Beranda blog Halaman 1111

Demo Penolakan PP Nomor 60 Tahun 2016 di Pamekasan Ricuh

0

Pamekasan, 12/1 (Media Madura) – Demo aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan, Madura, Jawa Timur di kantor DPRD setempat berlangsung ricuh, Kamis (12/1/2017) siang.

Mereka menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kericuhan itu dipicu karena pendemo tidak ditemui langsung oleh Ketua DPRD, Halili, melainkan ditemui oleh dua orang pimpinan, masing-masing Suli Faris, dan Hermanto sebagai wakil ketua DPRD serta anggota dewan lainnya.

Adapun bentuk kericuhan itu puluhan mahasiswa terlibat adu jotos dengan pihak kepolisian, karena pendemo membakar ban bekas dan melakukan pengrusakan.

Salah satu orator, Chairul Umam menyampaikan, kedatangannya untuk menyampaikan kegelisahan rakyat salah satunya, kenaikan dasar listrik, Bahan Bakar Mesin (BBM) dan pajak kedaraan.

“Mohon maaf kami tidak mau ditemui oleh segelintir anggota DPRD, kami minta Ketua DPRD, Bupati, manajer PLN dan dari Pertamina juga dihadirkan,” teriaknya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Suli Faris menyayangkan aksi kaum terpelajar tersebut, mengingat kedatangan dirinya dan beberapa anggota yang lain sudah mewakiki.

“Secara aturan kami dibatasi oleh peraturan DPRD, tapi kalau hanya mewakili Pak Ketua ini sudah terwakili, mohon maaf kalau kami ditolak,” katanya singkat.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Astaga, Dampak Perombakan SO Ribuan PNS Sampang Belum Gajian

Sampang, 12/1 (Media Madura) – Sebanyak 8.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang belum menerima gaji bulanan. Hal itu merupakan dampak adanya perombakan Struktur Organisasi (SO) yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Ya benar sampai saat ini PNS di Sampang belum digaji, ini murni dampak perombakan SO. Kalau nanti berkas administrasi dari masing-masing dinas sudah rampung pasti gajinya bisa dicairkan,” terang Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Phutut Budi Santoso melalui Kabag Humas Yulis Juwaini, Rabu (11/1/2017).

Yulis mengatakan, belum dicairkannya gaji PNS itu hanya pada bulan Januari ini. Itu pun persoalannya bukan hanya terjadi di Kabupaten Sampang, melainkan terjadi di daerah lain.

“Gaji bulan merupakan hak PNS, meksi terlambat tetap akan dicairkan, Insya Allah tanggal 15 ini bisa dicairkan,” jelasnya.

Belum dicairkannya gaji para abdi negara itu dirasakan juga oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagri) Sampang Wahyu Priyantono. Ia menerangkan, keterlambatan gaji dikarenakan saat ini dalam tahap proses pengajuan pencairan. Bahkan, juga harus melaporkan ke bank atas perubahan SO.

“Memang belum digaji mas, perombakan ini membuat masing-masing dinas harus menyesuaikan dengan SO baru dan butuh waktu seperti harus merubah rekening lama sebagaimana jabatan kita yang baru,” katanya.

Namun, ia mengaku tidak keberatan belum menerima gaji. Sebab, tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat ini gaji PNS sudah bisa dicairkan.

“Sudah banyak yang nyetor, jadi tingal verifikasi dari keuangan, kalau tidak ada perubahan pertengahan bulan Januari ini sudah bisa mencairkan,” tutur mantan Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikatarung) itu.

Terpisah, Kabid Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sampang, Arif Lukman Hidayat, menerangkan total jumlah PNS di kabupaten Sampang dari eselon II hingga eselon IV ada sekitar 8 ribu PNS.

“Ya mas kurang lebih jumlah PNS 8 ribu,” singkatnya.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tahun 2017, Dana Desa Sampang Naik Capai Rp 167 Miliar

Sampang, 12/1 (Media Madura) – Pemerintah Pusat mengucurkan Dana Desa (DD) tahun 2017 untuk wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, naik hingga 30 persen yakni mencapai Rp 167 miliar.

Berdasarkan catatan mediamadura.com, kucuran DD di Sampang bersumber dari APBN itu di tahun 2015 lalu sebesar Rp 58 miliar, sedangkan tahun 2016 sebesar Rp 131 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset (BPPKA) Kabupaten Sampang Suhartini Kaptiati, mengatakan kenaikan pagu anggaran DD tahun ini diketahui sejak adanya rilis dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

”Pagu DD naik menjadi Rp 167.492.597.000,” jelasnya, Rabu (11/1).

Menurutnya, kendati pagu anggaran DD sudah diketahui, namun sampai saat ini daerah belum menerima transfer dari dana DD tersebut. Sebab, masih menunggu laporan pengajuan APBDes dari desa.

“Cepatnya proses tranfer dari pusat biasanya disesuaikan dengan kelengkapan administrasi desa. Semoga saja akhir Januari ini berkas administrasi sudah rampung semua,” katanya.

Disisi lain, meski sudah ada kejelasan tentang jumlah angggaran DD untuk Kabupaten Sampang, pihaknya belum bisa memberikan rincian terkait pembagian untuk masing-masing desa.

Untuk itu, dalam kenaikan DD tersebut diharapkan kepada semua pemerintah desa agar lebih hati-hati dalam mengelola dan menggunakan DD. Sebab, tidak menutup kemungkinan pengawasan dan proses verifikasi akan lebih ketat lagi.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tiga Instansi Masih Kosong, Pengukuhan SKPD Sumenep Terkesan Kejar Tayang

Sumenep, 12/1 (Media Madura) – Pengukuhan pejabat di lingkungan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terkesan kejar tayang.

Bagaimana tidak, pengukuhan pimpinan tinggi Pratama dan Administrator hanya berselang sehari dari pelantikan tiga pejabat Pratama lainnya yang digelar Rabu (10/1/2017).

Disamping itu, dari sekian instansi yang dikukuhkan di Pondopo, ternyata tidak semuanya terisi. Pasalnya, ada tiga atau empat instansi yang dibiarkan kosong.

Instansi tersebut adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kepala Satpol PP, Kepala Perpustakaan dan Arsip, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Ya, masih ada tiga instansi yang belum terisi hingga saat ini, dan kemungkinan akan dilakukan pelelangan jabatan,” kata Bupati Sumenep, Busyro Karim, usai acara, Rabu (11/1/2017).

Namun, Busyro membantah jika pengukuhan yang dilakukannya mendadak dan kejar tayang. Sebab, dirinya memang harus secepatnya menyesuaikan dengan struktur yang baru.

“Mendadak sih enggak ya, bahkan seandainya 1.200 bisa sekarang, saya lantik sekarang semua, tetapi kan memang terkendala seperti Kepulauan harus datang,” tegasnya.

Seperti diberitakan, Bupati menggelar pengukuhan terhadap pejabat tinggi Pratama dan Administrator secara maraton, jabatan seperti Kepala Dinas, Kepala Badan dan Bagian organisasi lainnya yang disesuaikan dengan Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) yang baru.

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

Ini Dia Rangkaian Program Coach Salahudin Bersama Perssu

0

Sumenep, 12/1 (Media Madura) – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai induk olah raga sepak bola Indonesia sudah memastikan kompetisi akan bergulir akhir Maret 2017.

Oleh sebab itu, banyak tim yang mulai menyusun program dalam rangka bersiap menghadapi kompetesi resmi tersebut, tidak terkecuali Perssu Sumenep.

Pelatih Perssu, Salahudin mengungkapkan, dirinya sudah mengatur program dengan membagi persiapan kedalam beberapa tahapan.

“Mungkita kita satu bulan setengah persiapan fisik, satu minggu taktik, dan satu minggu pra kompetisi dan transisi,” kata Salahudin pada mediamadura.com, Rabu (11/1/2017).

Eks Pelatih Barito Putra itu juga menjelaskan, untuk saat ini dirinya masih sibuk mencari pemain yang akan mengisi skuad yang diimpikan, menyusul hengkangnya beberapa pemainnya.

“Kita masih mencari pemain, mudah-mudahan dalam waktu dekat rampung, sehingga program yang sudah tim pelatih susun berjalan sempurna,” pungkasnya.

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

Tim Satgas Saber Pungli Bentukan Bupati Pamekasan Juga Bisa Lakukan OTT

0

Pamekasan, 12/1 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Achmad Syafii mengatakan, tim satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Satgas Saber Pungli), yang dikukuhkan di Pendopo Ronggosukowati, Kamis (12/1/2017) pagi, juga bisa melakukan operasi tangkap tangan.

“Tim ini terdiri dari Polri, Kejaksaan, TNI, Denpom, Inspektorat, dan tim akademisi, jadi sangat bisa melakukan OTT,” ucap Syafii.

Dijelaskan, tugas pokok tim satgas saber pungli adalah menyidik dan menyelidiki tindakan berbau gratifikasi. Selain melakukan OTT.

Tujuan pembentukan tim tersebut, imbuh Bupati Syafii untuk memberikan pelayanan yang maksimal pada masyarakat utamanya keresahan pungli.

“Kami kukuhkan tim saber pungli untuk melindungi warga agar nyaman dan tentram,” katanya usai pertemuan.

Dengan adanya itu tambah Syafii, akan berdampak pada pelayanan yang prima di masing-masing sektor perkantoran yang berdiri di Bumi Gerbang Salam, utamanya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

“Bagaimanapun aturan itu diberlakukan untuk masyarakat, dan pelayanan di masing-masing sektor lebih baik,” tambahnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Bupati Pamekasan Kukuhkan Tim Satgas Saber Pungli

0

Pamekasan, 12/1 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Achmad Syafii mengukuhkan tim satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Satgas Saber Pungli) di Pendopo Ronggosukowati, Kamis (12/1/2017) pagi.

Dikatakan oleh Bupati Achmad Syafii, pembentukan tim tersebut untuk memberikan pelayanan yang maksimal pada masyarakat utamanya keresahan pungli.

“Kami kukuhkan tim saber pungli untuk melindungi warga agar nyaman dan tentram,” katanya usai pertemuan.

Dengan adanya itu, tambah Syafii, akan berdampak pada pelayanan yang prima di masing-masing sektor perkantoran yang berdiri di Bumi Gerbang Salam, utamanya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

“Bagaimanapun aturan itu diberlakukan untuk masyarakat, dan pelayanan di masing-masing sektor lebih baik,” tambahnya.

Adapun tugas pokoknya urai mantan DPR RI itu, selain menyidik dan menyelidiki tindakan berbau gratifikasi, tim saber pungli ini juga bisa melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Tim ini terdiri dari Polri, Kejaksaan, TNI, Denpom, Inspektorat dan tim akademisi, jadi sangat bisa melakukan OTT,” tutupnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

19 Januari, Madura United Jalani Latihan Rutin

0

Pamekasan, 12/1 (Media Madura) – Skuad Madura United bakal menjalani latihan rutin mulai 19 Januari mendatang. Guna mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Super League (ISL) 2017.

Tepatnya, latihan rutin itu digelar sepulang dari kediaman Bayu Gatra Sanggiawan di Ledokombo, Jember. Sebab, mulai tanggal 15 hingga 17 Januari Fabiano Beltrame dan kawan-kawan berada di Jember.

Selama beberapa hari di Jember, skuad Laskar Sape Kerrab berencana menggelar uji coba melawan tim Ledokombo. Laga eksebisi dihelat pada 16 Januari.

Pertandingan tersebut sengaja dipersiapakan manajemen klub untuk hadiah pernikahan Bayu Gatra dengan Venty Dwi Pratiwi. Sedang, keesokan harinya, skuad asuhan Gomes De Oliviera menghadiri pesta pernikahan winger Madura United tersebut.

“Kita siapkan hadiah khusus bagi Bayu dengan menggelar pertandingan uji coba di kampungnya. Pertandingan tersebut juga untuk menyapa warga disana yang sebagian besar adalah orang-orang Madura atau tradisi dan bahasanya adalah bahasa Madura,” kata Presiden Klub, Achsanul Qosasi.

Madura United dijadwalkan bertolak ke Jember pada 15 Januari dari Surabaya. “Tanggal 15 Januari malam berangkat ke rumah Bayu Gatra, Jember. 17 Januari malam balik ke Surabaya,” tulis website resmi Madura United FC.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Oknum Polisi Jual Isi Perabotan Kontrakan, Pemilik Rugi Rp 200 Juta

0

Sampang, 11/1 (Media Madura) – Oknum polisi dari kesatuan Polres Sampang, nekat menjual seisi perabotan kontrakannya di Kampung Rubaruh, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur. Ia adalah Brigadir Polisi Kepala (Bripka) IS (inisial), anggota polisi yang berdinas di Satuan Sabhara Polsek Camplong.

Polisi berpangkat Bintara itu gelap mata karena diduga terlilit hutang. Sehingga parabotan yang berada di dalam rumah kontrakannya terpaksa dijual. Seperti diantaranya, lemari baju, gorden, piring, wajan, maupun alat perlengkapan dapur dan rumah tangga lainnya.

Ironisnya, rumah kontrakan itu milik Haryono Abdul Bari (HAB), tak lain tokoh masyarakat yang kondang di Sampang. Tak mau di rugikan, HAB melaporkan perbuatan IS kepada pimpinannya agar ada efek jera.

“Dia ini (Bripka IS-red) ingin ngontrak rumah beberapa waktu lalu. Karena saya kasihan, akhirnya memutuskan hanya ditempati saja tidak usah bayar. Asalkan, dirawat dan dijaga dengan baik,” tutur Haryono kepada media, Rabu (11/1/2017).

Haryono mantan anggota DPR RI itu menceritakan, tak disangka ulah oknum korps bhayangkara tersebut tak sebanding dengan profesinya sebagai polisi. Padahal, ia sebelumnya merasa iba dan tak menaruh rasa curiga terhadap IS.

Namun, belakangan ini mulai muncul rasa kecurgiaan itu. Mengingat, rumah kontrakan layaknya gopong tanpa ada isi perabotan rumah tangga. Melihat ada yang janggal, akhirnya terpaksa masuk dan memeriksa sejumlah barang-barang yang ada di dalam rumah kontrakan.

“Astaga, setelah masuk gorden di dalam ruang tamu tidak ada, begitu pula barang-barang di tempat shalat dan ruang dapur. Ketika itu saya marah, karena perabotan rumah dan dapur itu saya boyongan dari rumah Surabaya juga hilang,” ujarnya.

Sementara itu, putra HAB, Faisol Riyadi, mengaku kecewa perbuatan IS. Maka dari itu, kasus tersebut akhirnya dilaporkan untuk di proses secara hukum. Alasan itu disebabkan karena keluarganya rugi sekitar Rp200 juta atas perabotan rumah yang dijual oleh IS.

“Sangat disayangkan dan tidak menduga ketika banyak perabotan alat rumah tangga hilang. Terpaksa semua keluarganya diusir untuk tidak menempati rumah kontrakan,” kata Faisol sekaligus saat ini menjabat Anggota Komisi IV DPRD Sampang.

Dirinya berharap, penegak hukum bisa memproses kasus tersebut secara adil sesuai aturan yang ada tanpa tebang pilih.

Terpisah, Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar menyatakan, pihaknya saat ini masih mendalami laporan itu. Ia menegaskan jika akan menindaklanjuti dan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

”Akan menindaklanjuti sesuai dengan fakta yang ada di lapangan, saksi-saksi kita akan panggil, termasuk dari pihak pelapor,” jelasnya.

Tofik menegaskan, dari barang bukti yang sudah dijual sebagian sudah dikumpulkan. Bahkan, pihak terduga sudah diamankan dan akan segera diproses.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

BPPKA Siapkan Rp 2 Miliar Untuk Bangun Gudang Aset

Sampang, 11/1 (Media Madura) – Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset (BPPKA) Sampang Suhartini Kaptiati, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Aset Bambang Indra Basuki mengatakan, tahun ini pihaknya telah menganggarkan senilai Rp 2 miliar untuk pembangunan gudang induk atau gudang penyimpanan aset.

Sedangkan, di tahun 2016 lalu, BPPKA Sampang sudah menganggarkan gudang induk senilai Rp 1 miliar yang difokuskan pada pembebasan lahan.

”Pada tahun lalu anggarannya untuk pembebasan, jadi perlu dianggarkan kembali untuk membangun gudang induk,” kata Bambang, Rabu (11/1/2017).

Untuk lokasi lahan pembangunan gudang penyimpanan aset itu berada di dekat Kantor Dinas Komunikasi dan Informasi Jalan Jaksa Agung Suprapto, Dusun Pleyang, Desa Tanggumong, Kecamatan/Kota Sampang.

”Sertifikat lahan sudah atas nama pemkab, jadi tinggal pembangunannya,” paparnya.

Dijelaskan Bambang, untuk sejumlah aset saat ini sebagian besar di titipkan di garasi bus milik Dikominfo Sampang. Sejumlah aset yang disimpan di garasi bus seperti kendaraan motor roda dua, roda tiga dan roda empat. Ia memaparkan, kendaraan tersebut merupakan kendaraan yang sudah tidak layak dan mengalami kerusakan berat.

”Kedepan ketika sudah memiliki gudang induk semua aset baik kendaraan maupun aset lainnya bisa disimpan di gudang aset,” tuturnya.

Selain itu, Bambang menyampaikan, pembangunan gudang sebetulnya bukan bersifat mendesak, namun karena untuk menjaga keamanan dan melindungi aset, pihaknya akan tetap mengupayakan agar pembangunan gudang induk segera terwujud.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi