Beranda blog Halaman 126

Mobil Pemudik Terbakar di Torjun, 9 Penumpang Selamat

0

Sampang, (Media Madura) – Sebuah mobil minibus hangus terbakar hebat saat melaju di Jalan Raya Torjun, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Jumat (29/4/2022) siang.

Mobil jenis Suzuki Carry itu ditumpangi 9 orang pemudik asal Surabaya dengan tujuan Kedungdung, Sampang. Diduga penyebab kebakaran karena korsleting listrik sehingga membuat komponen kabel terbakar.

Beruntung tidak ada korban jiwa karena penumpang berhasil keluar dari mobil sebelum percikan api menyambar ke seluruh body mobil.

“Awalnya dari arah barat mobil sudah tidak stabil dan berusaha berhenti disini untuk memeriksa kondisi mobil, kalau penumpang sudah diturunkan,” ucap Soni (50) sopir Carry bernopol L 1820 QL itu.

Setelah diperiksa, ada percikan api pada komponen kabel otomatis bensin. Karena itu api dengan cepat menyambar mobil dan api semakin membesar.

Kejadian tersebut membuat arus lalu lintas terganggu karena pengguna jalan tak berani melintas saat melihat kobaran api membakar mobil.

Kapolsek Torjun AKP Heriyanto menerima informasi warga dan pengguna jalan atas peristiwa mobil terbakar. Seketika pihaknya langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam untuk memadamkan kobaran api.

“Alhamdulillah sekerang sudah berhasil padam, untuk 9 penumpang dan 1sopir selamat,” singkatnya. (Ryan/Zainol)

Digitalisasi Pendidikan : Belajar atau Pornografi?

0

Oleh : Hidayatus Sibyan

Digitalisasi pendidikan adalah sebuah konsekuensi yang logis dari sebuah perubahan dari zaman ke zaman ( 2020). Tidak dapat di prediksi begitu cepat digitalisasi pendidikan yang harus diterima, realitas yang terjadi pesatnya perkembangan teknologi di Indonesia utamanya dapat mempengaruhi anak didik pada pertumbuhannya, bermain, berinteraksi dan belajar.

Pada era revolusi industri 4.0 bertepabatan abat ke 21 teknologi tumbuh dengan platform digitalisasi seperti YouTube, Twitter, Facebook, dan Instagram. Dikutip dalam hasil penelitian bahwa anak berusia 2 tahun sudah mampu menggunakan Handphone dan tablet sebelum mereka bisa berbicara, dalam Studi bahkan 40% anak usia 2 sampai 4 tahun sudah bisa menggunakan ponsel pintar, iPad, iPod atau sejenisnya (Graafland, 2018).(Anggraini dan Maulidya 2020)

Digitalisasi merupakan hal yang harus dilaksanakan dalam dunia pendidikan sebab perkemangan teknologi tidak dapat dicegah di masayarakat apalagi didunia pendidikan yang semakin modern dalam proses pembelajaranya maka harus meningkatkan system pelayanan pendidikan baik dalam system kurikulum pembelajaran dan kulturnya dengan ini digitalisasi pendidikan harus segera direalisasikan serta diterima oleh semua pihak mau tidak mau maka pihak sekolah harus menerimanya perubahan dalam pembelajatan digitalisasi pendidikan dengan ini lembaga pendidikan harus mempersiapkan system yang akan dilaksanakan dalam perubahan pembelajaran dalam berbasis Teknologi sesuai dengan Kurikulum 2013.

Pada masa pandemi covid19 telah memaksakan para guru, siswa dan pengelola sekolah serta wali siswa untuk mencicipi dari pendidikan yang berbasis teknologi digital. Denga hasil sudah bisa diprediksi, bahwa hampir semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan mengeluh kesulitan dengan sistem baru berbasis teknologi digital yang sifatnya darurat pandemi, maka dengan adanya pandemi berlangsung dua tahun yang silam pendidikan di fokuskan belajar dirumah dengan berbasis digitalisasi seperti Zoom meeting, google meet, WA grup dan lain-lainya. Program belajar dari rumah merupakan keputusan pemerintah memberikan solusi pendidikan pada masa pandemi berlangsung dengan adanya penggunaan teknologi digital sebagai alternatif pendidikan untuk mengatasi terhambatnya pendidikan akibat dari pembatasan kegiatan berkerumun atau berkumpul.(Wulandari, Santoso, dan Ardianti 2021)

Peran penting teknologi informasi dalam pendidikan sangat membantu siswa dalam belajar dan juga mempunyai peran penting pada tenaga pendidik atau guru dalam melaksanakan proses mengajar untuk meningkatkan kualiatas belajar mengajar dalam menggunakan media teknologi pendidikan dan dapat memilih teknologi infirmasi dalam pendidikan yang tepat dan manfaat di gunakan dalam pendidikan (Saputra dkk. 2021), pada masa new kehidupan pandemi pendidikan sudah mulai penerapanya tatap muka disekolah maka kebutuhan teklonogi pendidikan masih kurang dimaksimalkan untuk proses belajar siswa dan mengajar para guru disekolah.

Mengingat pada waktu pandemi berlangsung bahwa semua siswa, belajar dengan mengunakan digitalisasi yaitu Handphone yang Android maka pada masa berakhir pandemic sekoilah sudah melaksanakan tatap muka, keberhasilan siswa dalam pengetahuan teknologi dan diperbolehkan pegang handphone android oleh guru dan walis siswa maka hal ini yang menjadi dampak buruk pada siswa dalam pendidikanya terutama dalam pemikiran dan pemahaman yang ada sebab kecanggihan teknologi digitalisasi adanya handphone android semua dapat diakses dengan adanya pengetahuan visul secara langsung digitalisasi modern ini yang memberikan kebenaran dan keyakinan dalam pandangan dan pemahaman siswa menerima informasi yang ada dengan ini menelanjangi, mengotori dan mencuci otak anak didik yang selama ini menyatakan kebenaran itu ada pada seorang guru dan disekolah.

Kalau dilihat dari dampak kemajuan teknologi dan digitalisasi pendidikan sangat miris sekali karena banyak kasus di sekolah dasar yang belum pernah di ungkap dan terungkap sebab kasus siswa sekolah dasar sangat runyam dengan adanya digitalisasi pendidikan yang kurang di perhatikan dan tidak diberi batas pemakaianya karena kasus yang terjadi diberbagai siswa sekolah dasar antaranya adalah,
1. Kata-kata kotor yang mengandung fornograsi pada siswa dasar dan lingkungan anak didik.
2. Kenakalan siswa SD/MI melakukan pelecehan seksual pada siswa yang lain seperti mencium, memegang kemaluanya dan memeluknya.
3. Melaksanakan hubungan seksual antara siswa dan siswi Sekolah dasar, hal ini pernah terjadi di SDN lingkungan pamekasan kota.
4. Adanya seorang Guru melaksanakan pelecehan seksual pada siswi SD, hal ini disebabkan sering nonton film di youtube.

Dengan adanya kasus yang telah terjadi diberbagai lembaga pendidikan dasar maka dampak digitalisasi yang tidak terbatas atau tidak dibatasi oleh sekolah dan orang tua siswa maka literasi yang didapat oleh anak didik atau siswa mempunyai pemikiran dan melakukan tindakan pornografi diantaranya yaitu :
1. Membuka dan mengakses internet di handphone dengan tidak sengaja muncul video atau gambar pornografi lalu mencoba diakses.
2. Menerima dan membuka kiriman pesan gambar, video pornografi dan di media sosial
3. Mencoba-coba mengakses konten pornografi dengan rasa penasaranya
4. Pergaulan dengan temen yang lain yang suka membuka atau melihat konten pornografi
5. Lemahnya perhatian dan pengawasan orang tua
Dengan hal di atas maka akan merusak jiwa dan mental anak didik atau siswa serta dilingkunganya seperti merusak otaknya, tercuci otaknya, kecanduan konten porno, komunikasinya sudah tidak terarah, dan melakukan kekerasan seksual serta kejahatan.

Dalam hal ini sudah banyak terjadi dikota-kota besar di Indonesia maka perlulah filter dan penagwasan yang harus dilakukan atau ditekankan pada anak didik baik disekolah maupun di rumah supaya tidak terbawa oleh arus digitalisasi yang tidak bermanfaat pada kehidupanya baik dipendidikan maupun dilingkungan masyarakat.


Pada dasarnya penggunaan Internet memungkinkan seluruh penggunanya mendapatkan segala informasi yang diinginkannya. Baik untuk memperoleh pengetahuan, informasi, atau keterampilan baru. Internet juga dapat membuat komunikasi dengan teman dan keluarga yang jauh maupun dekat lebih cepat dan efisien. Peluang tersebut membuat manusia membutuhkan bahkan semakin ketergantungan pada teknologi dan internet di setiap waktu, bukan hanya untuk orang dewasa, namun juga untuk para orang tua akan tetapi dampak yang tidak bisa terhindari penyalahgunaan internel atau gadget pada anak yang masih usia dini atau sekolah dasar menjadikan kerusakan pada jiwa dan moralnya.

Kesimpulanya bahwa adanya digitalisasi pendidikan pada masa pandemi Covid-19 sangat bermanfaat pada belajar dan mengajar ke efektifan siswa dan guru dalam memberikan materi pelajaran serta sangat dituntut untuk menggunakan digitalisasi pendidikan disekolah, mau atau tidak mau harus mampu melaksanakan perubahan dalam kurikulum pendidikan berbasis TIK, akan tetapi pada masa pandemic sudah akn berakhir sekolah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka atau luring maka digitalisasi yang telah diperoleh oleh siswa dari masa pandemi masih dimanfaatkan untuk bermain bukan lagi untuk pembelajaran dari kesempatan ini siswa bisa mengakses konten yang pornografi dengan berbagai macam foto dan video yang ada.

Oleh karena itu maka harus memberikan batasan atau aturan bagi lembaga sekolah dalam pemakainya gadget atau brosing internet, bisa juag seorang wali dengan melaksanakan pengawsan pada anak memberika aturan tersendiri dalam pemakain gadget sehari-harinya karena kalau tidak dikikat dengan aturan maka tidak akan terhindari kerusakan yang akan terjadi pada generasi bangsa ini.

*) Penulis adalah Guru di SMP Mambaul Ulum Pegantenan, Kabupaten Pamekasan.

Pustaka ;
Anggraini, Trinita, dan Erine Nur Maulidya. 2020. “Dampak Paparan Pornografi Pada Anak Usia Dini.” Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini 3 (1): 45–55.
Digitalisasi Pendidikan, Dampak, dan Infrastruktur Penunjangnya.” 2020. 3 Juli 2020.
Saputra, Dani Nur, Jumadi, Abdul Kholil, Susanti Faipri Selegi, Murjainah, Agus, Agung Setia, Kelly Sinaga, dan Ahmad Farisi. 2021. Landasan Pendidikan. Media Sains Indonesia.
Wulandari, Rizky, Santoso Santoso, dan Sekar Dwi Ardianti. 2021.
Tantangan Digitalisasi Pendidikan bagi Orang Tua dan Anak Di Tengah Pandemi Covid-19 di Desa Bendanpete.” EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN 3 (6): 3839–51.

Bikin Dokumen Kependudukan di Pamekasan Nggak Ribet Lagi, LANTOR Solusinya

Pamekasan, (Media Madura) – Kerap mengeluhkan pembuatan dokumen kependudukan yang amat ribet. Karena harus antre dan semacamnya. Kini, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, punya solusinya.

Melalui Program LANTOR (Layanan Ta’ Usa Toron Dheri Motor) yang diluncurkan oleh Bupati Baddrut Tamam belum lama ini, Anda tidak perlu lagi ribet dalam mengurus dan membuat dokumen kependudukan seperti KTP, KK, dan dokumen lainnya.

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam ini mengatakan, manfaat program LANTOR ini, masyarakat yang hendak membuat dokumen kependudukan tidak perlu turun dari mobil dan motor. Karena sudah ada petugas yang menunggu.

“Jadi cuma tinggal menyetorkan berkas dan dokumen kepada petugas,” katanya kepada media di Pamekasan, Senin (25/4/2022).

Dijelaskan, pemohon yang sudah menyetor berkas ke petugas disarankan menunggu sebentar. Menurutnya, program LANTOR, melayani pembuatan KTP, KK, dan Akta Kelahiran yang rusak dan hilang.

“Langsung jadi KTP dan KK yang baru,” ujar mantan anggota DPRD Jawa Timur itu.

Kemudahan lain dari program LANTOR ini, pemohon tidak perlu membawa surat pengantar RT/RW. Jika KTP rusak, KTP-nya yang dibawa. Namun, khusus dokumen yang hilang, cukup membawa surat keterangan hilang dari Kepolisian.

“Jadi dengan program ini, kita ngurus surat kependudukan simple, tidak banyak persyaratan,” tutur Mas Tamam.

Menurut Mas Tamam, program LANTOR bisa Anda kunjungi langsung di Mall Pelayanan Publik, Islamic Center Pamekasan, yang berlokasi di Jalan Panglegur.

Mas Tamam mengapresiasi program inovasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) setempat ini, karena dinilai relevan dengan perkembangan teknologi saat ini, yang serba digital.

“Pelayanan publik terhadap masyarakat di era digital ini perlu kiranya terus dilakukan seiring adanya pembaharuan inovasi dan terobosan baru,” ucapnya.

Mas Tamam berharap, program LANTOR betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Gerbang Salam. Utamanya, masyarakat yang akan mengurus dokumen kependudukan.

“Tujuannya, untuk mempercepat pembangunan SDA dan SDM, sehingga roda pemerintahan dapat berjalan secara stabil dan cepat,” tandas Mas Tamam. (Zainol/Arif)

Kompak, Bupati Pamekasan dan Istri Nyoblos di TPS 9 Desa Larangan Tokol

Pamekasan, (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam melakukan pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS) 9 Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Sabtu (23/4/2022).

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam itu kompak datang bersama sang istri, Nayla Hasanah Baddrut Tamam yang juga menyalurkan hak pilihnya di Pilkades 2022.

Diketahui, ada enam desa di Kecamatan Tlanakan tengah menggelar Pilkades serentak tahun ini yakni: Desa Larangan Tokol, Larangan Slampar, Ceguk, Tlesah, Gugul, dan Desa Bandaran.

Begitu datang ke TPS, Mas Tamam bersama istri lantas mendaftarkan diri. Setelah mendapat nomor urut, keduanya masuk ke bilik suara.

Saat datang, TPS masih sepi sehingga keluarga Mas Tamam tidak perlu mengantre.

Momentum tersebut ia manfaatkan untuk menyapa para tetangganya.

“Saya menjadikan jabatan ini bukan tujuan, hanya (sebagai) alat saja. Karena sebagai alat, siapapun yang terpilih juga harus berpikir jabatan ini alat bukan tujuan,” kata Mas Tamam, Sabtu (23/4/2022).

Artinya, menurut Mas Tamam, kepala desa yang terpilih nantinya jangan membanggakan diri apalagi menyombongkan diri di depan masyarakat.

“Kepala desa yang terpilih harus siap menjadi pelayan yang baik untuk masyarakatnya nanti,” tuturnya.

Sebelum datang ke TPS 9, Mas Tamam juga mengunjungi beberapa TPS di lokasi berbeda guna memastikan pelaksanaan lancar. Selain itu, memantau penerapan protokol kesehatan di tiap-tiap TPS yang ada.

“Alhamdulillah tiga target Pilkades sudah tercapai, sukses pelaksanaan, sukses protokol kesehatan, dan sukses keamanan,” pungkas Mas Tamam.

Untuk diketahui, Pilkades serentak 2022 digelar di 74 desa di 13 kecamatan Kabupaten Pamekasan. (Zainol/Arif)

Nyolong Beras di Pasar Sampang, Pria Ini Pasrah Diciduk Polisi

0

Sampang, (Media Madura) – Petugas Kepolisian Resor Sampang, menangkap seorang pria yang diduga mencuri beras di sebuah toko Pasar Srimangunan, Kota Sampang, Sabtu (23/4/2022) siang.

Pelaku diketahui bernama Sarep (45) warga Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang.

Aksi pelaku terbilang nekat, ia mencuri beras milik pedagang di dalam toko dengan memanfaatkan situasi padatnya pengunjung pasar menjelang lebaran.

“Pria itu langsung bopong ngambil beras karungan satu pak, ketahuan sama pemiliknya,” ucap Nurul salah satu pengunjung pasar.

Awalnya, banyak warga merasa iba atas aksi pelaku karena mencuri beras. Raut wajahnya pun terlihat begitu pasrah saat digelandang petugas Satpam untuk diserahkan ke polisi.

Namun tak disangka, pelaku ternyata kerap kali melakukan aksi pencurian barang milik warga Kota Sampang. Terakhir, dia mencuri ayam di Jalan Teratai, Kelurahan Dalpenang.

“Nyolong biasanya bareng istrinya pak, tapi tadi waktu di pasar dia sendirian, jadi sudah terbiasa,” terangnya.

Salah satu polisi berpakaian preman yang mengamankan pelaku menerangkan, saat ini pria tersebut sudah dibawa untuk diperiksa di Mapolres Sampang. Dirinya juga membenarkan identitas pelaku. (Ryan/Zainol)

Besok Pilkades Serentak di Pamekasan, Mas Tamam Ingatkan Bahaya Hoax

Pamekasan, (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam mengingatkan bahaya berita hoax jelang pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di wilayah itu.

Demokrasi tingkat desa di bumi Gerbang Salam digelar di 74 desa di 13 kecamatan. Pelaksanaan Pilkades dipastikan pada 23 April, besok.

“Hindari hoax dan selalu memberi sumbangsih positif untuk kelancaran Pilkades di daerah kita masing-masing,” kata Mas Tamam sapaan akrab Bupati Pamekasan, Jumat (22/4/2022).

Bahkan, Mas Tamam sampai mengumpulkan seluruh wartawan di Pamekasan. Mereka diajak untuk menciptakan dan menyajikan informasi yang baik dan benar, terkait pelaksanaan Pilkades tahun ini.

Pemanggilan terhadap para wartawan yang tergabung di sejumlah organisasi wartawan dilakukan jelang atau H-2 Pilkades, bertempat di Mandhapa Agung Ronggosukowati, Kamis (21/4/2022).

“Ayo ciptakan Pilkades damai, jangan kotori pesta rakyat ini dengan ketidaknyamanan,” tuturnya.

Menurutnya, semangat perdamaian harus lebih ditingkatkan. Pamekasan diharapkan menjadi contoh baik pelaksanaan Pilkades.

“Boleh kita beda pilihan, tapi jangan sampai terjadi carok,” harap mantan anggota DPRD Jawa Timur ini.

Mas Tamam juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkam video amatir yang sekiranya bikin kegaduhan di tengah masyarakat.

Diakui, biasanya ada oknum yang sengaja ingin Pilkades berkonflik, kerap melakukan praktik-praktik jahat dengan memanfaatkan platform media sosial untuk memviralkan.

“Jadi, tolong jaga kondusifitas bersama untuk menciptakan Pilkades damai,” pungkas Mas Tamam. (Zainol/Arif)

Madura United Kenalkan Pemain Baru Pertama untuk Liga 1

0

Pamekasan, (Media Madura) – Madura United mulai mengenalkan rekrutan terbarunya untuk berlaga di kompetisi Liga 1 musim depan.

Adalah mantan kiper Persiraja, Fakhrurrazi Quba yang didatangkan untuk berseragam Laskar Sape Kerrab.

Kepastian tersebut diumumkan lewat akun resmi klub @maduraunited.fc, Kamis (21/4/2022).

Fakhrurrazi Quba jadi pemain baru pertama yang dikenalkan Madura United menjelang Liga 1 musim depan.

“Resmi bagian dari perjalanan Madura United FC di musim depan, selamat datang Fakhrurrazi Quba,” tulis Madura United.

Sebelumnya, tim kebanggaan warga Pulau Garam itu sudah mengikat sejumlah pemain lamanya.

Selain memperpanjang kontrak pemain, Madura United juga memutus kontrak sejumlah pemain. Baik pemain lokal maupun asing.

Zulfiandi, Ronaldo Kwateh, Fawaid Ansori, Bayu Gatra, Slamet Nurcahyo, Fadilah Nur Rahman, Kevi Syahertian, Kadek Raditya, dan Dodi Alekvan Djin adalah pemain yang dipertahan musim depan.

Juga mempertahankan, Haris Tuharea, Feby Ramzy, Make Aldo, Fachrudin Aryanto, Hugo Gomes, Alberto Goncalves, Guntur Ariyadi, serta Novan Sasongko.

Sementara pemain yang hengkang yakni, Fadilla Akbar, Silvio Escobar, Fandri Imbiri, David Laly, Greg Nwokolo, Jaimerson Xavier, Renan Silva, Asep Berlian, Rizki Husni, M Ridwan, M. Ridho, dan Hong Jungnam.

Untuk musim mendatang, Madura United tetap dibesut pelatih lamanya, Fabio Lufendes, Claudio Lazuardi, dan Osvaldo Lessa. (Zainol/Arif)

Safari Ramadhan 1443 Hijriah Berakhir, Ini Pesan Wabup Sampang Abdullah Hidayat

Sampang, (Media Madura) – Memasuki hari ke-19 puasa, Pemerintah Kabupaten Sampang resmi menutup rangkaian kegiatan Safari Ramadhan 1443 Hijriah setelah mengunjungi sejumlah Masjid di 14 Kecamatan di Kabupaten Sampang.

Berakhirnya kegiatan Safari Ramadhan berlangsung di Masjid Akbar Al-Jihad di jalan Diponegoro, Kelurahan Banyuanyar, Kota Sampang, Kamis (21/4/2022) sore.

Wakil Bupati Sampang H Abdullah Hidayat, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim Safari Ramadhan atas dukungan dan kerja keras dalam menyukseskan kegiatan tersebut tahun ini. Ia mengatakan, kekompakan tim menjadi kunci utama yang perlu dijaga agar kegiatan serupa berjalan baik pada tahun berikutnya.

“Safari Ramadhan kali ini merupakan kegiatan terakhir, semoga kita kembali bisa menggelar Safari Ramadhan sekaligus untuk memperkuat tali silaturahmi,” ucap Haji AB sapaan akrab H Abdullah Hidayat.

Ia juga menuturkan, melalui program Safari Ramadhan ialah salah satu media penyambung silaturahmi yang dilakukan pemerintah di bulan Suci Ramadhan dengan mendatangi beberapa masjid-masjid di pelesok desa.

Bertepatan di bulan Suci Ramadhan, dirinya berharap bulan yang penuh berkah ini dapat memberi manfaat terhadap peningkatan keimanan dan ketakwaan serta kepedulian terhadap sesama dengan mengisi berbagai ibadah dan amaliyah baik wajib maupun sunnat.

“Mari kita memperbanyak ibadah dan berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala serta keberkahan di bulan suci ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sampang juga menyinggung tentang capaian program pemerintah yang dicanangkannya bersama Bupati Sampang H Slamet Junaidi, seperti bantuan sosial kepada 6.000 guru ngaji dan 200 marbot.

Semua itu tentu merupakan program prioritas pemerintah daerah setelah menampung saran dan aspirasi yang menjadi kebutuhan masyarakat Sampang.

“Mudah-mudahan target tahun 2022 bisa lebih dari 6 ribu guru ngaji, tentu program ini demi membantu dalam bidang pendidikan agama dan menciptakan SDM yang unggul berkarakter religius sejak dini sesuai program pemerintah daerah,” kata dia.

Usai memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan buka bersama dan shalat Maghrib berjamaah.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Yuliadi Setiawan, Forkopimda, Forkopimcam, Kepala Kemenag Sampang Moh Ersyad, Kepala OPD, jajaran Kabag di lingkungan Pemkab Sampang, Dirut Bank Sampang Syaifullah Asyik, Lurah, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat Sampang Kota.

Sebelumnya, kegiatan Safari Ramadhan diawali dengan santunan anak yatim dan kaum dhuafa serta pemberian bantuan hibah kepada takmir masjid, bantuan insentif guru ngaji dan marbot. (Ryan/Arf)

Aliyadi Mustofa Siapkan Hadiah Umrah bagi Penghafal 30 Juz Alquran

0

Sampang, (Media Madura) – Menyambut peringatan Nuzulul Quran, Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, Kamis (21/4/2022) siang.

“Total semuanya ada 300 orang,” kata Aliyadi Mustofa dalam sambutannya.

Kegiatan yang rutin dilakukan setiap bulan Ramadan ini menyasar anak-anak yatim dan kaum dhuafa di Desa Karang Anyar, Kecamatan Ketapang, Sampang.

Aliyadi Mustofa mengatakan, kegiatan ini sengaja dilakukan di bulan Ramadan sebagai wujud syukur dan kecintaannya kepada warga Karang Anyar.

“Salah satu kemuliaan yang luar biasa bagi yang memperhatikan anak yatim,” tutur Aliyadi.

Sejatinya, kepedulian Aliyadi Mustofa tidak hanya kepada anak yatim dam kaum dhuafa. Buktinya, pihaknya menyiapkan hadiah umrah bagi penghafal 30 juz Alquran.

“Kalau ada anak-anak di sini yang hafal Alquran sampai 30 juz, saya kasih hadiah umrah. Makanya laporkan ke saya,”tegas Aliyadi Mustofa.

Bagi penghafal 1 juz Al-quran juga mendapat hadiah dari Aliyadi Mustofa berupa sejumlah nominal.

Di sisi lain, Aliyadi menyingung soal Nuzulul Quran yang diperingati setiap 17 Ramadan. “Bagi saya, Al-quran adalah pegangan hidup sempai mati,” pungkasnya. (Zainol/Arif).

Kebiasaan Bupati Pamekasan di Bulan Ramadan, Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

0

Pamekasan, (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menjadikan bulan Ramadan 1443 Hijriah momentum menebar kebaikan dan berbagi kepada sesama.

Berbagi di bulan Suci, seolah sudah menjadi kebiasaan. Buktinya, tiap menggelar Safari Ramadan, bupati yang akrab disapa Mas Tamam, kerap berbagi kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

Cara itu dilakukan untuk mensyukuri dan berbagi kebahagiaan dengan anak yatim.

Bersama Pemkab Pamekasan, Mas Tamam menggelar Safari Ramadan di 13 kecamatan secara bergantian, di bulan Ramadan.

Dalam Safari Ramadan, Mas Tamam juga memberikan bantuan sosial bagi para guru ngaji hingga bantuan dana hibah masjid dan musalla.

Diberikan secara simbolis oleh Mas Tamam, rincian bantuan bagi guru ngaji sebesar Rp 600 ribu, bantuan musalla sebesar Rp 5 juta, dan Rp 10 juta untuk bantuan hibah masjid.

Bupati Mas Tamam menyebut tujuan utama dilaksanakannya Safari Ramadan sebagai ajang mempererat tali silaturrahmi antar pemerintah, ulama, kiai, dan masyarakat.

“Alhamdulillah, kita semua semua diberikan nikmat untuk kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat,” kata Mas Tamam, Rabu (20/4/2022).

“Kami harapkan silaturrahmi ini dapat mempererat tali persaudaraan antara bupati, pejabat di lingkungan pemkab Pamekasan dengan masyarakat akar rumpun,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Badrut Tamam didampingi sejumlah jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopikda), serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan, termasuk jajaran aparat tingkat kecamatan dan desa.

“Alhamdulillah, bahagia sekali bisa melanjutkan Safari Ramadan pada tahun ini, semoga amal ibadah kita bisa diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pungkasnya. (Zainol/Arif)