudah sesuai,” singkatnya.

Hingga kini, Diskoprindag Sampang belum berani memberikan keterangan kepada wartawan. Termasuk memberikan penjelasan ke DPRD yang telah menunggu di ruang Komisi II usai sidak.

Kabid Perdagangan Diskoprindag Sampang Sapta N Ramlan tidak merespon panggilan yang dilayangkan untuk dikonfirmasi. (Ryan/Arf)

Polisi Gagalkan Penyelundupan 17 Ton Pupuk Subsidi di Sampang

0

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang menggagalkan pengiriman 17 ton pupuk subsidi ilegal yang diduga hendak diselundupkan ke luar Pulau Madura.

Penangkapan ini dilakukan di dua tempat berbeda yakni di Pamekasan dan di Jalan Raya Banyuates, Kabupaten Sampang, Selasa (12/4/2022) pukul 20.30 WIB.

Kapolres Sampang AKBP Arman mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat tentang adanya kendaraan truk yang dicurigai membawa ratusan karung pupuk di tengah kelangkaan pupuk bersubsidi. Polisi langsung melakukan penyekatan di jalur yang akan dilewati oleh pelaku.

“Ternyata benar, setelah digeledah kami temukan dua truk membawa ratusan karung pupuk subsidi,” ucap Arman kepada wartawan di Mapolres Sampang, Rabu (13/4/2022) siang.

Dari kasus tersebut, polisi mengamankan tiga orang pelaku, diantaranya dua orang sebagai sopir dan satu kernet.

Mereka adalah Mat Sari (51), warga Dusun Gilin Laok, Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Sampang, dan Muhlis Putra (29), warga Dusun Gujing, Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang. Sampang.

Kemudian, satu orang sebagai kernet yaitu Hidayat (21), warga Dusun Gujing, Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang.

“Dua kendaraan truk berwarna hitam kuning itu bernopol A 8775 YX dan D 8953 UA,” terang Kapolres.

Setelah ditelusuri kendaraan truk nopol A tersebut milik salah satu perusahaan pemasok komponen elektronik di Kabupaten Balaraja, Provinsi Banten.

Sedangkan, kendaraan truk nopol D sebagai produsen air minum kemasan asal Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Arman menuturkan, adapun 17 ton pupuk subsidi ini meliputi 180 karung pupuk jenis ZA dan 160 karung pupuk jenis Nitrogen Phosphate Kalium (NPK) / Phonska. Karung bertuliskan pupuk subsidi pemerintah itu diduga diduga hendak dijual secara ilegal diluar Kabupaten Sampang.

“Dari praktek ilegal ini motif para tersangka mengambil keuntungan diatas harga subsidi sesuai harga eceran tertinggi (HET),” kata Arman.

Polisi masih mendalami siapa peran dibalik penyelundupan pupuk subsidi di Kabupaten Sampang, mengingat sopir diketahui hanya pengantar untuk dijual ke luar jawa.

“Pengakuan sopir baru sekali ini, tapi masih kita dalami terus siapa yang terlibat nanti,” tegas dia. (Ryan/Zainol)

Safari Ramadan di Dua Kecamatan, Bupati Pamekasan Salurkan Sejumlah Bantuan

Pamekasan, (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyalurkan sejumlah bantuan di dua kecamatan saat melakukan Safari Ramadan, Selasa (12/4/2022) kemarin.

Dua kecamatan yang didatangi Baddrut Tamam adalah Kecamatan Batumarmar dan Kecamatan Pasean.

Datang ke dua daerah yang terletak di wilayah pantai utara (Pantura) Pamekasan itu, Baddrut Tamam didampingi forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Kantor Kecamatan Batumarmar jadi tempat pertama yang dikunjungi Baddrut Tamam dan rombongan pada safari Ramadan kali ini. Selanjutnya, rombongan bertolak ke kantor Kecamatan Pasean.

Secara simbolis, bupati yang akrab disapa Mas Tamam juga menyalurkan santunan terhadap anak yatim dan kaum duafa’. Serta, bantuan untuk guru ngaji, musolla dan bantuan khusus masjid di dua kecamatan tersebut.

Buka puasa bersama ulama, tokoh dan masyarakat sekitar juga dilakukan Mas Tamam saat safari Ramadan.

“Alhamdulillah kita bisa bertemu di bulan ramadan ini dalam keadaan sehat wal afiat,” kata bupati saat memberikan sambutan dalam safari ramadan tersebut.

Dia berharap, acara silaturrahim itu dapat mempererat tali persaudaraan antara bupati serta pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan dengan masyarakat akar rumput hingga kelak di hari kemudian.

“Mudah-mudahan kita semua bisa masuk dalam surganya Allah SWT dan mendapat syafaat dari nabi Muhammad SAW,” harapnya.

Tokoh Nahdlatul Ulama ini menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Pamekasan atas beberapa hal yang tidak berkenan, baik ucapan maupun tindakan, karena sebagai manusia biasa dipastikan tidak akan lepas dari salah maupun lupa.

Dia berharap, masyarakat dapat berpartisipasi atas segala program yang telah dicanangkan pemerintah daerah. Karena program itu seluruhnya untuk kepentingan masyarakat, seperti beasiswa santri, beasiswa kedokteran, pembangunan infrastruktur, termasuk realisasi bantuan untuk guru ngaji, musolla dan masjid.

“Karena berkat dukungan dari ajunan semua, program ini dapat terlaksana, dan ini bukan hanya amal soleh bupati, tetapi amal soleh bapak/ibu semua dan masyarakat Pamekasan. Sebab, saya jadi bupati karena dipilih oleh ajunan,” tandasnya.

Bupati meminta masyarakat yang ingin memanfaatkan program pemkab dimaksud dapat mengajukan diri kepada kepala desa, dan camat setempat agar terfasilitasi dengan baik.

“Di bulan ramadan ini, mudah-mudahan solat kita, taraweh kita, ngaji kita diterima oleh Allah SWT. Dan yang terakhir, khawatir kita tidak sempat komunikasi lagi sampai lebaran, atas nama Pemkab Pamekasan menyampaikan mohon maaf lahir dan batin,” pungkasnya. (Zainol/Arif)

Mas Tamam Punya Tiga ‘Jurus Jitu’ Agar Wisatawan Mau Datang ke Pamekasan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam mengaku sedang berikhtiar agar daerahnya semakin diminati wisatawan dari luar daerah.

Pihaknya menginginkan, ketika menyebut nama Pamekasan, respon yang muncul dari orang-orang tidak lagi negatif.

Mas Tamam sapaan akrabnya menilai, wisatawan yang enggan datang ke bumi Gerbang Salam, lantaran Pamekasan masih dikenal daerah rawan ‘carok’.

Budaya macam itu yang membuat Pamekasan kurang elok di mata masyarakat luar. Sehingga, ketika menyinggung Pamekasan kesannya selalu negatif.

Sejatinya, Pamekasan tak seseram yang dibayangkan. Menurutnya, ada beberapa daya tarik dan keistimewaan yang orang tidak banyak tahu tentang Pamekasan sebenarnya.

Ikhtiar tersebut dilakukan Mas Tamam, guna menghapus top of mind (pikiran) negatif menjadi top of mind positif masyarakat luar tentang Pamekasan.

Bahkan, Mas Tamam memastikan Pamekasan sangat layak untuk dijadikan jujukan para wisatawan dari luar daerah.

Karena itu, Mas Tamam menyiapkan tiga isu utama yang sengaja diciptakan untuk memikat hati wisatawan luar agar mau datang ke Pamekasan.

Ketiga isu tersebut diyakini bakal menjadi ‘jurus jitu’ Mas Tamam dalam ikhtiarnya ke depan. Yakni, isu kesehatan, kedua pangan, dan ketiga isu hiburan.

Namun, Mas Tamam memastikan ketiga isu tersebut tidak akan berjalan mulus apabila tidak adanya dukungan dari setiap elemen masyarakat.

“Kita harus bergandengan tangan untuk membangun kesan pertama ketika orang mendengar nama Kabupaten Pamekasan,” katanya.

Mas Tamam berikhtiar membawa Pamekasan bisa bersaing dengan kabupaten/kota maju lain di Indonesia. Mas Tamam mencontohkan Banyuwangi.

Banyuwangi saat ini menjadi kabupaten maju di Jawa Timur, lantaran menjadi jujugan wisatawan. Banyuwangi dulu tak.semaju sekarang. Bahkan, memiliki top of mind tidak baik dari masyarakat luar.

Mas Tamam menjelaskan, tugas besar yang harus dilakukan bersama-sama saat ini adalah mengubah top off mind positif tentang Pamekasan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dengan mempromosikan potensi yang ada, seperti potensi wisata, dan potensi lainnya.

“Kira-kira ketika orang menyebut kabupaten ini di luar kesannya apa? Kalau kesannya tidak menyenangkan jangan bermimpi orang akan banyak datang ke kabupaten ini,” tegasnya.

Mantan anggota DPRD Jawa Timur ini menambahkan, terkait ketiga isu tersebut harus menjadi perhatian bersama agar orang memiliki rasa penasaran untuk datang ke Pamekasan.

“Orang datang mau liburan, ingin bertamasya dengan keluarganya. Banyuwangi dalam tujuh tahun terakhir mampu mengubah top off mind itu, orang mau datang ke Banyuwangi sampai pemerintah pusat membangun bandara internasional di sana,” tandasnya.

Mas Tamam mengaku, lompatan luar biasa yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi didukung oleh semua lapisan masyarakatnya, bergandengan tangan memajukan daerahnya. 

“Saya berkomitmen untuk itu, dan kita semua perlu bergandengan tangan untuk itu semua. Karena yang akan bahagia bukan saya, tetapi semua elemen masyarakat, dan dalam konteks ini tidak ada menang dan kalah, semuanya menang,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, langkah tersebut harus dilakukan bersama-sama untuk menyiapkan atmosfer positif untuk generasi Pamekasan di masa yang akan datang. Karena generasi itulah yang akan menjadi penerus perjuangan saat ini.

“Makanya saya mengajak kepada kita semua, ayo bergandengan tangan semua, ormas juga, tidak ada ormas yang nomor dua, semua ormas nomor satu,” tandasnya.

Mantan aktivis PMII ini memungkasi, etos kerja keras, tidak tidak mudah patah semangat yang dimiliki masyarakat Madura dan Pamekasan secara khusus perlu didorong untuk membangun atmosfer positif tersebut demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. (Zainol/Arif)